Teh Celup Berbahaya untuk Kesehatan?

Saat ini teh celup lebih banyak digunakan dibanding teh tubruk. Terdapat kabar bahwasanya teh celup berisiko bahaya bagi kesehatan. Benarkah kabar tersebut? Mari kita simak lebih lanjut pada artikel ini.

Studi Terkait Teh Celup

Beberapa produsen teh telah beralih menggunakan kantong teh plastik sebagai pengganti kantong teh kertas untuk produksi teh celup. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena air sering kali bersuhu atau di atas 95°C saat menyeduh teh, dan bahkan plastik “food grade” atau zat toksik dapat rusak jika dipanaskan di atas 40°C.​1​ Benarkah teh celup bahaya?

(https://pixabay.com/id/photos/teh-celup-teh-tas-panas-label-550397/)
Gambar : Teh celup (https://pixabay.com/id/photos/teh-celup-teh-tas-panas-label-550397/)

Mengingat kepadatan bahan Polyethylene Therepthalate (PET) dan nilon, ukuran rata-rata partikel yang diamati, dan perkiraan jumlah partikel per cangkir teh, diperkirakan saat minum satu cangkir teh yang disiapkan dengan satu kantong teh plastik, seseorang mungkin menelan 13−16 μg mikro- dan nanopartikel plastik. Diketahui bahwa teh mengandung beberapa logam seperti itu sebagai arsen (As), aluminium (Al), timbal (Pb), dan chromium (Cr). Juga, mikro dan nanoplastik dapat menyerap berbagai macam kontaminan, termasuk logam berat seperti Co, Cr, Cu, Ni, Pb, dan Zn.

Literatur menunjukkan bahwa polimer ini menurun pada suhu lebih tinggi dari 95°C dimana polimer mengalami gangguan dalam struktur molekul. Studi lain mempelajari degradasi termal dari polimer di bawah kondisi lingkungan kondisi. Namun, tidak satupun dari penelitian menunjukkan kemungkinan polimer terurai menjadi nanopartikel. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa polistiren rusak menjadi nanopartikel, tetapi belum diketahui mekanismenya.

Dosis yang digunakan dalam penelitian ini dengan plastik partikel yang kami temukan di sini (16 μg / cangkir teh), mikro dan nanoplastik yang tertelan tidak menimbulkan risiko toksisitas akut untuk kesehatan manusia. Namun, efeknya lebih halus atau kronis bukan tidak mungkin setelah paparan jangka panjang. Secara keseluruhan, studi terkait efek partikel plastik terhadap kesehatan manusia ini masih terbatas dan dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait mekanisme toksik mikro dan nanoplastik terjadapa kesehatan manusia.

Standar Teh Celup

Berdasarkan SNI 01-3753-1995 teh hitam celup adalah teh kering hasil fermentasi dari daun muda tanaman teh termasuk tangkainya (Theasunensis L Sims), dan dikemas dalam kantong khusus untuk dicelup. Teh hitam celup dikemas dalam wadah tertutup rapat, tidak dipengaruhi dan mempengaruhi isi, aman selama penyimpanan dan pengangkutan. Berikut syarat mutu teh hitam celup menurut SNI : ​2​

NoKriteria UjiSatuanPersyaratan
1Keadaan
1.1KantongBaik dan aman untuk kesehatan
1.2Kawat, tali pengikat dan perekat pada kantongTidak boleh mengandung Cu, Fe, dan Pb
1.3Seduhan selama 5 menit, warna, bau, dan rasaNormal, warna larutan merah kecoklat-coklatan, berbau dan berasa khas teh hitam
2Ekstrak dalam air%b/bMinimal 32
3Air%b/bMaksimal 10
4Serat kasar%b/bMaksimal 16,5
5Abu%b/b4 – 8
6Abu larut dalam air%b/bMInimal 45
7Abu tidak larut dalam air%b/bMaksimal 1,0
8Zat warna tambahan%b/bTidak diperbolehkan
9Kealkalian abu larut dalam airMl.N. NaOH/100g1,0 – 3,0
10Kehalusan lolos ayakan 7 mesh%b/b100
Jika diperlukan cemaran logam, arsen, dan cemaran mikroba dapat diuji sesuai dengan Peraturan Departemen Kesehatan (Sumber : SNI 01-2753-1995)

Hati – hati dengan teh celup yang beredar di pasaran. Pastikan Anda sudah membeli teh celup yang ber-SNI untuk menjamin kualitas teh yang Anda konsumsi. Seduh teh nya, nikmati rasa dan aromanya yang menyegarkan. =)

Referensi

  1. 1.
    Hernandez LM, Xu EG, Larsson HCE, Tahara R, Maisuria VB, Tufenkji N. Plastic Teabags Release Billions of Microparticles and Nanoparticles into Tea. Environ Sci Technol. Published online September 25, 2019:12300-12310. doi:10.1021/acs.est.9b02540
  2. 2.
    BSN I. Teh Celup Hitam.; 1995:1-6.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: