Sumber: magnific
Segelas air dengan perasan lemon sering menjadi salah satu minuman yang dipilih di pagi hari. Selain terasa segar, air lemon juga kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat, mulai dari membantu pencernaan hingga “membersihkan” atau mendetoks tubuh.
Bahkan, ada anggapan bahwa meminumnya saat bangun tidur dapat membantu tubuh membuang racun yang menumpuk.
Namun, apakah air lemon memang bekerja seperti minuman “detoks”? Atau sebenarnya manfaat yang kita dapatkan berasal dari hal yang lebih sederhana?
Dalam berbagai tren kesehatan, istilah detoks sering digunakan untuk menggambarkan proses “membersihkan tubuh dari racun”. Masalahnya, istilah “racun” tersebut sering kali tidak dijelaskan secara spesifik. Misalnya terkait zat apa yang ingin dikeluarkan, bagaimana prosesnya, dan bagaimana keberhasilannya diukur.
Tubuh memang sudah memiliki sistem detoksifikasi alami untuk mengolah dan membuang zat yang tidak dibutuhkan atau berpotensi berbahaya, baik yang berasal dari lingkungan, makanan, obat-obatan, maupun sumber lainnya. Proses ini melibatkan beberapa organ, terutama hati dan ginjal, serta dibantu oleh kulit dan paru-paru untuk membantu mengeluarkan zat sisa dari tubuh.1
Dengan kata lain, detoksifikasi bukanlah proses yang baru dimulai ketika kita mengonsumsi minuman tertentu. Tubuh sudah menjalankan mekanisme tersebut secara alami setiap hari.
Sampai saat ini, belum ada bukti kuat bahwa air lemon memiliki kemampuan khusus untuk “membersihkan” tubuh atau mempercepat pembuangan racun seperti yang sering digambarkan dalam konsep minuman detoks.
Bukti ilmiah mengenai berbagai program atau produk yang diklaim dapat “mendetoks” tubuh juga masih terbatas. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menyebutkan bahwa penelitian pada manusia terkait hal tersebut masih sedikit, dan sebagian memiliki keterbatasan seperti jumlah peserta yang kecil serta desain penelitian yang kurang baik.2
Air lemon pada dasarnya adalah air yang ditambahkan dengan perasan atau potongan lemon. Jika kebiasaan ini membuat seseorang lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan, tentu ada manfaat dari sisi hidrasi, yang juga penting untuk mendukung fungsi normal tubuh.
Namun, manfaat dari mencukupi kebutuhan cairan tentu berbeda dengan membuktikan bahwa lemon memiliki kemampuan khusus untuk mengeluarkan racun dari tubuh.
Tidak terbukti sebagai minuman “detoks” bukan berarti lemon tidak memiliki kandungan yang bermanfaat. Hasil studi lain menemukan bahwa Citrus limon merupakan sumber berbagai senyawa bioaktif dan vitamin, termasuk polifenol, flavonoid, limonoid, karotenoid, serta vitamin C. Senyawa-senyawa tersebut juga dikaitkan dengan aktivitas antioksidan, yaitu kemampuan dalam membantu melawan radikal bebas.3
Baca juga: Konsumsi Infused Water Bikin Metabolisme Lebih Lancar! Ini 5 Manfaatnya
Namun, manfaat tersebut tetap perlu dibedakan dari klaim bahwa air lemon dapat secara khusus “membersihkan” atau mendetoks tubuh. Hal ini karena kandungan antioksidan yang dimiliki tidak otomatis berarti suatu minuman terbukti mempercepat pembuangan racun dari tubuh.
Selain itu, ada pula manfaat lain yang mulai diteliti. Sebuah randomized crossover trial menemukan bahwa konsumsi air lemon selama satu minggu berkaitan dengan peningkatan kadar sitrat dalam urine. Sitrat ini sendiri dianggap memiliki potensi menghambat proses pembentukan beberapa jenis batu ginjal.4
Artinya, lemon memang punya karakteristik menarik untuk kesehatan, tetapi manfaat tersebut berbeda dari klaim detoks.
Nah, ini juga sering menjadi bagian dari anjurannya, yaitu air lemon harus diminum saat bangun tidur, bahkan sebelum makan apa pun.
Padahal, tidak ada bukti valid yang menunjukkan bahwa pagi hari memberikan efek “detoks” khusus dibandingkan waktu lainnya.
Kalau minum air lemon pada pagi hari membantu kita memulai hari dengan mencukupi cairan, tentu tidak masalah. Namun, manfaat tersebut tidak berarti lemon menjadi kurang bermanfaat jika diminum pada siang atau sore hari.
Dengan kata lain, waktu minumnya lebih berkaitan dengan kebiasaan dan kenyamanan masing-masing daripada kebutuhan tubuh untuk melakukan detoks pada jam tertentu.
Air lemon tetap bisa menjadi pilihan minuman yang menyegarkan. Kita mendapat cairan dari air serta sejumlah vitamin dan senyawa alami dari lemon.
Namun, manfaat tersebut tidak sama dengan “mendetoks” tubuh.
Tubuh sudah memiliki sistem yang terus bekerja untuk mengolah dan membuang berbagai zat sisa, terutama melalui hati dan ginjal. Belum ada bukti yang kuat bahwa minum air lemon pada pagi hari dapat mempercepat proses tersebut atau secara khusus “membersihkan” tubuh dari racun.
Jadi, kalau suka minum air lemon di pagi hari, silakan dilanjutkan! Minumlah karena rasanya yang menyegarkan, bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan, dan memberikan sejumlah zat gizi dari lemon, bukan karena merasa tubuh harus “dibersihkan” setiap pagi.
Pada akhirnya, air lemon bisa menjadi bagian dari kebiasaan minum sehari-hari, tetapi tidak perlu dianggap sebagai langkah khusus yang wajib dilakukan agar tubuh dapat melakukan proses detoksifikasi.
Baca juga: Mitos atau Fakta, Jeruk Lemon Dapat Menurunkan Berat Badan?
Pernah mendengar anggapan bahwa makan kangkung bisa membuat kita mengantuk? Bahkan, tidak sedikit orang yang…
Kismis, kurma, mangga kering, atau nanas kering mungkin sesekali dipilih sebagian orang sebagai camilan yang…
Makan malam dengan gorengan, makanan bersantan, atau menu tinggi lemak memang bisa terasa lebih mengenyangkan.…
Pernah melihat angka “total gula” padamakanan lalu langsung menganggap seluruhnya adalah gula yang…
Punya nasi sisa semalam di kulkas lalu dipanaskan kembali keesokan harinya? Selama ini, nasi seperti…
Selesai makan, apa yang biasanya banyak orang lakukan? Kembali duduk bekerja, rebahan, atau langsung lanjut…