Yuk, Mengenal Ubur-Ubur yang Dapat Dikonsumsi

Penulis : Dian Yuni Pratiwi (Dosen Departemen Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran)

Binatang laut ubur – ubur tidak asing lagi bagi kita. Apa saja ubur-ubur yang dapat dikonsumsi? Mari kita simak pada artikel berikut =)

Ubur-Ubur

Biasa dikenal dengan Jellyfish, organisme yang tergabung ke dalam kelompok Avertebrata, tepatnya filum Cnidaria yang hidup di perairan. Ada lebih dari 2000 jenis ubur-ubur di seluruh dunia. Ciri khas organisme ini yaitu memiliki sel penyengat di tentakelnya yang disebut knidosit (cnidocyte) yang berperan sebagai pertahanan diri dan melumpuhkan mangsanya. Ubur-ubur mengalami siklus hidup yang menyebabkan ia memiliki dua bentuk tubuh yaitu medusa yang dapat berenang bebas, dan polip yang menempel pada substrat.

Ubur-ubur merupakan salah satu organisme yang memikat orang dengan kecantikan warna dan bentuknya, tetapi sekaligus dihindari karena tak ingin tersengat ketika berenang di lautan. Namun, tak perlu khawatir jika kita tersengat ubur-ubur. Kita bisa memberikan cuka yang sudah diencerkan selama 30 detik pada bagian tubuh yang tersengat, dan setelah itu melepaskan tentakel yang menempel pada kulit.

Sumber https://pixabay.com/photos/moon-jellyfish-aurelia-aurita-123283/

Aurelia aurita

Ternyata di balik keindahan tubuh, warna, serta bahaya sengatnya, ubur-ubur juga dapat dikonsumsi lho! Penggunaan ubur-ubur sebagai makanan ini sudah sangat popular di China dan merupakan komoditas bisnis yang menguntungkan. Tak hanya China, ubur-ubur juga popular di Jepang dan Korea. Setiap tahunnya, Jepang mengimpor 5400-10.000 ton produk ubur-ubur pertahun dari berbagai negara, senilai USD 25,5 juta dari Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, Singapura dan Myanmar.

Sayangnya, penggunaan ubur-ubur sebagai makanan belum begitu popular di Indonesia sehingga lebih banyak ubur-ubur yang diekspor ke luar dibandingkan digunakan di dalam negeri. Padahal jumlah ubur-ubur di Indonesia cukup melimpah misalnya di perairan Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Produksi ubur-ubur pada daerah tersebut dapat mencapai 12 ribu keranjang atau sebanyak 240 ton dalam satu minggu. Ubur-ubur tersebut kemudian dijual ke berbagai negara seperti Taiwan, China, Korea Selatan dan Jepang dengan harga 23 ribu rupiah. Namun, jika ingin mencicipi rasa ubur-ubur, kita bisa mendapatkannya di berbagai market place yang ada di Indonesia dengan harga yang cukup terjangkau. Beberapa spesies ubur-ubur yang dapat dikonsumsi antara lain Rhopilema esculentum, Stomolophus meleagris, Rhopilema hispidum, Aurelia aurita, Crambionella Orsini, Chrysaora pacifica, Lobonema smithii, Lobonemoides gracilis dan lain-lain.

Ubur-ubur ini dapat diolah menjadi salad ubur-ubur, asinan, ditumis, atau digoreng. Sebelum dimasak menjadi berbagai jenis masakan, bagian tentakel, dan payung/kepala perlu dibersihkan terlebih dahulu, dan isi perutnya dibuang. Selanjutnya ubur-ubur direndam terlebih dahulu di dalam larutan garam agar aman dikonsumsi selama kurang lebih 1-2 minggu untuk bagian kepala, dan 3-4 minggu untuk bagian tentakel. Setelah itu dibilas hingga bersih, dijemur selama 2-3 hari, dan barulah kita dapat memasak ubur-ubur. Namun, jika tidak punya cukup waktu, kita bisa mendapatkan ubur-ubur yang siap makan di berbagai market place.

Baca : Potensi Antikanker Alga Merah

Nilai Gizi Ubur-Ubur

Ubur-ubur mengandung berbagai zat gizi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, berbagai mineral seperti Ca, Mg, Na, Fe, Zn, Cu, I, dan K. Analisis proksimat berbagai jenis ubur-ubur dapat dilihat pada Tabel 1. Selain untuk konsumsi, ubur-ubur juga dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit di China secara tradisional seperti artritis, hipertensi, dan meredakan pembengkakan. Ubur-ubur juga diketahui mengandung kolagen sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik.

Tabel 1. Analisis Proksimat Tiga Jenis Ubur-Ubur

Kandungan (%)Aurelia aurita (Nurokhmatunnisa et al., 2013)Salted Rhopilema hispidum (Cho et al., 2014)Stomolophus meleagris (Hsieh et al., 2001)
Air68,6712,296,10
Abu12,812,11,25
Protein11,0975,32,92
Lemak0,301,5<0,01
Karbohidrat7,13Tidak ditelitiTidak diteliti

Yuk, mari kita coba olahan ubur-ubur!

Baca Artikel : Jenis Rumput Laut yang Dapat Dikonsumsi

Referensi

  1. Cho, S., Ahn, J.R., Ko, J.S., Kim, S.B. Physicochemical Properties of Gelatin from Jellyfish Rhopilema hispidum. Fish Aquat Sci. 2014: 17(3), 299-304.
  2. Hsieh, Y.H.P., Leong, F.M., Rudloe, J.  Jellyfish as Food. Hydrobiologia. 2001: 451, 11–17.
  3. Nurokhmatunnisa, Pujiyanti, D., Arifah, A.N. Laporan Akhir PKM, Pemanfaatan ubur-ubur  (Aurelia aurita) sebagai pangan fungsional peningkat stamina. Laporan Akhir Program Kreativitas Mahasiswa. IPB. 2013.
  4. Voi. Produksi Ubur-Ubur di Belitung Capai Capai 240 Ton per Minggu, Dijual ke Taiwan, China, Korsel dan Jepang. https://voi.id. Akses 30 Oktober 2021

Editor : Ayu Rahadiyanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *