Khasiat Jahe pada Profil Lipid Darah

Jahe merupakan salah satu rempah yang banyak digunakan di Indonesia. Beragam khasiat jahe untuk kesehatan terutama profil lipid darah. Mari kita simak pada artikel berikut =)

Kandungan Jahe

termasuk dalam suku temu-temuan (zingiberaceae), satu keluarga dengan temu-temuan lainnya seperti kunyit, kencur, dan temu hitam. Jahemerupakan salah satu makanan fungsional yang banyak ditambahkan pada berbagai macam makanan. Mengandung senyawa volatile (minyak yang mudah menguap), senyawa non-volatile (minyak yang tidak mudah menguap), dan pati. Komponen volatile terdiri dari oleoresin (4,0-7,5%), yang berperan terhadap aroma jahe (minyak atsiri) dengan komponen terbanyak adalah zingiberen dan zingiberol. Komponen nonvolatil pada jahe berperan dalam  rasa pedas, diantaranya adalah gingerol yang termasuk ke dalam salah satu kandungan fenol. Kandungan total fenol jahe merah lebih tinggi dibandingkan dengan jahe emprit dan jahe putih. Selain itu juga ada oleoresin, yang memberikan rasa pedas dan pahit. Beberapa contoh komponen ini adalah zingerol, shogaol, dan resin.​1​

Komponen bioaktif yang paling banyak terdapat dalam jahe yaitu gingerol dan shogaol yang merupakan senyawa flavonoid yang mempunyai efek antioksidan dapat mencegah adanya radikal bebas dalam tubuh. Kandungan 6-gingerol, 8-gingerol, 10-gingerol dan 6-shogaol pada jahe merah lebih tinggi dibandingkan jahe gajah yaitu sebesar 18,03; 4,09; 4,61; dan 1;36 mg/g. Kandungan gingerol pada jahe memiliki efek hipokolesterolemia, antiaterogenik dan penekan aktivitas enzim HMG-KoA reductase sehingga dapat mengurangi biosintesis kolesterol total.2​

Lebih Lanjut : Zat Gizi Antioksidan Free Radical Scavengers

Manfaat Jahe

Zingiber officinale var. Rubrum atau jahe merah memiliki kandungan fenol (95,34 mg/100 g) dan flavonoid (53,67 mg/100 g) lebih tinggi dibandingkan jahe putih. Senyawa fenol yaitu gingerol dan shogaol sebagai antioksidan berperan langsung pada makrofag untuk meningkatkan aktivitas 7α-hidroksilase untuk mengubah trigliserida menjadi asam empedu dan diekskresikan dari dalam tubuh.​3​ Pemberian jahe segar sebanyak 500 mg/kg setiap hari selama 7 minggu pada tikus dengan hiperglikemia terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida.​4​

Salah satu khasiat jahe yaitu berpotensi dalam penurunan kadar lipid darah yaitu kolesterol total. Adanya antioksidan pada jahe dapat menghambat dan menetralkan radikal bebas yang menjadi penyebab peroksidase lipid. Peroksidase lipid menjadi faktor resiko penyebab terjadinya stress oksidatif dan disfungsi endotel. Gingerol dan shogaol yang terkandung pada jahe dapat menghambat pengeluaran superoksida yang dikatalis oleh xantin oksidase. Senyawa 6-shogaol menjadi senyawa yang terkuat dalam menghambat superoksidase. Berbagai kandungan dalam jahe tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi sehingga dapat menurunkan proses inflamasi.​5​

Jahe memiliki kemampuan untuk mengurangi resiko atherosklerosis dengan menghambat prostaglandin, menangkap radikal bebas, dan meningkatkan fibrinolisis. Beberapa kandungan dalam jahe seperti minyak atsiri dapat meningkatkan ekskresi kolesterol dalam tubuh dengan meningkatkan aktivitas enzim 7α-hidrosilase yang berperan dalam biosintesis asam empedu dan meningkatkan konversi kolesterol menjadi asam empedu. Gingerol pada jahe juga dapat menghambat HMG-KoA reduktase yang menjadi salah satu katalis pada sintesis kolesterol.​6​

Baca Artikel : Diet Rendah Kolesterol

Referensi

  1. 1.
    Ali BH, Blunden G, Tanira MO, Nemmar A. Some phytochemical, pharmacological and toxicological properties of ginger (Zingiber officinale Roscoe): A review of recent research. Food and Chemical Toxicology. Published online February 2008:409-420. doi:10.1016/j.fct.2007.09.085
  2. 2.
    Fathona D. Kandungan Gingerol dan Shogaol, Intensitas Kepedasan dan Penerimaan Panelis terhadap Oleoresin Jahe Gajah. Published online 2011.
  3. 3.
    Fuhrman B, Rosenblat M, Hayek T, Coleman R, Aviram M. Ginger Extract Consumption Reduces Plasma Cholesterol, Inhibits LDL Oxidation and Attenuates Development of Atherosclerosis in Atherosclerotic, Apolipoprotein E-Deficient Mice. The Journal of Nutrition. Published online May 1, 2000:1124-1131. doi:10.1093/jn/130.5.1124
  4. 4.
    Al-amin Z, Thomson M, Al-qattan K, Peltonen-shalaby R. Anti-diabetic and Hypolipidaemic Properties of Ginger ( Zingiber officinale ) in Streptozotocin-induced Diabetic Rats. Br J Nutr. Published online 2006:660-666.
  5. 5.
    Dugasani S, Pichika MR, Nadarajah VD, Balijepalli MK, Tandra S, Korlakunta JN. Comparative antioxidant and anti-inflammatory effects of [6]-gingerol, [8]-gingerol, [10]-gingerol and [6]-shogaol. Journal of Ethnopharmacology. Published online February 2010:515-520. doi:10.1016/j.jep.2009.10.004
  6. 6.
    STOILOVA I, KRASTANOV A, STOYANOVA A, DENEV P, GARGOVA S. Antioxidant activity of a ginger extract (Zingiber officinale). Food Chemistry. Published online 2007:764-770. doi:10.1016/j.foodchem.2006.06.023

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: