{"id":7349,"date":"2026-09-12T14:01:46","date_gmt":"2026-09-12T07:01:46","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=7349"},"modified":"2026-09-12T14:01:50","modified_gmt":"2026-09-12T07:01:50","slug":"nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/","title":{"rendered":"Nasi yang Sudah Dingin Punya Efek Berbeda pada Gula Darah?"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Punya nasi sisa semalam di kulkas lalu dipanaskan kembali keesokan harinya? Selama ini, nasi seperti itu mungkin dianggap tidak jauh berbeda dengan nasi yang baru matang.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ternyata <strong>proses memasak, mendinginkan, lalu memanaskan kembali nasi dapat mengubah sebagian struktur patinya<\/strong>. Perubahan ini juga mulai diteliti karena berpotensi membuat respons gula darah setelah makan menjadi berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">apakah ini berarti nasi yang sudah didinginkan lebih baik untuk gula darah<\/mark>?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Berubah Saat Nasi Didinginkan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Nasi merupakan sumber karbohidrat yang sebagian besar tersusun dari pati. Saat dimasak, struktur pati berubah sehingga menjadi lebih mudah dicerna oleh tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ketika nasi yang sudah matang didinginkan, sebagian pati mengalami <strong>retrogradasi<\/strong>, yaitu <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">proses ketika struktur pati menjadi lebih rapat kembali setelah dingin<\/mark>. Proses ini dapat membentuk <strong>pati resisten (<em>resistant starch<\/em>)<\/strong> yang lebih sulit dicerna di usus halus.<sup data-fn=\"4122c233-fb7b-45b3-ab05-afd107964892\" class=\"fn\"><a id=\"4122c233-fb7b-45b3-ab05-afd107964892-link\" href=\"#4122c233-fb7b-45b3-ab05-afd107964892\">1<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini sejalan dengan temuan lain pada nasi putih, merah, dan hitam, yang juga menunjukkan bahwa <strong>penyimpanan di suhu dingin dapat memengaruhi kadar glukosa pada nasi<\/strong>. Dalam penelitian tersebut, <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">kadar glukosa cenderung menurun seiring lamanya nasi disimpan di dalam kulkas.<\/mark><sup data-fn=\"f611864c-f057-4d95-a62e-1123f9724038\" class=\"fn\"><a id=\"f611864c-f057-4d95-a62e-1123f9724038-link\" href=\"#f611864c-f057-4d95-a62e-1123f9724038\">2<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Sederhananya, <strong>pendinginan dapat membuat sebagian pati pada nasi menjadi lebih sulit dicerna dibandingkan saat nasi baru matang<\/strong>. Inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa nasi yang telah didinginkan dapat memberikan respons yang berbeda ketika dikonsumsi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Benar Respons Gula Darah Bisa Lebih Rendah?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"681\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/top-view-diabetic-woman-checking-her-glucose-level_11zon-1024x681.webp\" alt=\"konsumsi nasi dingin membuat respons gula darah lebih rendah\" class=\"wp-image-7355\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/top-view-diabetic-woman-checking-her-glucose-level_11zon-1024x681.webp 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/top-view-diabetic-woman-checking-her-glucose-level_11zon-300x200.webp 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/top-view-diabetic-woman-checking-her-glucose-level_11zon-768x511.webp 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/top-view-diabetic-woman-checking-her-glucose-level_11zon-1536x1022.webp 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/top-view-diabetic-woman-checking-her-glucose-level_11zon-2048x1363.webp 2048w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/top-view-diabetic-woman-checking-her-glucose-level_11zon-640x426.webp 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: magnific<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Beberapa penelitian pada manusia menunjukkan hasil yang menarik.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah penelitian pada 32 orang dengan diabetes tipe 1 mencoba membandingkan nasi putih yang baru dimasak dengan nasi yang <strong>didinginkan selama 24 jam pada suhu 4\u00b0C<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya, nasi yang telah didinginkan<mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"> menghasilkan kenaikan dan puncak gula darah setelah makan yang lebih rendah dibandingkan nasi yang baru dimasak<\/mark>.<sup><a href=\"#4122c233-fb7b-45b3-ab05-afd107964892\">1<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Temuan lain pada tahun 2024 juga menunjukkan pola yang serupa. Pada 18 perempuan sehat, nasi nonketan yang disimpan pada <strong>suhu 4\u00b0C selama 24 jam<\/strong> menghasilkan <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">respons gula darah sekitar 24% lebih rendah dibandingkan nasi nonketan yang baru dimasak<\/mark>.<sup data-fn=\"db5df144-49df-4050-9fcc-290c3b7901ad\" class=\"fn\"><a id=\"db5df144-49df-4050-9fcc-290c3b7901ad-link\" href=\"#db5df144-49df-4050-9fcc-290c3b7901ad\">3<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, proses pendinginan nasi memang <strong>berpotensi memengaruhi respons gula darah setelah makan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/07\/jalan-kaki-setelah-makan-bisa-membantu-menjaga-gula-darah\/\">Jalan Kaki Setelah Makan Bisa Membantu Menjaga Gula Darah?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tapi, Tidak Semua Nasi Memberikan Efek yang Sama<\/h2>\n\n\n\n<p>Meski terdengar menjanjikan, <strong>bukan berarti setiap nasi yang dimasukkan ke kulkas otomatis memberikan efek yang sama<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam penelitian tahun 2024 sebelumnya, manfaat tersebut terlihat pada <strong>nasi nonketan yang didinginkan<\/strong>. Sementara itu, <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">pada jenis beras ketan, pendinginan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada respons gula darah dan insulin <\/mark>dibandingkan nasi yang baru dimasak.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini menunjukkan bahwa efek pendinginan juga dapat dipengaruhi oleh <strong>karakteristik pati pada jenis beras yang digunakan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, klaim seperti \u201csemua nasi dingin lebih baik untuk gula darah\u201d mungkin masih terlalu sederhana. Penelitian yang ada lebih menunjukkan bahwa <strong>proses pendinginan dapat mengubah sifat pati dan dalam kondisi tertentu membantu menurunkan respons gula darah setelah makan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kalau Dipanaskan Lagi, Apakah Manfaatnya Hilang?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/crop-hand-picking-rice-from-steamer_11zon-1024x683.webp\" alt=\"nasi dingin dipanaskan kembali\" class=\"wp-image-7358\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/crop-hand-picking-rice-from-steamer_11zon-1024x683.webp 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/crop-hand-picking-rice-from-steamer_11zon-300x200.webp 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/crop-hand-picking-rice-from-steamer_11zon-768x512.webp 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/crop-hand-picking-rice-from-steamer_11zon-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/crop-hand-picking-rice-from-steamer_11zon-2048x1365.webp 2048w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/crop-hand-picking-rice-from-steamer_11zon-640x427.webp 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: magnific<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Menariknya, <strong>nasi tidak harus dikonsumsi dalam keadaan dingin untuk mendapatkan efek dari proses pendinginan<\/strong>. Pada orang dengan diabetes tipe 1, <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">nasi yang didinginkan selama 24 jam lalu dipanaskan kembali bisa menghasilkan kenaikan gula darah setelah makan yang lebih rendah<\/mark> dibandingkan nasi yang baru dimasak.<sup data-fn=\"24c5ad0a-f718-4088-8243-dc1bf53ce36c\" class=\"fn\"><a id=\"24c5ad0a-f718-4088-8243-dc1bf53ce36c-link\" href=\"#24c5ad0a-f718-4088-8243-dc1bf53ce36c\">4<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, yang berperan bukan hanya suhu nasi saat dimakan, tetapi juga <strong>perubahan struktur pati yang terjadi selama proses pendinginan<\/strong>. Sebagian perubahan tersebut masih dapat bertahan meskipun nasi dipanaskan kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, pada orang yang menggunakan insulin, perubahan respons gula darah ini juga perlu diperhatikan. Hal ini karena pada penelitian tersebut juga menemukan <strong>risiko hipoglikemia setelah makan yang lebih tinggi ketika dosis insulin standar tetap digunakan<\/strong>.<sup><a href=\"#24c5ad0a-f718-4088-8243-dc1bf53ce36c\">4<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/17\/pengaturan-indeks-glikemik-beban-glikemik-dan-penghitungan-karbohidrat-pada-diabetes-mellitus\/\">Pengaturan Indeks Glikemik, Beban Glikemik, dan Penghitungan Karbohidrat pada Diabetes Mellitus<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, pendinginan dan pemanasan kembali memang dapat memengaruhi bagaimana tubuh merespons nasi, tetapi <strong>bukan berarti cara ini menjadi pengganti pengaturan porsi, jenis makanan, atau terapi diabetes yang sudah dijalani<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Nasi Dingin Bukan Berarti Karbohidratnya Hilang<\/h2>\n\n\n\n<p>Ini adalah bagian yang penting. Terbentuknya pati resisten <strong>tidak membuat nasi berubah menjadi makanan tanpa karbohidrat atau bebas gula darah<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Nasi tetap merupakan <strong>sumber karbohidrat<\/strong>. Porsi yang dikonsumsi, jenis beras, lauk yang menyertai, sayuran, aktivitas fisik, dan kondisi tubuh tetap ikut menentukan respons gula darah setelah makan.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian pada beras yang memang memiliki kandungan pati resisten tinggi juga menunjukkan bahwa pati resisten dapat membantu menghasilkan respons gula darah setelah makan yang lebih rendah. Namun, <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">efek tersebut tetap merupakan bagian dari keseluruhan pola makan, bukan pengganti pengaturan porsi atau kualitas makanan<\/mark>.<sup data-fn=\"46efcc1d-1089-4b4d-be88-bc2bac244b9b\" class=\"fn\"><a id=\"46efcc1d-1089-4b4d-be88-bc2bac244b9b-link\" href=\"#46efcc1d-1089-4b4d-be88-bc2bac244b9b\">5<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, jangan sampai porsi nasi justru menjadi lebih banyak hanya karena sudah didinginkan dan dianggap \u201clebih sehat\u201d.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mau Mencoba? Jangan Lupakan Cara Menyimpan Nasinya<\/h2>\n\n\n\n<p>Kalau ingin mencoba nasi yang sudah didinginkan, <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">keamanan penyimpanannya juga jangan sampai diabaikan.<\/mark><\/p>\n\n\n\n<p>Makanan matang sebaiknya segera didinginkan dan disimpan di lemari pendingin. USDA menyarankan agar <strong>makanan sisa dimasukkan ke pendingin maksimal dua jam setelah dimasak<\/strong>, menggunakan wadah yang tidak terlalu dalam agar lebih cepat dingin. Tidak hanya itu, <strong>makanan sisa yang akan dikonsumsi kembali juga perlu dipanaskan hingga benar-benar panas.<\/strong><sup data-fn=\"89776c5a-9969-4a0d-8190-185f9606bb8d\" class=\"fn\"><a id=\"89776c5a-9969-4a0d-8190-185f9606bb8d-link\" href=\"#89776c5a-9969-4a0d-8190-185f9606bb8d\">6<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p><strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Oleh karena itu, bukan berarti nasi dibiarkan berjam-jam di suhu ruang dulu agar menjadi \u201cnasi dingin\u201d. Proses pendinginannya tetap harus dilakukan dengan cara yang aman.<\/mark><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perlukah Beralih ke Nasi yang Sudah Didinginkan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Jawabannya, <strong>tidak harus<\/strong>. Nasi yang baru matang tetap boleh menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, kalau kebetulan menyimpan nasi untuk dikonsumsi kembali, kini kita tahu bahwa <strong>proses pendinginan bisa menjadi salah satu hal yang ikut memengaruhi bagaimana nasi dicerna oleh tubuh<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal yang tetap perlu diperhatikan adalah <strong>porsinya, lauk dan sayur yang mendampingi, serta cara penyimpanannya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">nasi dingin bukan \u201cjalan pintas\u201d untuk mengontrol gula darah<\/mark>. Namun, ini menjadi contoh menarik bahwa <strong>cara kita mengolah dan menyimpan makanan juga dapat memengaruhi bagaimana tubuh meresponsnya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n<ol class=\"wp-block-footnotes\"><li id=\"4122c233-fb7b-45b3-ab05-afd107964892\">Strozyk S, Rogowicz-Frontczak A, Pilacinski S, LeThanh-Blicharz J, Koperska A, Zozulinska-Ziolkiewicz D. Influence of resistant starch resulting from the cooling of rice on postprandial glycemia in type 1 diabetes. Nutr Diabetes. 2022 Apr 16;12(1):21. doi: 10.1038\/s41387-022-00196-1. PMID: 35429987; PMCID: PMC9013350. <a href=\"#4122c233-fb7b-45b3-ab05-afd107964892-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 1\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"f611864c-f057-4d95-a62e-1123f9724038\">Putri, M. F. I., Farpina, E., &amp; Aina, G. Q. (2026). Analisis kadar glukosa pada nasi yang disimpan dan dipanaskan kembali. <em>Journal of Tropical AgriFood, 8<\/em>(1), 45\u201351. <a href=\"#f611864c-f057-4d95-a62e-1123f9724038-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 2\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"db5df144-49df-4050-9fcc-290c3b7901ad\">Peng X, Fan Z, Wei J, Liu R, Lou X, Hu J, Xing Y. Fresh-Cooked but Not Cold-Stored Millet Exhibited Remarkable Second Meal Effect Independent of Resistant Starch: A Randomized Crossover Trial. Nutrients. 2024 Nov 25;16(23):4030. doi: 10.3390\/nu16234030. PMID: 39683424; PMCID: PMC11643557. <a href=\"#db5df144-49df-4050-9fcc-290c3b7901ad-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 3\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"24c5ad0a-f718-4088-8243-dc1bf53ce36c\">Kadir, A., Widiastuti, H. P., Mountia, A., &amp; Fitri, U. (2025). Analisis praktik keperawatan dengan intervensi pemberian nasi basmati dingin dengan metode piring pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah Puskesmas Lok Bahu Samarinda. <em>Ensiklopedia of Journal, 8<\/em>(1), 62\u201369. <a href=\"#24c5ad0a-f718-4088-8243-dc1bf53ce36c-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 4\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"46efcc1d-1089-4b4d-be88-bc2bac244b9b\">Tan LL, Duan WQ, Chen MX, Mei Y, Qi XY, Zhang Y. Naturally cultured high resistant starch rice improved postprandial glucose levels in patients with type 2 diabetes: A randomized, double-blinded, controlled trial. Front Nutr. 2022 Dec 21;9:1019868. doi: 10.3389\/fnut.2022.1019868. PMID: 36643977; PMCID: PMC9833119. <a href=\"#46efcc1d-1089-4b4d-be88-bc2bac244b9b-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 5\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"89776c5a-9969-4a0d-8190-185f9606bb8d\">U.S. Department of Agriculture, Food Safety and Inspection Service. (n.d.). <em>Leftovers and food safety<\/em>. <a href=\"#89776c5a-9969-4a0d-8190-185f9606bb8d-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 6\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><\/ol>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Punya nasi sisa semalam di kulkas lalu dipanaskan kembali keesokan harinya? Selama ini, nasi seperti itu mungkin dianggap tidak jauh<\/p>\n","protected":false},"author":116,"featured_media":7357,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"[{\"content\":\"Strozyk S, Rogowicz-Frontczak A, Pilacinski S, LeThanh-Blicharz J, Koperska A, Zozulinska-Ziolkiewicz D. Influence of resistant starch resulting from the cooling of rice on postprandial glycemia in type 1 diabetes. Nutr Diabetes. 2022 Apr 16;12(1):21. doi: 10.1038\/s41387-022-00196-1. PMID: 35429987; PMCID: PMC9013350.\",\"id\":\"4122c233-fb7b-45b3-ab05-afd107964892\"},{\"content\":\"Putri, M. F. I., Farpina, E., &amp; Aina, G. Q. (2026). Analisis kadar glukosa pada nasi yang disimpan dan dipanaskan kembali. <em>Journal of Tropical AgriFood, 8<\/em>(1), 45\u201351.\",\"id\":\"f611864c-f057-4d95-a62e-1123f9724038\"},{\"content\":\"Peng X, Fan Z, Wei J, Liu R, Lou X, Hu J, Xing Y. Fresh-Cooked but Not Cold-Stored Millet Exhibited Remarkable Second Meal Effect Independent of Resistant Starch: A Randomized Crossover Trial. Nutrients. 2024 Nov 25;16(23):4030. doi: 10.3390\/nu16234030. PMID: 39683424; PMCID: PMC11643557.\",\"id\":\"db5df144-49df-4050-9fcc-290c3b7901ad\"},{\"content\":\"Kadir, A., Widiastuti, H. P., Mountia, A., &amp; Fitri, U. (2025). Analisis praktik keperawatan dengan intervensi pemberian nasi basmati dingin dengan metode piring pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah Puskesmas Lok Bahu Samarinda. <em>Ensiklopedia of Journal, 8<\/em>(1), 62\u201369.\",\"id\":\"24c5ad0a-f718-4088-8243-dc1bf53ce36c\"},{\"content\":\"Tan LL, Duan WQ, Chen MX, Mei Y, Qi XY, Zhang Y. Naturally cultured high resistant starch rice improved postprandial glucose levels in patients with type 2 diabetes: A randomized, double-blinded, controlled trial. Front Nutr. 2022 Dec 21;9:1019868. doi: 10.3389\/fnut.2022.1019868. PMID: 36643977; PMCID: PMC9833119.\",\"id\":\"46efcc1d-1089-4b4d-be88-bc2bac244b9b\"},{\"content\":\"U.S. Department of Agriculture, Food Safety and Inspection Service. (n.d.). <em>Leftovers and food safety<\/em>.\",\"id\":\"89776c5a-9969-4a0d-8190-185f9606bb8d\"}]","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[2],"tags":[779,777,602,778],"class_list":["post-7349","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-dan-gizi-lainnya","tag-gula-darah","tag-konsumsi-nasi-dingin","tag-kontrol-kadar-gula-darah","tag-nasi-dingin"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Nasi yang Sudah Dingin Punya Efek Berbeda pada Gula Darah? - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Nasi dingin dan gula darah bisa berkaitan. Kenali bagaimana proses pendinginan nasi memengaruhi pati dan respons gula darah setelah makan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nasi yang Sudah Dingin Punya Efek Berbeda pada Gula Darah? - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Nasi dingin dan gula darah bisa berkaitan. Kenali bagaimana proses pendinginan nasi memengaruhi pati dan respons gula darah setelah makan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-12T07:01:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-12T07:01:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/high-angle-woman-learning-make-sushi_11zon-scaled.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\"},\"headline\":\"Nasi yang Sudah Dingin Punya Efek Berbeda pada Gula Darah?\",\"datePublished\":\"2026-09-12T07:01:46+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-12T07:01:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/\"},\"wordCount\":911,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/high-angle-woman-learning-make-sushi_11zon-scaled.webp\",\"keywords\":[\"gula darah\",\"konsumsi nasi dingin\",\"kontrol kadar gula darah\",\"nasi dingin\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan dan Gizi lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/\",\"name\":\"Nasi yang Sudah Dingin Punya Efek Berbeda pada Gula Darah? - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/high-angle-woman-learning-make-sushi_11zon-scaled.webp\",\"datePublished\":\"2026-09-12T07:01:46+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-12T07:01:50+00:00\",\"description\":\"Nasi dingin dan gula darah bisa berkaitan. Kenali bagaimana proses pendinginan nasi memengaruhi pati dan respons gula darah setelah makan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/high-angle-woman-learning-make-sushi_11zon-scaled.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/high-angle-woman-learning-make-sushi_11zon-scaled.webp\",\"width\":2560,\"height\":1707,\"caption\":\"Sumber: magnific\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nasi yang Sudah Dingin Punya Efek Berbeda pada Gula Darah?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\",\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dewi Rizky Purnama\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nasi yang Sudah Dingin Punya Efek Berbeda pada Gula Darah? - Blog AhliGiziID","description":"Nasi dingin dan gula darah bisa berkaitan. Kenali bagaimana proses pendinginan nasi memengaruhi pati dan respons gula darah setelah makan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Nasi yang Sudah Dingin Punya Efek Berbeda pada Gula Darah? - Blog AhliGiziID","og_description":"Nasi dingin dan gula darah bisa berkaitan. Kenali bagaimana proses pendinginan nasi memengaruhi pati dan respons gula darah setelah makan.","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2026-09-12T07:01:46+00:00","article_modified_time":"2026-09-12T07:01:50+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/high-angle-woman-learning-make-sushi_11zon-scaled.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Dewi Rizky Purnama","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Dewi Rizky Purnama","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/"},"author":{"name":"Dewi Rizky Purnama","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592"},"headline":"Nasi yang Sudah Dingin Punya Efek Berbeda pada Gula Darah?","datePublished":"2026-09-12T07:01:46+00:00","dateModified":"2026-09-12T07:01:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/"},"wordCount":911,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/high-angle-woman-learning-make-sushi_11zon-scaled.webp","keywords":["gula darah","konsumsi nasi dingin","kontrol kadar gula darah","nasi dingin"],"articleSection":["Kesehatan dan Gizi lainnya"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/","name":"Nasi yang Sudah Dingin Punya Efek Berbeda pada Gula Darah? - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/high-angle-woman-learning-make-sushi_11zon-scaled.webp","datePublished":"2026-09-12T07:01:46+00:00","dateModified":"2026-09-12T07:01:50+00:00","description":"Nasi dingin dan gula darah bisa berkaitan. Kenali bagaimana proses pendinginan nasi memengaruhi pati dan respons gula darah setelah makan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/high-angle-woman-learning-make-sushi_11zon-scaled.webp","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/high-angle-woman-learning-make-sushi_11zon-scaled.webp","width":2560,"height":1707,"caption":"Sumber: magnific"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/09\/12\/nasi-yang-sudah-dingin-punya-efek-berbeda-pada-gula-darah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Nasi yang Sudah Dingin Punya Efek Berbeda pada Gula Darah?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592","name":"Dewi Rizky Purnama","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dewi Rizky Purnama"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7349","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/116"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7349"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7349\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7359,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7349\/revisions\/7359"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7357"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}