{"id":7437,"date":"2026-10-15T17:20:22","date_gmt":"2026-10-15T10:20:22","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=7437"},"modified":"2026-10-15T17:20:25","modified_gmt":"2026-10-15T10:20:25","slug":"bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/","title":{"rendered":"Bayam Dipanaskan Ulang Bisa Berbahaya, Mitos atau Fakta?"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Punya sisa sayur bayam dari makan siang lalu ingin menghangatkannya kembali saat malam? Sebagian orang mungkin langsung mengingat satu pesan yang cukup sering beredar: <strong>\u201cbayam tidak boleh dipanaskan ulang karena bisa berubah menjadi racun.\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kekhawatiran tersebut biasanya dikaitkan dengan kandungan <strong>nitrat<\/strong> pada bayam yang disebut dapat berubah menjadi <strong>nitrit<\/strong> setelah dimasak atau dipanaskan kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Menariknya, anggapan ini memang tidak sepenuhnya muncul tanpa dasar. <strong>Bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya<\/strong> memang dapat mengandung <strong>nitrat<\/strong>, dan jumlah nitrit di dalamnya dapat berubah selama pengolahan maupun penyimpanan. Namun, apakah itu berarti <strong>sekali dipanaskan ulang bayam langsung menjadi berbahaya?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ternyata, persoalannya tidak sesederhana itu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Bayam Sering Dikaitkan dengan Nitrat dan Nitrit?<\/h2>\n\n\n\n<p>Nitrat adalah senyawa alami yang terdapat di dalam tanah dan air, lalu diserap oleh tanaman melalui akar. Senyawa ini dapat terakumulasi pada berbagai sayuran, terutama <strong>sayuran berdaun hijau seperti bayam dan selada<\/strong>, serta sayuran akar seperti <strong>bit<\/strong>.<sup data-fn=\"f816e9e8-e14b-47ee-bade-5c14ae5aaa3f\" class=\"fn\"><a id=\"f816e9e8-e14b-47ee-bade-5c14ae5aaa3f-link\" href=\"#f816e9e8-e14b-47ee-bade-5c14ae5aaa3f\">1<\/a><\/sup> Oleh karena itu, <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">bayam memang termasuk salah satu sayuran yang dapat mengandung nitrat dalam jumlah yang relatif tinggi.<\/mark><\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun demikian, penelitian menjelaskan bahwa <strong>kadarnya bisa sangat bervariasi <\/strong>tergantung <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">jenis tanaman, pemupukan, kondisi pertumbuhan, dan faktor lainnya<\/mark>.<sup data-fn=\"f58e7a61-81dc-43f4-a41d-50e516a0139c\" class=\"fn\"><a id=\"f58e7a61-81dc-43f4-a41d-50e516a0139c-link\" href=\"#f58e7a61-81dc-43f4-a41d-50e516a0139c\">2<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Kandungan nitrat sendiri sebenarnya juga tidak otomatis membuat sayuran tersebut berbahaya. Namun, dalam kondisi tertentu, sebagian nitrat dapat berubah menjadi <strong>nitrit<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Nitrit mendapat perhatian karena dalam jumlah yang berlebihan dapat <strong>mengganggu kemampuan darah dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh<\/strong>. Kondisi ini bahkan perlu lebih diperhatikan pada kelompok seperti <strong>bayi, balita, dan anak-anak<\/strong>. Selain itu, dalam kondisi tertentu, nitrit juga <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">dapat ikut membentuk senyawa tertentu yang sebagian diketahui dapat meningkatkan risiko kanker.<\/mark><sup data-fn=\"468af873-7b68-4443-a752-f404a03b1a49\" class=\"fn\"><a id=\"468af873-7b68-4443-a752-f404a03b1a49-link\" href=\"#468af873-7b68-4443-a752-f404a03b1a49\">3<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Inilah yang kemudian menjadi dasar munculnya kekhawatiran terhadap bayam yang sudah dimasak dan disimpan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Memasak Bayam Langsung Membuat Nitritnya Meningkat?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/delicious-healthy-salad-with-tweezers_11zon-1-1024x683.webp\" alt=\"kandungan nitrat dan nitrit pada bayam\" class=\"wp-image-7444\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/delicious-healthy-salad-with-tweezers_11zon-1-1024x683.webp 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/delicious-healthy-salad-with-tweezers_11zon-1-300x200.webp 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/delicious-healthy-salad-with-tweezers_11zon-1-768x512.webp 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/delicious-healthy-salad-with-tweezers_11zon-1-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/delicious-healthy-salad-with-tweezers_11zon-1-2048x1365.webp 2048w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/delicious-healthy-salad-with-tweezers_11zon-1-640x427.webp 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: pixabay<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Tidak selalu. Penelitian tahun 2025 pada bayam, <em>Swiss chard<\/em>, dan kubis putih menemukan bahwa <strong>proses perendaman dan pemasakan dapat menurunkan kadar nitrat dan nitrit. <\/strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Penurunan nitrat paling besar terlihat pada bayam<\/mark>, terutama setelah kombinasi perendaman dan pemasakan.<sup data-fn=\"12c4d0c2-ec2e-42d3-95b6-fbc0a4e4585d\" class=\"fn\"><a id=\"12c4d0c2-ec2e-42d3-95b6-fbc0a4e4585d-link\" href=\"#12c4d0c2-ec2e-42d3-95b6-fbc0a4e4585d\">4<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian lain di tahun 2021 juga menunjukkan bahwa metode memasak dapat memberikan efek yang berbeda terhadap kandungan nitrat dan nitrit. Pada kangkung air, <strong>perebusan menurunkan kadar nitrat sekitar 25%<\/strong>, sedangkan kadar nitrit berkurang setelah seluruh metode pemasakan yang diuji, dengan penurunan terbesar pada metode <em>microwave<\/em> dan perebusan.<sup data-fn=\"ec609098-30ab-4f1e-8ad1-f4ab28216cbc\" class=\"fn\"><a id=\"ec609098-30ab-4f1e-8ad1-f4ab28216cbc-link\" href=\"#ec609098-30ab-4f1e-8ad1-f4ab28216cbc\">5<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, <strong>pemanasan tidak otomatis mengubah bayam menjadi makanan yang berbahaya<\/strong>. Justru cara memasak dapat memengaruhi kadar nitrat dan nitritnya dengan arah yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Lalu, Bagaimana dengan Bayam yang Disimpan sebelum Dipanaskan Ulang?<\/h2>\n\n\n\n<p>Nah, bagian ini memang perlu dilihat lebih hati-hati. <strong>Masalahnya bukan semata-mata karena bayam dipanaskan untuk kedua kalinya, tetapi juga bagaimana bayam tersebut disimpan sebelumnya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian tahun 2025 pada bayam yang telah diproses dan dihaluskan menemukan bahwa kadar nitrit dapat meningkat selama penyimpanan. Pada suhu <strong>5\u00b0C<\/strong>, nitrit yang awalnya tidak terdeteksi meningkat menjadi sekitar <strong>5 mg\/kg setelah 24 jam, 70 mg\/kg setelah 48 jam, dan 114 mg\/kg setelah 72 jam<\/strong>. Sementara itu, pada penyimpanan beku \u221220\u00b0C, nitrit tetap tidak terdeteksi selama periode pengamatan.<sup data-fn=\"1184b478-fa25-4f07-aef5-8d9546c2f51c\" class=\"fn\"><a id=\"1184b478-fa25-4f07-aef5-8d9546c2f51c-link\" href=\"#1184b478-fa25-4f07-aef5-8d9546c2f51c\">6<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Temuan ini menunjukkan bahwa <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><strong>lama dan suhu penyimpanan dapat memengaruhi perubahan nitrat dan nitrit pada bayam<\/strong>.<\/mark> Namun, penelitian tersebut tidak secara langsung menguji proses pemanasan ulang. Jadi, hasilnya juga <strong>tidak bisa langsung digunakan sebagai dasar bahwa memanaskan bayam untuk kedua kalinya otomatis membuatnya berbahaya<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Cara Penyimpanan Jadi Penting?<\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika sayuran dibiarkan terlalu lama pada kondisi yang mendukung aktivitas mikroorganisme, nitrat dapat mengalami perubahan menjadi nitrit.<\/p>\n\n\n\n<p>Studi menunjukkan bahwa pada sayuran dengan kandungan nitrat yang tinggi, <strong>penyimpanan pada suhu lingkungan dapat meningkatkan pembentukan nitrit, terutama ketika jaringan sayuran mengalami kerusakan<\/strong>. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">pendinginan yang cepat dan penyimpanan pada suhu rendah untuk membantu menghambat penumpukan nitrit<\/mark>.<sup data-fn=\"375bf56a-43f5-45b9-a9ed-6e6f71045ffb\" class=\"fn\"><a id=\"375bf56a-43f5-45b9-a9ed-6e6f71045ffb-link\" href=\"#375bf56a-43f5-45b9-a9ed-6e6f71045ffb\">7<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Hal serupa juga terlihat dalam penelitian 2021 pada <strong>sayuran berdaun yang sudah dimasak menunjukkan bahwa penyimpanan pada suhu sekitar 28\u00b0C dapat meningkatkan kadar nitrit<\/strong> setelah periode tertentu. Contohnya juga pada kangkung air rebus, kadar nitrit relatif stabil selama 12 jam pertama, kemudian meningkat tajam hingga mencapai puncak sekitar 24 jam penyimpanan.<sup><a href=\"#ec609098-30ab-4f1e-8ad1-f4ab28216cbc\">5<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/02\/benarkah-kangkung-bisa-membuat-kita-mengantuk-setelah-makan\/\">Benarkah Kangkung Bisa Membuat Kita Mengantuk Setelah Makan?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u201cBoleh tidak bayam dipanaskan ulang?\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>tetapi juga:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u201cBagaimana bayam tersebut disimpan sejak selesai dimasak?\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Bayam yang sudah berjam-jam dibiarkan pada suhu ruang tentu berbeda kondisinya dengan bayam yang segera didinginkan dan disimpan dengan benar di lemari es.<\/mark><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jadi, Kalau Ada Bayam Sisa Harus Bagaimana?<\/h2>\n\n\n\n<p>Prinsip keamanan pangan untuk bayam sebenarnya tidak jauh berbeda dari makanan matang lainnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/happy-woman-with-holding-green-basil-leafs-kitchen_11zon-1024x683.webp\" alt=\"bayam sisa apakah aman dipanaskan ulang?\" class=\"wp-image-7446\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/happy-woman-with-holding-green-basil-leafs-kitchen_11zon-1024x683.webp 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/happy-woman-with-holding-green-basil-leafs-kitchen_11zon-300x200.webp 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/happy-woman-with-holding-green-basil-leafs-kitchen_11zon-768x513.webp 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/happy-woman-with-holding-green-basil-leafs-kitchen_11zon-1536x1025.webp 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/happy-woman-with-holding-green-basil-leafs-kitchen_11zon-2048x1367.webp 2048w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/happy-woman-with-holding-green-basil-leafs-kitchen_11zon-640x427.webp 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: magnific<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>USDA merekomendasikan <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">makanan sisa segera didinginkan dan dimasukkan ke lemari es paling lambat dalam waktu dua jam setelah selesai dimasak atau disajikan<\/mark>. Saat akan dikonsumsi kembali, <strong>makanan sebaiknya dipanaskan hingga mencapai suhu internal sekitar 74\u00b0C (165\u00b0F).<\/strong><sup data-fn=\"991acb69-435b-430e-a99c-d82ab08f330c\" class=\"fn\"><a id=\"991acb69-435b-430e-a99c-d82ab08f330c-link\" href=\"#991acb69-435b-430e-a99c-d82ab08f330c\">8<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk bayam, beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jangan membiarkan bayam matang terlalu lama pada suhu ruang.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika memang akan disimpan, segera masukkan ke wadah bersih dan dinginkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Ambil hanya porsi yang ingin dimakan, kemudian panaskan hingga merata.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika makanan sudah lama berada pada suhu ruang atau kondisi penyimpanannya diragukan, lebih aman tidak dikonsumsi kembali.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hal ini penting karena <strong>pemanasan ulang tidak selalu dapat memperbaiki makanan yang sejak awal sudah disimpan dengan cara yang tidak aman<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Bayam yang Dipanaskan Ulang Jadi \u201cBeracun\u201d?<\/h2>\n\n\n\n<p>Istilah <strong>\u201cberacun setelah dipanaskan ulang\u201d<\/strong> terlalu menyederhanakan persoalannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bayam memang mengandung nitrat dan dalam kondisi tertentu jumlah nitrit dapat meningkat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa <strong>kondisi dan lama penyimpanan <\/strong>dapat memengaruhi perubahan tersebut. Namun, <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">tidak ada dasar untuk mengatakan bahwa satu kali pemanasan ulang otomatis membuat bayam berbahaya<\/mark>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Hal yang lebih perlu diperhatikan adalah lama dan suhu penyimpanan, cara pengolahan, serta bagaimana bayam ditangani sebelum dipanaskan kembali.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, kalau masih ada sayur bayam dari waktu makan sebelumnya, tidak perlu langsung panik hanya karena ingin menghangatkannya. Pastikan makanan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, disimpan dengan baik, dan dipanaskan kembali secara merata.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pada akhirnya, keamanan bayam sisa lebih ditentukan oleh bagaimana makanan tersebut ditangani sejak selesai dimasak, bukan semata-mata karena dipanaskan untuk kedua kalinya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/06\/sudah-banyak-makan-sayur-tapi-apakah-serat-harianmu-sudah-cukup\/\">Sudah Banyak Makan Sayur, tapi Apakah Serat Harianmu Sudah Cukup?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n<ol class=\"wp-block-footnotes\"><li id=\"f816e9e8-e14b-47ee-bade-5c14ae5aaa3f\">Dodocioiu, A. M., Buzatu, G. D., &amp; Botu, M. (2025). Nitrates and nitrites in vegetables and the health risk. <em>Foods<\/em>, <em>14<\/em>(17), 3037. https:\/\/doi.org\/10.3390\/foods14173037 <a href=\"#f816e9e8-e14b-47ee-bade-5c14ae5aaa3f-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 1\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"f58e7a61-81dc-43f4-a41d-50e516a0139c\">Nguyen NTT, Nguyen BX, Habibi N, Dabirimirhosseinloo M, Oliveira LA, Terada N, Sanada A, Kamata A, Koshio K. Effect of Organic and Synthetic Fertilizers on Nitrate, Nitrite, and Vitamin C Levels in Leafy Vegetables and Herbs. Plants (Basel). 2025 Mar 14;14(6):917. doi: 10.3390\/plants14060917. PMID: 40265869; PMCID: PMC11944488. <a href=\"#f58e7a61-81dc-43f4-a41d-50e516a0139c-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 2\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"468af873-7b68-4443-a752-f404a03b1a49\">European Food Safety Authority. (2017). <em>Nitrites and nitrates added to food<\/em>. https:\/\/www.efsa.europa.eu\/sites\/default\/files\/corporate_publications\/files\/nitrates-nitrites-170614.pdf? <a href=\"#468af873-7b68-4443-a752-f404a03b1a49-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 3\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"12c4d0c2-ec2e-42d3-95b6-fbc0a4e4585d\">Luetic, S., Knezovic, Z., Jurcic, K., Perasovic, M. L., &amp; Sutlovic, D. (2025). Nitrates and nitrites in leafy vegetables: The influence of culinary processing on concentration levels and possible impact on health. <em>International journal of molecular sciences<\/em>, <em>26<\/em>(7), 3018. https:\/\/doi.org\/10.3390\/ijms26073018 <a href=\"#12c4d0c2-ec2e-42d3-95b6-fbc0a4e4585d-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 4\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"ec609098-30ab-4f1e-8ad1-f4ab28216cbc\">Wu S, Liu Y, Cui X, Zhang Q, Wang Y, Cao L, Luo X, Xiong J, Ruan R. Assessment of Potential Nitrite Safety Risk of Leafy Vegetables after Domestic Cooking. Foods. 2021 Dec 1;10(12):2953. doi: 10.3390\/foods10122953. PMID: 34945504; PMCID: PMC8701323. <a href=\"#ec609098-30ab-4f1e-8ad1-f4ab28216cbc-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 5\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"1184b478-fa25-4f07-aef5-8d9546c2f51c\">Clayton-Cuch, D., Niklas, A. A., Duedahl-Olesen, L., Amlund, H., &amp; Sloth, J. J. (2025). Nitrite, nitrate and N-nitrosamine occurrence in processed nitrate accumulating vegetables stored under different conditions. <em>Food Chemistry<\/em>, 145631. <a href=\"#1184b478-fa25-4f07-aef5-8d9546c2f51c-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 6\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"375bf56a-43f5-45b9-a9ed-6e6f71045ffb\">Luo, F., Yan, X. J., Hu, X. F., Yan, L. J., Cao, M. Y., &amp; Zhang, W. J. (2022). Nitrate quantification in fresh vegetables in Shanghai: Its dietary risks and preventive measures. <em>International Journal of Environmental Research and Public Health<\/em>, <em>19<\/em>(21), 14487. https:\/\/doi.org\/10.3390\/ijerph192114487 <a href=\"#375bf56a-43f5-45b9-a9ed-6e6f71045ffb-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 7\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"991acb69-435b-430e-a99c-d82ab08f330c\">U.S. Department of Agriculture, Food Safety and Inspection Service. (n.d.). <em>Leftovers and food safety<\/em>. http:\/\/fsis.usda.gov\/food-safety\/safe-food-handling-and-preparation\/food-safety-basics\/leftovers-and-food-safety? <a href=\"#991acb69-435b-430e-a99c-d82ab08f330c-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 8\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><\/ol>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Punya sisa sayur bayam dari makan siang lalu ingin menghangatkannya kembali saat malam? Sebagian orang mungkin langsung mengingat satu pesan<\/p>\n","protected":false},"author":116,"featured_media":7445,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"[{\"content\":\"Dodocioiu, A. M., Buzatu, G. D., &amp; Botu, M. (2025). Nitrates and nitrites in vegetables and the health risk. <em>Foods<\/em>, <em>14<\/em>(17), 3037. https:\/\/doi.org\/10.3390\/foods14173037\",\"id\":\"f816e9e8-e14b-47ee-bade-5c14ae5aaa3f\"},{\"content\":\"Nguyen NTT, Nguyen BX, Habibi N, Dabirimirhosseinloo M, Oliveira LA, Terada N, Sanada A, Kamata A, Koshio K. Effect of Organic and Synthetic Fertilizers on Nitrate, Nitrite, and Vitamin C Levels in Leafy Vegetables and Herbs. Plants (Basel). 2025 Mar 14;14(6):917. doi: 10.3390\/plants14060917. PMID: 40265869; PMCID: PMC11944488.\",\"id\":\"f58e7a61-81dc-43f4-a41d-50e516a0139c\"},{\"content\":\"European Food Safety Authority. (2017). <em>Nitrites and nitrates added to food<\/em>. https:\/\/www.efsa.europa.eu\/sites\/default\/files\/corporate_publications\/files\/nitrates-nitrites-170614.pdf?\",\"id\":\"468af873-7b68-4443-a752-f404a03b1a49\"},{\"content\":\"Luetic, S., Knezovic, Z., Jurcic, K., Perasovic, M. L., &amp; Sutlovic, D. (2025). Nitrates and nitrites in leafy vegetables: The influence of culinary processing on concentration levels and possible impact on health. <em>International journal of molecular sciences<\/em>, <em>26<\/em>(7), 3018. https:\/\/doi.org\/10.3390\/ijms26073018\",\"id\":\"12c4d0c2-ec2e-42d3-95b6-fbc0a4e4585d\"},{\"content\":\"Wu S, Liu Y, Cui X, Zhang Q, Wang Y, Cao L, Luo X, Xiong J, Ruan R. Assessment of Potential Nitrite Safety Risk of Leafy Vegetables after Domestic Cooking. Foods. 2021 Dec 1;10(12):2953. doi: 10.3390\/foods10122953. PMID: 34945504; PMCID: PMC8701323.\",\"id\":\"ec609098-30ab-4f1e-8ad1-f4ab28216cbc\"},{\"content\":\"Clayton-Cuch, D., Niklas, A. A., Duedahl-Olesen, L., Amlund, H., &amp; Sloth, J. J. (2025). Nitrite, nitrate and N-nitrosamine occurrence in processed nitrate accumulating vegetables stored under different conditions. <em>Food Chemistry<\/em>, 145631.\",\"id\":\"1184b478-fa25-4f07-aef5-8d9546c2f51c\"},{\"content\":\"Luo, F., Yan, X. J., Hu, X. F., Yan, L. J., Cao, M. Y., &amp; Zhang, W. J. (2022). Nitrate quantification in fresh vegetables in Shanghai: Its dietary risks and preventive measures. <em>International Journal of Environmental Research and Public Health<\/em>, <em>19<\/em>(21), 14487. https:\/\/doi.org\/10.3390\/ijerph192114487\",\"id\":\"375bf56a-43f5-45b9-a9ed-6e6f71045ffb\"},{\"content\":\"U.S. Department of Agriculture, Food Safety and Inspection Service. (n.d.). <em>Leftovers and food safety<\/em>. http:\/\/fsis.usda.gov\/food-safety\/safe-food-handling-and-preparation\/food-safety-basics\/leftovers-and-food-safety?\",\"id\":\"991acb69-435b-430e-a99c-d82ab08f330c\"}]","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[2],"tags":[793,792,463],"class_list":["post-7437","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-dan-gizi-lainnya","tag-bayam","tag-bayam-dipanaskan-ulang","tag-sayuran-hijau"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bayam Dipanaskan Ulang Bisa Berbahaya, Mitos atau Fakta? - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bayam dipanaskan ulang sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang nitrat, nitrit, penyimpanan, &amp; cara aman mengonsumsi bayam sisa.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bayam Dipanaskan Ulang Bisa Berbahaya, Mitos atau Fakta? - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bayam dipanaskan ulang sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang nitrat, nitrit, penyimpanan, &amp; cara aman mengonsumsi bayam sisa.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-15T10:20:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-15T10:20:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/nayuta-green-2828298_11zon-scaled.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\"},\"headline\":\"Bayam Dipanaskan Ulang Bisa Berbahaya, Mitos atau Fakta?\",\"datePublished\":\"2026-10-15T10:20:22+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-15T10:20:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/\"},\"wordCount\":962,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/nayuta-green-2828298_11zon-scaled.webp\",\"keywords\":[\"bayam\",\"bayam dipanaskan ulang\",\"sayuran hijau\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan dan Gizi lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/\",\"name\":\"Bayam Dipanaskan Ulang Bisa Berbahaya, Mitos atau Fakta? - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/nayuta-green-2828298_11zon-scaled.webp\",\"datePublished\":\"2026-10-15T10:20:22+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-15T10:20:25+00:00\",\"description\":\"Bayam dipanaskan ulang sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang nitrat, nitrit, penyimpanan, & cara aman mengonsumsi bayam sisa.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/nayuta-green-2828298_11zon-scaled.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/nayuta-green-2828298_11zon-scaled.webp\",\"width\":2560,\"height\":1280,\"caption\":\"Sumber: magnific\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bayam Dipanaskan Ulang Bisa Berbahaya, Mitos atau Fakta?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\",\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dewi Rizky Purnama\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bayam Dipanaskan Ulang Bisa Berbahaya, Mitos atau Fakta? - Blog AhliGiziID","description":"Bayam dipanaskan ulang sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang nitrat, nitrit, penyimpanan, & cara aman mengonsumsi bayam sisa.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bayam Dipanaskan Ulang Bisa Berbahaya, Mitos atau Fakta? - Blog AhliGiziID","og_description":"Bayam dipanaskan ulang sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang nitrat, nitrit, penyimpanan, & cara aman mengonsumsi bayam sisa.","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2026-10-15T10:20:22+00:00","article_modified_time":"2026-10-15T10:20:25+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1280,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/nayuta-green-2828298_11zon-scaled.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Dewi Rizky Purnama","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Dewi Rizky Purnama","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/"},"author":{"name":"Dewi Rizky Purnama","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592"},"headline":"Bayam Dipanaskan Ulang Bisa Berbahaya, Mitos atau Fakta?","datePublished":"2026-10-15T10:20:22+00:00","dateModified":"2026-10-15T10:20:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/"},"wordCount":962,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/nayuta-green-2828298_11zon-scaled.webp","keywords":["bayam","bayam dipanaskan ulang","sayuran hijau"],"articleSection":["Kesehatan dan Gizi lainnya"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/","name":"Bayam Dipanaskan Ulang Bisa Berbahaya, Mitos atau Fakta? - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/nayuta-green-2828298_11zon-scaled.webp","datePublished":"2026-10-15T10:20:22+00:00","dateModified":"2026-10-15T10:20:25+00:00","description":"Bayam dipanaskan ulang sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang nitrat, nitrit, penyimpanan, & cara aman mengonsumsi bayam sisa.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/nayuta-green-2828298_11zon-scaled.webp","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/nayuta-green-2828298_11zon-scaled.webp","width":2560,"height":1280,"caption":"Sumber: magnific"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/10\/15\/bayam-dipanaskan-ulang-bisa-berbahaya-mitos-atau-fakta\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bayam Dipanaskan Ulang Bisa Berbahaya, Mitos atau Fakta?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592","name":"Dewi Rizky Purnama","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dewi Rizky Purnama"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7437","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/116"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7437"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7437\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7447,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7437\/revisions\/7447"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7445"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7437"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7437"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7437"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}