Sumber: Freepik
Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat badan lebih cepat. Rasanya memang ringan, mudah diseduh, dan kerap dipromosikan sebagai “pembakar lemak alami” oleh influencer hingga iklan produk suplemen.
Namun, seberapa besar sih peran teh hijau dalam membantu penurunan berat badan? Apakah benar efeknya signifikan, atau justru hanya klaim pemasaran yang dibesar-besarkan?
Teh hijau mengandung dua komponen utama yang banyak diteliti, yaitu EGCG (Epigallocatechin Gallate) dan kafein, yang bekerja bersama dalam mendukung proses pembakaran lemak. Berikut mekanisme yang membuat teh hijau berpotensi membantu penurunan berat badan:
Teh hijau bisa memberi manfaat yang lebih terasa bila dikonsumsi dengan cara yang tepat. Penelitian merekomendasikan 2–3 cangkir per hari sebagai batas aman dan efektif, karena jumlah ini dapat memberikan asupan katekin yang seimbang tanpa membebani tubuh.5,6
Agar manfaatnya lebih maksimal, kamu bisa:
Baca juga: Berapa Kilogram Berat Badan yang Aman Diturunkan dalam sebulan ? Ini Rekomendasinya
Ada, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau pada orang dengan kondisi sensitif.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau lebih dari 5 cangkir per hari dapat meningkatkan risiko efek samping, terutama karena tingginya kafein dan katekin di dalamnya.7,8 Beberapa efek yang mungkin muncul antara lain:
Tentu tujuan kita bukan untuk menambah masalah baru, tetapi membantu membentuk kebiasaan makan yang lebih baik. Oleh karena itu, konsumsi teh hijau tetap perlu terukur dan tidak berlebihan.
Baca juga: Minum Teh Setelah Makan Tidak Bagus untuk Pencernaan?
Selain mendukung proses metabolisme untuk penurunan berat badan, minuman ini juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan lain yang cukup kuat dan didukung oleh berbagai studi.
Beberapa manfaat pentingnya meliputi:
Dengan begitu, teh hijau juga dapat dikatakan sebagai minuman yang bernilai untuk kesehatan jangka panjang jika dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Teh hijau bisa menjadi bagian dari perjalanan penurunan berat badan, tetapi bukan penentu utama. Ia mendukung metabolisme, bukan menggantikan pola makan sehat, aktivitas fisik, kualitas tidur, atau kebiasaan harian yang konsisten. Jadi, manfaatnya tetap bergantung pada gaya hidup secara keseluruhan. Penelitian juga menunjukkan perlunya kajian lanjutan terkait dosis optimal dan efek jangka panjang konsumsi teh hijau dalam manajemen berat badan.
Jika kamu ingin menurunkan berat badan dengan cara yang realistis dan sehat, mulailah dengan mengecek kebiasaan harianmu, seperti:
Teh hijau bisa menjadi bagian kecil dari proses ini, namun bukan jalan pintas. Pilihan dan kebiasaanmu setiap hari tetap menjadi kunci keberhasilan.
Kalau ingin tahu kandungan gizi dalam teh hijau lebih lanjut, kamu bisa cek langsung melalui laman nilaigizi.com agar lebih mudah memantau asupan harianmu.
Banyak orang sudah berusaha memilih makanan yang lebih sehat. Ada yang rutin mengonsumsi sayur dan…
Beras porang semakin populer di kalangan masyarakat yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Banyak…
Hari Raya Idul Adha selalu membawa suasana yang khas. Selain menjadi momen ibadah dan berbagi…
Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…
Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…
Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…