{"id":7505,"date":"2026-11-08T22:48:57","date_gmt":"2026-11-08T15:48:57","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=7505"},"modified":"2026-11-08T22:51:27","modified_gmt":"2026-11-08T15:51:27","slug":"pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/","title":{"rendered":"Pisang Hijau dan Pisang Matang, Apakah Efeknya Sama Bagi Pencernaan?"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Pernah memperhatikan bagaimana pisang yang awalnya hijau, keras, dan kurang manis perlahan berubah menjadi kuning, lembut, dan terasa lebih manis?<\/p>\n\n\n\n<p>Sekilas, perubahan tersebut mungkin hanya terlihat dari <strong>warna, tekstur, dan rasanya<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal, <strong>proses pematangan juga bisa mengubah komposisi karbohidrat di dalam pisang<\/strong>, termasuk bagaimana sebagian karbohidrat tersebut dicerna oleh tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, apakah pisang hijau lebih baik untuk pencernaan dibandingkan pisang matang? Atau justru sebaliknya?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Sebenarnya Berubah Ketika Pisang Matang?<\/h2>\n\n\n\n<p>Salah satu perubahan terbesar selama proses pematangan pisang terjadi pada <strong>kandungan pati dan gulanya<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika masih hijau, pisang umumnya mengandung <strong>lebih banyak pati,<\/strong> yaitu salah satu bentuk<strong> karbohidrat komplek<\/strong>s. Seiring pematangan, sebagian <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">pati tersebut dipecah menjadi gula<\/mark>, sehingga pisang terasa semakin manis dan teksturnya menjadi lebih lembut.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dibuktikan melalui salah satu penelitian tahun 2021 yang menganalisis kandungan pati, gula, dan serat pisang pada berbagai tingkat kematangan. Peneliti menemukan bahwa <strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">kandungan pati cenderung menurun selama proses pematangan. Sementara kandungan gula meningkat dari pisang yang belum matang menuju matang<\/mark><\/strong>.<sup data-fn=\"72881007-baab-46da-817e-640fa3105ac0\" class=\"fn\"><a id=\"72881007-baab-46da-817e-640fa3105ac0-link\" href=\"#72881007-baab-46da-817e-640fa3105ac0\">1<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Menariknya, penelitian tersebut juga menemukan perubahan pada kandungan <strong>serat pisang<\/strong>. Dengan metode pengukuran yang turut memperhitungkan pati resisten, <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><strong>kandungan serat pada pisang hijau tercatat sekitar 18 gram per 100 gram, kemudian menurun menjadi sekitar 4\u20135 gram pada pisang matang<\/strong>.<\/mark><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/still-life-recipe-with-plantain-banana_11zon-1024x683.webp\" alt=\"manfaat konsumsi pisang matang bagi pencernaan\" class=\"wp-image-7513\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/still-life-recipe-with-plantain-banana_11zon-1024x683.webp 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/still-life-recipe-with-plantain-banana_11zon-300x200.webp 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/still-life-recipe-with-plantain-banana_11zon-768x512.webp 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/still-life-recipe-with-plantain-banana_11zon-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/still-life-recipe-with-plantain-banana_11zon-2048x1365.webp 2048w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/still-life-recipe-with-plantain-banana_11zon-640x427.webp 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: magnific<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Namun di sisi lain, penggunaan metode pengukuran yang lebih lama menunjukkan kandungan serat hanya sekitar 2 gram per 100 gram dan relatif tidak berubah selama pematangan. Perbedaan ini terjadi karena <strong>tidak semua metode pengukuran memperhitungkan pati resisten dengan cara yang sama<\/strong>.<sup><a href=\"#72881007-baab-46da-817e-640fa3105ac0\">1<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pisang Hijau Punya Pati yang Tidak Mudah Dicerna<\/h2>\n\n\n\n<p>Pisang hijau dikenal mengandung lebih banyak <strong><em>resistant starch<\/em> atau pati resisten<\/strong>, yaitu jenis pati yang sulit dicerna oleh enzim pencernaan di usus halus.<sup data-fn=\"d234d05c-2ada-4374-b085-ce53ffc9cfa1\" class=\"fn\"><a id=\"d234d05c-2ada-4374-b085-ce53ffc9cfa1-link\" href=\"#d234d05c-2ada-4374-b085-ce53ffc9cfa1\">2<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dari pati yang dapat dipecah menjadi glukosa dan diserap tubuh, sebagian besar pati resisten melewati usus halus dan mencapai usus besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sana, pati resisten dapat dimanfaatkan oleh mikrobiota usus melalui proses <strong>fermentasi<\/strong>. Proses ini menghasilkan asam lemak rantai pendek, seperti asetat, propionat, dan butirat, yang memiliki berbagai peran dalam kesehatan usus.<sup><a href=\"#d234d05c-2ada-4374-b085-ce53ffc9cfa1\">2<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah penelitian tahun 2024 menganalisis kandungan pati resisten pada tepung yang dibuat dari pisang dengan berbagai tingkat kematangan. Hasilnya, <strong>kandungan pati resisten menurun dari sekitar 34,6% pada pisang yang belum matang menjadi 8,8% pada pisang dengan tingkat kematangan lebih tinggi<\/strong>.<sup data-fn=\"57da7284-fefe-458f-8345-6037cea1a01c\" class=\"fn\"><a id=\"57da7284-fefe-458f-8345-6037cea1a01c-link\" href=\"#57da7284-fefe-458f-8345-6037cea1a01c\">3<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Temuan ini menunjukkan bahwa <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><strong>tingkat kematangan pisang dapat memengaruhi jumlah pati yang sulit dicerna oleh tubuh<\/strong>.<\/mark> Namun, kandungan pati resisten yang lebih tinggi tidak otomatis berarti manfaat pencernaannya pasti lebih besar pada setiap orang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Manfaat Pisang Hijau Sudah Terbukti pada Manusia?<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada penelitian yang memberikan gambaran cukup menarik.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sebuah uji klinis yang diterbitkan pada 2025, sebanyak <strong>48 orang dewasa sehat menyelesaikan intervensi selama enam minggu<\/strong>. Peserta dibagi ke dalam kelompok yang mengonsumsi tepung pisang hijau, inulin (jenis serat pangan), atau bahan pembanding sebanyak tiga kali seminggu.<sup data-fn=\"ad426bdc-e212-430c-be9e-465ae39b14c6\" class=\"fn\"><a id=\"ad426bdc-e212-430c-be9e-465ae39b14c6-link\" href=\"#ad426bdc-e212-430c-be9e-465ae39b14c6\">4<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya, konsumsi tepung pisang hijau menunjukkan <strong>perbaikan pada beberapa keluhan pencernaan, termasuk berkurangnya feses keras dan keluhan sembelit<\/strong>, meskipun responsnya berbeda antarkelompok peserta.<\/p>\n\n\n\n<p>Menariknya, respons mikrobiota usus juga tidak sama pada seluruh peserta. Peneliti menemukan bahwa <strong>perubahan komposisi mikrobiota setelah konsumsi tepung pisang hijau berkaitan dengan karakteristik mikrobiota yang sudah dimiliki peserta sebelum intervensi<\/strong>.<sup><a href=\"#ad426bdc-e212-430c-be9e-465ae39b14c6\">4<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Namun, perlu diperhatikan bahwa penelitian ini menggunakan <strong>tepung pisang hijau, <\/strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">bukan buah pisang yang dikonsumsi secara langsung<\/mark>. Jadi, temuan tersebut juga belum bisa langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pisang hijau lebih baik bagi pencernaan dibandingkan pisang matang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Lalu, Bagaimana dengan Pisang Matang?<\/h2>\n\n\n\n<p>Perubahan komposisi selama pematangan <strong>tidak otomatis membuat pisang matang lebih nyaman bagi pencernaan setiap orang.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Monash University<\/em> melaporkan bahwa pisang matang yang mereka uji <strong>memiliki kandungan oligo-fruktan lebih tinggi dibandingkan pisang yang masih cukup keras<\/strong>. Oligo-fruktan sendiri termasuk kelompok FODMAP, yaitu jenis <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">karbohidrat yang dapat memicu keluhan seperti kembung atau rasa tidak nyaman pada sebagian orang dengan usus sensitif.<\/mark><sup data-fn=\"a2003432-0e49-4249-9f1a-7fd6350ebdd5\" class=\"fn\"><a id=\"a2003432-0e49-4249-9f1a-7fd6350ebdd5-link\" href=\"#a2003432-0e49-4249-9f1a-7fd6350ebdd5\">5<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, kandungan FODMAP dapat berbeda menurut jenis pisang dan tingkat kematangannya. Di sisi lain, respons tubuh juga dipengaruhi oleh <strong>ukuran porsi serta toleransi masing-masing orang.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bukan Hanya Kematangan, Cara Mengolahnya Juga Berpengaruh<\/h2>\n\n\n\n<p>Selain tingkat kematangan, cara mengolah pisang juga perlu diperhatikan. Beberapa jenis pisang lebih umum dikonsumsi setelah dimasak, misalnya dengan direbus atau dikukus. <strong>Proses pengolahan tersebut juga dapat memengaruhi kandungan patinya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/still-life-recipe-with-plantain-banana-1-1_11zon-1024x683.webp\" alt=\"cara pengolahan pisang\" class=\"wp-image-7512\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/still-life-recipe-with-plantain-banana-1-1_11zon-1024x683.webp 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/still-life-recipe-with-plantain-banana-1-1_11zon-300x200.webp 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/still-life-recipe-with-plantain-banana-1-1_11zon-768x512.webp 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/still-life-recipe-with-plantain-banana-1-1_11zon-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/still-life-recipe-with-plantain-banana-1-1_11zon-2048x1365.webp 2048w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/still-life-recipe-with-plantain-banana-1-1_11zon-640x427.webp 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: magnific<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Penelitian pada tahun 2024 menemukan bahwa perebusan dan pemasakan bertekanan dapat menurunkan kandungan pati resisten pada pisang belum matang yang diteliti. Peneliti menjelaskan bahwa <strong>panas dan air dapat mengubah struktur pati sehingga lebih mudah diuraikan oleh enzim pencernaan<\/strong>.<sup data-fn=\"dd4352f0-dd83-44b5-bcff-e7eceb979207\" class=\"fn\"><a href=\"#dd4352f0-dd83-44b5-bcff-e7eceb979207\" id=\"dd4352f0-dd83-44b5-bcff-e7eceb979207-link\">6<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, <strong>kandungan pati resisten pada pisang hijau mentah belum tentu sama dengan pisang hijau yang sudah dimasak<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jadi, Mana yang Lebih Baik untuk Pencernaan?<\/h2>\n\n\n\n<p><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Tidak ada satu jawaban pasti yang berlaku untuk semua orang.<\/mark><\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, pisang hijau memang memiliki lebih banyak pati resisten yang dapat menjadi bahan fermentasi bagi mikrobiota usus. Sementara itu, pisang matang memiliki lebih sedikit pati dan lebih banyak gula hasil pematangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Keduanya memiliki karakteristik berbeda, tetapi <strong>perbedaan tersebut tidak otomatis menjadikan salah satunya lebih sehat atau lebih baik untuk pencernaan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kehidupan sehari-hari, pilihlah pisang yang <strong>sesuai dengan kebutuhan, cara pengolahan, serta kenyamanannya bagi pencernaan masing-masing.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika memiliki keluhan pencernaan tertentu, perhatikan juga jenis pisang, porsi, dan respons tubuh setelah mengonsumsinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, <strong>buah yang sama pun dapat memiliki komposisi berbeda hanya karena tingkat kematangannya berubah<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, ketika memilih pisang, jangan hanya melihat warna atau rasa manisnya. Yuk, mulai lebih memahami bagaimana makanan yang kita konsumsi dapat bekerja di dalam tubuh!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n<ol class=\"wp-block-footnotes\"><li id=\"72881007-baab-46da-817e-640fa3105ac0\">Phillips, K. M., McGinty, R. C., Couture, G., Pehrsson, P. R., McKillop, K., &amp; Fukagawa, N. K. (2021). Dietary fiber, starch, and sugars in bananas at different stages of ripeness in the retail market. PLOS ONE, 16(7), e0253366. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1371\/journal.pone.0253366?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/doi.org\/10.1371\/journal.pone.0253366<\/a> <a href=\"#72881007-baab-46da-817e-640fa3105ac0-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 1\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"d234d05c-2ada-4374-b085-ce53ffc9cfa1\">Dibakoane, S. R., Da Silva, L. S., Meiring, B., Anyasi, T. A., Mlambo, V., &amp; Wokadala, O. C. (2024). The multifactorial phenomenon of enzymatic hydrolysis resistance in unripe banana flour and its starch: A concise review. Journal of Food Science, 89(9), 5185\u20135204. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/1750-3841.17270?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/doi.org\/10.1111\/1750-3841.17270<\/a> <a href=\"#d234d05c-2ada-4374-b085-ce53ffc9cfa1-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 2\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"57da7284-fefe-458f-8345-6037cea1a01c\">Cheng et al. (2024). Investigate the composition and physicochemical properties attributes of banana starch and flour during ripening. Carbohydrate Polymer Technologies and Applications, 7, 100446. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.carpta.2024.100446?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.carpta.2024.100446<\/a> <a href=\"#57da7284-fefe-458f-8345-6037cea1a01c-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 3\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"ad426bdc-e212-430c-be9e-465ae39b14c6\">Hoffmann Sard\u00e1, F. A., Giuntini, E. B., Oliveira, A., Souza, G. S., Prado, S. B. R., Taddei, C. R., Tadini, C. C., Bittinger, K., Bushman, F. D., Menezes, E. W., &amp; Hoffmann, C. (2025). Baseline intestinal microbiota composition influences response to a real-world dietary fiber intervention. npj Biofilms and Microbiomes, 11, Article 203. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1038\/s41522-025-00817-4?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/doi.org\/10.1038\/s41522-025-00817-4<\/a> <a href=\"#ad426bdc-e212-430c-be9e-465ae39b14c6-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 4\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"a2003432-0e49-4249-9f1a-7fd6350ebdd5\">Webber, S., &amp; Collins, L. (2017, May 16). Update: Bananas re-tested! Monash FODMAP, Monash University. <a href=\"https:\/\/www.monashfodmap.com\/blog\/update-bananas-re-tested\/?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/www.monashfodmap.com\/blog\/update-bananas-re-tested\/<\/a> <a href=\"#a2003432-0e49-4249-9f1a-7fd6350ebdd5-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 5\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"dd4352f0-dd83-44b5-bcff-e7eceb979207\">Karunarathna, S., Wickramasinghe, I., Brennan, C., Truong, T., Navaratne, S., &amp; Chandrapala, J. (2024). Investigating the impact of boiling and pressure cooking on resistant starch levels in food. International Journal of Food Science &amp; Technology, 59(6), 3907\u20133917. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/ijfs.17138?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/doi.org\/10.1111\/ijfs.17138<\/a> <a href=\"#dd4352f0-dd83-44b5-bcff-e7eceb979207-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 6\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><\/ol>\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah memperhatikan bagaimana pisang yang awalnya hijau, keras, dan kurang manis perlahan berubah menjadi kuning, lembut, dan terasa lebih manis?<\/p>\n","protected":false},"author":116,"featured_media":7511,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"[{\"content\":\"Phillips, K. M., McGinty, R. C., Couture, G., Pehrsson, P. R., McKillop, K., &amp; Fukagawa, N. K. (2021). Dietary fiber, starch, and sugars in bananas at different stages of ripeness in the retail market. PLOS ONE, 16(7), e0253366. <a href=\\\"https:\/\/doi.org\/10.1371\/journal.pone.0253366?utm_source=chatgpt.com\\\">https:\/\/doi.org\/10.1371\/journal.pone.0253366<\/a>\",\"id\":\"72881007-baab-46da-817e-640fa3105ac0\"},{\"content\":\"Dibakoane, S. R., Da Silva, L. S., Meiring, B., Anyasi, T. A., Mlambo, V., &amp; Wokadala, O. C. (2024). The multifactorial phenomenon of enzymatic hydrolysis resistance in unripe banana flour and its starch: A concise review. Journal of Food Science, 89(9), 5185\u20135204. <a href=\\\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/1750-3841.17270?utm_source=chatgpt.com\\\">https:\/\/doi.org\/10.1111\/1750-3841.17270<\/a>\",\"id\":\"d234d05c-2ada-4374-b085-ce53ffc9cfa1\"},{\"content\":\"Cheng et al. (2024). Investigate the composition and physicochemical properties attributes of banana starch and flour during ripening. Carbohydrate Polymer Technologies and Applications, 7, 100446. <a href=\\\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.carpta.2024.100446?utm_source=chatgpt.com\\\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.carpta.2024.100446<\/a>\",\"id\":\"57da7284-fefe-458f-8345-6037cea1a01c\"},{\"content\":\"Hoffmann Sard\u00e1, F. A., Giuntini, E. B., Oliveira, A., Souza, G. S., Prado, S. B. R., Taddei, C. R., Tadini, C. C., Bittinger, K., Bushman, F. D., Menezes, E. W., &amp; Hoffmann, C. (2025). Baseline intestinal microbiota composition influences response to a real-world dietary fiber intervention. npj Biofilms and Microbiomes, 11, Article 203. <a href=\\\"https:\/\/doi.org\/10.1038\/s41522-025-00817-4?utm_source=chatgpt.com\\\">https:\/\/doi.org\/10.1038\/s41522-025-00817-4<\/a>\",\"id\":\"ad426bdc-e212-430c-be9e-465ae39b14c6\"},{\"content\":\"Webber, S., &amp; Collins, L. (2017, May 16). Update: Bananas re-tested! Monash FODMAP, Monash University. <a href=\\\"https:\/\/www.monashfodmap.com\/blog\/update-bananas-re-tested\/?utm_source=chatgpt.com\\\">https:\/\/www.monashfodmap.com\/blog\/update-bananas-re-tested\/<\/a>\",\"id\":\"a2003432-0e49-4249-9f1a-7fd6350ebdd5\"},{\"content\":\"Karunarathna, S., Wickramasinghe, I., Brennan, C., Truong, T., Navaratne, S., &amp; Chandrapala, J. (2024). Investigating the impact of boiling and pressure cooking on resistant starch levels in food. International Journal of Food Science &amp; Technology, 59(6), 3907\u20133917. <a href=\\\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/ijfs.17138?utm_source=chatgpt.com\\\">https:\/\/doi.org\/10.1111\/ijfs.17138<\/a>\",\"id\":\"dd4352f0-dd83-44b5-bcff-e7eceb979207\"}]","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-7505","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-dan-gizi-lainnya"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pisang Hijau dan Pisang Matang, Apakah Efeknya Sama Bagi Pencernaan? - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apakah pisang hijau &amp; pisang matang punya efek yang sama untuk pencernaan? Kenali perbedaan kandungan gizi &amp; pengaruhnya bagi kesehatan usus.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pisang Hijau dan Pisang Matang, Apakah Efeknya Sama Bagi Pencernaan? - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apakah pisang hijau &amp; pisang matang punya efek yang sama untuk pencernaan? Kenali perbedaan kandungan gizi &amp; pengaruhnya bagi kesehatan usus.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-11-08T15:48:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-11-08T15:51:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/detailed-shot-woman-eats-ripe-fresh-banana-1_11zon-scaled.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\"},\"headline\":\"Pisang Hijau dan Pisang Matang, Apakah Efeknya Sama Bagi Pencernaan?\",\"datePublished\":\"2026-11-08T15:48:57+00:00\",\"dateModified\":\"2026-11-08T15:51:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/\"},\"wordCount\":868,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/detailed-shot-woman-eats-ripe-fresh-banana-1_11zon-scaled.webp\",\"articleSection\":[\"Kesehatan dan Gizi lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/\",\"name\":\"Pisang Hijau dan Pisang Matang, Apakah Efeknya Sama Bagi Pencernaan? - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/detailed-shot-woman-eats-ripe-fresh-banana-1_11zon-scaled.webp\",\"datePublished\":\"2026-11-08T15:48:57+00:00\",\"dateModified\":\"2026-11-08T15:51:27+00:00\",\"description\":\"Apakah pisang hijau & pisang matang punya efek yang sama untuk pencernaan? Kenali perbedaan kandungan gizi & pengaruhnya bagi kesehatan usus.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/detailed-shot-woman-eats-ripe-fresh-banana-1_11zon-scaled.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/detailed-shot-woman-eats-ripe-fresh-banana-1_11zon-scaled.webp\",\"width\":2560,\"height\":1707,\"caption\":\"Sumber: magnific\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pisang Hijau dan Pisang Matang, Apakah Efeknya Sama Bagi Pencernaan?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\",\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dewi Rizky Purnama\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pisang Hijau dan Pisang Matang, Apakah Efeknya Sama Bagi Pencernaan? - Blog AhliGiziID","description":"Apakah pisang hijau & pisang matang punya efek yang sama untuk pencernaan? Kenali perbedaan kandungan gizi & pengaruhnya bagi kesehatan usus.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pisang Hijau dan Pisang Matang, Apakah Efeknya Sama Bagi Pencernaan? - Blog AhliGiziID","og_description":"Apakah pisang hijau & pisang matang punya efek yang sama untuk pencernaan? Kenali perbedaan kandungan gizi & pengaruhnya bagi kesehatan usus.","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2026-11-08T15:48:57+00:00","article_modified_time":"2026-11-08T15:51:27+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/detailed-shot-woman-eats-ripe-fresh-banana-1_11zon-scaled.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Dewi Rizky Purnama","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Dewi Rizky Purnama","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/"},"author":{"name":"Dewi Rizky Purnama","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592"},"headline":"Pisang Hijau dan Pisang Matang, Apakah Efeknya Sama Bagi Pencernaan?","datePublished":"2026-11-08T15:48:57+00:00","dateModified":"2026-11-08T15:51:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/"},"wordCount":868,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/detailed-shot-woman-eats-ripe-fresh-banana-1_11zon-scaled.webp","articleSection":["Kesehatan dan Gizi lainnya"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/","name":"Pisang Hijau dan Pisang Matang, Apakah Efeknya Sama Bagi Pencernaan? - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/detailed-shot-woman-eats-ripe-fresh-banana-1_11zon-scaled.webp","datePublished":"2026-11-08T15:48:57+00:00","dateModified":"2026-11-08T15:51:27+00:00","description":"Apakah pisang hijau & pisang matang punya efek yang sama untuk pencernaan? Kenali perbedaan kandungan gizi & pengaruhnya bagi kesehatan usus.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/detailed-shot-woman-eats-ripe-fresh-banana-1_11zon-scaled.webp","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/detailed-shot-woman-eats-ripe-fresh-banana-1_11zon-scaled.webp","width":2560,"height":1707,"caption":"Sumber: magnific"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/11\/08\/pisang-hijau-dan-pisang-matang-apakah-efeknya-sama-bagi-pencernaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pisang Hijau dan Pisang Matang, Apakah Efeknya Sama Bagi Pencernaan?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592","name":"Dewi Rizky Purnama","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dewi Rizky Purnama"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/116"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7505"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7505\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7514,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7505\/revisions\/7514"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}