{"id":893,"date":"2020-08-21T11:35:51","date_gmt":"2020-08-21T04:35:51","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=893"},"modified":"2020-08-21T11:35:57","modified_gmt":"2020-08-21T04:35:57","slug":"yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/","title":{"rendered":"Yoghurt dan Kefir Mana yang Lebih Baik?"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Minuman probiotik sekarang mulai digemari oleh semua kalangan dan berbagai usia, utamanya di masa pandemi. Yoghurt sudah lama dikenal oleh masyarakat namun sekarang kefir juga mulai digemari oleh generasi muda. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Beda Probiotik, Prebiotik, dan Simbiotik<\/h2>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\"><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Probiotik adalah mikroorganisme hidup<\/span><\/strong>, yang bila diberikan dalam jumlah cukup, memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Probiotik dapat ditemukan dalam produk makanan fermentasi (seperti sebagai yoghurt, kefir, tempe, dan lain &#8211; lain) atau sebagai suplemen gizi. Manfaat probiotik untuk  mencegah dan mengobati gangguan gastrointestinal dan sistemik telah berkembang pesat saat ini. Namun, rekomendasi probiotik,  harus memastikan berdasar studi penelitian bahwa spesies mikroba tertentu memberikan manfaat untuk kesehatan.<span id=\"c9e446e5-8ed4-4c1c-99b0-e4c3b709897e\" data-items=\"[&quot;125492918&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\"><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Prebiotik merupakan bahan makanan yang tidak dapat dicerna yang memiliki efek stimulasi spesifik pada populasi bakteri saluran pencernaan<\/span><\/strong>. Prebiotik harus memenuhi kriteria sebagai berikut: <span id=\"d031fc32-1e15-4e39-91e2-c0d00bdccf3f\" data-items=\"[&quot;2486202830&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\"><li>Tidak dihidrolisis atau diabsorbsi oleh sistem pencernaan bagian atas.<\/li><li>Prebiotik difermentasi pada usus besar hanya oleh bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan.<\/li><li>Mampu mengatur komposisi mikroflora pada usus besar menuju komposisi yang ideal bagi kesehatan, dengan cara meningkatkan jumlah bakteri yang menguntungkan dan mereduksi jumlah bakteri patogen.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\"><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Prebiotik<\/span><\/strong> sebagian besar adalah<strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"> serat makanan, seperti oligosakarida<\/span><\/strong>, namun tidak seluruh serat makanan merupakan prebiotik. Kelompok prebiotik antara lain: <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">prebiotik berjenis inulin seperti fruktooligosakarida (FOS) dan galaktooligosakarida (GOS)<\/span><\/strong>. Sumber makanan prebiotik yang baik yaitu sayur, buah,  biji-bijian,  kacang-kacangan, kedelai, dan bekatul. Terdapat bukti kuat terkait penggunaan prebiotik spesifik untuk mengurangi diare, stimulasi kekebalan, dan meningkatkanbioavailabilitas mineral.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\"><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Sinbiotik adalah kombinasi sinergis probiotik dan prebiotik dalam makanan atau suplemen<\/span><\/strong>. Berdasarkan beberapa penelitian kombinasi antara prebiotik dan probiotik (sinbiotik) studi <em>in vivo<\/em> menunjukkan bahwa konsentrasi total serum lipid, triasilgliserol dan total kolesterol yang berkurang secara signifikan pada tikus diberikan diet sinbiotik dibandingkan dengan diet probiotik atau prebiotik.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-karley-saagi-2064692-819x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-917\" width=\"685\" height=\"857\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-karley-saagi-2064692-819x1024.jpg 819w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-karley-saagi-2064692-240x300.jpg 240w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-karley-saagi-2064692-768x960.jpg 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-karley-saagi-2064692-1229x1536.jpg 1229w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-karley-saagi-2064692-1638x2048.jpg 1638w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-karley-saagi-2064692-scaled.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 685px) 100vw, 685px\" \/><figcaption><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/buah-granola-bar-kesenangan-lezat-2064692\/\">https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/buah-granola-bar-kesenangan-lezat-2064692\/<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Yoghurt<\/h2>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Yoghurt merupakan salah satu produk olahan susu yang difermentasi menggunakan probiotik golongan bakteri asam laktat (BAL)<\/span><\/strong>, dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahan tambahan pangan yang diizinkan.&nbsp;<strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><em>Lactobacillus bulgarius<\/em> dan <em>Streptococcus thermophilus<\/em> merupakan dua jenis bakteri probiotik yang digunakan dalam pembuatan yoghurt<\/span><\/strong>.<span id=\"d672a341-efce-4732-84eb-d3c6dc2e0f07\" data-items=\"[&quot;2184143332&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span> Bakteri tersebut dapat <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">menguraikan gula susu (laktosa) menjadi asam laktat<\/span><\/strong>. <em>Lactobacillus bulgaricus <\/em>adalah bakteri asam laktat yang biasa digunakan sebagai starter kultur untuk susu fermentasi yang berpotensi sebagai <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><span style=\"text-decoration: underline;\">ANTI KOLESTEROL<\/span><\/span><\/strong>. <em>Lactobacillus bulgaricus <\/em>mampu mengikat kolesterol yang terdapat pada aliran darah, kemudian dibawa ke usus halus untuk dibuang bersama feses.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain kemampuan dalam menurunkan kolesterol, probiotik dapat <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">menurunkan kadar trigliserida<\/span><\/strong>. Turunnya kadar trigliserida darah karena probiotik turut mempengaruhi proses sintesis asam lemak di dalam tubuh, probiotik secara efektif dapat menurunkan aktivitas asetil KoA karboksilase yaitu enzim yang berperan dalam laju sintesis asam lemak.<span id=\"0d9e0b0a-4f9f-4692-a208-d60cda4231c1\" data-items=\"[&quot;327775023&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b4\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Selain yoghurt probiotik, saat ini banyak dikembangkan yoghurt sinbiotik. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Yoghurt sinbiotik merupakan susu hasil fermentasi oleh mikroba probiotik ditambah prebiotik yang berfungsi sebagai media makanan dari probiotik tersebut<\/span><\/strong>.<span id=\"52e44858-d8f7-49e4-b120-0a2a4b395672\" data-items=\"[&quot;2015719124&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b5\u200b<\/sup><\/span> Terdapat efek sinergistik antara probiotik dan prebiotik, yang secara signifikan menurunkan kolesterol. Inulin sebagai sumber prebiotik yang difermentasi oleh koloni mikroflora dalam usus besar, menghasilkan asam lemak rantai pendek (<em>short chain fatty acid<\/em> \/ SCFA) yang dapat membatasi sintesis kolesterol dan menstimulasi pertumbuhan serta aktivitas bakteri asam laktat (BAL).<span id=\"a7c4627b-c7a9-4203-a69f-54b9ca278d22\" data-items=\"[&quot;2398301481&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b6\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Soyghurt<\/h2>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><em>Soyghurt<\/em> merupakan salah satu bentuk yoghurt yang terbuat dari susu kedelai yang diasamkan melalui proses fermentasi dengan menggunakan campuran bakteri pembentuk asam yaitu <em>Lactobacillus bulgaricus <\/em>dan <em>Streptococcus thermophillus<\/em><\/span><\/strong><em>.<\/em> Susu kedelai mengandung protein dengan nilai biologis yang setara dengan susu ataupun telur, tetapi tanpa kolesterol dan kandungan asam lemak jenuhnya rendah. Apabila dibandingkan dengan kasein susu kandungan kolesterol dan kandungan asam lemak jenuh dalam susu kedelai lebih rendah, serta memiliki kemampuan antioksidan yang lebih tinggi dalam mencegah oksidasi lemak. Selain itu,&nbsp; susu kedelai juga mengandung serat (<em>soluble and insoluble dietary fibers<\/em>) dan isoflavon yang bermanfaat bagi tubuh.<span id=\"ddb43eb2-a433-4468-addc-d06405a12b2d\" data-items=\"[&quot;998963521&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b7\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kefir<\/h2>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Minuman yang difermentasi oleh bakteri asam lakta seperti <em>Lactobacillus, Lactococcus,dan Leuconostoc,<\/em> khamir seperti : <em>Saccharomyces<\/em> dan <em>Candida<\/em>, dan bakteri asam asetat seperti <em>Aceterobacter<\/em>.<\/span><\/strong> Kefir mirip dengan yoghurt, namun dalam pembuatannya kefir diberi khamir. Kefir memiliki banyak keunggulan, antara lain <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">menyehatkan sistem pencernaan dan menghindari risiko terkena kanker tumor usus besar, menormalkan bakteri pada usus besar pasca pengobatan yang menggunakan antibiotik, dan membantu menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan seperti diabetes, hipertensi, dan tumor<\/span><\/strong>. Selain itu, karena asamnya yang terbentuk, dapat memperpanjang masa simpan dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembusuk. <\/p>\n\n\n\n<p>Produk kefir diproduksi dengan menggunakan starter yang sering disebut \u201cbiji kefir\u201d (<em>kefir grain<\/em>) yang mengandung antara lain <em>L. lactis, L. bulgaricus, Streptococcus lactis, S. cremoris<\/em> dan khamir\/ragi yang dapat memfermentasi laktosa seperti <em>Kluyveromyces sp., Torula sp. <\/em>dan <em>Saccharomyces cereviceae<\/em> dan <em>Sc. calsbergensis<\/em>. Bakteri berperan menghasilkan asam laktat dan komponen flavor, sedangkan ragi menghasilkan gas karbon dioksida dan sedikit alkohol. Itulah sebabnya <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">rasa kefir<\/span><\/strong> di samping asam juga sedikit ada <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">rasa alkohol dan soda<\/span><\/strong>, yang membuat rasa kefir lebih segar, dan kombinasi karbon dioksida &amp; alkohol menghasilkan buih yang menciptakan bunyi mendesis pada produk.<span id=\"56dfc634-0474-43d4-90e1-4c35ae35741c\" data-items=\"[&quot;2882789426&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b8\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Kefir biasanya dibuat dari susu sama seperti yoghurt. Namun, adanya kekhawatiran akan <em>lactose intolerant<\/em> dan semakin meningkatnya  vegetarian maka, memicu peningkatan ketersediaan kefir air. Bahan baku dari buah atau sayuran lebih disarankan sebagai medium pertumbuhan kefir air. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Kadar alkohol yang dihasilkan dari kefir air relatif lebih rendah dibandingkan dengan pembuatan kefir berbahan baku susu<\/span><\/strong>. Kenaikan kadar alkohol pada kefir selama masa fermentasi disebabkan khamir dalam <em>grain kefir<\/em> berkembang dan bermetabolisme sehingga menghasilkan alkohol.  Semakin lama fermentasi maka semakin banyak alkohol yang dihasilkan.<span id=\"63a0174a-25a5-4c12-b6de-94ff2df394ab\" data-items=\"[&quot;4012179908&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b9\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>Yoghurt dan kefir sama &#8211; sama memiliki efek baik bagi kesehatan. Kefir mengandung alkohol dalam batas aman jika difermentasi selama 24 &#8211; 48 jam. Namun terkadang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi gastrointestinal seperti kembung dan bergas jika dikonsumsi terlalu cepat.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-entryspacing=\"1\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"125492918\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">1. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Raymond J. <i>Krause\u2019s Food and The Nutrition Care Process<\/i>. 14th ed. (Mahan L, ed.). Elsevier; 2017.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2486202830\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">2. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Roberfroid MB. Inulin-Type Fructans: Functional Food Ingredients. <i>The Journal of Nutrition<\/i>. Published online November 1, 2007:2493S-2502S. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1093\/jn\/137.11.2493s\">10.1093\/jn\/137.11.2493s<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2184143332\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">3. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Irkin R, Eren  U. Research about viable Lactobacillus bulgaricus and Streptococcuc thermophylus number &amp; food science in the market yoghurt. <i>World J Dairy &amp; Food Sci<\/i>. 2008;3(1):25-28.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"327775023\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">4. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Santoso U, Tanaka K, Ohtani S. Effect of dried Bacillus subtilis culture on growth, body composition and hepatic lipogenic enzyme activity in female broiler chicks. <i>Br J Nutr<\/i>. Published online October 1995:523-529. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1079\/bjn19950155\">10.1079\/bjn19950155<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2015719124\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">5. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Alonso  J, Vaquez M, Dominguez H, Parajo  J. Xylooligosaccharides: Manufacture and Aplication. <i>Food Sci Technol<\/i>. 2001;11:387-393.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2398301481\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">6. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Davidson MH, Maki KC. Effects of Dietary Inulin on Serum Lipids. <i>The Journal of Nutrition<\/i>. Published online July 1, 1999:1474S-1477S. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1093\/jn\/129.7.1474s\">10.1093\/jn\/129.7.1474s<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"998963521\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">7. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Bo\u017eani\u0107  R, Lovkovic  L, Jelicic I. Optimising Fermentation of Soymilk with Probiotic Bacteria. <i>Chez J Food Sci<\/i>. 2011;1:51-56.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2882789426\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">8. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Laureys D, Aerts M, Vandamme P, De Vuyst L. Oxygen and diverse nutrients influence the water kefir fermentation process. <i>Food Microbiology<\/i>. Published online August 2018:351-361. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.fm.2018.02.007\">10.1016\/j.fm.2018.02.007<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"4012179908\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">9. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Lestari M, Bintoro V, Rizqiati H. Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Tingkat Keasaman, Viskositas, Kadar Alkohol, dan Mutu Hedonik Kefir Air Kelapa. <i>Jurnal Teknologi Pangan<\/i>. 2018;2(1):8-13.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-social-links is-layout-flex wp-block-social-links-is-layout-flex\"><li class=\"wp-social-link wp-social-link-wordpress  wp-block-social-link\"><a href=\"https:\/\/wordpress.org\" class=\"wp-block-social-link-anchor\"><svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.1\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path d=\"M12.158,12.786L9.46,20.625c0.806,0.237,1.657,0.366,2.54,0.366c1.047,0,2.051-0.181,2.986-0.51 c-0.024-0.038-0.046-0.079-0.065-0.124L12.158,12.786z M3.009,12c0,3.559,2.068,6.634,5.067,8.092L3.788,8.341 C3.289,9.459,3.009,10.696,3.009,12z M18.069,11.546c0-1.112-0.399-1.881-0.741-2.48c-0.456-0.741-0.883-1.368-0.883-2.109 c0-0.826,0.627-1.596,1.51-1.596c0.04,0,0.078,0.005,0.116,0.007C16.472,3.904,14.34,3.009,12,3.009 c-3.141,0-5.904,1.612-7.512,4.052c0.211,0.007,0.41,0.011,0.579,0.011c0.94,0,2.396-0.114,2.396-0.114 C7.947,6.93,8.004,7.642,7.52,7.699c0,0-0.487,0.057-1.029,0.085l3.274,9.739l1.968-5.901l-1.401-3.838 C9.848,7.756,9.389,7.699,9.389,7.699C8.904,7.67,8.961,6.93,9.446,6.958c0,0,1.484,0.114,2.368,0.114 c0.94,0,2.397-0.114,2.397-0.114c0.485-0.028,0.542,0.684,0.057,0.741c0,0-0.488,0.057-1.029,0.085l3.249,9.665l0.897-2.996 C17.841,13.284,18.069,12.316,18.069,11.546z M19.889,7.686c0.039,0.286,0.06,0.593,0.06,0.924c0,0.912-0.171,1.938-0.684,3.22 l-2.746,7.94c2.673-1.558,4.47-4.454,4.47-7.771C20.991,10.436,20.591,8.967,19.889,7.686z M12,22C6.486,22,2,17.514,2,12 C2,6.486,6.486,2,12,2c5.514,0,10,4.486,10,10C22,17.514,17.514,22,12,22z\"><\/path><\/svg><span class=\"wp-block-social-link-label screen-reader-text\">WordPress<\/span><\/a><\/li>\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Minuman probiotik sekarang mulai digemari oleh semua kalangan dan berbagai usia, utamanya di masa pandemi. Yoghurt sudah lama dikenal oleh<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":899,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[52],"tags":[88],"class_list":["post-893","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi-pangan","tag-yoghurt-kefir"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Yoghurt dan Kefir Mana yang Lebih Baik? - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Beda probiotik, prebiotik, dan simbiotik.Yoghurt dan kefir merupakan minuman probiotik yang baik untuk kesehatan. Apa bedanya dan manfaatnya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Yoghurt dan Kefir Mana yang Lebih Baik? - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Beda probiotik, prebiotik, dan simbiotik.Yoghurt dan kefir merupakan minuman probiotik yang baik untuk kesehatan. Apa bedanya dan manfaatnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-08-21T04:35:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-08-21T04:35:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-pixabay-414262-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1751\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\"},\"headline\":\"Yoghurt dan Kefir Mana yang Lebih Baik?\",\"datePublished\":\"2020-08-21T04:35:51+00:00\",\"dateModified\":\"2020-08-21T04:35:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/\"},\"wordCount\":1109,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-pixabay-414262-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"yoghurt kefir\"],\"articleSection\":[\"Teknologi Pangan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/\",\"name\":\"Yoghurt dan Kefir Mana yang Lebih Baik? - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-pixabay-414262-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2020-08-21T04:35:51+00:00\",\"dateModified\":\"2020-08-21T04:35:57+00:00\",\"description\":\"Beda probiotik, prebiotik, dan simbiotik.Yoghurt dan kefir merupakan minuman probiotik yang baik untuk kesehatan. Apa bedanya dan manfaatnya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-pixabay-414262-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-pixabay-414262-scaled.jpg\",\"width\":1751,\"height\":2560},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Yoghurt dan Kefir Mana yang Lebih Baik?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\",\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ayu Rahadiyanti\"},\"description\":\"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer\",\"sameAs\":[\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Yoghurt dan Kefir Mana yang Lebih Baik? - Blog AhliGiziID","description":"Beda probiotik, prebiotik, dan simbiotik.Yoghurt dan kefir merupakan minuman probiotik yang baik untuk kesehatan. Apa bedanya dan manfaatnya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Yoghurt dan Kefir Mana yang Lebih Baik? - Blog AhliGiziID","og_description":"Beda probiotik, prebiotik, dan simbiotik.Yoghurt dan kefir merupakan minuman probiotik yang baik untuk kesehatan. Apa bedanya dan manfaatnya","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2020-08-21T04:35:51+00:00","article_modified_time":"2020-08-21T04:35:57+00:00","og_image":[{"width":1751,"height":2560,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-pixabay-414262-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ayu Rahadiyanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Ayu Rahadiyanti","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/"},"author":{"name":"Ayu Rahadiyanti","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e"},"headline":"Yoghurt dan Kefir Mana yang Lebih Baik?","datePublished":"2020-08-21T04:35:51+00:00","dateModified":"2020-08-21T04:35:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/"},"wordCount":1109,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-pixabay-414262-scaled.jpg","keywords":["yoghurt kefir"],"articleSection":["Teknologi Pangan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/","name":"Yoghurt dan Kefir Mana yang Lebih Baik? - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-pixabay-414262-scaled.jpg","datePublished":"2020-08-21T04:35:51+00:00","dateModified":"2020-08-21T04:35:57+00:00","description":"Beda probiotik, prebiotik, dan simbiotik.Yoghurt dan kefir merupakan minuman probiotik yang baik untuk kesehatan. Apa bedanya dan manfaatnya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-pixabay-414262-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pexels-pixabay-414262-scaled.jpg","width":1751,"height":2560},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/21\/yoghurt-dan-kefir-mana-yang-lebih-baik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Yoghurt dan Kefir Mana yang Lebih Baik?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e","name":"Ayu Rahadiyanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ayu Rahadiyanti"},"description":"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=893"}],"version-history":[{"count":23,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":979,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/893\/revisions\/979"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/899"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}