Kesehatan dan Gizi lainnya

Diet untuk PCOS (PolyCystic Ovary Syndrome)

Oleh : Lini Anisfatus Sholihah, S.Gz., M.Sc.

Apa itu diet Polycystic Ovary Syndrom (PCOS) ? Apakah penurunan berat badan dapat menurunkan risiko PCOS ? Mari kita simak pada artikel berikut =)

Polycystic Ovary Syndrom (PCOS)

Polycystic Ovary Syndrom atau yang lebih dikenal dengan PCOS adalah sebuah kelainan pada sistem endokrin dan seringkali ditandai dengan gejala klinis seperti menstruasi tidak teratur baik oligomenorrhea (menstruasi lebih dari sekali dalam sebulan) atau amenorrhea (tidak menstruasi), hiperandrogenisme, dan infertilitas. Kondisi berjerawat yang sangat parah juga dapat dijadikan sebagai biomarker terjadinya PCOS. Faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang terkena PCOS ini antara lain penyakit diabetes (baik Diabetes Melitus tipe 1 maupun Diabetes Melitus tipe 2). Kondisi gestational diabetes pun dapat menjadi faktor risiko kejadian PCOS. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa kegemukan dapat meningkatkan risiko terkenanya PCOS​1​.

Untuk dapat menghalau dampak negatif PCOS, perlu dilakukan adanya penanganan yang tepat. Penurunan berat badan misalnya telah terbukti dapat menurunkan dampak negatif PCOS karena dapat melancarkan siklus hormon androgen dalam tubuh. Beberapa studi menunjukkan adanya perbaikan pada tingkat kesuburan (ovulasi dan kehamilan) setelah penurunan berat badan sebesar 5-10%.

Baca Artikel : Cara Menurunkan Berat Badan Secara Alami Menurut Ahli Gizi

Selain diet penurunan berat badan, diet rendah karbohidrat juga terbukti dapat memperbaiki dampak PCOS. Pemilihan makanan yang tepat untuk penderita PCOS yaitu dengan meningkatkan asupan lemak baik (Mono Unsaturated Fatty Acid / MUFA dan Poly Unsaturated Fatty Acid / PUFA) yang biasanya terkandung di dalam kacang-kacangan serta buah-buahan yang kaya akan antioksidan untuk meningkatkan fertilitas pasien PCOS. Tentunya pengaturan makan ini juga akan lebih baik jika diimbangi dengan aktivitas fisik agar berat badan lebih terkontrol​2​.

Referensi

  1. 1.
    Sirmans, Susan M, Kristen A P. Epidemiology, diagnosis, and management of polycystic ovary syndrom. Clin Epidemiol. 2014;6:1-3.
  2. 2.
    Douglas CC, Gower BA, Darnell BE, Ovalle F, Oster RA, Azziz R. Role of diet in the treatment of polycystic ovary syndrome. Fertility and sterility. 2006;85(3):679-688.

Putri Darely

Recent Posts

Makan Malam Terlalu Larut: Masalahnya Bukan Cuma Jumlah Kalori

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Setelah seharian bekerja, menghadapi perjalanan pulang, atau menyelesaikan berbagai…

3 days ago

Kebiasaan Makan Kita Dibentuk Isi Kulkas, Bukan Cuma Niat

Niatnya hanya lewat di dapur sebentar, tapi tiba-tiba ambil camilan dari meja makan? Atau membuka…

1 week ago

Sekotak Bekal, Banyak Manfaat: dari Hemat hingga Gizi Seimbang

Bawa bekal adalah salah satu tips menghemat uang makan, baik saat sekolah, kuliah, bekerja, maupun…

2 weeks ago

Merasa Sudah Makan Sedikit, tapi Berat Badan Tak Kunjung Turun?

Siapa nih, yang merasa sudah mengurangi makan, tapi berat badan tetap tidak turun? Porsi nasi…

2 weeks ago

Whey Protein untuk Anak Gym: Wajib atau Cuma Pelengkap?

Pernah atau sering lihat orang selesai latihan langsung minum whey protein? Atau mungkin pernah dengar…

3 weeks ago

Mengenal Food Matrix: Alasan Bentuk dan Proses Makanan Ikut Berpengaruh

Banyak yang berpikir bahwa “Kalori makanan sama, berarti efeknya juga sama”. Misalnya, 100 kalori dari…

4 weeks ago