Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk penanganan balita gizi buruk yaitu pemulihan gizi buruk melalui program Therapeutic Feeding Centre (TFC). Mari kita simak lebih lanjut pada artikel berikut.
Balita yang sehat dan cerdas adalah idaman bagi setiap orang. Namun apa yang terjadi jika balita menderita gizi buruk? Di samping dampak langsung terhadap kesakitan dan kematian, gizi buruk juga berdampak terjadinya gangguan pertumbuhan, perkembangan intelektual, dan produktivitas. Anak yang kekurangan gizi pada usia balita akan tumbuh pendek, dan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak yang berpengaruh pada rendahnya tingkat kecerdasan .
Masalah balita sangat kurus (severe wasting) atau lebih dikenal dengan gizi buruk merupakan masalah global, banyak negara terutama negara berkembang mempunyai prevalensi yang masih tinggi. Situasi di Indonesia tahun 2013 prevalensinya masih tinggi 5,3%, namun tahun 2018 cenderung menurun menjadi 3,5%. Walaupun demikian masalah balita sangat kurus dianggap serius ditangani karena target Sustainable Development Goal (SDGs) pada tahun 2030 tidak ada lagi masalah gizi termasuk masalah gizi buruk.
Gizi buruk menjadi perhatian karena dampaknya sangat berat yaitu berisiko kematian bila tidak segera ditangani, anak terhambat pertumbuhan fisik dan sel otak sehingga anak menjadi pendek, dan bodoh atau mengalami keterbelakangan. Karena imunitas anak menurun akibatnya sering menderita sakit.
Baca Artikel : Gizi Buruk dan Sistem Imun
Upaya penanggulangan yang dilakukan oleh pemerintah terus berlangsung untuk menekan angka gizi buruk di berbagai daerah. Caranya melalui Kemenkes menunjuk puskesmas sebagai pelayanan sentral untuk menangani gizi buruk baik di perkotaan atau di perdesaan. Melalui cara ini semua balita gizi buruk yang ditemukan di wilayah puskesmas dapat ditangani dan dirujuk bila diperlukan ke Rumah Sakit.
Selanjutnya, guna mengantisipasi makin parahnya kondisi yang mungkin terjadi akibat kejadian gizi buruk, maka telah dilakukannya upaya yang diharapkan mampu memberikan hasil yang signifikan dalam menurunkan / mengurangi masalah gizi yang masih ada ini yaitu melalui pengembangan program TFC (Therapeutic Feeding Centre) atau Panti Pemulihan Gizi.
TFC atau PPG adalah pusat pemulihan gizi buruk dengan perawatan serta pemberian makanan anak secara intensif dan adekuat sesuai usia dan kondisinya, dengan melibatkan peran serta orang tua (ibu) agar dapat mandiri ketika kembali ke rumah. TFC merupakan tempat pemberian makanan tambahan disertai dengan terapi diet dan medis pada anak yang menderita gizi buruk (sangat kurus) yang bertujuan menurunkan angka kematian balita. Perawatan di TFC dilakukan meliputi 3 aspek, yaitu aspek medis, gizi, dan keperawatan.
Tujuan TFC untuk meningkatkan penanganan gizi buruk, menurunkan angka kematian akibat gizi buruk, melaksanakan tata laksana gizi buruk, mendekatkan pelayanan pada masyarakat, memperbaiki dan meningkatkan status gizi.
Download : Buku Saku Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk pada Balita TERBARU
Editor : Ayu Rahadiyanti
Source: Portal Informasi Indonesia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan di…
Source: Freepik Bulan Ramadhan telah tiba, saatnya umat Muslim menjalankan ibadah puasa. Menahan lapar dan…
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) edisi 2024 telah dirilis dengan berbagai pembaruan signifikan untuk…
Editor: Annisa Alifaradila Rachmayanti Intermittent Fasting (IF) merupakan salah satu metode diet yang menggunakan interval…
Konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) semakin meningkat, mulai dari berbagai macam teh hingga kopi…
Sumber: Sakana on Unsplash Pernahkah kamu melihat postingan makanan mix “unik” dari anak kos pada…