Perubahan iklim adalah tantangan global yang erat kaitannya dengan sistem pangan, dari produksi hingga konsumsi. Ahli gizi memiliki peran strategis dalam mendorong pola makan berkelanjutan yang ramah lingkungan, seperti diet berbasis nabati (vegetarian/vegan) dan pengurangan limbah makanan. Melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor, ahli gizi dapat menjadi agen perubahan untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Produksi pangan merupakan salah satu kontributor utama perubahan iklim. Dari penggunaan lahan yang berlebihan, emisi metana dari peternakan, hingga limbah makanan yang tidak terkelola dengan baik, sistem pangan memberikan dampak signifikan pada lingkungan. Sistem yang tidak berkelanjutan ini memperparah kerusakan ekosistem dan mempercepat laju perubahan iklim1.
Ahli gizi berada di posisi strategis dalam rantai pangan, mulai dari edukasi masyarakat hingga kebijakan pangan. Mereka memiliki pemahaman mendalam tentang kebutuhan gizi dan pola makan yang berkelanjutan. Peran ini menjadikan ahli gizi sebagai aktor kunci dalam mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat ke arah yang lebih ramah lingkungan. Terlebih perubahan iklim sangat berdampak kepada masyarakat yang rentan status gizinya seperti ibu hamil, anak-anak dan lansia.
Ahli gizi dapat mempromosikan pola makan berbasis nabati (plant-based) yang lebih rendah emisi karbon dibandingkan pola makan berbasis hewani.
Dengan memberikan edukasi tentang porsi makan yang sesuai dan pengelolaan makanan sisa, ahli gizi dapat membantu mengurangi limbah makanan yang berkontribusi pada gas metana. Menurut penelitian limbah pangan adalah kontributor yang sangat signifikan untuk perubahan iklim, dengan setidaknya 30-50% dari makanan terbuang setiap tahunnya dan menyumbangkan 8% emisi gas rumah kaca2.
Kerja sama antar berbagai lembaga yang berkaitan dengan pangan menjadi faktor utama dalam mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan, dengan memaksimalkan potensi dan sumber daya yang tersedia di tengah ancaman krisis pangan akibat dampak pandemi, perubahan iklim, serta dinamika geopolitik global3.
Ahli gizi memegang peran penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Dengan memanfaatkan keahlian mereka dalam nutrisi dan pola makan, ahli gizi dapat berkontribusi untuk menciptakan sistem pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan, sehingga membantu memperlambat laju perubahan iklim.
Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan akhirnya beralih dari roti tawar putih ke roti…
Banyak orang mengira semua yogurt itu sehat. Sayangnya, tidak selalu begitu. Banyak produk yogurt di…
Selama ini, menghitung kebutuhan energi harian hampir selalu melibatkan satu langkah yang dianggap wajib, yaitu…
Berapa sebenarnya kebutuhan energi tubuh kita setiap hari? Bagi sebagian besar ahli gizi, pertanyaan ini…
Infused water sering kali dianggap sebagai minuman yang bisa membantu metabolisme dan bikin tubuh terasa…
Tren “cut sugar” atau mengurangi gula semakin populer di media sosial. Banyak orang merasa lebih…