Sumber: Freepik
Rice Bran Oil (RBO) juga biasa dikenal sebagai minyak dedak padi yang memiliki banyak potensi manfaat, salah satunya bagi penderita hipertensi karena komposisi unik dan komponen bioaktifnya. Penelitian menunjukkan bahwa RBO tidak hanya berfungsi sebagai minyak goreng yang sehat tetapi juga memiliki kandungan yang dapat membantu mengelola tingkat tekanan darah.
Rice Bran Oil (RBO) merupakan salah satu bentuk dari buangan atau limbah pertanian. Proses pengolahan padi menjadi beras melibatkan kegiatan penggilingan padi, yang dalam prosesnya tidak hanya menghasilkan beras, tetapi juga limbah berupa sekam dan dedak. Jika limbah tersebut tidak dikelola dengan baik, maka dapat berubah menjadi sampah yang berdampak pada pencemaran lingkungan. Kondisi ini tentu menjadi permasalahan yang perlu segera diberikan solusi. 1
Oleh karena itu, pemanfaatan limbah hasil pengolahan padi menjadi hal yang sangat penting agar memiliki nilai guna. Salah satu contoh pemanfaatan limbah penggilingan padi adalah dedak yang dapat diolah menjadi minyak goreng. Dedak padi mengandung kadar minyak yang cukup tinggi, dan bisa mencapai jumlah produksi sekitar 4,5 hingga 5,6 juta ton per tahun di Indonesia.2
Gambar berikut ini menunjukkan tahapan pengolahan dedak padi hingga menjadi minyak yang dapat dikonsumsi, termasuk melibatkan empat proses di antaranya stabilisasi, ekstraksi, penyaringan, dan purifikasi.3,4
RBO kaya akan kandungan fitokimia meliputi tokotrienol, tokoferol, fitosterol, dan γ-oryzanol yang membantu menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, serta memiliki sifat anti-inflamasi. Selain itu, kapasitas antioksidan RBO berkontribusi pada penurunan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) yang juga bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular.5
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa suplemen dedak padi yang mengandung peptida Leu-Arg-Ala secara signifikan mengurangi tekanan darah sistolik pada individu dengan hipertensi ringan.6
Baca Juga: Makanan Tinggi Lemak – Teman atau Lawan?
RBO dapat menjadi salah satu jenis asupan lemak harian, yang dalam takaran konsumsinya disesuaikan dengan kebutuhan kalori masing-masing individu. Berdasarkan rekomendasi umum dari Kementerian Kesehatan RI, asupan lemak harian yakni berkisar antara 20-25% dari total energi. Dalam hal ini setara dengan 5 sendok makan atau 67 gram per orang dalam satu hari.9
Meskipun demikian, RBO tetap menjadi alternatif minyak yang lebih sehat untuk dikonsumsi karena memiliki komposisi lemak tak jenuh ganda sebesar 33% (mengandung asam lemak esensial), lemak jenuh 20% dan lemak tak jenuh tunggal 47%. Komposisi ini sangat dekat dengan rekomendasi American Heart Association (AHA) untuk takaran konsumsi minyak nabati.10
Olahan RBO dapat mencakup produk makanan seperti margarin, makanan yang dipanggang, dan minyak goreng. Dalam hal ini juga dapat meningkatkan nilai gizi tanpa mengurangi rasa pada makanan.5
Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…
Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…
Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…
Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…
Pernah merasa suasana hati mudah berubah, cemas, atau bahkan kehilangan semangat tanpa alasan yang jelas?…
Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan akhirnya beralih dari roti tawar putih ke roti…