Kesehatan dan Gizi lainnya

Minum Yogurt Dapat Menurunkan Tekanan Darah?

Apakah benar konsumsi yogurt daopat menurunkan tekanan darah? Mari kita simak lebih lanjut pada artikel berikut.

Yogurt

Menurut Standar Nasional Indonesia, yoghurt merupakan produk yang diperoleh dari fermentasi susu atau susu rekonstitusi, dengan menggunakan bakteri  Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus dan atau bakteri asam laktat lain yang sesuai, dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahan pangan yang diizinkan.​1​ Kandungan pada yoghurt yang berperan yaitu probiotik. Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang jika penggunaanya diatur sesuai jumlah maka akan memberikan keuntungan bagi kesehatan.​2​

Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus thermophilus merupakan dua jenis bakteri probiotik yang digunakan dalam pembuatan yoghurt.​3​Bakteri tersebut dapat menguraikan gula susu (laktosa) menjadi asam laktat. Lactobacillus bulgaricus adalah bakteri asam laktat yang biasa digunakan sebagai starter kultur untuk susu fermentasi yang berpotensi sebagai anti kolesterol. Bakteri asam laktat lainnya yang digunakan untuk pembuatan yogurt yaitu Lactobacillus casei.

Bakteri Lactobacillus casei merupakan probiotik yang dapat diberikan per oral karena probiotik ini resisten terhadap asam lambung dan asam empedu, sehingga dapat mencapai saluran pencernaan bagian bawah dan dapat memberikan efek fisiologis bagi tubuh.​4​ Studi menunjukan bahwa pertumbuhan mikroba pada awal fermentasi bergantung pada konsentrasi glukosa inisial. Dibandingkan Lactobacillus bulgaricus, pertumbuhan Lactobacillus casei tidak menunjukan adanya hambatan pertumbuhan ketika diberi sukrosa inisial pada konsentrasi 100g/L. Pertumbuhan probiotik yang tidak terhambat akan meningkatkan produktivitas probiotik tersebut.​5​ Menurut studi, Lactobacillus helveticus memiliki aktivitas proteolitik terbaik untuk menghasilkan peptida bioaktif yang dapat menghambat enzim konversi angiotensin. Walaupun demikian, studi lain menemukan bahwa konsumsi Lactobacillus helveticus yang dikombinasi dengan Saccharomyces cerevisiae menyebabkan rasa begah pada manusia dengan dosis 7 x 1010 cfu. Tidak seperti probiotik-probiotik tersebut, Lactobacillus casei yang dikombinasi dengan Streptococcus thermophilus tidak menyebabkan efek samping pada dosis 1,7 x 1011 cfu.​6​

Baca Artikel : Yogurt dan Kefir Mana yang Lebih Baik?

Lactobacillus casei dan Tekanan Darah

Lactobacilllus casei merupakan probiotik yang sudah teruji berefek hipotensif pada manusia. Efek hipotensif ini diperoleh dari peptida bioaktif yang dihasilkan dari pemecahan β-casein selama proses fermentasi. Peptida bioaktif yang berefek antihipertensif paling efektif adalah tripeptida isoleusil-prolil-prolin (IPP) dan valil-prolil-prolin (VPP). Peptida bioaktif tersebut dapat menghambat enzim konversi angiotensin (EKA) sehingga peningkatan tekanan darah dapat dihambat.​7​ Dengan dihambatnya kerja EKA, jumlah angiotensin II yang dihasilkan akan menurun. Angiotensin II merupakan hormon vasopressin yang dapat mengecilkan diameter pembuluh darah. Mengecilnya diameter pembuluh darah dapat meningkatkan PPT yang dapat meningkatkan tekanan darah.​8​ Tidak hanya itu, EKA juga mengkonversi bradykinin menjadi bradykinin 1-7. Bradykinin merupakan hormon vasodilator yang dapat menurunkan PPT. Apabila hormon ini dikonversi menjadi bradykinin 1-7, maka hormon tersebut menjadi inaktif.

Suatu probiotik dapat menghasilkan efek fisiologis apabila berjumlah minimal 106 cfu/g. Sebuah studi menunjukan bahwa pemberian yogurt sebanyak 120 gram sehari sudah dapat menunjukan penurunan tekanan darah sistolik secara signifikan selama 2 minggu. Walaupun demikian, studi lain menyebutkan konsumsi 130 mL yogurt sehari diperlukan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Konsumsi Lactobacilllus casei pada umumnya tidak menimbulkan efek samping maupun toksisitas pada anak-anak maupun orang dewasa dengan saluran pencernaan yang sehat dan sistem imun yang baik. Walaupun demikian, direkomendasikan untuk konsumsi Lactobacilllus casei maksimal 8 x 1010 cfu/hari.​9​

Lebih lanjut : Tips Pencegahan Tekanan Darah Tinggi

Referensi

  1. 1.
    BSN B. Yogurt. Badan Standarisasi Nasional; 2009.
  2. 2.
    Harjiyanti P. Total Asam, Viskositas, dan Kesukaan pada Yoghurt Drink dengan Sari Buah Mangga. J Apl dan Teknol Pangan. 2013;2(2):104-107.
  3. 3.
    Irkin R, Eren U. Research about viable Lactobacillus bulgaricus and Streptococcuc thermophylus number & food science in the market yoghurt. World J Dairy & Food Sci. 2008;3(1):25-28.
  4. 4.
    Castillo Martinez FA, Balciunas EM, Salgado JM, Domínguez González JM, Converti A, Oliveira RP de S. Lactic acid properties, applications and production: A review. Trends in Food Science & Technology. Published online March 2013:70-83. doi:10.1016/j.tifs.2012.11.007
  5. 5.
    Nielsen MS, Martinussen T, Flambard B, Sørensen KI, Otte J. Peptide profiles and angiotensin-I-converting enzyme inhibitory activity of fermented milk products: Effect of bacterial strain, fermentation pH, and storage time. International Dairy Journal. Published online March 2009:155-165. doi:10.1016/j.idairyj.2008.10.003
  6. 6.
    Singh M, Mensah GA, Bakris G. Pathogenesis and Clinical Physiology of Hypertension. Cardiology Clinics. Published online November 2010:545-559. doi:10.1016/j.ccl.2010.07.001
  7. 7.
    Ayustaningwarno F. Ilmu Dan Teknologi Pangan . UPT UNDIP Press Semarang; 2013.
  8. 8.
    Rebholz CM, Friedman EE, Powers LJ, Arroyave WD, He J, Kelly TN. Dietary Protein Intake and Blood Pressure: A Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials. American Journal of Epidemiology. Published online October 1, 2012:S27-S43. doi:10.1093/aje/kws245
  9. 9.
    Iwaniak A, Minkiewicz P, Darewicz M. Food-Originating ACE Inhibitors, Including Antihypertensive Peptides, as Preventive Food Components in Blood Pressure Reduction. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety. Published online February 21, 2014:114-134. doi:10.1111/1541-4337.12051
Ayu Rahadiyanti

Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer

View Comments

Recent Posts

Beras Porang Lebih Cocok untuk Diet? Ini Perbandingannya dengan Beras Biasa

Beras porang semakin populer di kalangan masyarakat yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Banyak…

3 days ago

Lebaran Tanpa Khilaf: Tips Menikmati Hidangan agar Tidak Overeating

Hari Raya Idul Adha selalu membawa suasana yang khas. Selain menjadi momen ibadah dan berbagi…

1 week ago

Mengenal ‘Fibermaxxing’: Tren Baru yang Membuat Asupan Serat Kembali Jadi Perhatian

Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…

3 weeks ago

GLP-1: “Terapi Penurun BB” yang Sedang Mendunia, Benarkah Aman dan Efektif?

Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…

4 weeks ago

Tanpa Sadar, Lingkunganmu Menentukan “Isi Piringmu”

Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…

1 month ago

Benarkah Teh Hijau Bisa Menurunkan Berat Badan?

Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…

1 month ago