{"id":7116,"date":"2026-06-30T10:53:45","date_gmt":"2026-06-30T03:53:45","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=7116"},"modified":"2026-06-30T10:53:49","modified_gmt":"2026-06-30T03:53:49","slug":"perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/","title":{"rendered":"Perut Kenyang Tapi Asupan Gizi Belum Terpenuhi? Ini Alasannya!"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Pernah merasa sudah makan banyak, perut sudah penuh, tapi tubuh tetap terasa lemas, mudah lapar lagi, sulit fokus, atau rasanya tidak bertenaga? Banyak orang mengira rasa kenyang adalah tanda bahwa kebutuhan tubuh sudah terpenuhi. Padahal, <strong>kenyang dan cukup gizi adalah dua hal yang berbeda.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perut bisa saja kenyang karena volume <strong>makanan yang besar <\/strong>atau karena <strong>makanan tinggi kalori<\/strong>. Namun, tubuh tetap membutuhkan berbagai zat gizi penting seperti <strong>protein, vitamin, mineral, serat, dan lemak sehat<\/strong> agar bisa berfungsi dengan baik. Jadi, meskipun seseorang makan tiga kali sehari, bukan berarti otomatis kebutuhan gizinya sudah tercukupi.<\/p>\n\n\n\n<p>Inilah alasan mengapa <strong>kualitas makanan sama pentingnya dengan jumlah makanan yang dikonsumsi.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenyang Tidak Selalu Berarti Bergizi<\/h2>\n\n\n\n<p>Rasa kenyang umumnya dipengaruhi oleh <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">jumlah makanan, volume, kandungan air, serat, protein, lemak, dan kecepatan pengosongan lambung<\/mark>.<sup data-fn=\"cb4e13b5-79e7-4ef8-ad98-e2dc34f39f20\" class=\"fn\"><a id=\"cb4e13b5-79e7-4ef8-ad98-e2dc34f39f20-link\" href=\"#cb4e13b5-79e7-4ef8-ad98-e2dc34f39f20\">1<\/a><\/sup> Namun, makanan yang membuat kenyang belum tentu mengandung zat gizi yang lengkap.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, sepiring besar nasi dengan sedikit lauk dan hampir tanpa sayur mungkin bisa membuat perut penuh. Namun, dari sisi komposisi gizi, makanan tersebut bisa saja lebih dominan karbohidrat, tetapi rendah protein, serat, vitamin, dan mineral.<\/p>\n\n\n\n<p>Kementerian Kesehatan RI melalui panduan Isi Piringku menekankan bahwa makan sehat bukan hanya soal \u201csudah makan\u201d, tetapi juga <strong>memperhatikan komposisi dalam satu piring<\/strong>, yaitu <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah dalam porsi yang seimbang<\/mark>.<sup data-fn=\"a4e4bbee-6d7f-44be-9b5f-61ac68f60366\" class=\"fn\"><a id=\"a4e4bbee-6d7f-44be-9b5f-61ac68f60366-link\" href=\"#a4e4bbee-6d7f-44be-9b5f-61ac68f60366\">2<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, tubuh tidak hanya membutuhkan energi dari makanan, tetapi juga zat gizi yang membantu tubuh bekerja optimal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tubuh Membutuhkan Lebih dari Sekadar Kalori<\/h2>\n\n\n\n<p>Kalori memang penting karena menjadi <strong>sumber energi<\/strong>. Namun, tubuh tidak hanya hidup dari kalori. Tubuh juga membutuhkan <strong>zat gizi makro dan mikro.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/high-angle-delicious-food-arrangement_11zon-1024x683.webp\" alt=\"tubuh membutuhkan zat gizi makro dan mikro\" class=\"wp-image-6967\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/high-angle-delicious-food-arrangement_11zon-1024x683.webp 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/high-angle-delicious-food-arrangement_11zon-300x200.webp 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/high-angle-delicious-food-arrangement_11zon-768x512.webp 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/high-angle-delicious-food-arrangement_11zon-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/high-angle-delicious-food-arrangement_11zon-2048x1365.webp 2048w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/high-angle-delicious-food-arrangement_11zon-640x427.webp 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: magnific<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Zat gizi makro meliputi karbohidrat, protein, dan lemak<\/mark>. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi utama, protein membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, sedangkan lemak diperlukan untuk fungsi hormon, penyerapan vitamin tertentu, dan cadangan energi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu,<mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"> zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral<\/mark> dibutuhkan dalam jumlah kecil, tetapi perannya sangat besar. Zat besi, misalnya, berperan dalam pembentukan sel darah merah. Kalsium penting untuk tulang dan gigi. Vitamin A, C, D, B kompleks, zinc, folat, dan mineral lainnya juga memiliki fungsi penting dalam metabolisme, daya tahan tubuh, dan kesehatan secara umum.<sup data-fn=\"e7b775da-5289-406d-99b5-2ee1dc259b9e\" class=\"fn\"><a id=\"e7b775da-5289-406d-99b5-2ee1dc259b9e-link\" href=\"#e7b775da-5289-406d-99b5-2ee1dc259b9e\">3<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Masalahnya, <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">makanan yang tinggi kalori belum tentu tinggi zat gizi.<\/mark> Inilah yang sering disebut sebagai <strong>makanan padat energi tetapi rendah zat gizi.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Makan Kenyang Tapi Gizinya Belum Seimbang<\/h2>\n\n\n\n<p>Beberapa pola makan bisa membuat seseorang merasa kenyang, tetapi belum tentu memenuhi kebutuhan gizi harian. Misalnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>makan nasi dalam porsi besar, tetapi lauknya sangat sedikit;<\/li>\n\n\n\n<li>sering makan mi instan tanpa tambahan protein dan sayur;<\/li>\n\n\n\n<li>sarapan hanya dengan roti manis dan minuman manis;<\/li>\n\n\n\n<li>ngemil gorengan atau makanan tinggi gula sebagai pengganti makan utama;<\/li>\n\n\n\n<li>jarang mengonsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, telur, ikan, tempe, tahu, atau sumber protein lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Pola makan seperti ini bisa membuat tubuh mendapatkan energi, tetapi kurang mendapatkan protein, serat, vitamin, dan mineral. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat membuat <strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">kualitas diet menjadi rendah<\/mark><\/strong>.<sup data-fn=\"d4144f72-42f2-43a3-85dc-a2e5e25168f4\" class=\"fn\"><a id=\"d4144f72-42f2-43a3-85dc-a2e5e25168f4-link\" href=\"#d4144f72-42f2-43a3-85dc-a2e5e25168f4\">4<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>FAO menjelaskan bahwa makanan dengan kepadatan mikronutrien tinggi seperti kacang-kacangan, sayuran, terutama sayuran hijau, dan buah-buahan merupakan bagian penting untuk membantu memenuhi kecukupan vitamin dan mineral.<sup data-fn=\"2c49b76b-5044-4ba3-834d-1682cb77c470\" class=\"fn\"><a id=\"2c49b76b-5044-4ba3-834d-1682cb77c470-link\" href=\"#2c49b76b-5044-4ba3-834d-1682cb77c470\">5<\/a><\/sup> Sebaliknya, pola makan yang terlalu bergantung pada serealia olahan atau makanan pokok tertentu bisa mencukupi energi, tetapi belum tentu mencukupi mikronutrien penting.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Tubuh Bisa Tetap \u201cKurang\u201d Walaupun Sudah Makan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa merasa sudah makan cukup, tetapi asupan gizinya belum terpenuhi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, <strong>pilihan makanannya kurang beragam.<\/strong> Semakin terbatas jenis makanan yang dikonsumsi, semakin besar kemungkinan ada zat gizi tertentu yang kurang.<sup data-fn=\"0b792cd0-e824-481c-895c-38faa38ec81f\" class=\"fn\"><a id=\"0b792cd0-e824-481c-895c-38faa38ec81f-link\" href=\"#0b792cd0-e824-481c-895c-38faa38ec81f\">6<\/a><\/sup> Misalnya, jika seseorang jarang makan sumber protein hewani atau nabati, kebutuhan protein dan beberapa mineral bisa tidak optimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, <strong>porsi makanan tidak seimbang.<\/strong> Satu jenis makanan bisa terlalu dominan, sementara kelompok makanan lain terabaikan. Misalnya, porsi karbohidrat terlalu besar, tetapi lauk, sayur, dan buah sangat sedikit.<sup data-fn=\"d6943a86-ca7b-4739-992b-e1cf98f044bf\" class=\"fn\"><a id=\"d6943a86-ca7b-4739-992b-e1cf98f044bf-link\" href=\"#d6943a86-ca7b-4739-992b-e1cf98f044bf\">7<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Ketiga, <strong>terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, atau lemak, tetapi rendah zat gizi.<\/strong> Makanan seperti ini bisa membuat kenyang atau puas sesaat, tetapi tidak banyak memberikan vitamin, mineral, dan serat. Bahkan, justru bisa meningkatkan risiko penyakit tidak menular.<sup data-fn=\"7b17be1c-56e7-4db3-91a9-750b5f68c2f8\" class=\"fn\"><a id=\"7b17be1c-56e7-4db3-91a9-750b5f68c2f8-link\" href=\"#7b17be1c-56e7-4db3-91a9-750b5f68c2f8\">8<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/07\/29\/pembatasan-konsumsi-gula-garam-dan-lemak-ggl-menggunakan-traffic-light-label\/\">PEMBATASAN KONSUMSI GULA, GARAM, DAN LEMAK (GGL) MENGGUNAKAN TRAFFIC-LIGHT LABEL<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Keempat, <strong>kurang konsumsi sayur dan buah<\/strong>. Padahal, WHO merekomendasikan <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">konsumsi lebih dari 400 gram buah dan sayur per hari <\/mark>untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan mengurangi risiko penyakit tidak menular tertentu.<sup data-fn=\"16f66b95-1eaa-4803-a62a-2fc2827ef649\" class=\"fn\"><a id=\"16f66b95-1eaa-4803-a62a-2fc2827ef649-link\" href=\"#16f66b95-1eaa-4803-a62a-2fc2827ef649\">9<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Kelima, <strong>pola makan hanya berfokus pada \u201casal tidak lapar\u201d.<\/strong> Banyak orang makan dengan prinsip yang penting kenyang, murah, cepat, dan praktis. Prinsip ini wajar dalam kehidupan sehari-hari yang sibuk. Namun, jika dilakukan terus-menerus tanpa memperhatikan kualitas makanan, tubuh bisa kehilangan kesempatan untuk mendapatkan zat gizi yang lebih lengkap.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tanda Pola Makan Kamu Mungkin Belum Bergizi Seimbang<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/woman-trying-eat-healthy-home_11zon.webp\" alt=\"tanda pola makan belum seimbang\" class=\"wp-image-6249\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: magnific<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kekurangan zat gizi <strong>tidak selalu langsung terlihat<\/strong>. Namun, ada beberapa tanda yang bisa menjadi sinyal bahwa pola makan perlu dievaluasi, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>tubuh mudah lelah;<\/li>\n\n\n\n<li>sulit fokus;<\/li>\n\n\n\n<li>sering merasa lapar lagi meski sudah makan;<\/li>\n\n\n\n<li>rambut mudah rontok;<\/li>\n\n\n\n<li>kulit tampak kusam;<\/li>\n\n\n\n<li>mudah sariawan;<\/li>\n\n\n\n<li>daya tahan tubuh menurun;<\/li>\n\n\n\n<li>sulit pulih setelah sakit;<\/li>\n\n\n\n<li>berat badan naik, tetapi tubuh terasa kurang bugar.<sup data-fn=\"72040ab0-308f-43de-9994-ffcad879cceb\" class=\"fn\"><a id=\"72040ab0-308f-43de-9994-ffcad879cceb-link\" href=\"#72040ab0-308f-43de-9994-ffcad879cceb\">10<\/a><\/sup><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Tanda-tanda tersebut tidak selalu disebabkan oleh kekurangan gizi, karena bisa juga berkaitan dengan<strong> tidur, stres, aktivitas fisik, penyakit tertentu, atau kondisi medis lainnya<\/strong>. Namun, jika sering terjadi, pola makan sehari-hari layak diperhatikan kembali.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Membuat Makanan Lebih Mengenyangkan dan Bergizi<\/h2>\n\n\n\n<p>Kabar baiknya, memperbaiki kualitas makan tidak harus selalu mahal atau rumit. Kuncinya adalah membuat piring makan lebih seimbang dan beragam.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pertama, <strong>pastikan ada sumber karbohidrat.<\/strong> Pilih makanan pokok seperti nasi, kentang, jagung, singkong, ubi, atau sumber karbohidrat lain sesuai kebiasaan dan kebutuhan.<\/li>\n\n\n\n<li>Kedua, <strong>tambahkan sumber protein. <\/strong>Protein bisa berasal dari ikan, ayam, telur, daging tanpa lemak, tahu, tempe, kacang-kacangan, atau produk susu. Protein membantu memberi rasa kenyang lebih lama dan berperan penting dalam menjaga massa otot serta perbaikan jaringan tubuh.<\/li>\n\n\n\n<li>Ketiga,<strong> jangan lupakan sayur<\/strong>. Sayur dapat membantu menambah serat, vitamin, mineral, dan volume makanan sehingga makan terasa lebih mengenyangkan dengan kualitas gizi yang lebih baik.<\/li>\n\n\n\n<li>Keempat,<strong> lengkapi dengan buah.<\/strong> Buah bisa menjadi sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan. Dengan catatan, lebih sering pilih buah utuh dibanding olahan jus manis, karena buah utuh umumnya masih mengandung serat alami.<\/li>\n\n\n\n<li>Kelima, <strong>batasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak berlebih. <\/strong>Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tetapi sebaiknya tidak menjadi pilihan utama sehari-hari.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Sederhana Piring yang Lebih Seimbang<\/h2>\n\n\n\n<p>Perubahan kecil seperti menu sederhana yang lengkap dan seimbang bisa membuat makanan bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga lebih bergizi.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>nasi + ikan + sayur bening + buah pepaya;<\/li>\n\n\n\n<li>nasi + tempe + telur + tumis kangkung;<\/li>\n\n\n\n<li>ubi rebus + telur + buah;<\/li>\n\n\n\n<li>oatmeal + susu\/yogurt + pisang + kacang;<\/li>\n\n\n\n<li>nasi + ayam + lalapan + buah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Makanan bergizi tidak harus selalu berasal dari makanan mahal.<\/strong> Banyak bahan lokal seperti tempe, tahu, telur, ikan, sayur hijau, kacang-kacangan, pisang, pepaya, ubi, dan singkong yang bisa menjadi bagian dari pola makan sehat.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasa kenyang memang penting, tetapi kenyang saja tidak cukup. Tubuh membutuhkan <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">makanan yang tidak hanya mengisi perut, tetapi juga memberikan zat gizi yang lengkap dan seimbang.<\/mark><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/27\/kompleksitas-diet-dan-kesehatan-tubuh\/\">Kompleksitas Diet: Makanan Apa yang Benar-Benar Berdampak untuk Kesehatan?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Makan banyak belum tentu bergizi. Sebaliknya, makan dengan porsi yang cukup, beragam, dan seimbang dapat membantu tubuh mendapatkan energi, protein, serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan setiap hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, mulai sekarang, jangan hanya bertanya, \u201cApakah saya sudah makan?\u201d tetapi coba tanyakan juga, \u201cApakah isi piring saya sudah cukup beragam dan bergizi?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, mulai perhatikan isi piring kita hari ini. Tidak perlu langsung sempurna. Mulailah dari langkah kecil, seperti dengan menambahkan satu jenis sayur, pilih lauk berprotein, lengkapi dengan buah, dan kurangi kebiasaan makan asal kenyang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n<ol class=\"wp-block-footnotes\"><li id=\"cb4e13b5-79e7-4ef8-ad98-e2dc34f39f20\">Shapira, N. (2019). The metabolic concept of meal sequence vs. Satiety: Glycemic and oxidative responses with reference to inflammation risk, protective principles and mediterranean diet.\u00a0<em>Nutrients<\/em>,\u00a0<em>11<\/em>(10), 2373. <a href=\"#cb4e13b5-79e7-4ef8-ad98-e2dc34f39f20-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 1\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"a4e4bbee-6d7f-44be-9b5f-61ac68f60366\">Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, June 28). <em>Isi Piringku, Panduan Kebutuhan Gizi Seimbang Harian<\/em>. Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI. <a href=\"#a4e4bbee-6d7f-44be-9b5f-61ac68f60366-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 2\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"e7b775da-5289-406d-99b5-2ee1dc259b9e\">Lubis, E. J., Karima, K., Nabila, M., Khairani, R., &amp; Khadijah, K. (2026). The development of the concept of macro-micro nutrients and its implications for early childhood: a literature review.\u00a0<em>EDUCTUM: Journal Research<\/em>,\u00a0<em>5<\/em>(1), 44-48. <a href=\"#e7b775da-5289-406d-99b5-2ee1dc259b9e-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 3\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"d4144f72-42f2-43a3-85dc-a2e5e25168f4\">Putri, N. A., Marjan, A. Q., &amp; Imrar, I. F. (2025). Kualitas Diet sebagai Faktor Penentu Status Gizi pada Remaja di SMAN 2 Bogor: Diet Quality as a Key Determinant of Adolescents Nutritional Status at SMAN 2 Bogor.\u00a0<em>Amerta Nutrition<\/em>,\u00a0<em>9<\/em>(1SP), 1-7. <a href=\"#d4144f72-42f2-43a3-85dc-a2e5e25168f4-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 4\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"2c49b76b-5044-4ba3-834d-1682cb77c470\">Food and Agriculture Organization of the United Nations, &amp; World Health Organization. (2002). <em>Chapter 2. Food-based approaches to meeting vitamin and mineral needs<\/em>. In <em>Human vitamin and mineral requirements: Report of a joint FAO\/WHO expert consultation, Bangkok, Thailand<\/em>. Food and Agriculture Organization of the United Nations. <a href=\"#2c49b76b-5044-4ba3-834d-1682cb77c470-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 5\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"0b792cd0-e824-481c-895c-38faa38ec81f\">Hardiyanti, D. (2022). Peran Guru dalam Pemberian Informasi \u201cIsi Piringku\u201d Tentang Gizi yang Optimal pada Anak Usia Dini Kepada Orangtua di Wilayah Banyumanik.\u00a0<em>Manggali<\/em>,\u00a0<em>2<\/em>(2), 244-252. <a href=\"#0b792cd0-e824-481c-895c-38faa38ec81f-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 6\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"d6943a86-ca7b-4739-992b-e1cf98f044bf\">Salma, F. S., Shabrina, K., Ramadhan, A., &amp; Al-Farisi, U. (2025, October). MAKAN SEHAT, HIDUP BAHAGIA: ISI PIRINGKU UNTUK GENERASI SEHAT. In\u00a0<em>Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ<\/em>. <a href=\"#d6943a86-ca7b-4739-992b-e1cf98f044bf-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 7\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"7b17be1c-56e7-4db3-91a9-750b5f68c2f8\">Mellisa, M., Simanjuntak, B. Y., &amp; Krisnasary, A. (2023). Hubungan Pola Konsumsi Gula, Garam dan Minyak Dengan Obesitas Sentral Pada Pegawai Pemerintah di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Bengkulu.\u00a0<em>Amerta Nutrition<\/em>,\u00a0<em>7<\/em>(2SP), 118-123. <a href=\"#7b17be1c-56e7-4db3-91a9-750b5f68c2f8-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 8\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"16f66b95-1eaa-4803-a62a-2fc2827ef649\">World Health Organization. (2023). <em>Increasing fruit and vegetable consumption to reduce the risk of noncommunicable diseases<\/em>. WHO eLENA. <a href=\"#16f66b95-1eaa-4803-a62a-2fc2827ef649-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 9\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"72040ab0-308f-43de-9994-ffcad879cceb\">Anto, V. A. (2023). Pengaruh malnutrisi terhadap perilaku dan indeks organ pada tikus yang diinduksi pakan formulasi rendah protein.\u00a0<em>Journal Pharmacy Of Tanjungpura<\/em>,\u00a0<em>1<\/em>(1). <a href=\"#72040ab0-308f-43de-9994-ffcad879cceb-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 10\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><\/ol>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah merasa sudah makan banyak, perut sudah penuh, tapi tubuh tetap terasa lemas, mudah lapar lagi, sulit fokus, atau rasanya<\/p>\n","protected":false},"author":116,"featured_media":6126,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"[{\"content\":\"Shapira, N. (2019). The metabolic concept of meal sequence vs. Satiety: Glycemic and oxidative responses with reference to inflammation risk, protective principles and mediterranean diet.\u00a0<em>Nutrients<\/em>,\u00a0<em>11<\/em>(10), 2373.\",\"id\":\"cb4e13b5-79e7-4ef8-ad98-e2dc34f39f20\"},{\"content\":\"Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, June 28). <em>Isi Piringku, Panduan Kebutuhan Gizi Seimbang Harian<\/em>. Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI.\",\"id\":\"a4e4bbee-6d7f-44be-9b5f-61ac68f60366\"},{\"content\":\"Lubis, E. J., Karima, K., Nabila, M., Khairani, R., &amp; Khadijah, K. (2026). The development of the concept of macro-micro nutrients and its implications for early childhood: a literature review.\u00a0<em>EDUCTUM: Journal Research<\/em>,\u00a0<em>5<\/em>(1), 44-48.\",\"id\":\"e7b775da-5289-406d-99b5-2ee1dc259b9e\"},{\"content\":\"Putri, N. A., Marjan, A. Q., &amp; Imrar, I. F. (2025). Kualitas Diet sebagai Faktor Penentu Status Gizi pada Remaja di SMAN 2 Bogor: Diet Quality as a Key Determinant of Adolescents Nutritional Status at SMAN 2 Bogor.\u00a0<em>Amerta Nutrition<\/em>,\u00a0<em>9<\/em>(1SP), 1-7.\",\"id\":\"d4144f72-42f2-43a3-85dc-a2e5e25168f4\"},{\"content\":\"Food and Agriculture Organization of the United Nations, &amp; World Health Organization. (2002). <em>Chapter 2. Food-based approaches to meeting vitamin and mineral needs<\/em>. In <em>Human vitamin and mineral requirements: Report of a joint FAO\/WHO expert consultation, Bangkok, Thailand<\/em>. Food and Agriculture Organization of the United Nations.\",\"id\":\"2c49b76b-5044-4ba3-834d-1682cb77c470\"},{\"content\":\"Hardiyanti, D. (2022). Peran Guru dalam Pemberian Informasi \u201cIsi Piringku\u201d Tentang Gizi yang Optimal pada Anak Usia Dini Kepada Orangtua di Wilayah Banyumanik.\u00a0<em>Manggali<\/em>,\u00a0<em>2<\/em>(2), 244-252.\",\"id\":\"0b792cd0-e824-481c-895c-38faa38ec81f\"},{\"content\":\"Salma, F. S., Shabrina, K., Ramadhan, A., &amp; Al-Farisi, U. (2025, October). MAKAN SEHAT, HIDUP BAHAGIA: ISI PIRINGKU UNTUK GENERASI SEHAT. In\u00a0<em>Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ<\/em>.\",\"id\":\"d6943a86-ca7b-4739-992b-e1cf98f044bf\"},{\"content\":\"Mellisa, M., Simanjuntak, B. Y., &amp; Krisnasary, A. (2023). Hubungan Pola Konsumsi Gula, Garam dan Minyak Dengan Obesitas Sentral Pada Pegawai Pemerintah di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Bengkulu.\u00a0<em>Amerta Nutrition<\/em>,\u00a0<em>7<\/em>(2SP), 118-123.\",\"id\":\"7b17be1c-56e7-4db3-91a9-750b5f68c2f8\"},{\"content\":\"World Health Organization. (2023). <em>Increasing fruit and vegetable consumption to reduce the risk of noncommunicable diseases<\/em>. WHO eLENA.\",\"id\":\"16f66b95-1eaa-4803-a62a-2fc2827ef649\"},{\"content\":\"Anto, V. A. (2023). Pengaruh malnutrisi terhadap perilaku dan indeks organ pada tikus yang diinduksi pakan formulasi rendah protein.\u00a0<em>Journal Pharmacy Of Tanjungpura<\/em>,\u00a0<em>1<\/em>(1).\",\"id\":\"72040ab0-308f-43de-9994-ffcad879cceb\"}]","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[2],"tags":[753,26,754,614],"class_list":["post-7116","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-dan-gizi-lainnya","tag-asupan-gizi","tag-gizi-seimbang","tag-kualitas-diet","tag-pola-makan-sehat"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perut Kenyang Tapi Asupan Gizi Belum Terpenuhi? Ini Alasannya! - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kenyang tapi kurang gizi bisa terjadi saat makanan tinggi kalori namun rendah protein, serat, vitamin\/mineral. Kenali penyebab dan solusinya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perut Kenyang Tapi Asupan Gizi Belum Terpenuhi? Ini Alasannya! - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kenyang tapi kurang gizi bisa terjadi saat makanan tinggi kalori namun rendah protein, serat, vitamin\/mineral. Kenali penyebab dan solusinya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-30T03:53:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-30T03:53:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mindfull-eating-e1753258353928.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"740\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"491\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\"},\"headline\":\"Perut Kenyang Tapi Asupan Gizi Belum Terpenuhi? Ini Alasannya!\",\"datePublished\":\"2026-06-30T03:53:45+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-30T03:53:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/\"},\"wordCount\":1215,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mindfull-eating-e1753258353928.webp\",\"keywords\":[\"asupan gizi\",\"Gizi Seimbang\",\"kualitas diet\",\"pola makan sehat\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan dan Gizi lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/\",\"name\":\"Perut Kenyang Tapi Asupan Gizi Belum Terpenuhi? Ini Alasannya! - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mindfull-eating-e1753258353928.webp\",\"datePublished\":\"2026-06-30T03:53:45+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-30T03:53:49+00:00\",\"description\":\"Kenyang tapi kurang gizi bisa terjadi saat makanan tinggi kalori namun rendah protein, serat, vitamin\/mineral. Kenali penyebab dan solusinya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mindfull-eating-e1753258353928.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mindfull-eating-e1753258353928.webp\",\"width\":740,\"height\":491,\"caption\":\"Sumber: Pixabay\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perut Kenyang Tapi Asupan Gizi Belum Terpenuhi? Ini Alasannya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\",\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dewi Rizky Purnama\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perut Kenyang Tapi Asupan Gizi Belum Terpenuhi? Ini Alasannya! - Blog AhliGiziID","description":"Kenyang tapi kurang gizi bisa terjadi saat makanan tinggi kalori namun rendah protein, serat, vitamin\/mineral. Kenali penyebab dan solusinya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perut Kenyang Tapi Asupan Gizi Belum Terpenuhi? Ini Alasannya! - Blog AhliGiziID","og_description":"Kenyang tapi kurang gizi bisa terjadi saat makanan tinggi kalori namun rendah protein, serat, vitamin\/mineral. Kenali penyebab dan solusinya!","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2026-06-30T03:53:45+00:00","article_modified_time":"2026-06-30T03:53:49+00:00","og_image":[{"width":740,"height":491,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mindfull-eating-e1753258353928.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Dewi Rizky Purnama","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Dewi Rizky Purnama","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/"},"author":{"name":"Dewi Rizky Purnama","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592"},"headline":"Perut Kenyang Tapi Asupan Gizi Belum Terpenuhi? Ini Alasannya!","datePublished":"2026-06-30T03:53:45+00:00","dateModified":"2026-06-30T03:53:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/"},"wordCount":1215,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mindfull-eating-e1753258353928.webp","keywords":["asupan gizi","Gizi Seimbang","kualitas diet","pola makan sehat"],"articleSection":["Kesehatan dan Gizi lainnya"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/","name":"Perut Kenyang Tapi Asupan Gizi Belum Terpenuhi? Ini Alasannya! - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mindfull-eating-e1753258353928.webp","datePublished":"2026-06-30T03:53:45+00:00","dateModified":"2026-06-30T03:53:49+00:00","description":"Kenyang tapi kurang gizi bisa terjadi saat makanan tinggi kalori namun rendah protein, serat, vitamin\/mineral. Kenali penyebab dan solusinya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mindfull-eating-e1753258353928.webp","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mindfull-eating-e1753258353928.webp","width":740,"height":491,"caption":"Sumber: Pixabay"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/30\/perut-kenyang-tapi-asupan-gizi-belum-terpenuhi-ini-alasannya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perut Kenyang Tapi Asupan Gizi Belum Terpenuhi? Ini Alasannya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592","name":"Dewi Rizky Purnama","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dewi Rizky Purnama"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7116","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/116"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7116"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7116\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7120,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7116\/revisions\/7120"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}