Cokelat banyak dikonsumsi saat cemas. Benar atau tidak ya kalau mengkonsumsi cokelat dapat menurunkan kecemasan ?? Yuk kita simak artikelnya =)
adalah salah satu fenomena psikologis yang paling umum ditemui di masyarakat. Biasanya timbul perasaan tidak tenang yang menimpa hampir setiap orang pada waktu tertentu dalam kehidupan seseorang dan berlangsung tidak lama. Dapat diekspresikan secara langsung melalui perubahan fisiologis, perilaku dan secara langsung melalui timbulnya gejala sebagai upaya untuk melawan kecemasan. Intensitas perilaku akan meningkat sejalan dengan peningkatan tingkat kecemasan. Parameter yang bisa digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan antara lain dengan menghitung skor kecemasan yang diukur dengan menggunakan skor Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), mengukur denyut nadi, dan mengukur tekanan darah.1
Kecemasan bukan saja bergantung pada variabel manusia saja tapi juga rangsang yang membangkitkan kecemasan. Dalam hal ini salah satu rangsang yang bisa membangkitkan kecemasan adalah situasi saat ujian. Timbulnya kecemasan yang paling besar terjadi saat mahasiswa menghadapi tes atau ujian. Selama bertahun-tahun mahasiswa memberikan reaksi cemas yang hebat terhadap tes ataupun ujian. Biasanya mereka menganggap ujian merupakan mimpi buruk yang sangat menakutkan, jika memikirkan ujian perut merasa sakit, mulai gelisah, menggigil, berkeringat dan sering ke kamar kecil sehingga ketika ujian dimulai merasa panik dan tidak bisa berkonsentrasi sehingga tidak bisa menyelesaikan ujian.1
merupakan produk hasil olahan kakao memiliki sifat yang spesial dari pangan lainnya, bukanlah karena rasa dan zat gizinya yang baik, tetapi lebih karena sifatnya yang tidak dimiliki oleh pangan lain yaitu bersifat padat di suhu ruang, rapuh saat dipatahkan dan meleleh sempurna pada suhu tubuh, cokelat bukan hanya terdiri dari lemak tetapi juga mengandung karbohidrat dan protein, serta mineral – mineral seperti: zat besi, fosfor, kalium, krom, magnesium, mangan, dan lain – lain. Cokelat juga mengandung teobromin dan kafein, merupakan senyawa – senyawa yang bekerja di pusat saraf yang dalam jumlah tertentu dapat mengangkat mood. Pasta cokelat mengandung alkaloid yaitu teobromin 1-2% dan kafein.2
Cokelat mengandung alkaloid, seperti theobromin dan feniletilamin yang secara psikologis memberikan efek pada tubuh. Cokelat juga mengandung asam amino triptofan yang berkaitan dengan kadar serotonin pada otak. Triptofan merupakan prekursor neurotransmiter serotonin yang mempengaruhi mood dan suasana hati.1
Baca Artikel : Kopi Menurunkan Resiko Kematian Kanker Kolorektal
Rerata skor HARS pada kelompok kontrol sebelum perlakuan adalah 13,3, naik menjadi menjadi 15,8 setelah perlakuan. Berbeda dengan skor HARS pada kelompok perlakuan yang mengalami penurunan dari rerata sebesar 14,8 pada saat sebelum perlakuan menjadi 5,9 setelah mengkonsumsi cokelat. Penilaian tingkat kecemasan yang kedua adalah dengan menggunakan parameter denyut nadi. Rerata denyut nadi pada kelompok kontrol sebelum perlakuan adalah 86,1 kali/menit, dan tetap hingga setelah perlakuan. Berbeda dengan denyut nadi pada kelompok perlakuan yang mengalami penurunan dari rerata sebesar 88,8 kali/menit pada saat sebelum perlakuan menjadi 77,9 kali/menit setelah mengkonsumsi cokelat.1
Snack coklat susu menghasilkan penurunan kecemasan pada subjek yang memiliki sifat kecemasan tinggi. Efek suasana hati tidak diubah dengan paparan berulang, dan besarnya perubahan serupa pada setiap hari tes, yang menggambarkan pengulangan efek makanan pada kesehatan postprandial.3 Kandungan flavonoid yang tinggi (katekin dan prosianidin) dalam beberapa produk berbasis kakao dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan kardiovaskular dengan menjaga tekanan darah rendah, meningkatkan fungsi endotel, dan dengan mengurangi penanda trombosis, oksidasi, dan peradangan. Selain itu, theobromine, alkaloid analog dengan kafein tetapi terutama ditemukan dalam kakao, diketahui dapat mengurangi tekanan darah, dan alkaloid kakao lainnya berpotensi mempengaruhi metabolisme otak dan saraf.4
Editor : Ayu Rahadiyanti
Beras porang semakin populer di kalangan masyarakat yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Banyak…
Hari Raya Idul Adha selalu membawa suasana yang khas. Selain menjadi momen ibadah dan berbagi…
Beberapa waktu terakhir, istilah fibermaxxing mulai ramai dibahas di media sosial dan komunitas kesehatan global.…
Belakangan ini, dunia kesehatan sedang ramai membicarakan terapi GLP-1. Di media sosial hingga klinik penurunan…
Pernah merasa sudah berniat makan sehat, tapi justru berakhir memesan makanan cepat saji? Kita sering…
Banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam rutinitas diet mereka dengan harapan bisa menurunkan berat…