Penulis : Aulia Andhikawati, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad
Kita sering mengira jamur dan kapang itu sama. Apakah benar makhluk hidup tersebut sama? Mari kita simak pada artikel berikut.
Keanekaragaman organisme yang ada di alam sangat beragam berdasarkan habitat, ukuran dan sifat hidupnya. Berdasarkan ukurannya organisme dibagi menjadi dua golongan yaitu mikroorganisme dan makroorganisme. Organisme yang tak kasat mata dan perlu menggunakan alat bantu seperti mikroskop disebut mikroorganisme. Banyak organisme yang bersifat menguntungkan dan merugikan dalam kehidupan manusia, salah satu contohnya adalah Cendawan dan kapang. Jamur dan kapang ini berperan dalam kehidupan manusia sebagai agen fermentasi, antibiotik, dekomposer bahan organik, dan biokontrol dalam insktisida biologis. Cendawan dan kapang ini juga dapat bersifat sebagai parasit bagi inangnya yang dapat menyebabkan kerusakan, menghasilkan mikotoksin dan menimbulkan penyakit. Dalam kehidupan manusia jamur dan kapang memiliki kemiripan dan kesamaan.
Saat ini banyak orang yang menyamakan antara cendawan dan kapang, namun ini kurang tepat karena ternyata cendawan dan kapang adalah dua organisme yang serupa tapi tak sama. Dalam ilmu biologi, jamur (Fungi) memiliki beberapa jenis seperti ragi (yeast), kapang (mold) dan cendawan (mushroom). Jamur merupakan organisme heterotrofik dan tidak dapat mengolah makanannya sendiri. Jamur mampu berkembang biak secara seksual dan aseksual. Cendawan (mushroom) disebut sebagai makrofungi dan termasuk golongan makroorganisme, sedangkan kapang disebut mikrofungi. Secara morfologi kapang juga disebut sebagai jamur filamentus atau jamur benang.
Keanekaragaman cendawan terdiri dari cendawan yang dapat dikonsumsi (edible mushroom), cendawan untuk pengobatan (medical mushroom), cendawan beracun. Secara morfologis, cendawan memiliki tubuh buah yang besar dan tampak pada medium dengan bentuk seperti payung. Cendawan tumbuh dari hifa yang membentuk manjadi miselium kemudian tumbuh buah cendawan yang diikuti dengan terbentuknya tangkai dan tudung hingga menjadi cendawan sempurna. Di pasaran, cendawan yang dijual dan dapat dikonsumsi yaitu jamur kuping, jamur merang, jamur tiram, jamur kancing, jamur shitake, dan jamur enoki.
Jamur benang atau disebut dengan kapang merupakan golongan fungi berfilamen. Filamen pada kapang ini berupa hifa. Kumpulan hifa dinamakan dengan miselium. Diameter hifa bisa mencapai 30 mikrometer. Hifa pada kapang ada dua jenis yaitu hifa vegetatif untuk tumbuh dan hifa fertil untuk reproduksi. Kapang berperan sangat penting dalam industri fermentasi. Jenis-jenis kapang yang dikenal yaitu aspergillus, penicillium, rhizopus, neurospora. Hingga saat ini kapang digunakan dalam pembuatan tempe, oncom, kecap dan tauco.
Baca Artikel : Makanan Fermentasi Indonesia (1), Makanan Fermentasi Indonesia (2)
Atap. 2021. Kingdom Fungi: Pengertian, Struktur, Klasifikasi dan Ciri Umum. [https://www.gramedia.com/literasi/kingdom-fungi/]
Rakhmawati, A. 2010. Keanekaragaman Jamur. Makalah Kegiatan PPM
Khasanah, K. 2020. Modul Mikrobiologi: Identifikasi Bakteri, Kapang dan Khamir. SMKN Sukorejo
Wahyuningsih, R. 2020. Mikologi: Biologi dan Morfologi Jamur. Departemen Parasitologi FKUKI
Editor : Ayu Rahadiyanti
Banyak orang mengira semua yogurt itu sehat. Sayangnya, tidak selalu begitu. Banyak produk yogurt di…
Selama ini, menghitung kebutuhan energi harian hampir selalu melibatkan satu langkah yang dianggap wajib, yaitu…
Berapa sebenarnya kebutuhan energi tubuh kita setiap hari? Bagi sebagian besar ahli gizi, pertanyaan ini…
Infused water sering kali dianggap sebagai minuman yang bisa membantu metabolisme dan bikin tubuh terasa…
Tren “cut sugar” atau mengurangi gula semakin populer di media sosial. Banyak orang merasa lebih…
Kalau dengar kata “gizi”, kebanyakan orang biasanya langsung terbayang sayur, buah, atau susu. Padahal, rahasia…