Apa Saja yang Mempengaruhi Status Hidrasi?

Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi status hidrasi antara lain asupan, komposisi tubuh, jenis kelamin, usia, dll. Mari kita simak lebih lanjut pada artikel berikut.

Asupan

Pemenuhan kebutuhan manusia akan cairan diperoleh dari asupan air minum, air yang terkandung dalam makanan, dan air hasil metabolisme.​1​ Kandungan air yang terdapat dalam makanan juga akan mempengauhi asupan cairan tubuh. Selain itu makanan yang dikonsumsi akan mengalami proses metabolisme dalam tubuh. Hasil oksidasi makanan akan menghasilkan air metabolik sebagai produk akhirnya dan akan mempengaruhi asupan cairan tubuh. Hasil oksidasi dari 100 gram lemak dapat menghasilkan 107 gram air, hasil oksidasi 100 gram karbohidrat dapat menghasilkan 55 gram air, dan hasil oksidasi 100 gram protein dapat menghasilkan 41 gram air.​2​

Jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi status hidrasi. Jumlah cairan yang masuk dan keluar dalam tubuh harus seimbang untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.​1​ Apabila cairan yang masuk lebih sedikit dibandingkan dengan cairan yang hilang maka akan terjadi ketidakseimbangan cairan yang disebut dehidrasi.​3​

Kurangnya asupan cairan pada remaja menjadi salah satu penyebab remaja rentan mengalami dehidrasi. Hal tersebut juga disebabkan banyaknya aktivitas fisik remaja yang membutuhkan banyak tenaga dan cairan. Asupan cairan remaja sebesar 79% diperoleh dari minuman dan 21% dari makanan.​4​

Baca : Air Kelapa dan Status Hidrasi

Komposisi tubuh

adalah proporsi relatif jaringan lemak dan jaringan bebas lemak dalam tubuh. Melalui pengukuran komposisi tubuh, dapat diketahui apakah terdapat kelebihan lemak dalam tubuh. Komposisi tubuh terdiri dari empat komponen utama, yaitu jaringan lemak tubuh total (total body fat), jaringan bebas lemak (fat-free mass), mineral tulang (bone mineral), dan cairan tubuh (body water). Dua komponen komposisi tubuh yang paling umum diukur adalah jaringan lemak tubuh total dan jaringan bebas lemak.​5​

Komposisi tubuh terutama massa lemak dan massa otot tubuh akan berpengaruh pada keseimbangan cairan dalam tubuh. Seseorang yang memiliki massa lemak lebih banyak maka air tubuh totalnya lebih rendah dibandingkan dengan orang yang massa lemak tubuhnya lebih sedikit. Hal tersebut karena kandungan air di dalam sel lemak lebih rendah daripada kandungan air di dalam sel otot sehingga orang obesitas lebih mudah kekurangan air dibandingkan dengan orang yang tidak obesitas.​1​

Aktivitas fisik

yaitu kegiatan-kegiatan sadar yang dilakukan sehari-hari. Aktivitas fisik dibagi dalam 4 kategori, yaitu Sedentary (jenis pekekerjaan yang lebih banyak duduk) seperti pada sekretaris, pegawai kantor, kasir, teller bank. Light (ringan), seperti pada guru/dosen, perawat, siswa/mahasiswa, teknisi laboratorium. Moderate (sedang), seperti pada ibu rumah tangga tanpa pembantu, sopir, montir. Vigorous/high (berat), seperti pada petani, buruh, atlet.​6​

Banyaknya cairan yang dikonsumsi tergantung pada jenis aktivitas dan lama aktivitas tersebut dilakukan. Apabila melakukan aktivitas yang banyak mengeluarkan keringat, maka dibutuhkan air minum lebih banyak untuk mengimbangi cairan yang dikeluarkan tubuh sehingga keseimbangan cairan dapat terjaga.

Lebih lanjut : Hubungan Status Hidrasi dan Kelelahan Kerja

Usia dan Jenis Kelamin

Perbedaan usia dan jenis kelamin berpengaruh pada status hidrasi. Terdapat perbedaan komposisi tubuh yang kecil antara anak perempuan dan laki-laki sebelum usia pubertas. Namun, pada usia pubertas perbedaan menjadi sangat besar karena perempuan memiliki lebih banyak deposit lemak, sedangkan pada laki-laki terbentuk lebih banyak jaringan otot.​5​ Perbedaan komposisi tubuh tersebut berpengaruh pada status hidrasi karena kandungan air di dalam sel lemak lebih rendah daripada kandungan air di dalam sel otot.​1​ Perempuan memproduksi keringat lebih rendah dan kehilangan elektrolit lebih lama dibandingkan dengan laki-laki.

Berkaitan dengan perkembangan tubuh, semakin tinggi usia seseorang semakin banyak air yang dibutuhkan oleh tubuh untuk melakukan metabolisme dan aktivitas yang dilakukan oleh tubuh.​1​ Pada masa remaja fungsi pengaturan keseimbangan air berada dalam kondisi yang cukup baik artinya semua sistem organ yang terlibat telah mengalami pematangan yang sempurna dibanding masa anak-anak. Namun remaja termasuk golongan yang rentan mengalami dehidrasi karena banyaknya aktivitas yang dilakukan tetapi terkadang mereka tidak memperhatikan sinyal fisiologis terkait kehilangan cairan tubuhnya, seperti berkeringat yang berlebih dan timbulnya rasa haus.​7​

Suhu Lingkungan

Tubuh dapat kehilangan cairan dalam jumlah yang sama saat suhu lingkungan panas ataupun dingin karena energi yang terpakai untuk menjaga panas tubuh. Suhu lingkungan yang panas dapat membuat pengeluaran keringat dan pernafasan semakin banyak sehingga tubuh membutuhkan konsumsi air yang lebih banyak.​8​

Pada suhu dingin dapat membuat seseorang kehilangan cairan karena banyak buang air kecil dan kulit menjadi kering karena kelembaban kulit menurun. Pada suhu dingin, kehilangan cairan banyak melalui pernafasan. Orang cenderung lebih mudah dehidrasi pada suhu dingin karena pada suhu dingin orang sering merasa tidak haus dan kurang minum.​3​

Penyakit

Penderita penyakit tertentu seperti diabetes mellitus dan penyakit yang berkaitan dengan saluran pencernaan berpotensi lebih besar mengalami dehidrasi. Penderita diabetes memiliki kandungan glukosa darah yang lebih tinggi dibandingkan kondisi normal karena metabolisme tubuh yang disebabkan berbagai faktor. Untuk menyeimbangkan kadar glukosa darah, tubuh akan membuangnya melalui urin, sehingga tubuh akan kehilangan banyak cairan dan natrium yang dapat meningkatkan potensi dehidrasi.​9​

Seseorang yang menderita penyakit berkaitan dengan saluran pencernaan berisiko kehilangan banyak cairan tubuh dan mempengaruhi status hidrasi karena pada umumnya penyakit ini menyebabkan muntah dan diare sehingga meningkatkan potensi mengalami dehidrasi dan gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit.​2,9​

Konsumsi obat

Penggunaan obat seperti obat diuretik dapat mempengaruhi status hidrasi. Obat diuretik adalah jenis obat yang dapat meningkatkan laju pembentukan urin sehingga meningkatkan ekskresi cairan dan elektrolit tubuh. Peningkatan pengeluaran cairan tubuh dapat meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi. Obat diuretik dibuat bertujuan untuk mengeluarkan cairan yang berlebihan dari dalam tubuh.Namun memiliki efek samping dapat menyebabkan kondisi dehidrasi.​10​

Referensi

  1. 1.
    Santoso B, Hardinsyah H, Siregar P, Pardede S. Air Bagi Kesehatan. Centra Communications; 2011.
  2. 2.
    Thompson J, Manore M, Vaughan L. The Science of Nutrition. 2nd ed. Pearson Benjamin Cummings; 2011.
  3. 3.
    Fink H, Alan E, Lisa A. Practical Applications in Sport Nutrition. 3rd ed. Jones and Bartlett Publishers; 2013.
  4. 4.
    Stewart A, Sutton L. Body Composition in Sport, Exercise, and Health. Routledge; 2012.
  5. 5.
    Heymsfield S, Lohman T, Wang Z, Going S. Human Body Composition. 2nd ed. Human Kinetics; 2005.
  6. 6.
    Norton K, Norton L, Sadgrove D. Position statement on physical activity and exercise intensity terminology. Journal of Science and Medicine in Sport. Published online September 2010:496-502. doi:10.1016/j.jsams.2009.09.008
  7. 7.
    Brown J, Isaacs J, Krinke U, Lechtenberg E, Murtaugh M. Nutrition Through the Life Cycle. 4th ed. Cengange Learning; 2011.
  8. 8.
    Kurdak SS, Shirreffs SM, Maughan RJ, et al. Hydration and sweating responses to hot-weather football competition. Scandinavian Journal of Medicine & Science in Sports. Published online October 4, 2010:133-139. doi:10.1111/j.1600-0838.2010.01218.x
  9. 9.
    Nelms M, Sucher K, Lacey K, Roth S. Nutrition Therapy & Pathophysiology. 2nd ed. Cengange Learning; 2010.
  10. 10.
    Nazario R. Water Pills & Dehydration. Livestrong; 2015.

Ayu Rahadiyanti

Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published.