Kehamilan merupakan karunia besar yang Tuhan berikan kepada setiap calon ibu. Sehingga, sangat tepat apabila seorang wanita yang merencanakan hamil, bersemangat melakukan persiapan kehamilan dengan menjaga kesehatan tubuhnya. Hal tersebut merupakan bentuk ikhtiar untuk mendapatkan kemaslahatan. Seorang ibu mempunyai tanggung jawab yang besar untuk membuat anaknya terlahir sebagai anak yang sehat dan cerdas. Semua itu bisa terbentuk, salah satunya dengan mengupayakan persiapan kehamilan sehat.
Masa kehamilan merupakan masa yang cukup rentan dan akan menentukan bagaimana kesehatan bayi setelah lahir, bahkan ketika ia mulai besar. Tak hanya hal tersebut, persiapan kehamilan sehat juga terkait bagaimana proses persalinan yang baik dan sehat. Masa kehamilan yang tidak dijaga dan persiapkan akan memberikan pengaruh pada proses persalinan atau melahirkan. Apa saja sih yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan kehamilan yang sehat 1 :
sangat penting bagi calon ibu sebelum hamil dan dilakukan antara 3 – 6 bulan sebelum hamil. Pemeriksaan kesehatan ini juga bisa meliputi diantaranya :
akibat kekurangan zat-zat tertentu seperti kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Hal ini dapat menyebabkan kelahiran prematur dan keguguran.
Pemeriksaan golongan darah dan rhesus/Rh darah (unsur yang mempengaruhi antibodi yang terkandung di dalam sel darah merah) pada pasangan suami istri dilakukan untuk mengantisipasi perbedaan golongan darah dan rhesus antara darah ibu dan bayinya. Perbedaan golongan darah dan rhesus darah ini dapat mengancam janin dalam kandungan.
Tujuan tes genetika ini adalah mengetahui penyakit dan cacat bawaan yang mungkin akan dialami bayi akibat secara genetis dari salah satu atau kedua orangtuanya.
Berat badan calon ibu yang kurang dan kelebihan berat badan berhubungan dengan risiko besar bagi kesehatan ibu dan anak. Analisis Indeks Massa Tubuh (IMT) dewasa di 200 negara dari tahun 1975 hingga 2014 dengan lebih dari 19 juta peserta menemukan bahwa usia prevalensi global standar kekurangan berat badan pada wanita (IMT <18,5 kg/m2) menurun dari 15% hingga 10%; Asia Selatan memiliki tingkat tertinggi dengan perkiraan 24% wanita kurus pada tahun 2014 2. Sementara kekurangan berat badan telah menurun, prevalensi global obesitas (IMT 30 kg/m2 ) telah meningkat dari 6% menjadi 15% pada wanita. Obesitas terkait dengan peningkatan risiko sebagian besar hasil ibu dan perinatal yang merugikan, dari ketidakmampuan untuk hamil hingga komplikasi kehamilan (pre-eklampsia, diabetes gestasional) dan persalinan (makrosomia), kelainan kongenital, lahir mati, dan berat badan lahir rendah, tidak berhasil menyusui dan bahkan kematian ibu 3–6.
Baca Artikel : Pencegahan Pre Eklampsia dan Eklampsia pada Ibu Hamil
Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dapat dilakukan dengan olahraga teratur. Selama masa prakonsepsi, pastikan Anda cukup berolahraga. Aktivitas fisik cukup dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 30 menit dan lakukan secara rutin. Fisik seorang wanita sehat saat akan hamil dan pada waktu hamil diharapkan tidak terlalu gemuk maupun tidak terlalu kurus atau dapat dikatakan memiliki kenaikan berat badan yang normal. Berusaha untuk menurunkan berat badan bila obesitas (kegemukan) dan menambah berat badan bila terlalu kurus. Anda bisa berkonsultasi dengan bidan dan dokter untuk dilakukan penilaian Indeks Massa Tubuh. Selain berat badan, hal lain dari persiapan fisik sang ibu adalah soal Indeks Massa Tubuh (IMT). Pastikan IMT normal sebelum hamil atau saat mempersiapkan kehamilan. Adapun cara yang digunakan untuk menghitung IMT tersebut yakni berat badan dibagi dengan tinggi badan dalam ukuran satuan meter kuadrat (BMI = (BB) / [(TB) x (TB)].
Menghentikan kebiasaan buruk misalnya perokok berat, pecandu narkotika dan obat terlarang lainnya, kecanduan alkohol, gaya hidup dengan perilaku seks bebas. Kebiasaan merokok, minum alkohol, atau bahkan menggunakan narkoba, dapat menyebabkan berbagai masalah selama kehamilan, juga janin yang dikandung, bayi dapat lahir prematur, lahir dengan cacat bawaan hingga kematian janin.
Ketika terjadi pembuahan, janin sudah memahami apa yang dimakan ibu sejak dua minggu sebelumnya. Sehingga pilih makanan sehat dan memperhatikan asupan makanan yang mendukung pembentukan janin sehat. Sebaiknya konsumsi makanan yang mengandung :
meningkatkan produksi sperma. Konsumsilah telur, ikan, daging, tahu dan tempe.
berperan dalam perkembangan sistem saraf pusat dan darah janin, cukup asam folat mengurangi risiko bayi lahir dengan cacat sistem saraf sebanyak 70%. Konsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari. Asam folat dapat diperoleh melalui makanan, seperti sayuran berwarna hijau tua (bayam, sawi hijau, caisim mini), asparagus, brokoli, papaya, jeruk, strawberry, raspberry, kacang-kacangan, alpukat, okra, kembang kol, seledri, wortel, buah bit, dan jagung. Sebagian susu untuk ibu hamil pun mengandung asam folat cukup tinggi, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan Ibu. Ibu dapat memilih susu untuk ibu hamil yang rasanya enak untuk mengurangi rasa mual, serta tentu merupakan produk yang berkualitas tinggi.
Konsumsi berbagai vitamin dan mineral seperti:
Sebaiknya anda menggantinya dengan minyak zaitun. Kandungan asam lemak yang terkandung di dalam minyak zaitun bermanfaat untuk kesehatan jantung, tubuh, serta level kolestrol sehingga menyeimbangkan endokrin yang sehat.
Rekomendasi dari pakar kesehatan bahwa mengawali kehamilan dapat dilakukan dengan batas mengkonsumsi kafein sebanyak 200 miligram (2 cangkir kopi), hal ini juga dapat dibatasi sampai kehamilan.
Lebih Lanjut : Diet untuk Persiapan Kehamilan
Calon orangtua dapat memperkaya pengetahuan seputar kehamilan yang berhubungan dengan perencanaan, perawatan selama kehamilan, menjelang persalinan, pasca persalinan dan juga perawatan bayi dari berbagai sumber yang terpercaya. Apabila diperlukan anda langsung dapat bertanya dengan ahlinya sehingga anda dapat mempersiapkan langsung kehamilan anda secara sehat.
Lengkapi diri anda dengan berbagai informasi dan sumber mengenai kehamilan, termasuk mencari tahu dari pengalaman-pengalaman teman atau orang dekat yang sudah mengalami kehamilan.
Dan yang tak kalah penting adalah dukungan suami kepada istri sangat dibutuhkan. Usahakan untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada isteri, sehingga mentalnya cukup kuat dalam menghadapi proses kehamilan. Membantu isteri dalam menyiapkan kebutuhan bayi, dan memperhaitkan secara detil kebutuhan sang isteri ketika hamil akan menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa aman pada diri sang isteri
Persiapan keuangan yang matang untuk persiapan pemeliharaan kesehatan dan persiapan menghadapi kehamilan dan persalinan. Kehamilan merupakan hal yang dapat diperkirakan termasuk biayanya. Biaya kehamilan ini dapat di diskusikan antara suami dan istri. Adapun biaya yang perlu diperhatikan, diantaranya mencakup biaya kesehatan (biaya konsultasi, pemeriksaan, obat dan melahirkan), biaya-biaya pasca melahirkan (tempat tidur bayi, pakaian bayi, popok, selimut, dll) dan persiapkan pula biaya untuk hal-hal yang tak terduga.
Editor : Ayu Rahadiyanti
Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…
Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…
Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…
Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…
Pernah merasa suasana hati mudah berubah, cemas, atau bahkan kehilangan semangat tanpa alasan yang jelas?…
Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan akhirnya beralih dari roti tawar putih ke roti…