DIET PENYAKIT STROKE

Kasus stroke semakin meningkat setiap tahunnya. Bagaimana penatalaksanaan diet penyakit stroke? Mari kita simak pada artikel berikut

Stroke

Menurut laporan World Health Organization (WHO), diperkirakan setiap tahun terdapat 15 juta orang di seluruh dunia yang mengalami stroke dan dari jumlah tersebut terdapat kurang lebih 5 juta orang meninggal dan 5 juta mengalami kecacatan permanen akibat gejala sisa stroke dan menjadi beban keluarga. Insiden stroke di negara berkembang cenderung meningkat. Stroke merupakan penyebab kematian nomor 3 terbesar setelah penyakit jantung dan kanker terutama di negara-negara industri atau negara maju.

Stroke atau penyakit peredaran darah otak adalah kerusakan pada bagian otak yang terjadi bila pembuluh darah yang membawa oksigen dan zat-zat gizi kebagian otak tersumbat atau pecah. Akibatnya, dapat terjadi beberapa kelainan yang berhubungan dengan kemampuan makan pasien yang pada akhirnya berakibat penurunan status gizi. Untuk mengatasi keadaan tersebut diperlukan diet khusus.

Baca : Diet pada Stroke

Tujuan Diet Stroke

  1. Memberikan makanan secukupnya untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien dengan memperhatikan keadaan dan komplikasi penyakit
  2. Memperbaiki keadaan stroke, seperti disfagia, pneumonia, kelainan ginjal, dan dekubitus
  3. Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit.

Syarat-syarat Diet Stroke

  1. Energi cukup, yaitu 25-45 kkal. Pada fase akut energi diberikan 1100-1500 kkal/hari,
  2. Protein cukup, yaitu 0,8-1 g/kgBB. Apabila pasien berada dalam keadaan gizi kurang, protein diberikan 1,2-1,5 g/kgBB. Apabila penyakit disertai komplikasi Gagal Ginjal Kronik (GGK), protein diberikan rendah yaitu 0,6 g/kgBB
  3. Lemak cukup, yaitu 20-25% dari kebutuhan energi total. Utamakan sumber lemak tidak jenuh ganda, batasi sumber lemak yaitu < 10% dari kebutuhan energi total. Kolesterol dibatasi < 300 mg/hari
  4. Karbohidrat cukup, yaitu 60-70% kebutuhan energi total. Untuk pasien dengan diabetes melitus diutamakan karbohidrat kompleks
  5. Vitamin cukup, terutama vitamin A, riboflan, B6, Asam float, B12, C, dan Vitamin E,
  6. Mineral cukup, terutama kalsium, magnesium, dan kalium. Penggunaan natrium dibatasi dengan berikan garam dapur maksimal 1 ½ sendoh teh/hari
  7. Serat cukup, untuk membantu menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah konstipasi
  8. Cairan cukup, yaitu 6-8 gelas/hari, kecuali pada keadaan edema dan asites, cairan dibatasi. Minuman hendaknya diberikan setelah selesai makan agar porsi makanan dapat dihabiskan. Untuk pasien dengan disfagia, cairan diberikan secara hati-hati. Cairan dapat dikentalkan dengan gel atau guarcol.
  9. Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan pasien
  10. Makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering.

Jenis Diet dan Indikasi Pemberian

Berdasarkan tahapannya Diet stroke dibagi menjadi dua fase, yaitu :

  1. Fase akut (24-48 Jam), Fase akut adalah keadaan tidak sadarkan diri atau kesadaran menurun. Pada fase ini diberikan makanan parenteral (nothing per oral/NPO) dan dilanjutkan dengan makanan enteral (naso gastric tube/NGT). Pemberian makanan parenteral total perlu dimonitor dengan baik. Kelebihan cairan dapat menimbulkan edema serebral. Kebutuhan energi pada NPO total adalah AMB x 1 x 1,2; protein 1,5 g/kg BB; lemak maksimal 2,5 g/kg BB; dekstrosa maksimal 7 g/kg BB.
  2. Fase Pemulihan, Fase pemulihan adalah fase dimana pasien sudah sadar dan tidak mengalami gangguan fungsi menelan (disfagia). Makanan diberikan per oral secara bertahap dalam bentuk makanan cair, makanan saring, makanan lunak, dan makanan biasa.

Bahan Makanan Sehari untuk Diet Stroke

Bahan MakananBerat (g)URT
Maizena255 sdm
Telur ayam501 btr
Susu penuh bubuk255 sdm
Susu skim bubuk12024 sdm
Buah1202 ptg sdg pepaya
Minyak jagung202 sdm
Gula pasir10010 sdm
Cairan1500 ml6 gls

Nilai Gizi yang terkandung dalam bahan makanan tersebut adalah sebagai berikut

Energi1361 kkal
Protein56 g (16% energi total)
Lemak34 g (22% energi total)
Jenuh8,4 g (5,5% energi total)
Karbohidrat211 g (61% energi total)
Kalsium Besi Vitamin A Tiamin Vitamin C Kolesterol1869 mg 6,1 mg 1573 RE 0,6 mg 166 mg 213 mg  

Pembagian Bahan Makanan Sehari

WaktuBahan MakananVolume (ml)URT
Pukul 07.00Susu formula2501 gls
Pukul 10.00Susu Sari buah200 100¾ gls ½ gls
Pukul 13.00Susu formula2501 gls
Pukul 15.00Susu Sari buah200 100¾ gls ½ gls
Pukul 18.00Susu formula2501 gls
Pukul 21.00Susu formula2501 gls
Keterangan : susu formula dibuat dari susu krim bubuk, susu penuh bubuk, tepung maizena, telur ayam, minyak jagung, dan gula pasir.

Bahan Makanan yang dianjurkan pada diet stroke I adalah

  1. Sumber Karbohidrat : Maizena, tepung beras, tepung hunkwe, dan sagu
  2. Sumber protein hewani : Susu whole dan skim; telur ayam 3-4 butir/minggu
  3. Sumber protein nabati : Susu kedelai, sari kacang hijau, dan susu tempe.
  4. Sumber lemak: Margarin, minyak jagung
  5. Buah : Sari buah yang dibuat dari jeruk, pepaya, tomat, sirsak, dan apel.
  6. Minuman : Teh encer, sirup, air gula, madu dan kaldu.

Selanjutnya adalah Diet Stroke II, diet ini diberikan sebagai perpindahan dari Diet Stroke I atau kepada pasien pada fase pemulihan. Bentuk makanan merupakan kombinasi Cair Jernih dan Cair Kental, Saring, Lunak, dan Biasa. Pemberian diet pada pasien stroke disesuaikan dengan penyakit penyertanya. Diet Stroke II dibagi dalam tiga tahap, yaitu : 1) Diet Stroke II A diberikan Makanan Cair ditambah bubur saring 1700 kkal, 2) Diet Stroke II B diberikan Makanan Lunak 1900 kkal, dan 3) Diet Stroke II C diberikan Makanan Biasa 2100 kkal. Cara memesan diet stroke : 1) Diet Stroke I ; 2) Diet II A/II B/ II C (DS II A/ DS II B/ DS II C). (Mardalena and Suyani, 2016)

Referensi

  1. Mardalena, I. and Suyani, E. (2016) ‘Keperawatan Ilmu Gizi’, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, p. 182.
  2. Perawaty, P., Dahlan, P. and Astuti, H. (2016) ‘Pola makan dan hubungannya dengan kejadian stroke di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya’, Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 2(2), p. 51. doi: 10.21927/ijnd.2014.2(2).51-61.

Editor : Ayu Rahadiyanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *