Apakah Diet Vegetarian Sehat untuk Anak?

Vegetarian diet banyak dilakukan karena dapat meningkatkan kesehatan. Namun apakah diet vegetarian sehat untuk anak? Mari kita simak pada artikel ini =)

Diet Vegetarian bagi Anak

Diet vegetarian atau lacto-ovo-vegetarian tidak mengkonsumsi daging-dagingan, unggas, ataupun makanan laut. Menurut Academy of Nutrition and Dietetics (AND) vegetarian yang terencana dengan baik dapat sesuai untuk setiapa daur kehidupan seperti, kehamilan, menyusui, bayi, anak, dan remaja, dan dikatakan juga bahwa diet ini dapat meningkatkan manfaat kesehatan pada pencegahan dan pengobatan pada beberapa penyakit. AND merekomendasikan vegetarian untuk mengganti sumber daging-daginagn menjadi sumber dari kacang-kacangan.​1​

Manfaat vegetarian diet pada orang dewasa sudah banyak dilakukan dan menghasilkan bahwa orang dewasa yang melakukan vegetarian diet memiliki resiko rendah terkena penyakit. Namun, penelitian anak yang vegetarian belum terlalu banyak, jika anak melakukan diet vegetarian akan memiliki resiko defisiensi makronutrien maupun mikronutrien yang jika berkepanjangan berefek negatif pada kesehatan. German Nutrition Association tidak merekomendasikan vegan diet pada bayi, anak, dan remaja dikarenakan tingginya resiko defisiensi zat gizi.

Risiko Defisiensi Zat Gizi

Beberapa risiko kekurangan zat gizi pada anak yang melakukan vegan diet adalah protein. Protein memiliki asam amino yang berguna untuk sintesis protein tubuh selama pertumbuhan dan produksi senyawa nitrogen seperti hormon atau neurotransmitter, protein hewani lebih baik dibanding protein nabati. Karena ketersedian biologis dan mutu protein hewani lebih tinggi dibanding nabati. Selanjutnya, zat besi esensial untuk proses tumbuh kembang sistem saraf, terutama pada tahun pertama kehidupan, dikarenakan peran pada mielinisasi, fungsi neurotransmitter, atau dedritogenesis hipppocampal.​2​

Kalsium juga penting untuk proses tumbuh kembang, metabolismenya diatur oleh vitamin D, yang juga penting untuk pemeliharaan kesehatan tulang. Vitamin B12 mempunyai peran yang besar, defisiensi vitamin B12 berpengaruh terhadap manifestasi hematologi, neurologi, dan psikis. Defisiensi vitamin B12 pada anak menyebabkan gagal tumbuh, gangguan pergerakan, dan keterlambatan perkembangan. Defisiensi iodine menyebabkan ketidakcukupan produksi hormon tiroid dan mengikat beberapa efek pada tumbuh kembang termasuk terganggunya fungsi mental dan keterlambatan perkembangan fisik. Selanjutnya, LC-PUFA berperan pada perkembangan visual dan kognitif dan juga berhubungan dengan tekanan darah dan respon immun.​2​

Baca Artikel : Makanan Tinggi Lemak, Teman atau Lawan?


Apakah susu, kedelai, dan telur sama-sama bermanfaat sebagai pengganti daging?

Menurut AND dan United States Department of Agriculture (USDA) mengklaim bahwa susu dan kacang-kacangan (terutama kedelai) serta telur dapat menggantikan daging tanpa efek buruk bagi kesehatan.​2​

Susu

Menurut penelitian dengan subjek anak-anak berusia 6-14 tahun di Kenya membuktikan jika perkembangan kognitif pada anak yang diberi makan daging meningkat dibandingkan dengan anak yang diberi susu. Begitu pula dengan kekuatan fisik pada anak yang diberi makan daging, saat bermain mereka cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat. Dan terjadi peningkatan otot sebesar 50% pada bagian lengan atas pada anak-anak kelompok daging. Kepemimpinan mereka juga lebih baik, dan yang paling meningkat adalah perilaku inisiatif. Sedangkan untuk anak-anak kelompok susu memiliki level terendah pada kekuatan fisik, kepemimpinan dan perilaku inisiatif.​3​

Hal yang membuat kognitif, kekuatan fisik, kepemimpinan dan perilaku inisiatif meningkat adalah kandungan dari daging, yaitu protein, vitamin B12, zat besi, dan zink. Sedangkan kandungan dalam susu, yaitu tinggi kasein dan kalsium, dapat menghambat penyerapan zat besi, dimana hal tersebut penting untuk kinerja kognitif yang optimal.​4​

https://pixabay.com/id/photos/susu-telur-makan-panci-1385530/
https://pixabay.com/id/photos/susu-telur-makan-panci-1385530/

Telur

Telur adalah sumber protein berkualitas tinggi dan memiliki kandungan zat besi dan zink yang tinggi. Satu telur utuh mengandung sekitar 1 mg zat besi nonheme dan zink 1 mg, sekitar 10% dari recommended dietary allowance (RDA). Karena zat besi dalam telur adalah bentuk nonheme yang kurang bioavailable, dan karena konsumsi telur itu sendiri mengurangi penyerapan zat besi, anak-anak harus mengkonsumsi sedikit lebih banyak daripada RDA zat besi dari telur untuk memenuhi kebutuhan anak. Anak-anak yang mengandalkan telur sebagai sumber utama protein, zat besi, dan seng harus makan beberapa kali setiap hari untuk memenuhi rekomendasi USDA. Hal ini mungkin kurang realistis.​1​

Rasio omega 6 : omega 3 dalam telur yaitu 15: 1, dan karena itu telur akan berkontribusi pada rasio diet vegetarian dengan PUFA yang tinggi. Konsumsi rasio ω-6/ω-3 yang tinggi memiliki korelasi dengan banyak penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit radang, penyakit autoimun dan banyak gangguan fisiologis.​1​

Lebih Lanjut : Fungsi Omega 3 dan 6

Kedelai

Fitoestrogen, merupakan bagian dari isoflavon, ditemukan dalam jumlah konsentrasi tinggi pada legum, terutama kedelai. Vegetarian/vegan cenderung memiliki kadar fitoestrogen darah yang sangat tinggi dibandingkan dengan orang non vegetarian. Sementara fitoestrogen telah dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan pada orang dewasa, ada kekhawatiran serius tentang potensi efek kesehatan pada bayi dan anak-anak.​1​

Legum, terutama kedelai, kaya akan fitat, yang dapat menghambat penyerapan mineral termasuk zat besi dan seng. Menurut studi risiko kekurangan seng dianggap lebih besar pada populasi yang mengonsumsi makanan nabati, yang sebagian besar disebabkan oleh asupan fitat yang tinggi.​5​ Defisiensi zat besi dan seng dapat memiliki efek yang merugikan pada anak-anak. Kekurangan zat besi pada masa bayi menyebabkan gangguan pertumbuhan, pengaruh, pembelajaran, dan memori. Kekurangan seng selama kehamilan meningkatkan risiko kelahiran prematur. Pada anak-anak bisa mengganggu pertumbuhan, menyebabkan hipogonadisme pada pria, gangguan neurosensorik, dan masalah lainnya.​1​

Kesimpulan

Vegetarian dapat dikaitkan dengan risiko serius bagi perkembangan otak dan tubuh pada janin dan anak-anak. Suplementasi rutin dengan zat besi, seng, dan B12 tidak akan mengurangi semua risiko ini. Akibatnya, tidak dapat dikatakan dengan pasti bahwa vegetarian atau vegan aman untuk anak-anak.​1​

Referensi

  1. 1.
    Cofnas N. Is vegetarianism healthy for children? Critical Reviews in Food Science and Nutrition. Published online February 23, 2018:2052-2060. doi:10.1080/10408398.2018.1437024
  2. 2.
    Schürmann S, Kersting M, Alexy U. Vegetarian diets in children: a systematic review. Eur J Nutr. Published online March 15, 2017:1797-1817. doi:10.1007/s00394-017-1416-0
  3. 3.
    Neumann CG, Bwibo NO, Murphy SP, et al. Animal Source Foods Improve Dietary Quality, Micronutrient Status, Growth and Cognitive Function in Kenyan School Children: Background, Study Design and Baseline Findings. The Journal of Nutrition. Published online November 1, 2003:3941S-3949S. doi:10.1093/jn/133.11.3941s
  4. 4.
    Neumann CG, Murphy SP, Gewa C, Grillenberger M, Bwibo NO. Meat Supplementation Improves Growth, Cognitive, and Behavioral Outcomes in Kenyan Children. The Journal of Nutrition. Published online April 1, 2007:1119-1123. doi:10.1093/jn/137.4.1119
  5. 5.
    Hambidge KM, Miller LV, Mazariegos M, et al. Upregulation of Zinc Absorption Matches Increases in Physiologic Requirements for Zinc in Women Consuming High- or Moderate-Phytate Diets during Late Pregnancy and Early Lactation. J Nutr. Published online April 19, 2017:1079-1085. doi:10.3945/jn.116.245902

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: