{"id":7290,"date":"2026-08-20T17:27:02","date_gmt":"2026-08-20T10:27:02","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=7290"},"modified":"2026-08-20T17:27:06","modified_gmt":"2026-08-20T10:27:06","slug":"makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/","title":{"rendered":"Makan Lebih Pelan Bisa Bikin Porsi Ikut Berkurang? Yuk, Kenali Pengaruhnya!"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Pernah merasa makanan di piring sudah habis, tetapi beberapa menit kemudian baru sadar ternyata memang <strong>makannya yang terlalu cepat<\/strong>? Atau justru sudah menambah makanan sebelum sempat benar-benar merasakan kenyang?<\/p>\n\n\n\n<p>Kita sering memperhatikan <strong>apa yang dimakan dan seberapa banyak porsinya<\/strong>, tetapi jarang memperhatikan satu hal sederhana, seperti <strong>seberapa cepat kita menghabiskannya<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Menariknya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kecepatan makan dapat ikut memengaruhi <strong>berapa banyak makanan dan energi yang akhirnya kita konsumsi<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Makan Lebih Cepat, Asupan Bisa Ikut Bertambah<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebuah penelitian dilakukan pada 69 orang dewasa sehat dengan beberapa jenis makan siang yang dibuat memiliki <strong>kecepatan makan dan kepadatan energi berbeda<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya menunjukkan bahwa <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">kecepatan makan dan kepadatan energi sama-sama memengaruhi jumlah energi yang dikonsumsi<\/mark>. Pada kondisi makan lebih lambat dengan kepadatan energi rendah, peserta mengonsumsi rata-rata <strong>570 kkal.<\/strong> Jumlah ini sekitar <strong>50% lebih rendah<\/strong> dibandingkan kondisi makan lebih cepat dengan kepadatan energi tinggi, yaitu sekitar <strong>1.143 kkal.<\/strong><sup data-fn=\"3aa2d4bf-dd7a-431a-856e-98e585e1e233\" class=\"fn\"><a id=\"3aa2d4bf-dd7a-431a-856e-98e585e1e233-link\" href=\"#3aa2d4bf-dd7a-431a-856e-98e585e1e233\">1<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Pengaruhnya tentu menjadi lebih besar ketika makanan yang dimakan perlahan ini memang memiliki <strong>kandungan energi yang lebih rendah<\/strong>. Sebaliknya, kombinasi makanan yang mudah dimakan dengan cepat dan memiliki kepadatan energi tinggi juga akan menghasilkan <strong>asupan yang lebih besar.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, bukan hanya ukuran porsi yang tersedia di depan kita. Tapi,<strong> <\/strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">cara dan kecepatan kita menghabiskan makanan juga dapat ikut menentukan seberapa banyak yang akhirnya masuk ke dalam tubuh.<\/mark><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Efeknya Ternyata Tidak Hanya Terlihat dalam Sekali Makan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/smiling-asian-woman-with-healthy-salad-kitchen_11zon-1024x683.webp\" alt=\"makan pelan dan pengaruhnya ke tubuh\" class=\"wp-image-6696\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/smiling-asian-woman-with-healthy-salad-kitchen_11zon-1024x683.webp 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/smiling-asian-woman-with-healthy-salad-kitchen_11zon-300x200.webp 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/smiling-asian-woman-with-healthy-salad-kitchen_11zon-768x513.webp 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/smiling-asian-woman-with-healthy-salad-kitchen_11zon-1536x1025.webp 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/smiling-asian-woman-with-healthy-salad-kitchen_11zon-2048x1367.webp 2048w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/smiling-asian-woman-with-healthy-salad-kitchen_11zon-640x427.webp 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: magnific<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Temuan tersebut juga diperkuat oleh penelitian terbaru yang diterbitkan pada 2026.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam penelitian tersebut, peserta mendapatkan dua pola makan yang sama-sama didominasi oleh makanan ultra-proses. Tetapi dipilih dengan tekstur yang membuat makanan <strong>lebih lambat atau lebih cepat dikonsumsi<\/strong>. Kedua pola tersebut <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">dibuat sebanding dalam hal porsi yang disediakan, kepadatan energi, variasi makanan, dan tingkat kesukaan.<\/mark><sup data-fn=\"d79c9805-dbdc-4369-9174-4eefe4a9883c\" class=\"fn\"><a id=\"d79c9805-dbdc-4369-9174-4eefe4a9883c-link\" href=\"#d79c9805-dbdc-4369-9174-4eefe4a9883c\">2<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya, peserta yang mengonsumsi UPF dengan tekstur yang membuat mereka <strong>makan lebih lambat<\/strong> memiliki <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">asupan energi rata-rata 369 kkal per hari lebih rendah <\/mark>dibandingkan saat mengonsumsi UPF yang lebih cepat dimakan. Efek ini konsisten selama dua minggu penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">massa lemak tubuh pada pola makan yang lebih lambat berkurang sekitar 0,43 kg<\/mark>, meskipun tidak ditemukan perubahan berat badan secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Temuan ini semakin menguatkan bahwa <strong>kecepatan makan dapat ikut memengaruhi seberapa banyak energi yang kita konsumsi sehari-hari<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/07\/26\/isi-kulkas-dan-meja-makan-bisa-membentuk-kebiasaan-makan-kita\/\">Kebiasaan Makan Kita Dibentuk Isi Kulkas, Bukan Cuma Niat<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Makan Pelan Bisa Membuat Kita Makan Lebih Sedikit?<\/h2>\n\n\n\n<p>Saat makanan membutuhkan lebih banyak waktu untuk dikunyah dan diproses di dalam mulut, kita mendapatkan <strong>paparan rasa dan tekstur yang lebih lama selama makan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah penelitian eksperimental menunjukkan bahwa <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">lamanya makanan diproses dan dirasakan di dalam mulut ikut memengaruhi jumlah yang dikonsumsi<\/mark>. Pada salah satu percobaan, peserta yang makan lebih lambat dengan paparan sensorik di mulut yang lebih lama mengonsumsi sekitar <strong>42 gram lebih sedikit<\/strong> dibandingkan saat makan lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara pada percobaan lainnya, paparan sensorik yang lebih lama juga membuat peserta mengonsumsi sekitar <strong>66 gram lebih sedikit<\/strong>.<sup data-fn=\"de8572d6-07f2-4abd-a291-75d9c3473de2\" class=\"fn\"><a id=\"de8572d6-07f2-4abd-a291-75d9c3473de2-link\" href=\"#de8572d6-07f2-4abd-a291-75d9c3473de2\">3<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Studi ini juga melihat respons hormon selama makan. <strong>Delapan menit setelah mulai makan, kadar insulin meningkat sekitar 42\u201365% pada semua kondisi.<\/strong> Namun, pada akhir waktu makan, <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">respons insulin paling tinggi terlihat ketika peserta makan lebih lambat dengan paparan sensorik di mulut yang lebih lama<\/mark>. Kadar insulin pada kondisi ini sekitar <strong>81% lebih tinggi<\/strong> dibandingkan kondisi makan cepat dengan paparan sensorik yang rendah.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil tersebut menunjukkan bahwa <strong>lamanya makanan dirasakan dan diproses di dalam mulut dapat memengaruhi respons insulin setelah makan<\/strong>. Dalam hal ini insulin berperan penting dalam <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">mengatur gula darah dan membantu tubuh menggunakan glukosa dari makanan.<\/mark><\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, penelitian lain yang dilakukan pada 44 orang dewasa juga menunjukkan bahwa <strong>ukuran porsi dan cara makan sama-sama berkaitan dengan jumlah makanan yang dikonsumsi<\/strong>. Porsi yang lebih besar mendorong asupan yang lebih banyak. Selain itu, peserta yang <strong>makan lebih cepat dan mengambil suapan lebih besar juga cenderung mengonsumsi lebih banyak<\/strong>, terlepas dari ukuran porsi yang diberikan.<sup data-fn=\"65c85d7d-ee25-4130-914c-0efa4c85dacf\" class=\"fn\"><a id=\"65c85d7d-ee25-4130-914c-0efa4c85dacf-link\" href=\"#65c85d7d-ee25-4130-914c-0efa4c85dacf\">4<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bukan Sekadar Makan Pelan, Kenali Juga Pola Makanmu Secara Menyeluruh<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/woman-choosing-apple-pizza_11zon-1024x683.webp\" alt=\"makan pelan dan kenali pola makan secara menyeluruh\" class=\"wp-image-7293\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/woman-choosing-apple-pizza_11zon-1024x683.webp 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/woman-choosing-apple-pizza_11zon-300x200.webp 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/woman-choosing-apple-pizza_11zon-768x512.webp 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/woman-choosing-apple-pizza_11zon-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/woman-choosing-apple-pizza_11zon-2048x1365.webp 2048w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/woman-choosing-apple-pizza_11zon-640x427.webp 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: magnific<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Makan lebih pelan memang dapat membantu mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi <strong>kecepatan makan bukan satu-satunya faktor yang berperan<\/strong>. <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Ukuran porsi, kepadatan energi, jenis makanan, hingga cara kita makan<\/mark> juga ikut menentukan seberapa banyak energi yang akhirnya kita konsumsi.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, tidak perlu beranggapan bahwa \u201casal makan pelan, porsinya pasti lebih sedikit\u201d. Justru, temuan-temuan ini bisa menjadi pengingat bagi kita untuk <strong>lebih sadar terhadap kebiasaan makan sehari-hari<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu bisa coba memperhatikan kembali, apakah kamu sering makan terburu-buru, mengambil suapan terlalu besar, langsung menambah porsi, atau bahkan menghabiskan makanan tanpa benar-benar menyadari kapan mulai merasa cukup?<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak perlu langsung menghitung jumlah kunyahan atau menentukan berapa menit waktu makan. Mulailah dari hal sederhana, seperti <strong>memperlambat beberapa suapan, memberi waktu untuk mengunyah, dan mengenali kembali rasa lapar maupun kenyang selama makan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/02\/16\/sering-makan-sambil-scroll-59-penelitian-menunjukkan-mindful-eating-berperan-dalam-pola-makan\/\">Stop Makan Sambil Scroll! Ini Alasan Mindful Eating Berperan dalam Membentuk Pola Makan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n<ol class=\"wp-block-footnotes\"><li id=\"3aa2d4bf-dd7a-431a-856e-98e585e1e233\">Lasschuijt MP, Heuven LA, Gonzalez-Estanol K, Siebelink E, Chen Y, Forde CG. The Effect of Energy Density and Eating Rate on Ad Libitum Energy Intake in Healthy Adults-A Randomized Controlled Study. J Nutr. 2025 Aug;155(8):2602-2610. doi: 10.1016\/j.tjnut.2025.06.006. Epub 2025 Jun 12. PMID: 40516651. <a href=\"#3aa2d4bf-dd7a-431a-856e-98e585e1e233-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 1\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"d79c9805-dbdc-4369-9174-4eefe4a9883c\">Forde CG, Heuven LA, van Bruinessen M, Liu Z, Stieger M, de Graaf K, Lasschuijt MP. Eating rate has sustained effects on energy intake from ultraprocessed diets: a 2-week ad libitum dietary randomized controlled crossover trial. Am J Clin Nutr. 2026 Apr;123(4):101122. doi: 10.1016\/j.ajcnut.2025.11.012. Epub 2025 Nov 26. PMID: 41314613; PMCID: PMC13084570. <a href=\"#d79c9805-dbdc-4369-9174-4eefe4a9883c-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 2\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"de8572d6-07f2-4abd-a291-75d9c3473de2\">Lasschuijt M, Mars M, de Graaf C, Smeets PAM. How oro-sensory exposure and eating rate affect satiation and associated endocrine responses-a randomized trial. Am J Clin Nutr. 2020 Jun 1;111(6):1137-1149. doi: 10.1093\/ajcn\/nqaa067. PMID: 32320002; PMCID: PMC7266691. <a href=\"#de8572d6-07f2-4abd-a291-75d9c3473de2-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 3\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"65c85d7d-ee25-4130-914c-0efa4c85dacf\">Cunningham PM, Roe LS, Keller KL, Hendriks-Hartensveld AEM, Rolls BJ. Eating rate and bite size were related to food intake across meals varying in portion size: A randomized crossover trial in adults. Appetite. 2023 Jan 1;180:106330. doi: 10.1016\/j.appet.2022.106330. Epub 2022 Sep 30. PMID: 36191669. <a href=\"#65c85d7d-ee25-4130-914c-0efa4c85dacf-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 4\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><\/ol>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah merasa makanan di piring sudah habis, tetapi beberapa menit kemudian baru sadar ternyata memang makannya yang terlalu cepat? Atau<\/p>\n","protected":false},"author":116,"featured_media":7295,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"[{\"content\":\"Lasschuijt MP, Heuven LA, Gonzalez-Estanol K, Siebelink E, Chen Y, Forde CG. The Effect of Energy Density and Eating Rate on Ad Libitum Energy Intake in Healthy Adults-A Randomized Controlled Study. J Nutr. 2025 Aug;155(8):2602-2610. doi: 10.1016\/j.tjnut.2025.06.006. Epub 2025 Jun 12. PMID: 40516651.\",\"id\":\"3aa2d4bf-dd7a-431a-856e-98e585e1e233\"},{\"content\":\"Forde CG, Heuven LA, van Bruinessen M, Liu Z, Stieger M, de Graaf K, Lasschuijt MP. Eating rate has sustained effects on energy intake from ultraprocessed diets: a 2-week ad libitum dietary randomized controlled crossover trial. Am J Clin Nutr. 2026 Apr;123(4):101122. doi: 10.1016\/j.ajcnut.2025.11.012. Epub 2025 Nov 26. PMID: 41314613; PMCID: PMC13084570.\",\"id\":\"d79c9805-dbdc-4369-9174-4eefe4a9883c\"},{\"content\":\"Lasschuijt M, Mars M, de Graaf C, Smeets PAM. How oro-sensory exposure and eating rate affect satiation and associated endocrine responses-a randomized trial. Am J Clin Nutr. 2020 Jun 1;111(6):1137-1149. doi: 10.1093\/ajcn\/nqaa067. PMID: 32320002; PMCID: PMC7266691.\",\"id\":\"de8572d6-07f2-4abd-a291-75d9c3473de2\"},{\"content\":\"Cunningham PM, Roe LS, Keller KL, Hendriks-Hartensveld AEM, Rolls BJ. Eating rate and bite size were related to food intake across meals varying in portion size: A randomized crossover trial in adults. Appetite. 2023 Jan 1;180:106330. doi: 10.1016\/j.appet.2022.106330. Epub 2022 Sep 30. PMID: 36191669.\",\"id\":\"65c85d7d-ee25-4130-914c-0efa4c85dacf\"}]","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[2],"tags":[771,772,762,770],"class_list":["post-7290","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-dan-gizi-lainnya","tag-durasi-makan","tag-kecepatan-makan","tag-pola-makan-seimbang","tag-porsi-makan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Makan Lebih Pelan Bisa Bikin Porsi Ikut Berkurang? Yuk, Kenali Pengaruhnya! - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Makan lebih pelan dapat membantu mengurangi asupan makanan. Kenali pengaruh kecepatan makan, ukuran porsi, dan kebiasaan makan sehari-hari.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Makan Lebih Pelan Bisa Bikin Porsi Ikut Berkurang? Yuk, Kenali Pengaruhnya! - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Makan lebih pelan dapat membantu mengurangi asupan makanan. Kenali pengaruh kecepatan makan, ukuran porsi, dan kebiasaan makan sehari-hari.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-20T10:27:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-20T10:27:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/front-view-women-eating-home_11zon-scaled.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1703\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\"},\"headline\":\"Makan Lebih Pelan Bisa Bikin Porsi Ikut Berkurang? Yuk, Kenali Pengaruhnya!\",\"datePublished\":\"2026-08-20T10:27:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-20T10:27:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/\"},\"wordCount\":771,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/front-view-women-eating-home_11zon-scaled.webp\",\"keywords\":[\"durasi makan\",\"kecepatan makan\",\"pola makan seimbang\",\"porsi makan\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan dan Gizi lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/\",\"name\":\"Makan Lebih Pelan Bisa Bikin Porsi Ikut Berkurang? Yuk, Kenali Pengaruhnya! - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/front-view-women-eating-home_11zon-scaled.webp\",\"datePublished\":\"2026-08-20T10:27:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-20T10:27:06+00:00\",\"description\":\"Makan lebih pelan dapat membantu mengurangi asupan makanan. Kenali pengaruh kecepatan makan, ukuran porsi, dan kebiasaan makan sehari-hari.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/front-view-women-eating-home_11zon-scaled.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/front-view-women-eating-home_11zon-scaled.webp\",\"width\":2560,\"height\":1703,\"caption\":\"Sumber: magnific\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Makan Lebih Pelan Bisa Bikin Porsi Ikut Berkurang? Yuk, Kenali Pengaruhnya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\",\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dewi Rizky Purnama\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Makan Lebih Pelan Bisa Bikin Porsi Ikut Berkurang? Yuk, Kenali Pengaruhnya! - Blog AhliGiziID","description":"Makan lebih pelan dapat membantu mengurangi asupan makanan. Kenali pengaruh kecepatan makan, ukuran porsi, dan kebiasaan makan sehari-hari.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Makan Lebih Pelan Bisa Bikin Porsi Ikut Berkurang? Yuk, Kenali Pengaruhnya! - Blog AhliGiziID","og_description":"Makan lebih pelan dapat membantu mengurangi asupan makanan. Kenali pengaruh kecepatan makan, ukuran porsi, dan kebiasaan makan sehari-hari.","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2026-08-20T10:27:02+00:00","article_modified_time":"2026-08-20T10:27:06+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1703,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/front-view-women-eating-home_11zon-scaled.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Dewi Rizky Purnama","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Dewi Rizky Purnama","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/"},"author":{"name":"Dewi Rizky Purnama","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592"},"headline":"Makan Lebih Pelan Bisa Bikin Porsi Ikut Berkurang? Yuk, Kenali Pengaruhnya!","datePublished":"2026-08-20T10:27:02+00:00","dateModified":"2026-08-20T10:27:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/"},"wordCount":771,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/front-view-women-eating-home_11zon-scaled.webp","keywords":["durasi makan","kecepatan makan","pola makan seimbang","porsi makan"],"articleSection":["Kesehatan dan Gizi lainnya"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/","name":"Makan Lebih Pelan Bisa Bikin Porsi Ikut Berkurang? Yuk, Kenali Pengaruhnya! - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/front-view-women-eating-home_11zon-scaled.webp","datePublished":"2026-08-20T10:27:02+00:00","dateModified":"2026-08-20T10:27:06+00:00","description":"Makan lebih pelan dapat membantu mengurangi asupan makanan. Kenali pengaruh kecepatan makan, ukuran porsi, dan kebiasaan makan sehari-hari.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/front-view-women-eating-home_11zon-scaled.webp","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/front-view-women-eating-home_11zon-scaled.webp","width":2560,"height":1703,"caption":"Sumber: magnific"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/08\/20\/makan-lebih-pelan-bisa-bikin-porsi-ikut-berkurang-yuk-kenali-pengaruhnya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Makan Lebih Pelan Bisa Bikin Porsi Ikut Berkurang? Yuk, Kenali Pengaruhnya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592","name":"Dewi Rizky Purnama","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dewi Rizky Purnama"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7290","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/116"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7290"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7290\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7296,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7290\/revisions\/7296"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7295"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}