Sumber: Freepik
Salah satu mitos yang banyak beredar di masyarakat dan sering kita dengar adalah menghindari makan malam untuk menurunkan berat badan. Sehingga pada akhirnya, tidak sedikit orang dengan berat badan yang berlebih merasa bersalah setiap kali makan malam.
Terlebih lagi, jika angka timbangan menunjukkan kenaikan berat badan keesokan harinya. Akibatnya, mereka dengan mudahnya menyimpulkan bahwa satu-satunya penyebabnya adalah pasti karena makan malam. Padahal tidak sesederhana itu.
Makan malam sering kali dijadikan kambing hitam dalam urusan berat badan. Akibatnya, tidak sedikit orang memilih melewatkan makan malam demi diet. Namun, sebelum ikut-ikutan takut makan malam, ada baiknya kita pahami dulu faktanya dari sudut pandang ilmu gizi.
Anggapan bahwa makan malam bisa bikin gemuk sebenarnya bisa berangkat dari satu asumsi, yaitu tubuh tidak lagi membakar energi di malam hari. Padahal, tubuh tetap menggunakan energi sepanjang hari, termasuk saat beristirahat dan tidur.
Satu hal yang sering luput disadari adalah bahwa kenaikan berat badan tidak ditentukan oleh jam makan, melainkan dari total asupan energi yang kita konsumsi dalam sehari.
Sebagaimana menurut studi, bahwa obesitas merupakan kondisi yang muncul ketika asupan energi lebih besar dibandingkan dengan energi yang digunakan tubuh, sehingga kelebihan energi tersebut tersimpan sebagai jaringan lemak.1
Dengan kata lain, bukan soal kapan kita makan, tetapi berapa banyak dan apa yang dimakan.
Baca juga: Benarkah Clean Eating Efektif Menurunkan Berat Badan?
Jika makan malam bukan penyebab utamanya, lalu di mana letak masalahnya?
Pada realitanya, sebagian orang ada yang memilih menahan lapar seharian, namun akhirnya “balas dendam” saat makan malam. Ini bisa saja membuat porsi makan menjadi lebih besar dari kebutuhan tubuh.2,
Jadi, meskipun sarapan dilewatkan, makan siang seadanya, tapi porsi makan malam terlalu besar, pola ini justru tetap memicu overeating dan kenaikan berat badan.
Jika menu makan malam sering diiringi dengan gorengan, makanan bersantan, minuman manis, atau camilan tinggi gula, maka kalori yang masuk juga bisa sangat tinggi.3
Masalahnya, jenis makanan ini umumnya padat kalori tetapi rendah serat dan protein, sehingga tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama. Akibatnya, meskipun sudah makan malam, tubuh tetap mudah lapar dan mendorong asupan kalori tambahan tanpa disadari.
Banyak dari kita yang memiliki kebiasaan makan sambil scroll media sosial atau nonton film, yang akhirnya membuat porsi makan menjadi lebih banyak tanpa disadari.4
Saat perhatian teralihkan, sinyal lapar dan kenyang dari tubuh menjadi kurang terasa. Kondisi ini membuat seseorang cenderung makan lebih cepat dan lebih banyak, sehingga total asupan energi semakin meningkat meskipun porsinya tampak biasa saja.
Tidak selalu. Meskipun melewatkan makan malam bisa mengurangi asupan kalori dalam jangka pendek, namun jika dilakukan tanpa perencanaan, risikonya bisa jadi cukup besar, seperti:
Dalam jangka panjang, pola ini justru bisa menyulitkan pengaturan berat badan.
Jika kamu tetap ingin makan malam tanpa rasa bersalah, beberapa prinsip ini bisa diterapkan:
Makan malam tidak harus dihindari, tetapi diatur dengan baik. Kenaikan berat badan bisa terjadi karena kelebihan kalori yang terjadi secara terus-menerus, bukan karena satu kali makan malam. Ketika pola makan seharian seimbang, makan malam justru bisa membantu menjaga energi dan mencegah makan berlebihan.
Daripada masih terjebak dengan takut makan malam, lebih bijak jika kita fokus membangun pola makan harian yang realistis dan bisa dijalani jangka panjang.
Baca juga: Chrononutrition: Hubungan Waktu Makan dengan Metabolisme Tubuh
Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…
Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…
Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…
Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…
Pernah merasa suasana hati mudah berubah, cemas, atau bahkan kehilangan semangat tanpa alasan yang jelas?…
Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan akhirnya beralih dari roti tawar putih ke roti…