Sumber: magnific
Saat cuaca mulai dingin atau hujan turun seharian, keinginan untuk mencari makanan hangat biasanya ikut muncul. Semangkuk mi, gorengan, sup hangat, atau minuman hangat rasanya jadi lebih menggoda dibandingkan saat udara sedang panas.
Bahkan, sebagian orang merasa lebih cepat lapar atau lebih sering ingin ngemil ketika cuaca dingin.
Tapi, apakah suhu yang lebih rendah memang benar-benar dapat meningkatkan nafsu makan? Atau sebenarnya ini hanya sugesti bahwa kita lebih tertarik pada makanan tertentu ketika udara terasa dingin?
Ternyata, jawabannya tidak sesederhana “dingin bikin lapar”.
Pada dasarnya, tubuh selalu berusaha menjaga suhu inti tetap stabil. Saat berada di lingkungan yang dingin, tubuh dapat menggunakan lebih banyak energi untuk mempertahankan suhu tersebut, sehingga pengeluaran energi juga ikut meningkat.
Pada manusia, peningkatan pengeluaran energi akibat paparan dingin memang ditemukan secara konsisten, meskipun besarannya cenderung relatif kecil. Jadi, meskipun tubuh dapat menggunakan lebih banyak energi saat berada di lingkungan dingin, peningkatannya tidak selalu besar.1
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2022 menemukan bahwa paparan dingin akut dapat meningkatkan pengeluaran energi serta aktivitas jaringan lemak cokelat (brown adipose tissue atau BAT) dibandingkan kondisi suhu ruang. Lemak cokelat adalah jenis jaringan lemak yang membantu tubuh menghasilkan panas dengan menggunakan energi, terutama saat tubuh terpapar suhu dingin.2
Secara teori, peningkatan kebutuhan energi tersebut terdengar seperti alasan yang masuk akal mengapa tubuh kemudian meminta lebih banyak makanan.
Namun, apakah rasa lapar memang selalu ikut meningkat?
Penelitian tentang hal ini menunjukkan hasil yang cukup beragam.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2021 yang mencakup 13 penelitian menemukan bahwa peserta cenderung mengonsumsi lebih banyak energi saat terpapar suhu dingin dibandingkan suhu netral.3
Temuan tersebut memang mendukung kemungkinan bahwa suhu dingin dapat mendorong seseorang makan lebih banyak.
Namun, temuan tersebut ternyata tidak selalu terlihat pada setiap penelitian. Sebuah studi tahun 2024 yang membandingkan paparan suhu 16°C, 24°C, dan 32°C selama 24 jam menemukan bahwa total asupan energi dan rasa lapar tidak berbeda secara signifikan antar kondisi.4
Menariknya, yang justru berubah adalah jenis makanan yang lebih diinginkan. Saat berada pada suhu 16°C, peserta menunjukkan keinginan lebih besar terhadap makanan hangat dan tinggi lemak. Meski begitu, total asupan energi mereka tidak meningkat secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa suhu dingin mungkin lebih memengaruhi pilihan makanan daripada jumlah energi yang dikonsumsi secara keseluruhan.4
Jadi, meskipun ada kecenderungan makan lebih banyak dalam kondisi dingin, efek tersebut tidak otomatis terjadi pada setiap orang.
Belum tentu.
Meskipun paparan dingin dapat meningkatkan pengeluaran energi, hal tersebut tidak berarti tubuh otomatis membutuhkan tambahan makanan dalam jumlah besar. Besarnya respons juga dapat berbeda tergantung kondisi paparan dingin.1
Kondisi seseorang yang bekerja berjam-jam di lingkungan sangat dingin tentunya berbeda dengan seseorang yang hanya mengalami udara lebih sejuk ketika musim hujan.
Oleh karena itu, merasa dingin bukan berarti kita perlu langsung menambah porsi makan, terlebih jika makanan yang dipilih tinggi energi dan dikonsumsi sebagai tambahan di luar kebutuhan sehari-hari.
Tidak ada yang salah dengan menikmati makanan hangat ketika udara sedang dingin. Justru makanan hangat dapat membuat tubuh terasa lebih nyaman.
Namun, sebelum terus mengambil camilan, coba perhatikan apakah yang muncul benar-benar rasa lapar atau hanya keinginan untuk menikmati sesuatu yang hangat.
Pilihan seperti sup dengan sayuran dan sumber protein, bubur oat, jagung atau ubi rebus, hingga minuman hangat tanpa terlalu banyak tambahan gula bisa menjadi pilihan yang tetap nyaman tanpa membuat asupan energi mudah berlebihan.
Jangan lupa juga untuk tetap minum. Saat cuaca dingin, rasa haus terkadang tidak terasa sekuat ketika cuaca panas, padahal kebutuhan cairan tetap ada.
Bisa, tetapi tidak selalu.
Tubuh memang dapat menggunakan lebih banyak energi ketika terpapar suhu dingin, dan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kondisi dingin dapat meningkatkan asupan energi. Namun, ada juga penelitian lain yang justru menemukan bahwa rasa lapar dan jumlah makanan yang dikonsumsi tidak berubah secara signifikan.
Hal yang mungkin berubah adalah seberapa menarik makanan tertentu bagi kita, terutama makanan yang hangat dan lebih tinggi lemak.
Jadi, saat cuaca dingin membuatmu ingin terus mencari makanan, penyebabnya mungkin bukan sekadar karena tubuh “kehabisan energi”. Bisa jadi, suhu lingkungan juga sedang membuat makanan hangat terasa jauh lebih menggoda.
Baca juga: Terus Kepikiran Makanan? Mungkin Kamu Sedang Mengalami ‘Food Noise’
Minum segelas susu sebelum tidur sering dianggap sebagai salah satu cara sederhana untuk membuat tubuh…
Punya sisa sayur bayam dari makan siang lalu ingin menghangatkannya kembali saat malam? Sebagian orang…
Pusing setelah makan makanan yang terasa sangat gurih sering kali langsung dikaitkan dengan MSG. Ada…
Segelas air dengan perasan lemon sering menjadi salah satu minuman yang dipilih di pagi hari.…
Pernah mendengar anggapan bahwa makan kangkung bisa membuat kita mengantuk? Bahkan, tidak sedikit orang yang…
Kismis, kurma, mangga kering, atau nanas kering mungkin sesekali dipilih sebagian orang sebagai camilan yang…