Sumber: Freepik
Pernah merasa berat badan naik padahal pola makan tidak banyak berubah? Banyak orang biasanya hanya menyalahkan “kebanyakan makan” atau “kurang olahraga”, padahal ada satu faktor yang sering terlewat, yaitu jam tidur. Bukan hanya durasinya yang penting, tapi kapan kita tidur dan bangun ternyata dapat mengubah cara tubuh menyimpan lemak.
Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh ketika jam tidur kita sering berubah-ubah? Berikut beberapa mekanisme yang menjelaskan bagaimana ritme tidur memengaruhi cara tubuh menyimpan lemak.
Tubuh manusia bekerja mengikuti jam biologis alami yang disebut ritme sirkadian. Ritme ini mengatur banyak hal, seperti metabolisme, produksi hormon, hingga kapan tubuh menyimpan energi.
Ketika jam tidur berubah-ubah atau terlalu larut, sinkronisasi antara jam internal tubuh dan proses metabolisme ikut terganggu. Kondisi ini dikenal sebagai circadian misalignment, yaitu ketika ritme biologis tidak lagi selaras dengan aktivitas harian, sehingga respons metabolik menjadi kurang efisien.
Pada titik ini, tubuh dapat mengalami kondisi seperti “jet lag” metabolik, yang membuatnya salah mengatur kapan harus membakar energi dan kapan harus menyimpannya.
Penelitian menunjukkan bahwa gangguan ritme sirkadian dapat meningkatkan risiko obesitas dan masalah metabolik.1 Bahkan, sebuah studi menemukan bahwa individu dengan perbedaan durasi tidur harian lebih dari 60 menit memiliki risiko obesitas dan peningkatan BMI yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang jam tidurnya lebih stabil.2
Ketika jam tidur terganggu, sensitivitas insulin menurun dan tubuh lebih mudah mengubah glukosa menjadi cadangan lemak, meskipun asupan kalori tidak meningkat secara signifikan.
Penelitian menunjukkan bahwa ketidakteraturan tidur berhubungan langsung dengan peningkatan lemak perut, dengan variabilitas tidur yang tinggi berkorelasi dengan lingkar pinggang yang lebih besar.3
Temuan lain juga mengaitkan pola tidur yang tidak stabil dengan komponen sindrom metabolik, sehingga menstabilkan jam tidur dapat membantu menurunkan risiko jangka panjangnya.4
Jam tidur yang bergeser dapat mengacaukan keseimbangan dua hormon penting, yakni ghrelin (pemicu lapar) dan leptin (pengatur kenyang). Ketika tidur tidak teratur, ghrelin cenderung meningkat sementara leptin menurun, sehingga nafsu makan bertambah dan keinginan akan makanan tinggi kalori lebih besar.5
Ketidaksesuaian antara waktu biologis dan aktivitas harian (termasuk jam tidur), juga ikut memperburuk ketidakseimbangan hormon ini. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik dan menggeser pola makan ke arah yang kurang sehat.3
Salah satu akibatnya adalah waktu makan ikut mundur. Sarapan terlewat, makan siang lebih besar, hingga muncul dorongan ngemil di malam hari. Padahal, meskipun tubuh tetap membutuhkan energi di malam hari, konsumsi kalori yang berlebihan pada waktu tersebut cenderung kurang optimal untuk keseimbangan energi, sehingga kalori lebih mudah disimpan sebagai lemak.
Baca Juga: Durasi dan Kualitas Tidur dengan Perilaku Makan
Banyak penelitian menunjukkan bahwa perbaikan kecil dan konsisten dalam rutinitas harian sudah cukup untuk meningkatkan kualitas tidur, tanpa harus mengejar kesempurnaan. Pendekatan ini lebih realistis dan terbukti membantu menstabilkan ritme biologis, kualitas tidur, dan gaya hidup secara keseluruhan.
Berikut beberapa penyesuaian sederhana berdasarkan bukti ilmiah:
Tujuannya bukan untuk mencapai tidur yang “sempurna”, tetapi meminimalkan geseran ritme biologis yang selama ini mengacaukan metabolisme.
Jam tidur yang berantakan tidak hanya membuat tubuh terasa lelah, tetapi juga mengubah cara tubuh menyimpan energi. Dari hormon lapar yang tidak stabil hingga metabolisme yang melambat, semuanya dapat berkontribusi pada penumpukan lemak, terutama di area perut.
Jadi, jika selama ini kamu sudah menjaga makan tetapi berat badan tak kunjung turun, mungkin jawabannya bukan di pola makan, tetapi di jam tidurmu.
Baca Juga: Apakah Tidur Dapat Mempengaruhi Obesitas pada Anak?
Salah satu mitos yang banyak beredar di masyarakat dan sering kita dengar adalah menghindari makan…
Belakangan ini, diet karnivor semakin ramai dibicarakan di media sosial. Banyak yang mengklaim bisa membuat…
Banyak orang merasa lebih “aman” ketika minum multivitamin setiap hari. Rasanya seperti ada penyelamat, bahwa…
Banyak anak sekarang cenderung memilih makanan yang rasanya lebih “nendang”, manis, gurih, atau sangat beraroma.…
Banyak orang merasa telah menerapkan “gaya hidup sehat” ketika minum jus buah setiap hari. Segelas…
Bayangkan saat membuka berita dan menemukan isu bahwa salah satu jenis makanan yang sering kita…