Banyak orang tua baru sering mendengar nasihat, “jangan terlalu sering gendong bayi, nanti jadi bau tangan!”. Kalimat ini membuat orang tua ragu, apakah benar menggendong bisa bikin bayi jadi manja? Padahal, pelukan dan gendongan justru punya peran besar dalam tumbuh kembang si kecil. Yuk, kita kupas mitos dan faktanya berdasarkan penelitian dan pandangan para ahli.
Istilah bau tangan sering digunakan untuk menggambarkan bayi yang kerap digendong hingga tampak selalu ingin berada dalam pelukan. Banyak orang meyakini kondisi ini membuat bayi rewel saat ditaruh, sulit tenang, bahkan dianggap manja. Pandangan ini sudah lama beredar di masyarakat, sehingga tidak jarang orang tua merasa dilema. Di satu sisi ingin menenangkan bayinya, di sisi lain takut anaknya jadi terlalu bergantung.
Namun, anggapan ini sebenarnya lebih dekat ke mitos daripada fakta. Bayi yang menangis saat tidak digendong bukan berarti manja, melainkan cara mereka berkomunikasi bahwa butuh kenyamanan dan kedekatan. Menurut teori psikososial Erikson, pada tahun pertama kehidupan bayi berada dalam tahap trust vs mistrust.
Di fase ini, bayi belajar menaruh kepercayaan pada dunia sekitarnya, dan itu hanya bisa tercapai jika ia merasa aman melalui dekapan, sentuhan, dan kehangatan orang tua. Jadi, tangisan bayi ketika ingin digendong adalah sinyal kebutuhan emosional yang wajar, bukan tanda kemanjaan.
Sejak dalam kandungan, bayi terbiasa mendengar detak jantung, suara, dan merasakan kehangatan tubuh ibu. Saat lahir, dunia terasa asing, luas, dingin, dan bising. Oleh karena itu, menggendong bisa menjadi cara alami untuk membantu bayi beradaptasi.
Menurut penelitian Hunziker & Barr (1986) dalam Increased Carrying Reduces Infant Crying, bayi yang digendong rata-rata tiga jam sehari menangis 43% lebih sedikit dibandingkan bayi yang jarang digendong. Temuan ini menunjukkan bahwa gendongan memberi rasa aman, bukan sekadar membuat bayi bergantung.1
Menurut teori psikososial Erikson (trust vs mistrust), tahun pertama kehidupan bayi adalah fase penting membangun rasa percaya. Bayi yang mendapatkan sentuhan fisik, seperti melalui pelukan, gendongan, atau menyusui, akan merasa lebih aman dan nyaman.2 Hal ini sejalan dengan penelitian yang dibahas dalam Buletin Jagaddhita, yang menyebut bahwa Istilah bau tangan sesungguhnya mencerminkan kebutuhan alami bayi untuk merasakan kenyamanan dan rasa aman dari sentuhan orang tua.3
Kebiasaan menggendong bayi bukan sekadar bentuk kasih sayang. Ada banyak manfaat yang terbukti secara ilmiah, di antaranya:
Dengan kata lain, menggendong bukan membuat anak manja, tetapi justru membantu pertumbuhan dan perkembangan optimal.
Baca Juga: Pentingnya Penanaman Gizi untuk Kognitif Anak
Tidak hanya bayi, orang tua juga merasakan banyak manfaat dari menggendong, seperti:
Esti Pramono, seorang babywearing consultant dari School of Babywearing UK, menegaskan bahwa bayi yang tenang dalam gendongan lebih mudah diajak berinteraksi, bahkan dapat belajar membuat pilihan kecil dalam keseharian. Hal ini mendukung tumbuh kembangnya secara emosional maupun sosial.
Penelitian lain juga menekankan bahwa kontak fisik ibu-bayi dapat menjadi terapi emosional bagi ibu baru. Pelukan yang hangat mampu mengurangi kecemasan, meningkatkan rasa syukur, serta memperkuat bonding dengan anak.3
Dengan menggendong bayi, bukan berarti memanjakan secara berlebihan. Sebaliknya, ini adalah cara alami untuk memberikan rasa aman, membangun ikatan emosional, dan membantu tumbuh kembang bayi.5
Bayi yang terbiasa digendong akan tumbuh dengan rasa percaya diri lebih baik, karena sejak awal kehidupannya ia sudah merasakan cinta dan perlindungan dari orang tuanya. Dengan begitu, orang tua tak perlu lagi takut anaknya menjadi manja hanya karena sering digendong.
Mitos tentang bayi jadi bau tangan karena sering digendong terbukti tidak benar. Fakta ilmiah menunjukkan bahwa menggendong memberikan banyak manfaat, baik untuk bayi maupun orang tua. Mulai dari mengurangi tangisan, mendukung perkembangan bayi, hingga menjaga kesehatan mental ibu. Jadi, jangan ragu untuk menggendong si kecil. Ingat, pelukan adalah tempat paling aman sekaligus rumah pertama bagi si kecil di dunia ini.
Mari tingkatkan self awareness sebagai orang tua. Setiap pelukan, dekapan, dan waktu bersama bayi adalah investasi berharga bagi masa depannya. Yuk, prioritaskan kedekatan emosional dan tumbuh kembang sehat dibanding percaya pada mitos yang belum terbukti.
Editor: Dewi Rizky Purnama, S.Gz
Pernah merasa berat badan naik padahal pola makan tidak banyak berubah? Banyak orang biasanya hanya…
Salah satu mitos yang banyak beredar di masyarakat dan sering kita dengar adalah menghindari makan…
Belakangan ini, diet karnivor semakin ramai dibicarakan di media sosial. Banyak yang mengklaim bisa membuat…
Banyak orang merasa lebih “aman” ketika minum multivitamin setiap hari. Rasanya seperti ada penyelamat, bahwa…
Banyak anak sekarang cenderung memilih makanan yang rasanya lebih “nendang”, manis, gurih, atau sangat beraroma.…
Banyak orang merasa telah menerapkan “gaya hidup sehat” ketika minum jus buah setiap hari. Segelas…