Benarkah Kulit Bayi Bisa Putih Jika Ibu Hamil Rajin Minum Susu Kedelai ?

Oleh : Aldania Fitria Maharani Mahasiswa S1 Gizi UNDIP

Sebagian masyarakat meyakini agar ibu hamil rajin minum susu kedelai supaya kulit bayi menjadi putih. Apakah hal tersebut mitos atau fakta? Mitos seputar kehamilan sering kali kita temui dalam kehidupan sehari – hari. Kadang kita dibuat bingung atas mistos yang berhubungan dengan makanan dan minuman yang beredar antara percaya atau tidak. Sampai saat ini tidak ada penelitian yang medukung nasihat turun temurun tersebut. Lalu faktanya bagaimana?

Mitos / Fakta ya?

Faktanya, warna kulit bayi tidak mengikuti apa yang dikonsumsi ibu hamil, tetapi lebih pada faktor genetika orang tuanya. Warna kulit kedua orangtua akan mempengaruhi warna kulit anaknya. Seperti yang kita ketahui, warna kulit ditentukan oleh pigmen melanin dalam kulit, yang dibuat oleh sel melanosit di bagian bawah lapisan epidermis dan di sekitar folikel rambut, untuk kemudian ditransfer ke lapisan atas kulit. Pewarisan warna kulit manusia merupakan hal yang unik, karena pigmen kulit dipengaruhi oleh gen ganda yang saling mempengaruhi (poligen). Sehingga dapat menghasilkan keturunan dengan warna kulit yang beragam. Hal ini dapat kita temui baik pada diri sendiri atau keluarga, maupun orang lain.​1​

Misalnya jika warna kulit kedua orang tuanya putih, maka warna kulit si anak akan putih pula. Uniknya jika warna kulit kedua orangtuanya berbeda, terkadang warna kulit yang muncul berbeda pula dengan kedua orangtuanya. Hal ini wajar terjadi karena sifat gen-gen penentu warna kulit yang saling mempengaruhi satu sama lain.​1​

Namun demikian, bukan berarti anda harus menghentikan kebiasaan minum susu kedelai pada saat hamil. Susu kedelai yang anda minum mungkin akan sangat bermanfaat untuk kesehatan anda dan bayi yang ada didalam kandungan. Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rawan kekurangan gizi, karena terjadi peningkatan kebutuhan gizi untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin yang dikandungnya. Pola makan yang salah pada ibu hamil membawa dampak terhadap terjadinya gangguan gizi antara lain gangguan pertumbuhan janin.​2​

Lebih Lanjut : Konsumsi Air Ibu Hamil

Susu Kedelai

Menurut SNI susu kedelai adalah produk yang berasal dari ekstrak biji kacang kedelai dengan air atau larutan tepung kedelai dalam air, maupun penambahan bahan makanan lain yang diijinkan.​3​ Susu kedelai mengandung serat kasar dan tidak mengandung kolesterol sehingga cukup baik bagi kesehatan. Selain itu susu kedelai tidak mengandung laktosa sehingga dapat dikonsumsi oleh penderita Lactose Intolerant. Kandungan zat besi yang terkandung dalam kedelai cukup tinggi dibandingkan dengan jenis kacang-kacangan lainnya seperti kacang mete, kacang hijau, kacang merah dan lain-lain. Susu kedelai merupakan minuman yang bergizi tinggi, terutama karena kandungan proteinnya. Kandungan zat besi, kalsium, lemak, karbohitdrat, fosfor, provitamin A, vitamin B kompleks, air dan lesitin bisa terserap lebih cepat serta baik dalam tubuh anak-anak maupun ibu hamil.​2​

Pemberian susu kedelai dapat menambah zat besi dalam tubuh hingga memenuhi kebutuhan zat besi yang tidak dapat dipenuhi melalui makanan setiap hari. Zat besi dalam susu kedelai bermanfaat untuk meningkatkan sel-sel darah merah ibu hamil, bahwa ada pengaruh pemberian kacang kedelai terhadap peningkatan kadar hemoglobin darah pada ibu hamil yang mengalami anemia. Sehingga ibu hamil yang mengonsumsi susu kedelai kadar hemoglobin menjadi signifikan.​2​

Manfaat susu kedelai secara umum yaitu dapat membuat pembuluh darah semakin kuat dan menjaga stabilitas tekanan darah, dapat mengurangi obesitas, mempunyai kandungan protein tinggi dan asam lemak sehingga bisa meningkatkan keseimbangan gizi dan mengurangi kolesterol, melindungi kerusakan kulit dari sinar ultra violet, baik bagi penderita diabetes dan gangguan ginjal, dapat mencegah kanker prostat, mengurangi sindrom post menopause, mencegah osteoporosis, serta menjaga kesehatan jantung.​4​

Jadi warna kulit bayi tidak mengikuti apa yang dikonsumsi ibu hamil tersebut, tetapi lebih kepada faktor genetika orang tuanya. Bisa dikatakan bahwa warna kulit bayi itu berhubungan dengan pigmen warna kulit bukan dari mengonsumsi susu kedelai.

Baca Artikel : Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan Bagi Ibu Hamil

Referensi

  1. 1.
    Akbar R, Hardhienata S, Maesya A. Implementasi Sistem Hereditas Menggunakan Metode Persilangan Hukum Mendel Untuk Identifikasi Perwarisan Warna Kulit Manusia. J Online Mhs. 2015;1(1):1-13.
  2. 2.
    Valentina A, Yusran S, Meliahsari R. Pengaruh Pemberian Susu Kedelai Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin ( Hb ) Pada Ibu Hamil yang Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo. J Gizi dan Kesehat Indones. 2020;1(2):39-44.
  3. 3.
    Adawiyah D, Andarwulan N, Triana R, Agustin D, Gitapratiwi D. Evaluasi Perbedaan Varietas Kacang Kedelai terhadap Mutu Produk Susu Kedelai. . J Mutu Pangan. 2018;5(1):10-16.
  4. 4.
    Sutrisno S. Pemberdayaan Anggota Majelis Taklim Melalui Usaha Susu Kedelai Dan Nugget. Comvice J community Serv. 2018;2(2):21-28.

Editor : Ayu Rahadiyanti

Ayu Rahadiyanti

Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *