Berbagai jenis plastik sangat lekat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun yang kita tahu bahwa plastik itu tidak baik tapi tidak semua jenis plastik itu tidak baik loh! Mau tahu jenis plastik apa saja yang baik?
Yuk kita simak artikel di bawah ini =)
Salah satu bahan yang sering digunakan karena memiliki keunggulan seperti ringan, kuat, mudah dibentuk, anti karat, tahan terhadap bahan kimia dan biaya proses yang lebih murah. Tetapi plastik juga memiliki daya guna yang terbatas karena kekuatannya yang rendah, tidak tahan panas, atau mudah rusak pada suhu yang rendah. Plastik memiliki keanekaragaman jenis yang memberikan banyak pilihan dalam penggunaan dan cara pembuatannya. Jenis-jenis plastik dibagi menjadi tujuh macam, yaitu Polyethylene Terephthalate (PET), High Density Polyethylene (HDPE), Polyvinyl Chloride (PVC), Low Density Polyethylene (LDPE), Polypropylene (PP), Polystyrene (PS), Other atau yang biasanya disebut dengan Polycarbonate (PC) serta plastik multilayer.1
Berikut jenis – jenis plastik berdasarkan kode : 1
Plastik PET, PETE (Polyethylene terephthalate), dengan keterangan bersifat jernih dan transparan, kuat, tahan pelarut, kedap gas dan air, melunak pada suhu 80°C, Biasanya digunakan untuk botol minuman, minyak goreng, kecap, sambal, obat, Tidak untuk air hangat apalagi panas. , dan Untuk jenis ini, disarankan hanya untuk satu kali penggunaan dan tidak untuk mewadahi pangan dengan suhu >60°C.
Jenis plastik High Density Polyethylene (HDPE), dengan keterangan bersifat keras hingga semifleksibel, terhadap bahan kimia dan kelembaban, dapat ditembus gas, permukaan berlilin, buram, mudah diwarnai, diproses dan dibentuk, melunak pada suhu 75°C, Biasanya digunakan untuk botol susu cair, jus, minuman, wadah es krim, kantong belanja, obat, tutup plastik, Disarankan hanya untuk satu kali penggunaan karena jika digunakan berulang kali dikhawatirkan bahan penyusunnya lebih mudah bermigrasi ke dalam pangan.
Polyvinyl chloride (PVC), Plastik ini sulit didaur ulang, Bersifat lebih tahan terhadap senyawa kimia, Biasanya digunakan untuk botol kecap, botol sambal, baki, plastic pembungkus, Plastik jenis ini sebaiknya tidak untuk mewadahi pangan yang mengandung lemak/minyak, alkohol dan dalam kondisi panas.
Low Density Polyethylene (LDPE), dengan keterangan Bahan mudah diproses, kuat, fleksibel, kedap air, tidak jernih tetapi tembus cahaya, melunak pada suhu 70°C. Biasanya digunakan untuk botol madu, wadah yogurt, kantong kresek, plastik tipis. Plastik ini sebaiknya tidak digunakan kontak langsung dengan pangan.
Polypropylene (PP), Ciri-ciri plastik jenis ini biasanya transparan tetapi tidak jernih atau berawan, keras tetapi fleksibel, kuat, permukaan berlilin, tahan terhadap bahan kimia, panas dan minyak, melunak pada suhu 140°C, Merupakan pilihan bahan plastik yang baik untuk kemasan pangan, tempat obat, botol susu, sedotan.
Polystyrene (PS), dengan keterangan Terdapat dua macam PS, yaitu yang kaku dan lunak/berbentuk foam, PS yang kaku biasanya jernih seperti kaca, kaku, getas, mudah terpengaruh lemak dan pelarut (seperti alkohol), mudah dibentuk, melunak pada suhu 95°C. Contoh : wadah plastik bening berbentuk kotak untuk wadah makanan. PS yang lunak berbentuk seperti busa, biasanya berwarna putih, lunak, getas, mudah terpengaruh lemak dan pelarut lain (seperti alkohol). Bahan ini dapat melepaskan styrene jika kontak dengan pangan. Contohnya yang sudah sangat terkenal Styrofoam. Biasanya digunakan sebagai wadah makanan atau minuman sekali pakai, wadah CD, karton wadah telur, dll, Kemasan styrofoam sebaiknya tidak digunakan dalam microwave. Styrofoam yang rusak/berubah bentuk sebaiknya tidak digunakan untuk mewadahi makanan berlemak/berminyak terutama dalam keadaan panas.
Others/ lainnya digunakan untuk jenis plastik selain pada nomor 1- 6, termasuk Polycarbonat, bio-based plastic, copolyester, acrylic, polyamide, dan campuran plastik ), dengan keterangan , Bersifat keras, jernih dan secara termal sangat stabil. Bahan Polycarbonat dapat melepaskan Bisphenol-A (BPA) ke dalam pangan, yang dapat merusak sistem hormon. Biasanya digunakan untuk galon air minum, botol susu, peralatan makan bayi. Untuk mensterilkan botol susu, sebaiknya direndam saja dalam air mendidih dan tidak direbus. Botol yang sudah retak sebaiknya tidak digunakan lagi. Pilih galon air minum yang jernih, dan hindari yang berwarna tua atau hijau.2
Dari jenis plastik di atas kita bisa mengetahui dan membedakan plastik yang baik digunakan dan plastik yang tidak baik digunakan seperti dalam penggunaan plastik ,khususnya plastik dengan kode 1, 3, 6,dan 7 (khususnya polycarbonate). Karena seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi sehingga tidak direkomendasi untuk digunakan. Bukan berarti bahwa plastik dengan kode yang lain secara utuh aman, namun perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus menggunakan plastik, akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (kecuali polycarbonate) bila memungkinkan atau kode 7 yang terbuat dari SAN dan ABS.3 Sebelum kita memilih jenis plastik yang terdapat kode di kemasan lebih baik kita mengecek terlebih dahulu untuk mengetahui fungsinya dan baik tidaknya bila kita ingin memakainya.
Baca Artikel : Teh Celup Berbahayakah untuk Kesehatan?
Editor : Ayu Rahadiyanti
Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…
Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…
Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…
Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…
Pernah merasa suasana hati mudah berubah, cemas, atau bahkan kehilangan semangat tanpa alasan yang jelas?…
Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan akhirnya beralih dari roti tawar putih ke roti…