Pandemi Covid-19 yang terus meningkat mengakibatkan krisis kesehatan dunia, virus corona dapat menyerang berbagai golongan usia, mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, oranng dewasa bahkan yang sangat rentan golongan lanjut pralansia dan lansia. Kondisi akibat virus corona ini juga telah mengubah kehidupan banyak keluarga di seluruh dunia. Selain itu, juga menyebabkan berbagai hal termasuk keadaan ekonomi keluarga, banyak orang tua yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan yang bisa mengakibatkan kurangnya asupan makanan sehat untuk keluarga pada masa pandemi ini. Bagaimana supaya makanan sehat dan keluarga terlindung dari pandemi covid-19? Mari kita simak pada artikel ini.
Asupan makan sebagai salah satu indikator gaya hidup, memiliki pengaruh terhadap sistem imum seseorang. Pola makan sehat, yaitu tinggi serat dan rendah lemak, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia. Makanan yang sehat dan kaya gizi, protein, dan asupan gizi seimbang sangat perlu diterapkan tengah pandemic Covid-19, sekaligus untuk mendukung pemerintah mengurangi penyebaran covid-19.
Pada orang tua yang melakukan pekerjaan dari rumah pasti sangat sulit untuk mewujudkan anak-anaknya mengonsumsi makanan sehat, dapat dimengerti jika orang tua cenderung mengandalkan makanan siap saji atau makanan olahan sebagai pilihan cepat dan terjangkau atau hanya masak seadanya saja. Akan tetapi, masih ada pilihan makanan sehat yang tidak kalah praktis dan murah untuk disajikan.
Lebih Lanjut : Panduan Gizi Seimbang pada Masa Pandemi Covid-19
Unicef memberikan tips untuk orang tua supaya anak-anak mendapatkan makanan bervariasi dan bergizi untuk tumbuh kembang optimal dan membangun kebiasaan makan makanan sehat, antara lain :
Pada pandemi ini sangat sulit untuk berbelanja ke pasar atau pun ke supermarket karena banyaknya resiko penularan virus corona, maka dari itu tidak selalu mudah untuk orang tua membeli, menyimpan, dan memasak sayuran segar setiap hari nya. Namun, pada masa sekarang teknologi sudah canggih, sudah bisa membeli sayuran dan buah-buahan segar via online, maka dari itu tidak ada cara yang sulit untuk memastikan anak mengonsumsi banyak buah dan sayur.
Baca Artikel : Tips Agar Anak Mau Makan Sayur dan Buah
Tidak hanya dimakan segar, buah dan sayur juga bisa dibekukan tanpa mengurangi kandungan gizi dan rasanya. Gunakan bahan segar untuk memasak sup, tumis-tumisan, atau sajian lain dalam porsi besar. Sisihkan sebagian untuk dimakan selama beberapa hari ke depan. Makanan juga dapat dibekukan kemudia dihangatkan kembali dengan cepat.1
Pangan segar sangat bagus untuk digunakan sebagai makanan olahan, tetapi saat pangan segar sulit didapat, terdapat bahan pangan yang beku atau disimpang di kaleng yang mudah disimpan dan disiapkan, seperti1
Anak-anak umumnya mengonsumsi camilan satu atau dua kali sehari agar tetap bertenaga. Orang tua bisa mengganti pilihan camilan anak-anak yang manis atau dan asin, seperti permen dan keripik, dengan makanan yang lebih sehat: berbagai kacang, keju, yoghurt (idealnya tanpa tambahan gula) jajan pasar seperti ketimus, nagasari, arem-arem, atau buah potong atau kering, telur rebus, atau dan opsi kudapan sehat lain yang tersedia. Pilihan-pilihan ini lebih bergizi, lebih mengenyangkan, dan membantu membangun kebiasaan makan sehat sejak kecil.
Mengonsumsi bahan segar memang tidak selalu bisa dilakukan, tetapi cobalah batasi konsumsi pangan olahan. Makanan siap saji, camilan kemasan, dan makanan manis biasanya tinggi lemak jenuh, gula, dan garam. Saat belanja, pastikan membaca label nilai gizi terlebih dahulu dan usahakan untuk memilih produk yang lebih sehat. Selain itu, usahakan untuk minum air putih dan hindari minuman berpemanis. Jika ingin memberikan rasa pada minuman, campurkan buah atau sayur seperti lemon, jeruk nipis, irisan timun atau buah lainnya.1
Baca : Efek Konsumsi Sugar Sweetened Beverages Amankah?
Memasak dan makan bersama adalah cara yang sangat baik untuk membangun rutinitas keluarga yang sehat, menghangatkan hubungan keluarga, dan bersenang-senang bersama. Setiap kali ada kesempatan, minta anak untuk membantu memasak dan menyiapkan makanan. Anak yang lebih kecil dapat membantu mencuci atau memilah bahan makanan, sementara anak yang lebih tua diberikan tugas yang lebih sulit dan diminta menata meja. Sebisa mungkin, cobalah untuk makan bersama pada jam-jam tertentu. Rutinitas yang terstruktur dan terjadwal bisa membantu mengatasi rasa gelisah pada anak di tengah situasi tidak menentu seperti sekarang.1
Kebersihan juga harus dijaga selalu saat memasak makanan sehat untuk keluarga sehingga menjadi lebih sehat serta higenis. Dalam keadaan apa pun, kebersihan sangat penting saat menyiapkan makanan untuk mencegah penularan penyakit melalui makanan. World Health Orgainization (WHO) membagikan cara untuk menjaga keamanan pangan, antara lain:2
Editor : Ayu Rahadiyanti
Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan akhirnya beralih dari roti tawar putih ke roti…
Banyak orang mengira semua yogurt itu sehat. Sayangnya, tidak selalu begitu. Banyak produk yogurt di…
Selama ini, menghitung kebutuhan energi harian hampir selalu melibatkan satu langkah yang dianggap wajib, yaitu…
Berapa sebenarnya kebutuhan energi tubuh kita setiap hari? Bagi sebagian besar ahli gizi, pertanyaan ini…
Infused water sering kali dianggap sebagai minuman yang bisa membantu metabolisme dan bikin tubuh terasa…
Tren “cut sugar” atau mengurangi gula semakin populer di media sosial. Banyak orang merasa lebih…
View Comments
Terimakasih penulis informasinya sangat berguna banget.. Apalagi masih dimasa transisi pandemi ini tentunya menjaga asupan makanan sangat penting. Jangan lupa kunjungi juga website ini yaa https://virareskyramadhani.blogspot.com/