L-Ornithine L-Aspartat merupakan salah satu imunonutrisi yang berasal dari protein. Mari kita simak lebih lanjut pada artikel berikut…

Definisi

L-ornithine L-aspartate (LOLA) merupakan garam stabil yang berasal dari dua asam L-asmino non esensial alami yaitu ornithine dan asam aspartat. LOLA dapat ditemukan dipasaran dengan dosis rendah sebagai suplemen makanan dan dosis tinggi (di atas 5 gram) sebagai obat.​1​ Terkadang dalam 1 sachet LOLA terkandung bahan tambahan lain seperti asam sitrat anhidrat, perisa lemon, perisa jeruk, natrium sakarin, natrium siklamat, pewarna oranye kuning S (E 110), poli [1-vinil-2-pirolidon] dan laevulosa. Bentuk LOLA tersebut adalah bubuk kristal tanpa warna dimana bubuk tersebut dapat larut dalam air dan etanol, biasanya juga ditambahkan pada formula enteral.​2​

Baca Artikel : Review Formula Enteral Komersial

Manfaat

LOLA dapat digunakan sebagai agen penurun kadar amonia darah pada penyakit ensefalopati yang berhubungan dengan sirosis hati. Sifat hepatoprotektif LOLA dapat ditinjau dari mekanisme penurunan amonia darah menggunakan LOLA yaitu dengan sintesis urea dan sintesis glutamin melalui enzim glutamin sintetase.​3​ LOLA merangsang siklus urea dan sintesis glutamin, yang merupakan mekanisme utama detoksifikasi amonia. L-ornithine L-aspartat mendorong pengeluaran amonia oleh hati dengan merangsang aktivitas siklus urea dan meningkatkan sintesis glutamin, terutama pada otot rangka. Di hati, ornithine merangsang aktivitas sintetase karbamoil fosfat sedangkan aspartat merangsang aktivitas arginase melalui donasi nitrogen. Amonia kemudian didetoksifikasi menjadi urea. L-ornithine L-aspartate juga meningkatkan aktivitas ornithine dan aspartate transaminases di jaringan perifer untuk meningkatkan produksi glutamat, yang sebagian besar terjadi di otot. Enzim glutamin sintetase kemudian mengubah glutamat menjadi glutamin.​4​

Studi menunjukkan penambahan LOLA dalam suplementasi Branched Chain Amino Acid (BCAA) dapat memperbaiki ensefalopati hepatik. Pemberian LOLA dapat meningkatkan status mental dan menurunkan kadar ammonia dalam serum dan cairan spinal. Setelah pemberian LOLA, normalisasi kadar amonia plasma terjadi bersamaan dengan penurunan kadar air otak, yang memperlambat timbulnya gejala neurologis. Selain efektif dalam menurunkan serum ammonia, LOLA juga memperbaiki kondisi klinis pada pasien ensefalopati hepatik.​5​ studi terbaru memberikan bukti yang menunjukkan bahwa LOLA juga memiliki sifat hepatoprotektif dan dapat membantu pencegahan sarcopenia pada pasien dengan sirosis.​2​

Lebih Lanjut : Manfaat BCAA

Sumber

Seperti yang disebutkan sebelumnya, LOLA adalah semacam obat, sehingga tidak muncul secara alami dalam makanan. Penyusun dari LOLA adalah L-Ornithine L-Aspartat, yang merupakan asam amino non esensial. Keduanya tidak ditemukan sumber alaminya dalam makanan, namun keduanya dapat disintesis di dalam tubuh, dengan mengonsumsi asam amino esensial. Oleh karena itu, L-Ornithine dan L-Asparate akan didapatkan melalui konsumsi makanan tinggi protein yang mengandung asam amino esensial.​2​ Secara umum, protein terdapat pada sumber makanan hewani dan nabati. Sumber protein yang komplet berasal dari bahan pangan hewani dan sedikit bahan pangan nabati, contohnya kacang kedelai. Protein hewani contohnya daging sapi, ayam, telur, ikan, hasil perikanan, susu dan olahannya. Sumber protein nabati contohnya Kacang hijau, kacang kedelai, kacang merah, kacang mete, kacang tanah, kacang koro, tempe dan tahu.

Referensi

  1. 1.
    Sikorska H, Cianciara J, Wiercińska-Drapało A. [Physiological functions of L-ornithine and L-aspartate in the body and the efficacy of administration of L-ornithine-L-aspartate in conditions of relative deficiency]. Pol Merkur Lekarski. 2010;28(168):490-495. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20642112
  2. 2.
    Kircheis G, Lüth S. Pharmacokinetic and Pharmacodynamic Properties of L-Ornithine L-Aspartate (LOLA) in Hepatic Encephalopathy. Drugs. 2019;79(Suppl 1):23-29. doi:10.1007/s40265-018-1023-2
  3. 3.
    Canbay A, Sowa J. L-Ornithine L-Aspartate (LOLA) as a Novel Approach for Therapy of Non-alcoholic Fatty Liver Disease. Drugs. 2019;79(Suppl 1):39-44. doi:10.1007/s40265-018-1020-5
  4. 4.
    Goh E, Stokes C, Sidhu S, Vilstrup H, Gluud L, Morgan M. L-ornithine L-aspartate for prevention and treatment of hepatic encephalopathy in people with cirrhosis. Cochrane Database Syst Rev. 2018;5:CD012410. doi:10.1002/14651858.CD012410.pub2
  5. 5.
    Varshney P, Saini P. Role of Branched Chain Amino Acids supplementation on quality of life in liver cirrhosis patients. . Research J Pharm and Tech. 2020;13(7):3516-3519.
Ayu Rahadiyanti

Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer

Recent Posts

Lebaran Tanpa Khilaf: Tips Menikmati Hidangan agar Tidak Overeating

Hari Raya Idul Adha selalu membawa suasana yang khas. Selain menjadi momen ibadah dan berbagi…

2 days ago

Mengenal ‘Fibermaxxing’: Tren Baru yang Membuat Asupan Serat Kembali Jadi Perhatian

Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…

2 weeks ago

GLP-1: “Terapi Penurun BB” yang Sedang Mendunia, Benarkah Aman dan Efektif?

Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…

3 weeks ago

Tanpa Sadar, Lingkunganmu Menentukan “Isi Piringmu”

Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…

4 weeks ago

Benarkah Teh Hijau Bisa Menurunkan Berat Badan?

Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…

1 month ago

Kalsium dan Mood: Kenapa Asupan Mineral Ini Penting untuk Kesehatan Jiwa?

Pernah merasa suasana hati mudah berubah, cemas, atau bahkan kehilangan semangat tanpa alasan yang jelas?…

1 month ago