Sebagai makanan terlengkap dan terbaik bagi bayi banyak kandungan zat gizi yang terkandung pada ASI. Salah satunya yaitu oligosakarida. Apa manfaat oligosakarida pada ASI? Mari kita simak pada artikel berikut.
merupakan makanan terbaik untuk bayi yang tidak dapat tergantikan oleh sumber zat gizi manapun demi kelangsungan kehidupan bayi.1-3 ASI merupakan cairan yang sangat kompleks yang dapat memberikan zat gizi dan melindungi bayi dari berbagai penyakit. ASI mengandung banyak protein kompleks, lemak dan karbohidrat dan memiliki komposisi yang berubah-ubah sebagai respon oleh banyak faktor, menyesuaikan kebutuhan bayi sesuai dengan usia dan karakteristik lainnya. Oleh karena itu World Health Organization dan United Nations Children’s Fund merekomendasikan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan setelah lahir dan melanjutkannya sampai usia 2 tahun.4-6
Baca Artikel : ASI Makanan Terlengkap dan Terbaik Bagi Bayi
Karbohidrat merupakan mikronutrien utama dalam ASI dan memegang fungsi untuk gizi, kematangan dan perkembangan fisiologis, menjaga komposisi mikrobiota saluran pencernaan. Laktosa merupakan karbohidrat utama dan paling banyak dalam ASI yang memiliki peran penting dalam mempertahankan tekanan osmotik ASI. Pada umumnya, orang dewasa memakan karbohidrat dalam bentuk glukosa, sedangkan bayi saluran pencernaannya masih belum berkembang, memakan karbohidrat dalam bentuk laktosa. Hampir semua bayi dapat mencerna laktosa dengan bantuan lactase-phlorizin hydrolase (LPH) atau yang dikenal dengan enzim laktase.1 Enzim laktase terdapat pada permukaan sel enterosit usus halus, dengan demikian kekurangan enzim ini dapat menyebabkan beberapa gejala seperti intoleransi atau malabsorpsi laktosa.
Pada ASI juga terdapat sedikit jumlah monosakarida seperti glukosa dan galaktosa, serta oligosakarida yang merupakan komponen bioaktif pada ASI. Oligosakarida pada ASI atau Human Milk Oligosaccharide (HMO) adalah karbohidrat terbanyak setelah laktosa pada ASI yang merupakan 20% total karbohidrat. Konsentrasi oligosakarida pada ASI matur adalah 12-14g/L dan kolostrum >20g/L, kandungan Oligosakarida pada ASI lebih berlimpah daripada kandungan protein yaitu sekitar 10g/L atau 1,5g/100 kcal.1-3 Oligosakarida diketahui memiliki peran penting sebagai prebiotik pada perkembangan mikrobiota saluran pencernaan pada fase awal setelah lahir. Pada penelitian sebelumnya, oligosakarida diketahui menurunkan durasi dari kejadian diare dan memiliki efek positif pada pertumbuhan bifidobacteria. Segera setelah lahir, usus dalam keadaan steril, namun untuk mencegah beberapa infeksi setelah kelahiran usus bayi harus beradaptasi pada beberapa keadaan. Ketika bayi mencerna secara langsung komponen bioaktif pada ASI, ini mempengaruhi sistem imunitas, adanya kolonisasi usus sebagai faktor penting antimikroba usus.5,6
Oligosakarida memiliki fungsi penting sebagai sumber energi sel enterosit dan dikaitkan dengan produksi asam lemak rantai pendek yang menjadi kunci sebagai pemberi sinyal molekul untuk memelihara kesehatan usus. Asam lemak rantai pendek diketahui menghambat pertumbuhan mikrobiota usus yang berpotensi berbahaya dengan menurunkan pH salurana pencernaan.1 Dengan peran tidak langsung ini, oligosakarida pada ASI dilibatkan dalam beberapa sirkulasi sistemik untuk mengatur sistem imunitas secara langsung. Mikrobiota usus pada bayi yang lahir dengan cesarean section (c-section) berbeda dari bayi yang lahir secara normal. Jumlah bifidobacteria pada saluran pencernaan bayi yang lahir melalui proses c-section membutuhkan waktu 6 bulan untuk mencapai jumlah bifidobacteria pada bayi yang lahir secara normal.
Perbedaan komposisi mikrobiota pada bayi yang diberikan ASI dibanding susu formula menyebabkan kurangnya komposisi mikrobiota pada bayi yang diberi susu formula yang akan mempengaruhi sistem imunitas. Pada ASI terdiri dari 3 tipe HMO yaitu fucosylated HMOs (35-50%), sialylated HMOs (12-14%), dan nonfucosylated neutral HMOs (42-55%).5 Fucosylated HMOs terdiri dari 2’-fucosyllactose (2’-FL) sementara non-fucosylated neutral HMOs terdiri dari lacto-N-neotetraose (LNnT). Diketahui HMO terbanyak adalah 2’-FL yang merupakan 30% dari total HMOs. Kandungan HMO pada pada wanita berbeda-beda, oleh karena jumlah dan perbedaannya ditentukan oleh latar belakang genetik.5-6
Pada anak yang memiliki oligosakarida, mempunyai kadar IgA tinggi pada saluran pencernaan dibandingkan mereka yang tidak punya. Inilah mengapa di ASI memiliki kandungan yang sempurna yang tidak didapatkan pada susu formula. Pentingnya pemberian ASI pada 2 tahun pertama kehidupan mempengaruhi status imunitas anak di kemudian hari.
Lebih Lanjut : Pola Diet Ibu Mempengaruhi Kandungan Asam Lemak ASI
Editor : Ayu Rahadiyanti
Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…
Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…
Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…
Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…
Pernah merasa suasana hati mudah berubah, cemas, atau bahkan kehilangan semangat tanpa alasan yang jelas?…
Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan akhirnya beralih dari roti tawar putih ke roti…