Susu Formula Dapat Menyebabkan Kegemukan pada Balita?
Benarkah pemberian awal susu formula dengan kandungan energi dan protein yang cukup tinggi pada awal kehidupan dapat meningkatkan risiko terjadinya peningkatan berat badan dan kegemukan pada balita ? Mari kita simak pada artikel berikut =)
Susu Formula
adalah susu yang dibuat dari susu sapi atau susu buatan yang diubah komposisinya hingga dapat dipakai sebagai pengganti ASI. Alasan dipakainya susu sapi sebagai bahan dasar mungkin oleh banyaknya susu yang dapat dihasilkan oleh peternak. Susu formula disebut juga dengan susu buatan, oleh karena minuman buatan ini fungsinya sebagai pengganti air susu ibu. Susu formula diproduksi khusus untuk konsumsi khusus seperti susu untuk bayi, anak dan susu ibu hamil dan menyusui serta orang dewasa lainnya dengan kebutuhan konsumsi susu tertentu.1
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI, pemberian susu formula bayi dan produk bayi lainnya harus disesuaikan dengan umur, frekuensi, kondisi bayi dan sesuai dengan takaran saji yang dianjurkan dan/atau standar yang ditetapkan.2 Pada umumnya susu formula berasal dari susu skim yang mempunyai kandungan protein whey dan casein. Dimana diketahui dalam 100 ml susu formula yang diberikan pada anak mempunyai kandungan energi 10-18% lebih tinggi dibandingkan dengan ASI, dan kandungan protein 55-80% lebih tinggi dibandingkan dengan ASI.3

Lebih Lanjut : ASI Makanan Terlengkap dan Terbaik Bagi Bayi
Waktu Pertama Kali Pemberian Susu Formula dengan Kegemukan Balita
Waktu pertama kali pemberian susu formula berkaitan dengan kejadian kegemukan balita, hal ini dikarenakan tingginya protein susu formula berupa whey dan casein dapat berkaitan dengan peningkatan berat badan pada anak. Masa awal kehidupan yaitu pada saat bayi asupan protein memodulasi konsentrasi Insulin-like growth factor (IGF-1) dimana hormon ini mengatur pertumbuhan awal pada awal kehidupan, serta mengatur perkembangan jaringan adiposa melalui jalur endokrin.4
Diketahui bahwa asupan protein pada bayi dan balita dapat mengaktifkan kerja endokrin dan respon metabolik pada bayi, selain itu peningkatan asupan protein yang tinggi berkaitan dengan peningkatan branch chained amino acids (BCAA) atau asam amino rantai terikat, dan asam amino esensial. Dimana peningkatan asam amino ini berkaitan dengan aktivitas insulin dalam tubuh. Dengan penjelasan tersebut, diketahui bahwa asupan protein susu formula yang tinggi pada awal kehidupan balita dapat meningkatkan terjadinya kenaikan berat badan berlebih pada balita melalui jalur endokrin dengan modulasi hormon IGF-1.4
Penelitian yang dilakukan oleh Gunther di Jerman menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami kegemukan pada umur 7 tahun, berkaitan dengan konsumsi protein tingkat tinggi yaitu susu formula pada umur 12 bulan.5 Selain itu, diketahui pula bahwa anak-anak yang mengonsumsi susu formula atau makanan komplementer pada umur di bawah 4 bulan dapat meningkatkan berat badan bayi.6 Hal ini membuktikan bahwa waktu awal konsumsi susu formula berkaitan dengan peningkatan berat badan, dan risiko terjadinya kegemukan pada tahap kehidupan anak selanjutnya.
Hubungan Volume Pemberian Susu Formula dengan Kegemukan Pada Balita
Selain dengan kandungan protein susu nya yang tinggi, susu formula juga mempunyai kandungan energi yang lebih tinggi dibandingkan dengan ASI, keadaan ini mengakibatkan kelebihan asupan energi seorang bayi akibat konsumsi susu formula. Diketahui dalam 100 ml susu formula mempunyai kandungan energi mencapai 77,6 kkal/100ml, kandungan energi susu formula lebih tinggi jika dibandingkan ASI yang hanya 63,9 kkal/100 ml.1

Menurut penelitian yang dilakukan oleh David Hopkins dkk pemberian susu formula dalam volume yang tinggi pada masa bayi berkaitan dengan peningkatan kecepatan dalam pertambahan berat badan dan tinggi badan anak dibandingkan dengan ASI.7 Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di Semarang diketahui volume susu formula yang dapat menyebabkan kejadian gizi lebih apabila konsumsi antara 15-24x/hari dengan takaran 11,3 gram atau 1 sendok susu.8
Penelitian lain menunjukkan bahwa bayi yang diberikan susu formula dengan kandungan protein tinggi mengalami risiko kegemukan 2,43 kali lebih besar pada umur 6 tahun dibandingankan dengan bayi yang diberi susu formula rendah protein.9 Bayi yang diberikan susu formula memiliki massa lemak tubuh yang rerata lebih tinggi pada umur 12 bulan sebesar 0,29 kg dibandingkan dengan bayi yang diberikan ASI. Selain itu berdasarkan penelitian secara case control diketahui bahwa bayi yang mengkonsumsi susu formula mempunyai risiko mengalami kegemukan lebih tinggi pada masa anak-anak (odd ratio 4,67-7,73) dibandingkan dengan bayi yang tidak mengkonsumsi susu formula tersebut.
Referensi
- 1.Hester SN, Hustead DS, Mackey AD, Singhal A, Marriage BJ. Is the Macronutrient Intake of Formula-Fed Infants Greater Than Breast-Fed Infants in Early Infancy? Journal of Nutrition and Metabolism. Published online 2012:1-13. doi:10.1155/2012/891201
- 2.Kemenkes R. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2013 Tentang Susu Formula Bayi dan Produk Bayi Lainnya. AIMI . Published 2013. https://aimi-asi.org/storage/app/media/pustaka/Dasar-Dasar%20Hukum/Permenkes%20No.%2039%20Th.%202013%20Tentang%20Formula%20Bayi%20dan%20Produk%20Lainnya.pdf
- 3.Arnberg K, Mølgaard C, Michaelsen KF, Jensen SM, Trolle E, Larnkjær A. Skim Milk, Whey, and Casein Increase Body Weight and Whey and Casein Increase the Plasma C-Peptide Concentration in Overweight Adolescents. The Journal of Nutrition. Published online October 17, 2012:2083-2090. doi:10.3945/jn.112.161208
- 4.Socha P, Grote V, et al. Milk protein intake, the metabolic-endocrine response, and growth in infancy: data from a randomized clinical trial. The American Journal of Clinical Nutrition. Published online August 17, 2011:1776S-1784S. doi:10.3945/ajcn.110.000596
- 5.Günther AL, Remer T, Kroke A, Buyken AE. Early protein intake and later obesity risk: which protein sources at which time points throughout infancy and childhood are important for body mass index and body fat percentage at 7 y of age? The American Journal of Clinical Nutrition. Published online December 1, 2007:1765-1772. doi:10.1093/ajcn/86.5.1765
- 6.Baker JL, Michaelsen KF, Rasmussen KM, Sørensen TI. Maternal prepregnant body mass index, duration of breastfeeding, and timing of complementary food introduction are associated with infant weight gain. The American Journal of Clinical Nutrition. Published online December 1, 2004:1579-1588. doi:10.1093/ajcn/80.6.1579
- 7.Hopkins D, Steer CD, Northstone K, Emmett PM. Effects on childhood body habitus of feeding large volumes of cow or formula milk compared with breastfeeding in the latter part of infancy. The American Journal of Clinical Nutrition. Published online September 9, 2015:1096-1103. doi:10.3945/ajcn.114.100529
- 8.Lestari P, Suyatno S, Kartini A. Hubungan Praktik Pemberian Susu Formula Dengan Status Gizi Bayi Usia 0-6 Bulan Di Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal). 2014;2(6).
- 9.Weber M, Grote V, Closa-Monasterolo R, et al. Lower protein content in infant formula reduces BMI and obesity risk at school age: follow-up of a randomized trial. The American Journal of Clinical Nutrition. Published online March 12, 2014:1041-1051. doi:10.3945/ajcn.113.064071