Kesehatan dan Gizi lainnya

Isi Kulkas dan Meja Makan Bisa Membentuk Kebiasaan Makan Kita

Niatnya hanya lewat di dapur sebentar, tapi tiba-tiba ambil camilan dari meja makan?

Atau membuka kulkas tanpa benar-benar lapar, lalu akhirnya mengambil minuman manis, cokelat, atau makanan ringan karena terlihat menarik dan mudah dijangkau?

Kebiasaan makan sering kali dianggap hanya soal niat dan kontrol diri. Padahal, lingkungan sekitar juga ikut memengaruhi pilihan makan kita. Misalnya dari isi kulkas, meja makan, lemari dapur, dan makanan yang terlihat setiap hari di rumah.

Sederhananya, makanan yang mudah dilihat dan dijangkau akan lebih mudah juga dikonsumsi. Sebaliknya, makanan yang tidak tersedia atau butuh usaha lebih untuk disiapkan biasanya jarang dipilih.

Lingkungan Makan Bisa Dibentuk Mulai dari Rumah

Ketika membahas pola makan, kita sering langsung fokus pada pengetahuan gizi. Misalnya harus makan sayur, membatasi gula, cukup protein, atau minum air putih. Namun, ini saja belum tentu cukup jika lingkungan di rumah tidak mendukung.

Bayangkan ada dua kondisi yang berbeda.

Di kondisi pertama, meja makan lebih sering berisi gorengan, biskuit, keripik, atau minuman manis. Buah ada, tetapi masih tersimpan di kulkas bagian belakang dan belum dicuci.

Di kondisi kedua, buah sudah dicuci dan diletakkan di tempat yang mudah terlihat. Air putih tersedia di meja. Lauk matang dan sayur juga lebih mudah diambil saat jam makan.

Dari dua kondisi ini, pilihan makan sehari-hari bisa ikut berbeda. Bukan karena orangnya tiba-tiba lebih disiplin, tetapi karena pilihan yang lebih baik dibuat lebih mudah dijangkau.

Penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan makanan di rumah dan kemudahan akses menjadi hal krusial dalam membentuk kebiasaan makan.1,2 Ini karena hal tersebut dianggap sebagai paparan berulang yang dapat ikut mendorong terbentuknya kebiasaan konsumsi tertentu.

Jika yang paling mudah diambil adalah minuman manis, camilan kemasan, atau makanan tinggi lemak, pilihan tersebut akan lebih sering dikonsumsi tanpa banyak pertimbangan.

Sebaliknya, jika yang terlihat adalah buah, air putih, telur rebus, yogurt, atau lauk rumahan, pilihan makan bisa menjadi lebih terarah dan seimbang.

Tapi, bukan berarti semua camilan harus disingkirkan. Namun, kita bisa mengatur mana yang dibuat lebih mudah terlihat dan mana yang sebaiknya tidak selalu berada di depan mata.

Meja Makan Bukan Sekadar Tempat Makan

Meja makan tidak hanya menjadi tempat menyajikan makanan, tetapi juga ruang untuk membangun rutinitas makan keluarga. Praktik seperti makan bersama, kebiasaan dan batasan makan yang diterapkan secara konsisten di rumah dapat membentuk kualitas pola makan yang lebih baik.3,4

makan bersama keluarga bisa membentuk kebiasaan makan
Sumber: magnific

Jadi, pola makan di rumah tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang disajikan, tetapi juga oleh kebiasaan yang menyertainya. Jadwal makan yang cukup teratur dan kebiasaan duduk bersama bila memungkinkan, dapat membuat waktu makan lebih terarah sekaligus membantu kita lebih sadar terhadap pilihan makanan yang dikonsumsi.

Suasana makan yang tenang dan minim distraksi juga membantu kita lebih hadir dan mindful saat makan. Dengan begitu, kita dapat lebih mudah menyesuaikan porsi berdasarkan rasa lapar dan kenyang yang dirasakan.

Baca juga: Stop Makan Sambil Scroll! Ini Alasan Mindful Eating Berperan dalam Membentuk Pola Makan

Kulkas Bisa Membantu, Bisa Juga Menggoda

Kulkas sering menjadi tempat pertama yang dibuka saat mencari makanan. Namun, isi dan susunannya bisa sangat memengaruhi pilihan.

Jika bagian depan kulkas berisi minuman manis, dessert, atau makanan siap santap tinggi gula dan lemak, makanan itulah yang akan lebih mudah dipilih. Sebaliknya, jika sayur, buah, lauk matang, atau bahan makanan sehat lebih mudah terlihat, kita lebih mungkin menggunakannya.

Hal sederhana seperti mencuci buah lebih awal, memotong sayur untuk dimasak, atau menyimpan lauk matang dalam wadah bening bisa membantu membuat makanan bergizi lebih mudah dipilih.

Jadi, bukan hanya soal apa yang dibeli, tetapi juga bagaimana makanan itu disimpan dan disiapkan agar lebih mudah digunakan.

Pilihan Makan Dimulai dari Keranjang Belanja

Kebiasaan makan di rumah sering dimulai dari apa yang dibeli. Makanan yang masuk ke keranjang belanja akan menjadi pilihan yang tersedia saat lapar dalam beberapa hari berikutnya. Jika rumah lebih banyak diisi dengan minuman manis, keripik, biskuit, atau makanan instan, maka pilihan tersebut tentu akan lebih sering dikonsumsi.

pilihan makan bisa dimulai dari keranjang belanja
Sumber: magnific

Oleh karena itu, belanja juga perlu mencakup bahan yang memudahkan penyusunan makanan seimbang, seperti makanan pokok, lauk sumber protein, serta sayur dan buah. Panduan Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan RI dapat menjadi acuan sederhana untuk menentukan bahan apa saja yang perlu tersedia di rumah.5

Setelah dibeli, buat bahan tersebut mudah dijangkau oleh anggota keluarga. Misalnya dengan meletakkan buah di tempat yang terlihat, sediakan air putih, simpan sayur dalam kondisi siap diolah, atau masak lauk untuk lebih dari satu kali makan.

Camilan Tetap Boleh, Asalkan Diatur

Upaya menata lingkungan makan bukan berarti rumah harus bebas dari camilan favorit. Makanan juga memiliki unsur kenikmatan, sosial, dan emosional. Hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah, frekuensi, dan kemudahan aksesnya.

Camilan yang selalu tersedia dalam jumlah banyak dan terlihat sepanjang hari cenderung lebih sering diambil. Sebaliknya, menyimpannya dalam porsi lebih kecil dan tidak terus-menerus di depan mata dapat membantu kita memilih waktu makan camilan dengan lebih sadar.

Contoh Penataan Sederhana di Rumah

Beberapa langkah ini bisa dicoba:

  • Jadikan buah lebih mudah dikonsumsi. Cuci buah, potong jika perlu, lalu simpan di wadah yang terlihat. Buah yang sudah siap makan biasanya lebih mudah dijadikan pilihan.
  • Sediakan lauk yang mudah disiapkan. Telur rebus, tempe atau tahu yang sudah dibumbui, ayam suwir, ikan matang, dan kacang-kacangan dapat disiapkan lebih dahulu agar waktu makan tetap lengkap tanpa harus memasak dari awal.
  • Siapkan sayur agar tidak terlupakan. Sayur yang sudah dicuci atau dipotong akan terasa lebih mudah dimasak, terutama saat sedang sibuk.
  • Atur posisi camilan. Simpan camilan tinggi gula, garam, atau lemak di tempat yang tidak mudah terlihat agar tidak sering memicu keinginan makan.
  • Letakkan air putih di tempat yang strategis. Kadang kita lebih sering minum manis karena air putih tidak tersedia di dekat kita.
  • Belanja dengan daftar yang jelas. Daftar belanja bisa membantu kita membeli bahan yang benar-benar dibutuhkan, bukan hanya yang menarik saat dilihat

Isi kulkas dan meja makan memang bukan satu-satunya penentu pola makan, tetapi apa yang tersedia, terlihat, dan mudah dijangkau sering menjadi pilihan pertama. Jadi, jangan hanya mengandalkan niat.

Mulailah dengan menata lingkungan makan agar pilihan yang lebih baik menjadi lebih mudah dilakukan. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membentuk kebiasaan makan yang lebih terarah, dan semuanya bisa dimulai dari rumah.

Baca juga: Hyper-Palatable Food: Kenapa Ada Makanan yang Bikin Susah Berhenti Makan?

Referensi

  1. Sohail, R., Hasan, H., Saqan, R., Barakji, A., Khan, A., Sadiq, F., … & Radwan, H. (2024). The influence of the home food environment on the eating behaviors, family meals, and academic achievement of adolescents in schools in the UAE. International Journal of Environmental Research and Public Health21(9), 1187. ↩︎
  2. Smith, P. E. (2023). How experiences affect decision-making: Exploring the phenomenon of access to healthcare through the stories of Indigenous women in British Columbia (Doctoral dissertation). ↩︎
  3. Couch, S. C., Glanz, K., Zhou, C., Sallis, J. F., & Saelens, B. E. (2014). Home food environment in relation to children’s diet quality and weight status. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics114(10), 1569-1579. ↩︎
  4. Diana, R., Setyaningtyas, S. W., & Arimbi, A. N. (2025). Food Preferences, Eating Habits, and Nutritional Status of Full-Day School Students in Urban Areas. Amerta Nutrition9(1). ↩︎
  5. Darmawanti, B. (2022, December 13). Isi Piringku: Pedoman makan kekinian orang Indonesia. Ayo Sehat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. ↩︎

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *