LANGKAH AWAL PERSIAPAN KEHAMILAN SEHAT DAN BERKUALITAS

Kehamilan merupakan karunia besar yang Tuhan berikan kepada setiap calon ibu. Sehingga, sangat tepat apabila seorang wanita yang merencanakan hamil, bersemangat melakukan persiapan kehamilan dengan menjaga kesehatan tubuhnya. Hal tersebut merupakan bentuk ikhtiar untuk mendapatkan kemaslahatan. Seorang ibu mempunyai tanggung jawab yang besar untuk membuat anaknya terlahir sebagai anak yang sehat dan cerdas. Semua itu bisa terbentuk, salah satunya dengan mengupayakan persiapan kehamilan sehat.

Masa kehamilan merupakan masa yang cukup rentan dan akan menentukan bagaimana kesehatan bayi setelah lahir, bahkan ketika ia mulai besar. Tak hanya hal tersebut, persiapan kehamilan sehat juga terkait bagaimana proses persalinan yang baik dan sehat. Masa kehamilan yang tidak dijaga dan persiapkan akan memberikan pengaruh pada proses persalinan atau melahirkan. Apa saja sih yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan kehamilan yang sehat ​1​ :

1. Pemeriksaan kesehatan

sangat penting bagi calon ibu sebelum hamil dan dilakukan antara 3 – 6 bulan sebelum hamil. Pemeriksaan kesehatan ini juga bisa meliputi diantaranya :

a. Pemeriksaan Penyakit dan Virus

  • Pemeriksaan virus rubella, sitomeglovirus, herpes, varicella zoster untuk menghindari terjadinya kecacatan pada janin.
  • Deteksi Virus hepatitis dan virus HIV untuk menghindari diturunkan penyakit akibat virus-virus tersebut kepada janin.
  • Skrining penyakit toksoplasmosis, karena penyakit ini dapat menyebabkan kecacatan dan keguguran.
  • Pemeriksaan penyakit seksual menular, karena hal ini dapat menyebabkan kematian ibu, janin, maupun bayi yang akan dilahirkan.

b. Pemeriksaan penyakit

akibat kekurangan zat-zat tertentu seperti kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Hal ini dapat menyebabkan kelahiran prematur dan keguguran.

c. Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan golongan darah dan rhesus/Rh darah (unsur yang mempengaruhi antibodi yang terkandung di dalam sel darah merah) pada pasangan suami istri dilakukan untuk mengantisipasi perbedaan golongan darah dan rhesus antara darah ibu dan bayinya. Perbedaan golongan darah dan rhesus darah ini dapat mengancam janin dalam kandungan.

d. Pemeriksaan Faktor Genetika

Tujuan tes genetika ini adalah mengetahui penyakit dan cacat bawaan yang mungkin akan dialami bayi akibat secara genetis dari salah satu atau kedua orangtuanya.

2. Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh

Berat badan calon ibu yang kurang dan kelebihan berat badan berhubungan dengan risiko besar bagi kesehatan ibu dan anak. Analisis Indeks Massa Tubuh (IMT) dewasa di 200 negara dari tahun 1975 hingga 2014 dengan lebih dari 19 juta peserta menemukan bahwa usia prevalensi global standar kekurangan berat badan pada wanita (IMT <18,5 kg/m2) menurun dari 15% hingga 10%; Asia Selatan memiliki tingkat tertinggi dengan perkiraan 24% wanita kurus pada tahun 2014 ​2​. Sementara kekurangan berat badan telah menurun, prevalensi global obesitas (IMT 30 kg/m2 ) telah meningkat dari 6% menjadi 15% pada wanita. Obesitas terkait dengan peningkatan risiko sebagian besar hasil ibu dan perinatal yang merugikan, dari ketidakmampuan untuk hamil hingga komplikasi kehamilan (pre-eklampsia, diabetes gestasional) dan persalinan (makrosomia), kelainan kongenital, lahir mati, dan berat badan lahir rendah, tidak berhasil menyusui dan bahkan kematian ibu ​3–6​

Baca Artikel : Pencegahan Pre Eklampsia dan Eklampsia pada Ibu Hamil

Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dapat dilakukan dengan olahraga teratur. Selama masa prakonsepsi, pastikan Anda cukup berolahraga. Aktivitas fisik cukup dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 30 menit dan lakukan secara rutin. Fisik seorang wanita sehat saat akan hamil dan pada waktu hamil diharapkan tidak terlalu gemuk maupun tidak terlalu kurus atau dapat dikatakan memiliki kenaikan berat badan yang normal. Berusaha untuk menurunkan berat badan bila obesitas (kegemukan) dan menambah berat badan bila terlalu kurus. Anda bisa berkonsultasi dengan bidan dan dokter untuk dilakukan penilaian Indeks Massa Tubuh. Selain berat badan, hal lain dari persiapan fisik sang ibu adalah soal Indeks Massa Tubuh (IMT). Pastikan IMT normal sebelum hamil atau saat mempersiapkan kehamilan. Adapun cara yang digunakan untuk menghitung IMT tersebut yakni berat badan dibagi dengan tinggi badan dalam ukuran satuan meter kuadrat (BMI = (BB) / [(TB) x (TB)].

3. Hentikan kebiasaan buruk

Menghentikan kebiasaan buruk misalnya perokok berat, pecandu narkotika dan obat terlarang lainnya, kecanduan alkohol, gaya hidup dengan perilaku seks bebas. Kebiasaan merokok, minum alkohol, atau bahkan menggunakan narkoba, dapat menyebabkan berbagai masalah selama kehamilan, juga janin yang dikandung, bayi dapat lahir prematur, lahir dengan cacat bawaan hingga kematian janin.

4. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Ketika terjadi pembuahan, janin sudah memahami apa yang dimakan ibu sejak dua minggu sebelumnya. Sehingga pilih makanan sehat dan memperhatikan asupan makanan yang mendukung pembentukan janin sehat. Sebaiknya konsumsi makanan yang mengandung :

a) Protein

meningkatkan produksi sperma. Konsumsilah telur, ikan, daging, tahu dan tempe.

b) Asam folat

berperan dalam perkembangan sistem saraf pusat dan darah janin, cukup asam folat mengurangi risiko bayi lahir dengan cacat sistem saraf sebanyak 70%. Konsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari. Asam folat dapat diperoleh melalui makanan, seperti sayuran berwarna hijau tua (bayam, sawi hijau, caisim mini), asparagus, brokoli, papaya, jeruk, strawberry, raspberry, kacang-kacangan, alpukat, okra, kembang kol, seledri, wortel, buah bit, dan jagung. Sebagian susu untuk ibu hamil pun mengandung asam folat cukup tinggi, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan Ibu. Ibu dapat memilih susu untuk ibu hamil yang rasanya enak untuk mengurangi rasa mual, serta tentu merupakan produk yang berkualitas tinggi.

c) Vitamin dan mineral

Konsumsi berbagai vitamin dan mineral seperti:

  1. Vitamin A, berperan cukup penting dalam produksi sperma yang sehat.
  2. Vitamin D. Kekurangan vitamin D akan menurunkan tingkat kesuburan hingga 75%. Sumber vitamin D diproduksi di dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari.
  3. Vitamin E, dapat meningkatkan kemampuan sperma membuahi sel telur dan mencegah keguguran karena perannya dalam menjaga kesehatan dinding rahim dan plasenta.
  4. Vitamin B6. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan hormon kehamilan.
  5. Vitamin C, berperan melindungi sel-sel organ tubuh dari serangan radikal bebas (oksidan) yang mempengaruhi kesehatan sistem reproduksi.
  6. Seng. Berperan penting dalam pertumbuhan organ seks dan juga pembentukan sperma yang sehat.
  7. Besi, membantu dalam persiapan kehamilan dan menghindari anemia pada ibu hamil.
  8. Fosfor. Jika kekurangan, menurunkan kualitas sperma calon ayah.
  9. Selenium. Berperan penting dalam produksi sperma yang sehat.

d) Kurangi konsumsi kandungan makanan yang berminyak

Sebaiknya anda menggantinya dengan minyak zaitun. Kandungan asam lemak yang terkandung di dalam minyak zaitun bermanfaat untuk kesehatan jantung, tubuh, serta level kolestrol sehingga menyeimbangkan endokrin yang sehat.

e) Membatasi Kafein

Rekomendasi dari pakar kesehatan bahwa mengawali kehamilan dapat dilakukan dengan batas mengkonsumsi kafein sebanyak 200 miligram (2 cangkir kopi), hal ini juga dapat dibatasi sampai kehamilan.

Lebih Lanjut : Diet untuk Persiapan Kehamilan

5. Persiapan psikologis dan mental

Calon orangtua dapat memperkaya pengetahuan seputar kehamilan yang berhubungan dengan perencanaan, perawatan selama kehamilan, menjelang persalinan, pasca persalinan dan juga perawatan bayi dari berbagai sumber yang terpercaya. Apabila diperlukan anda langsung dapat bertanya dengan ahlinya sehingga anda dapat mempersiapkan langsung kehamilan anda secara sehat.
Lengkapi diri anda dengan berbagai informasi dan sumber mengenai kehamilan, termasuk mencari tahu dari pengalaman-pengalaman teman atau orang dekat yang sudah mengalami kehamilan.

Dan yang tak kalah penting adalah dukungan suami kepada istri sangat dibutuhkan. Usahakan untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada isteri, sehingga mentalnya cukup kuat dalam menghadapi proses kehamilan. Membantu isteri dalam menyiapkan kebutuhan bayi, dan memperhaitkan secara detil kebutuhan sang isteri ketika hamil akan menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa aman pada diri sang isteri

6. Perencanaan keuangan

Persiapan keuangan yang matang untuk persiapan pemeliharaan kesehatan dan persiapan menghadapi kehamilan dan persalinan. Kehamilan merupakan hal yang dapat diperkirakan termasuk biayanya. Biaya kehamilan ini dapat di diskusikan antara suami dan istri. Adapun biaya yang perlu diperhatikan, diantaranya mencakup biaya kesehatan (biaya konsultasi, pemeriksaan, obat dan melahirkan), biaya-biaya pasca melahirkan (tempat tidur bayi, pakaian bayi, popok, selimut, dll) dan persiapkan pula biaya untuk hal-hal yang tak terduga.

Referensi

  1. 1.
    BKKBN UMM. Mempersiapkan Kehamilan Yang Sehat. Universitas Muhammadiyah Malang. Published 2014. Accessed August 1, 2021. https://dp2m.umm.ac.id/files/file/INFORMASI%20PROGRAM%20INSENTIF%20RISTEK/Modul%20mempersiapkan%20kehamilan%20sehat.pdf
  2. 2.
    Zhou B, Lu Y, Hajifathalian K, et al. Worldwide trends in diabetes since 1980: a pooled analysis of 751 population-based studies with 4·4 million participants. The Lancet. Published online April 2016:1513-1530. doi:10.1016/s0140-6736(16)00618-8
  3. 3.
    Poston L, Caleyachetty R, Cnattingius S, et al. Preconceptional and maternal obesity: epidemiology and health consequences. The Lancet Diabetes & Endocrinology. Published online December 2016:1025-1036. doi:10.1016/s2213-8587(16)30217-0
  4. 4.
    Gesink Law DC, Maclehose RF, Longnecker MP. Obesity and time to pregnancy. Human Reproduction. Published online September 27, 2006:414-420. doi:10.1093/humrep/del400
  5. 5.
    Marchi J, Berg M, Dencker A, Olander EK, Begley C. Risks associated with obesity in pregnancy, for the mother and baby: a systematic review of reviews. Obes Rev. Published online May 28, 2015:621-638. doi:10.1111/obr.12288
  6. 6.
    Turcksin R, Bel S, Galjaard S, Devlieger R. Maternal obesity and breastfeeding intention, initiation, intensity and duration: a systematic review. Matern Child Nutr. Published online August 20, 2012:166-183. doi:10.1111/j.1740-8709.2012.00439.x

Editor : Ayu Rahadiyanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *