Selamat Hari Tempe: Makanan Murah Kaya Gizi!

Tanggal 6 Juni diperingati sebagai Hari Tempe Nasional. Tempe makanan khas Indonesia memiliki banyak zat gizi dan manfaat bagi kesehatan. Mari kita simak pada artikel berikut =)

Pengertian Tempe

Tempe merupakan makanan yang terbuat biji kedelai atau beberapa bahan lain yaitu jenis kapang Rhizopus oligosporus yang diproses melalui fermentasi dan dikenal secara umum sebagai “ragi tempe”. Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia ​(1)​.  Menurut Standar Nasional Indonesia, tempe kedelai merupakan produk makanan hasil fermentasi yang diperoleh dari kedelai kupas yang sudah direbus dan difermentasi menggunakan kapang tertentu, berbentuk padatan kompak dan berbau khas serta berwarna putih atau sedikit keabu-abuan ​(2)​.

Baca : Makanan Fermentasi Khas Indonesia (1), Makanan Fermentasi Khas Indonesia (2)

Jenis Tempe

Ragam tempe yang popular di masyarakat Indonesia adalah tempe berbahan dasar kacang kedelai. Namun, perlu diketahui bahwa terdapat pula berbagai jenis makanan berbahan bukan kedelai yang juga disebut tempe. Terdapat dua golongan besar tempe menurut bahan dasarnya, yaitu tempe berbahan dasar legum dan tempe berbahan dasar non-legum ​(3)​.

Tempe bukan kedelai yang berbahan dasar legum antara lain tempe koro benguk (dari biji kara benguk),  tempe gude (dari kacang gude, Cajanus cajan), tempe gembus (dari ampas tahu di Jawa; juga dari ampas kacang gude pada pembuatan pati, populer di Lombok dan Bali bagian timur), tempe kacang hijau (dari kacang hijau, terkenal di daerah Yogyakarta), tempe kacang kecipir (dari kecipir, Psophocarpus tetragonolobus), tempe kara pedang (dari biji kara pedang Canavalia ensiformis), tempe lupin (dari Lupinus angustifolius), tempe kacang merah (dari kacang merah, Phaseolus vulgaris), tempe kacang tunggak (dari kacang tunggak, Vigna unguiculata), tempe kara wedus (dari biji kara benguk Lablab purpures), tempe kara (dari kara kratok, Phaseolus lunatus, banyak ditemukan di Amerika Utara), dan tempe menjes (dari kacang tanah dan kelapa, terkenal di sekitar Malang).

Tempe bukan kedelai yang berbahan dasar non-legum antara lain tempe mungur (dari biji mungur, Enterolobium samon), tempe bongkrek (dari ampas kelapa, terkenal di daerah Banyumas), tempe garbanzo (dari ampas kacang atau ampas kelapa, banyak ditemukan di Jawa Tengah), tempe biji karet (dari biji karet, ditemukan di daerah Sragen, jarang digunakan untuk makanan), dan tempe jamur merang (dari jamur merang)

Informasi Nilai Gizi Tempe per 100 gram / Berat Dapat Dimakan​(4)​

KANDUNGAN GIZIKANDUNGAN GIZI PER 100 GRAM %AKG *
ENERGI150 kkal6,98%
KARBOHIDRAT 9,10 gram2,80%
PROTEIN14 gram23,33%
LEMAK TOTAL7,70 gram11,49%
VITAMIN B20,44 gram44%
KALSIUM517 mg47%
TEMBAGA400 mcg50%
* Persen Angka Kecukupan Gizi (AKG) berdasarkan kebutuhan energi 2150 kkal. Kebutuhan energi anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah.
#Untuk Vitamin B2, Kalsium, dan Tembaga merupakan zat gizi unggulan yang terdapat dalam 100 gram tempe (Berat Dapat Dimakan)

Manfaat Tempe Terhadap Kesehatan

1. Manfaat tempe terhadap kesehatan usus

Ternyata mengonsumsi tempe bisa meningkatkan kesehatan usus lhooo! Kok bisa?? Mari kita simak. Mengonsumsi tempe dapat meningkatkan produksi IgA dan peningkatan jumlah feses A. muciniphila ​(5)​. Secara in vitro, mengonsumsi tempe kedelai mentah sebanyak 6 gram dapat merangsang sebagian besar pertumbuhan Bifidobacter terium spp dan tempe kedelai goreng merangsang peningkatan di Lactobacillus ​(6)​. Selain itu, tempe dapat menurunkan tingkat asam lithocholic (faktor risiko kanker usus besar) serta meningkatkan kadar musin tinja (indeks usus fungsi penghalang) dan IgA (indeks kekebalan usus) ​(7)​. Penelitian yang melibatkan anak kurang gizi di Kenya berupa suplementasi bubur jagung tempe kuning yang mengandung 3,9 g protein dan 101 kalori per hari dapat mengakibatkan durasi diare yang lebih pendek (15 hari) dibandingkan dengan bubur jagung kuning susu (20 hari) ​(8)​.

2. Manfaat tempe terhadap sel kanker

Berdasarkan penelitian praklinis terhadap hewan coba yang diberikan tempe pada makanannya menunjukkan efek yang signifikan pada penanda antri-proliferasi dan apoptosis dalam sel kanker payudara ​(9)​. Genistein ditemukan menghambat angiogenesis melalui regulasi beberapa jalur seperti VEGF, MMPs ekspresi EGFR dan NF-kB, PI3-K/Akt, jalur pensinyalan ERK1/2, sehingga menyebabkan efek antiangiogenik yang kuat. Hal ini pada gilirannya mengurangi jumlah sel kanker dalam jaringan payudara ​(10)​.

Lebih Lanjut : Tips Pencegahan Kanker

3. Manfaat tempe terhadap fungsi kognitif

Pada penelitian yang dilakukan kepada 15 lansia Indonesia diberikan suplementasi tepung tempe (35 g per hari per orang) mengakibatkan peningkatan Skor Mini-Mental State Examination (MMSE) dan The Hopkins Verbal Learning Test (HVLT) dibandingkan dengan konsumsi kasein ​(11)​Manfaat tempe relatif lebih baik dalam meningkatkan memori karena tempe mengandung asam folat dan vitamin B12 yang lebih tinggi karena proses fermentasi ​(12)​.

Baca : Peran Zat Gizi pada Fungsi Kognitif Lansia

4. Manfaat tempe sebagai anti-diabetik

Pada tempe, terdapat isoflavon genistein dan deidzein. Genistein dan deidzein meniliki pengaruh terhadap fungsi penurunan kadar glukosa darah melalui peningkatan fungsi sel beta pancreas serum insulin, seruk gluthatione (GSH) dan menghambat α-glukosida. Isoflavon pada tempe memiliki fungsi menstimulus daya tahan sel β-pankreas dengan mengaktifkan reseptor PPAR sehingga dapat menurunkan poliferasi sel β-pankreas melalui peningkatan cAMP intraseluler, aktivitas PKA, dan ERK1 / 2 aktif  ​(13)​.

Ingin tahu Diet Diabetes Melitus?

5. Manfaat tempe sebagai anti-kardiovaskuler

Peningkatan asam amino bebas, protein globulin 11S (glycinin) dan 7S (β-conglycinin) pada saat proses fermentasi memiliki peran sebagai stimulator dalam meningkatkan aktivasi reseptor LDL yang berfungsi mengangkut LDL yang tinggi kolesterol didalam plasma. Asam amino arginine yang tinggi pada tempe bersifat anti-kardiovaskuler melalui penurunan lipogenesis oleh NO, dimana arginine merupakan prekursor metabolic dalam meningkatkan produksi NO, sehingga ketika produksi NO optimal maka sintesis lemak dihati dan adipose dapat terhambat. Selain itu, peran NO juga menghambat terjadinya agregasi platelet pada jaringan endotel sehingga dapat memperlancar sistem sirkulasi darah ​(14)​.

Referensi

  1. 1.
    Wikipedia bahasa Indonesia ensiklopedia bebas. Tempe [Internet]. Wikipedia bahasa Indonesia. 2021. Available from: https://id.wikipedia.org/wiki/Tempe
  2. 2.
    Badan Standardisasi Nasional BSN. Tempe Kedelai [Internet]. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional; 2015. 31 p. (SNI ). Available from: http://www.forumtempe.org/images/resep/8625_SNI%203144-2015.pdf
  3. 3.
    Syarief dan A. Teknologi Proses Pengolahan Pangan. Bogor: PAU Pangan dan Gizi IPB; 1999.
  4. 4.
    AhliGiziID A. Informasi Nilai Gizi Tempe Pasar [Internet]. NilaiGizi.com. 2018. Available from: https://nilaigizi.com/gizi/detailproduk/378/nilai-kandungan-gizi-tempe-pasar
  5. 5.
    STEPHANIE , NINE KIRANA RATIH , SUSAN SOKA , AAS. Effect of Tempeh Supplementation on the Profiles of Human Intestinal Immune System and Gut Microbiota. Microbiol Indones [Internet]. 2017 Mar 1;11(1):11–7. Available from: https://jurnal.permi.or.id/index.php/mionline/article/download/499/429
  6. 6.
    Kuligowski, M., Jasińska-Kuligowska, I., & N J. Evaluation of bean and soy tempeh influence on intestinal bacteria and estimation of antibacterial properties of bean tempeh. . Polish Journal of Microbiology. 2013;62(2):189–94.
  7. 7.
    Utama Z, Okazaki Y, Tomotake H, Kato N. Tempe Consumption Modulates Fecal Secondary Bile Acids, Mucins, Immunoglobulin A, Enzyme Activities, and Cecal Microflora and Organic Acids in Rats. Plant Foods Hum Nutr [Internet]. 2013 May 5;177–83. Available from: http://dx.doi.org/10.1007/s11130-013-0357-x
  8. 8.
    Kalavi, F. N. M., Muroki, N. M., Omwega, A. M., & M RKN. Effect of tempe-yellow maize porridge and milk-yellow maize porridge on growth rate, diarrhoea and duration of rehabilitation of malnourished children. East African Medical Journal. 1996;73(7):427–31.
  9. 9.
    Bintari SH, Nugraheni K. The Potential of Tempeh as a Chemopreventive and Chemotherapeutic Agent Targeting Breast Cancer Cells. Pakistan J of Nutrition [Internet]. 2017 Sep 15;743–9. Available from: http://dx.doi.org/10.3923/pjn.2017.743.749
  10. 10.
    Tuli HS, Tuorkey MJ, Thakral F, Sak K, Kumar M, Sharma AK, et al. Molecular Mechanisms of Action of Genistein in Cancer: Recent Advances. Front Pharmacol [Internet]. 2019 Dec 6; Available from: http://dx.doi.org/10.3389/fphar.2019.01336
  11. 11.
    Kridawati, A., Rahardjo, T. B. W., & H E. Tempe, isoflavones and cognitive function. . Annals of Nutrition and Metabolism. 2019;75:376.
  12. 12.
    Mo H, Kariluoto S, Piironen V, Zhu Y, Sanders MG, Vincken J-P, et al. Effect of soybean processing on content and bioaccessibility of folate, vitamin B12 and isoflavones in tofu and tempe. Food Chemistry [Internet]. 2013 Dec;2418–25. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.foodchem.2013.05.017
  13. 13.
    Gilbert ElizabethR, Liu D. Anti-diabetic functions of soy isoflavone genistein: mechanisms underlying its effects on pancreatic β-cell function. Food Funct [Internet]. 2013;200–12. Available from: http://dx.doi.org/10.1039/c2fo30199g
  14. 14.
    Emina Sudar-Milovanovic1 , Milan Obradovic1 , Aleksandra Jovanovic1 , Bozidarka Zaric2 , Sonja Zafirovic1 , Anastasija Panic1 , Djordje Radak3 and Esma R. Isenovic. Benefits of L-Arginine on Cardiovascular System. Bentham Science Publishers. 2016;16:94–103.

Editor : Ayu Rahadiyanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *