Sumber: Freepik
Banyak orang merasa lebih “aman” ketika minum multivitamin setiap hari. Rasanya seperti ada penyelamat, bahwa kalau pola makan kurang bagus pun, setidaknya ada vitamin tambahan.
Tapi, apakah benar tubuh kita memang membutuhkan suplemen setiap hari? Atau sebenarnya pola makan yang seimbang sudah lebih dari cukup?
Multivitamin adalah suplemen yang menggabungkan berbagai vitamin dan mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan zat gizi harian seseorang, terutama ketika asupan dari makanan kurang memadai. Suplemen ini biasanya mengandung vitamin A, C, D, E, B kompleks, serta mineral seperti zat besi, zinc, selenium, atau magnesium.1
Beberapa produk tersedia dalam bentuk gummy, yang lebih mudah dikonsumsi bagi sebagian orang. Selain gummy, multivitamin juga hadir dalam berbagai bentuk lain seperti tablet, kapsul/softgel, sirup cair, dan serbuk (powder).
Multivitamin ini sebenarnya bersifat melengkapi, bukan menggantikan peran asupan zat gizi dari makanan. Dengan kata lain, multivitamin hanya membantu menutupi kekurangan kecil dalam pola makan, bukan menjadi solusi utama untuk kesehatan.
Vitamin di dalam suplemen juga tidak membawa serat, fitokimia, antioksidan alami, dan struktur makanan utuh lainnya yang justru memberi manfaat besar bagi tubuh. Jadi, kalau pola makan tetap buruk, minum multivitamin setiap hari tidak otomatis membuat tubuh lebih sehat.
Belum tentu. Sebagian besar orang sehat sebenarnya sudah bisa memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral hanya dari pola makan yang beragam, terutama jika rutin mengonsumsi buah, sayur, protein, dan biji-bijian. Pada kelompok ini, multivitamin umumnya tidak diperlukan.2
Namun, ada beberapa kelompok yang justru lebih membutuhkan multivitamin, misalnya:
Selain itu, penelitian populasi besar juga menunjukkan bahwa konsumsi multivitamin rutin tidak memberikan manfaat kesehatan tambahan yang berarti pada orang sehat, termasuk dalam hal penurunan risiko penyakit kronik atau angka kematian.3 Ini menunjukkan bahwa multivitamin tidak otomatis dibutuhkan oleh semua orang.
Ada, terutama jika dikonsumsi tanpa indikasi yang jelas atau tidak sesuai kebutuhan.
Multivitamin bukan sepenuhnya bebas risiko. Beberapa vitamin seperti A, D, E, dan K bersifat larut lemak sehingga dapat menumpuk di dalam tubuh. Jika dikonsumsi secara berlebihan, bisa menimbulkan efek samping seperti mual, pusing, hingga gangguan fungsi hati.
Studi juga menyoroti bahwa suplementasi tertentu dalam dosis tinggi, misalnya vitamin B12, berpotensi meningkatkan risiko kesehatan (seperti kanker) pada individu yang tidak membutuhkan.1
Hal yang paling sering terjadi justru “false sense of security”, yakni merasa pola makan sudah “aman” hanya karena minum suplemen, sehingga seseorang malah tidak memperbaiki kualitas makanan harian.
Risiko-risiko ini terutama relevan untuk:
Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa konsumsi multivitamin benar-benar sesuai kebutuhan, bukan sekadar kebiasaan tanpa tujuan.
Baca juga: Cara dan Waktu yang Tepat Konsumsi Suplemen Vitamin
Multivitamin bukan musuh, tapi juga bukan tiket instan untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Tubuh kita bekerja jauh lebih kompleks daripada sekadar menambah vitamin. Pada banyak orang, pola makan yang beragam dan seimbang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien harian. Oleh karena itu, multivitamin sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti makanan utuh.
Jika kamu merasa mudah lelah, sering melewatkan makan, atau mencurigai ada kekurangan zat gizi tertentu, langkah terbaik bukan langsung membeli multivitamin, melainkan mengevaluasi pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan. Suplemen mungkin bisa membantu, tetapi akan bekerja jauh lebih baik kalau pola makan dan gaya hidup sudah baik terlebih dahulu.
Pada akhirnya, keputusan untuk mengonsumsi multivitamin harus disesuaikan dengan kebutuhan pribadi, riwayat kesehatan, dan rekomendasi tenaga kesehatan. Dengan pendekatan yang bijak, multivitamin dapat menjadi alat bantu, bukan tumpuan utama untuk hidup sehat.
Baca juga: FAKTOR PENYEBAB DEFISIENSI VITAMIN D
Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…
Pernah merasa suasana hati mudah berubah, cemas, atau bahkan kehilangan semangat tanpa alasan yang jelas?…
Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan akhirnya beralih dari roti tawar putih ke roti…
Banyak orang mengira semua yogurt itu sehat. Sayangnya, tidak selalu begitu. Banyak produk yogurt di…
Selama ini, menghitung kebutuhan energi harian hampir selalu melibatkan satu langkah yang dianggap wajib, yaitu…
Berapa sebenarnya kebutuhan energi tubuh kita setiap hari? Bagi sebagian besar ahli gizi, pertanyaan ini…