Sumber: Freepik
Ingin menurunkan berat badan tanpa harus lari maraton atau ikut gym? Kamu tidak sendiri. Banyak orang mencari olahraga yang ringan tapi tetap efektif. Nah, brisk walking untuk menurunkan berat badan bisa jadi jawabannya, karena murah, mudah, dan bisa dilakukan kapan saja. Berikut penjelasan lengkap tentang manfaat, durasi ideal, hingga tips menjalankan brisk walking dengan benar.
Brisk walking adalah jalan kaki dengan kecepatan lebih cepat dari jalan santai, namun belum sampai berlari. Biasanya dilakukan dengan kecepatan 5–6,5 km/jam. Saat melakukannya, napas terasa lebih berat, tapi kamu masih bisa berbicara.
Kenapa efektif? Hal ini karena brisk walking termasuk olahraga aerobik intensitas sedang yang terbukti membantu membakar kalori, meningkatkan metabolisme, dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Baca Juga: Penggunaan Glukosa Selama Aktivitas Fisik
Selain itu, brisk walking juga merangsang pembakaran lemak tubuh, terutama jika dilakukan secara rutin selama 30–60 menit per hari. Aktivitas ini memperkuat otot kaki dan meningkatkan kebugaran jantung, yang berperan penting dalam mendukung proses penurunan berat badan jangka panjang.
Brisk walking untuk menurunkan berat badan bukan hanya efektif, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan, seperti:
Penelitian dalam Journal of Physical Activity and Health menemukan bahwa metode jalan cepat ini bisa membantu penurunan berat badan, BMI, dan lingkar pinggang yang signifikan, dengan hasil penurunan berat badan rata-rata 2,13 kg, termasuk pada wanita pascamenopause. Selain itu, persentase lemak tubuh juga berkurang sebesar 1,38%.2,3
Baca Juga: Berapa Kilogram Berat Badan yang Aman Diturunkan dalam sebulan ? Ini Rekomendasinya
Hal ini juga didukung oleh studi lain yang menunjukkan bahwa rutin melakukan aktivitas intensitas sedang setiap minggu setidaknya 150 menit, seperti jalan cepat, secara signifikan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini.4
Agar hasilnya optimal, penting untuk mengetahui cara melakukan brisk walking yang benar:
Berjalan dengan postur yang salah dapat menyebabkan pegal, cedera ringan, dan mengurangi efektivitas pembakaran kalori. Tips tambahan, cobalah menargetkan kecepatan berjalan sekitar 3–4 mil per jam (sekitar 4,8–6,4 km/jam) untuk mencapai intensitas yang cukup demi memperoleh manfaat kesehatan yang optimal.5
Selain itu, kamu juga bisa mengombinasikan jalan cepat dengan langkah yang lebih lambat secara bergantian. Pola ini terbukti dapat meningkatkan pembakaran kalori sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan.6
Akan tetapi, agar penurunan berat badan lebih efektif, aktivitas fisik seperti brisk walking perlu dibarengi dengan pola makan yang seimbang.
Jogging dan brisk walking sama-sama bermanfaat, tapi keduanya punya karakteristik yang berbeda. Untuk membantumu memilih mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan, berikut perbandingan antara brisk walking dan jogging dari segi intensitas, pembakaran kalori, hingga dampaknya terhadap sendi:
Jika kamu ingin menurunkan berat badan secara bertahap tanpa membebani sendi, brisk walking adalah pilihan ideal. Sedangkan jogging lebih cocok untuk yang mengejar hasil cepat dan siap menghadapi intensitas tinggi. Apa pun pilihannya, pastikan disesuaikan dengan kondisi tubuh dan dilakukan secara konsisten untuk hasil yang maksimal.4
Buat kamu yang sedang menjalani diet sehat, memasukkan brisk walking ke dalam rutinitas harian adalah salah satu langkah cerdas. Kamu bisa berjalan setelah sarapan atau sore hari sepulang kerja. Bila dilakukan secara konsisten, kamu tidak hanya menurunkan berat badan, tapi juga membentuk kebiasaan aktif yang mendukung metabolisme jangka panjang.
Kuncinya adalah konsistensi. Tidak perlu memaksakan diri berjam-jam setiap hari. Cukup 30 menit yang dilakukan dengan benar dan rutin sudah memberi dampak nyata. Brisk walking bukan sekadar jalan kaki cepat. Ini adalah bentuk perhatian dan cinta pada tubuh sendiri.
Jika kamu sudah lama ingin mengubah gaya hidup tapi belum tahu harus mulai dari mana, maka mulailah dari langkah kecil hari ini. Semakin kamu sadar bahwa kesehatan adalah investasi, semakin besar pula peluangmu untuk hidup lebih bugar, produktif, dan percaya diri.
Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…
Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…
Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…
Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…
Pernah merasa suasana hati mudah berubah, cemas, atau bahkan kehilangan semangat tanpa alasan yang jelas?…
Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan akhirnya beralih dari roti tawar putih ke roti…