Menyusui Di Masa Pandemi Covid-19

Tanggal 1 – 7 Agustus diperingati sebagai Pekan ASI Sedunia. Menyusui memiliki banyak manfaat bagi bayi dan juga ibu. Namun bagaimana menyusui di kondisi pandemi covid-19 ini? Mari kita simak pada artikel berikut.

Manfaat Menyusui Bagi Bayi dan Ibu

Ada banyak keuntungan menyusui yang didapat bayi antara lain :

  • Memenuhi kebutuhan gizi bayi secara keseluruhan dan melindungi daya tahan tubuh bayi
  • Melatih bayi lebih mandiri
  • Cenderung secara motorik dan sensorik lebih bagus menerima rangsangan
  • Tumbuh kembang bayi akan meningkat dan terbentuk ikatan batin antara ibu dan bayi
  • Bayi memiliki rasa percaya diri saat dewasa
  • Meningkatkan kecerdasan otak bayi
  • Mengurangi berbagai risiko penyakit bagi bayi seperti diare, ISPA, infeksi telinga mata pernafasan, diabetes, alergi

Baca Artikel : ASI Makanan Terlengkap dan Terbaik Bagi bayi

Keuntungan menyusui bagi ibu antara lain :

  • Merangsang kontraksi rahim yang dapat mengurangi terjadinya anemia pada ibu paska melahirkan
  • Menghilangkan rasa nyeri
  • Mengurangi risiko penyakit diabetes, hipertensi, kanker payudara dan rahim
  • Membakar kalori ibu cukup banyak sehingga dapat menurunkan berat badan lebih cepat
  • Mengurangi gejala depresi akibat perubahan hormon kehamilan (perasaan lebih sensitif)

Lebih Lanjut : Makanan Sehat bagi Ibu Menyusui

Bolehkan Ibu yang Positif Covid-19 Menyusui Bayinya?

Ibu dengan covid-19 dapat menyusui jika menginginkannya. Jika kondisinya sedang lemah dan belum menginginkan tidak apa-apa untuk menunda menyusui serta memberikan ASI dengan diperah. Pada kondisi ibu dengan covid-19 namun tetap ingin menyusui bayinya, wajib menerapkan hal-hal berikut :

  • Menggunakan masker ketika menyusui
  • Cuci tangan sebelum dan setelah menyentuh bayi
  • Rutin membersihkan permukaan yang disentuh dengan disinfektan
  • Menerapkan etika batuk dan bersin

Jika ibu merupakan pasien dalam pengawasan (PDP)/positif covid-19 atau memiliki penyakit yang menghalangi saat merawat bayi maka hindari menyusui secara langsung, dianjurkan untuk :

  • Memerah/pompa ASI
  • Mendapatkan donor ASI
  • Relaktasi

Bayi lahir dari Ibu PDP/Terkonfirmasi COVID-19, ASI tetap diberikan dalam bentuk ASI perah dengan memperhatikan:

  • Pompa ASI hanya digunakan oleh ibu tersebut dan dilakukan pembersihan pompa setelah digunakan.
  • Kebersihan peralatan untuk memberikan ASI perah harus diperhatikan.
  • Pertimbangkan untuk meminta bantuan seseorang dengan kondisi yang sehat untuk memberi ASI.
  • Ibu harus didorong untuk memerah ASI (manual atau elektrik), sehingga bayi dapat menerima manfaat ASI dan untuk menjaga persediaan ASI agar proses menyusui dapat berlanjut setelah ibu dan bayi disatukan kembali. Jika memerah ASI menggunakan pompa ASI, pompa harus dibersihkan dan didesinfeksi dengan sesuai.

Tidak dianjurkan memberikan susu selain ASI pada bayi.

Penyimpanan ASI Perah (ASIP)

Memompa ASI dapat dilakukan 8-12x/hari dengan lama pompa 15-20 menit/payudara. Berikut suhu dan lama penyimpanan ASIP :

Tempat PenyimpananSuhuLama Penyimpanan
ASI baru diperah disimpan dalam cooler bag150C24 jam
ASIP segar (dalam ruangan)27 s.d. 320C4 jam
ASIP segar (dalam ruangan)<250C6 – 8 jam
Kulkas<40C48 – 72 jam (2 – 3 hari)
Freezer pada kulkas 1 pintu-15 s.d. 00C2 minggu
Freezer pada kulkas 2 pintu-20 s.d. -180C3 – 6 bulan
Catatan : Simpan ASI perah sebanyak 15-60 ml per wadah untukmenghindari ASI perah terbuang karena tidak habis diminum oleh bayi

Saat menggunakan ASI perah rendam pada wadah isi air hangat. Jangan merebus ASI serta jangan merebus ASI perah yang sudah dihangatkan.

Masalah pada Ibu Menyusui

Masalah yang timbul pada ibu menyusui kebanyakan adalah sindrom ASI berkurang. Kondisi ini diakibatkan oleh kondisi psikologis ibu yang kurang percaya diri terhadap kemampuan menyusuinya sehingga beranggapan produksi ASI berkurang. Pada masa pandemi Covid-19 tingkat kekhawatiran dan kecemasan ibu meningkat, hal ini dapat menurunkan hormon oksitosin yang merupakan hormon untuk pengeluaran ASI sehingga proses menyusui terhambat. Masalah lain pada ibu menyusui adalah bingung puting, hal ini terjadi karena pemberian ASI perah maupun susu formula menggunakan botol dot. Pada awal persalinan banyak ibu yang belum paham tentang kebutuhan ASI pada bayi, orang tua beranggapan bahwa bayi menangis karena lapar,sedangkan produksi ASI dirasa belum banyak sehingga memutuskan untuk memberikan susu formula menggunakan dot. Untuk meminimalisir kejadian ini maka konseling mengenai manajemen laktasi hendaknya diberikan pada saat ibu hamil, sehingga saat melahirkan ibu tidak lagi panik untuk menyusui bayinya.

Ibu PDP dapat menyusui langsung apabila hasil pemeriksaan swab negatif, sementara ibu terkonfirmasi COVID-19 dapat menyusui langsung setelah 14 hari dari pemeriksaan swab kedua negatif.

Referensi

  • Kemen PPPA RI. Panduan Menyusui Dalam Situasi Pandemi Covid-19. Jakarta : kemen PPPA RI. 2021.
  • Kemenkes RI. Buku KIA Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta : Kemenkes RI. 2020.
  • Kemenkes RI. Pedoman Bagi Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, dan Bayi Baru lahir di Era Pandemi Covid-19. jakarta : Kemenkes RI. 2020.
  • Widaryanti R. Pemberian Makan Bayi dan Anak. Yogyakarta: Deepublish. 2019.

Ayu Rahadiyanti

Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published.