Bagi pecinta kopi yang memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi, ada baiknya mulai memperhatikan asupan kopi harian. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi mungkin kurang disarankan bagi penderita hipertensi. Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!

Apa Itu Hipertensi?

Hipertensi adalah kondisi meningkatnya tekanan darah yang sering kali tidak menimbulkan gejala. Menurut World Health Organization (WHO), hipertensi terjadi ketika tekanan di pembuluh darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi.2 Kondisi ini umum terjadi, tetapi bisa menjadi serius jika tidak ditangani dengan baik.

Orang dengan tekanan darah tinggi sering kali tidak menyadari kondisinya, sehingga satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan rutin memeriksakan tekanan darah.2

Tekanan darah yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti kerusakan pada ginjal (gagal ginjal), jantung (penyakit jantung koroner), dan otak (menyebabkan stroke), terutama jika tidak dideteksi sejak dini dan tidak mendapatkan pengobatan yang memadai.1

Faktor Risiko Hipertensi

Sumber: Freepik

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertensi, antara lain:1,2

  1. Genetik
    Faktor keturunan memengaruhi risiko hipertensi. Individu dengan orang tua yang menderita hipertensi memiliki risiko dua kali lebih besar dibanding orang yang tidak memiliki riwayat keluarga hipertensi. Kondisi ini terjadi karena tubuh cenderung menahan lebih banyak garam dan memiliki keseimbangan mineral yang kurang baik.
  2. Obesitas
    Menurut National Institutes for Health USA (NIH, 1998), prevalensi hipertensi pada orang dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) >30 (obesitas) adalah 38% pada pria dan 32% pada wanita. Sementara, pada orang dengan IMT <25, prevalensi hipertensi hanya 18% pada pria dan 17% pada wanita. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan darah karena memengaruhi kerja hormon insulin, membuat jantung bekerja lebih keras, dan mengganggu fungsi ginjal.
  3. Jenis Kelamin
    Prevalensi hipertensi pada pria dan wanita relatif sama. Namun, kadar kolesterol baik (HDL) yang tinggi pada wanita sebelum menopause bisa membantu melindungi pembuluh darah dari penyumbatan. Perlindungan ini mulai berkurang saat wanita berusia 45–55 tahun karena kadar hormon estrogen menurun.
  4. Stres
    Saat stres, kadar hormon adrenalin dalam tubuh meningkat. Akibatnya, jantung berdetak lebih cepat, pembuluh darah menyempit, dan tekanan darah pun naik. Jika stres terjadi terus-menerus, tekanan darah bisa tetap tinggi dan berisiko menyebabkan hipertensi.
  5. Kurang Olahraga
    Aktivitas fisik yang rendah meningkatkan risiko obesitas dan tekanan darah tinggi. Orang yang tidak aktif juga cenderung memiliki detak jantung lebih cepat, sehingga jantung harus bekerja lebih keras pada setiap kontraksi.
  6. Pola Asupan Garam
    Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Hal ini menyebabkan volume darah meningkat dan akhirnya tekanan darah ikut naik.
  7. Kebiasaan Merokok
    Perokok berat berisiko lebih tinggi mengalami tekanan darah sangat tinggi dan penyempitan pembuluh darah di ginjal akibat penumpukan lemak di dinding arteri.

Baca Juga: Tips Mengontrol Hipertensi dengan Pola Hidup Sehat

Kopi dan Tekanan Darah

Sumber: Freepik

Kopi adalah minuman populer yang sudah dikonsumsi sejak zaman nenek moyang. Kandungan polifenol dan kalium dalam kopi bisa membantu menurunkan tekanan darah, sedangkan kafein justru dapat meningkatkannya.1 Kafein bekerja dengan memicu pelepasan hormon adrenalin yang membuat jantung berdetak lebih cepat, sehingga tekanan darah naik. Efek ini bisa muncul 5–30 menit setelah minum kopi dan bertahan hingga 12 jam.4

Hubungan antara konsumsi kopi dan hipertensi sebenarnya cukup kompleks. Minum kopi dalam jumlah sedang (sekitar 1–3 cangkir per hari) cenderung aman dan bahkan bisa menurunkan risiko hipertensi, terutama pada orang dewasa muda. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, kopi bisa meningkatkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah.5,6 Selain itu, setiap orang bisa bereaksi berbeda terhadap kafein. Dalam jumlah kecil, kopi bisa membantu menurunkan tekanan darah, tapi jika terlalu banyak justru sebaliknya.7 Konsumsi kafein moderat bahkan dapat menurunkan risiko kematian akibat semua penyebab pada pasien hipertensi, terutama bila faktor risiko lain terkendali.

Oleh karena itu, bagi penderita hipertensi, sebaiknya batasi konsumsi kopi agar tekanan darah tetap stabil. Jangan lupa juga menjaga pola makan, berat badan, aktivitas fisik, dan mengelola stres untuk mencegah komplikasi akibat tekanan darah tinggi.

Baca Juga: Kopi menurunkan Resiko kematian kanker kolorektal

Referensi

  1. Kurniawaty, A. (2016). Pengaruh kopi terhadap hipertensi. Evi Kurniawaty | Pengaruh Kopi terhadap Hipertensi Majority, 5(2), 6.
  2. World Health Organization. (2025, September 25). Hypertension. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
  3. Nuraini, B. (2015). Risk factors of hypertension. J Majority, 4(5), 10–19.
  4. Bistara, D. N., & Kartini, Y. (2018). Hubungan kebiasaan mengkonsumsi kopi dengan tekanan darah pada dewasa muda. JkesVo, 23. https://doi.org/10.22146/jkesvo.34079
  5. Hua, L., Chen, W., Zeng, Z., Ding, N., Luo, J., & Li, K. (2025, August 11). A cross-sectional analysis of coffee intake and hypertension prevalence: Results from the NHANES 2005–2020. Frontiers in Nutrition, 12. https://doi.org/10.3389/fnut.2025.1615528
  6. Haghighatdoost, F., Hajihashemi, P., de Sousa Romeiro, A. M., Mohammadifard, N., Sarrafzadegan, N., de Oliveira, C., & Silveira, E. A. (2023). Coffee consumption and risk of hypertension in adults: Systematic review and meta-analysis. Nutrients, 15(13), 3060. https://doi.org/10.3390/nu15133060
  7. Yang, R., Fan, Y., & Jin, T. (2025). The correlation between caffeine intake and the risk of hypertension. Theoretical and Natural Science, 78, 85–94. https://doi.org/10.54254/2753-8818/2024.19963

Editor: Dewi Rizky Purnama, S.Gz

Jihan

Recent Posts

Lebaran Tanpa Khilaf: Tips Menikmati Hidangan agar Tidak Overeating

Hari Raya Idul Adha selalu membawa suasana yang khas. Selain menjadi momen ibadah dan berbagi…

3 days ago

Mengenal ‘Fibermaxxing’: Tren Baru yang Membuat Asupan Serat Kembali Jadi Perhatian

Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…

2 weeks ago

GLP-1: “Terapi Penurun BB” yang Sedang Mendunia, Benarkah Aman dan Efektif?

Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…

3 weeks ago

Tanpa Sadar, Lingkunganmu Menentukan “Isi Piringmu”

Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…

4 weeks ago

Benarkah Teh Hijau Bisa Menurunkan Berat Badan?

Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…

1 month ago

Kalsium dan Mood: Kenapa Asupan Mineral Ini Penting untuk Kesehatan Jiwa?

Pernah merasa suasana hati mudah berubah, cemas, atau bahkan kehilangan semangat tanpa alasan yang jelas?…

1 month ago