Kacang – kacangan memiliki zat antigizi termasuk kedelai. Bagaimana meminimalisir zat antigizi tersebut? Mari kita simak pada artikel berikut.
merupakan suatu golongan kacang yang memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan protein nabati. Tanaman kedelai (Glicine max L) termasuk dalam tanaman komoditas pangan nasional prioritas ketiga setelah padi dan jagung. Kacang kedelai banyak diolah menjadi berbagai jenis makanan seperti tahu, tempe, kecap, tauco, miso, natto susu kedelai, dan lain sebagainya. Di Indonesia, konsumsi pangan akan kacang kedelai masih menunjukan proporsi yang tinggi dan terus meningkat. Namun, hal tersebut tidak sebanding dengan produksi kedelai lokal yang relatif sedikit. Hal ini disebabkan semakin meningkatnya jumlah penduduk sehingga lahan pertanian pun berkurang.1
Baca : Tempe Makanan Murah Kaya Gizi
Kegemaran masyarakat akan produk olahan kacang kedelai dipengaruhi oleh cita rasa kedelai yang sedap, produk mudah didapatkan, dan juga memiliki kandungan gizi tinggi. Kandungan gizi pada kedelai menjadi sumber komponen penting yang berguna untuk menjaga kesehatan tubuh manusia, seperti vitamin A, E, K, dan beberapa vitamin B serta mineral. Kedelai mengandung lemak sebesar 15% dari asam lemak jenuh dan sekitar 60% dari lemak tidak jenuh yang berisi asam linolenat dan linoleat. Fungsi dari asam linolenat dan linoelat adalah untuk membantu menyehatkan jantung dan mengurangi risiko terkena kanker.2
Selain itu, kedelai juga mengandung protein rata-rata mencapai 35%. Presentase tersebut tergolong tinggi dibandingkan dengan kacang-kacangan lain. Hal ini berdasarkan pada susunan asam amino pada kedelai lebih lengkap dan seimbang. Berikut merupakan komposisi/kandungan gizi dari kedelai setiap 100 gram.3
| No | Unsur gizi | Jumlah |
| 1 | Energi (kkal) | 442 |
| 2 | Air (g) | 7,5 |
| 3 | Protein (g) | 349 |
| 4 | Lemak (g) | 38,1 |
| 5 | Karbohidrat (g) | 34,8 |
| 6 | Mineral (g) | 4,7 |
| 7 | Kalsium (mg) | 227 |
| 8 | Fosfor (mg) | 585 |
| 9 | Zat besi (mg) | 8 |
| 10 | Vitamin A (mg) | 33 |
| 11 | Vitamin B (mg) | 1,07 |
Lebih Lanjut : Benarkah Kulit Bayi Bisa Putih Jika Ibu Rajin Minum Susu Kedelai?
Hampir seluruh kacang-kacangan termasuk kedelai juga memiliki zat antigizi yang mempunyai pengaruh merugikan dengan mencegah aksi positif dari zat gizi. Zat antigizi yang dimaksud seperti trypsin inhibitor, asam fitat, dan tannin. Trypsin inhibitor menyebabkan penurunan ketersediaan protein pada sistem pencernaan, asam fitat berkaitan dengan mineral penting dan protein membentuk senyawa kompleks. Akibat yang ditimbulkan adalah menurunnya daya serap mineral. Sementara tanin, dapat membentuk senyawa kompleks dengan protein dan karbohidrat yang mengakibatkan rasa pahit dan kelat (sepat). Untuk mengurangi pengaruh zat antigizi pada kedelai, dapat dikutangi atau bahkan dihilangkan melalui proses pengolahan. Seperti dengan cara fermentasi, perkecambahan, perendaman dan pemasakan(pemanggangan, perebusan, pengukusan).4
Malam sudah larut, tapi pekerjaan belum selesai. Waktu tidur pun terpotong. Besoknya, selain mata terasa…
Jam makan berikutnya masih lama, tapi perut mulai minta diisi. Di momen seperti ini, camilan…
Pernah merasa makanan di piring sudah habis, tetapi beberapa menit kemudian baru sadar ternyata memang…
Bagi sebagian orang, kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas pagi. Ada yang baru merasa siap…
Pernah melihat sayuran beku, susu pasteurisasi, atau ikan kaleng lalu berpikir, “Ini kan makanan olahan,…
Selesai olahraga, keringat bercucuran, lalu langsung mencari minuman elektrolit. Rasanya seperti pilihan yang paling tepat…