{"id":7090,"date":"2026-06-23T09:51:01","date_gmt":"2026-06-23T02:51:01","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=7090"},"modified":"2026-06-23T09:51:04","modified_gmt":"2026-06-23T02:51:04","slug":"terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/","title":{"rendered":"Terus Kepikiran Makanan? Mungkin Kamu Sedang Mengalami &#8216;Food Noise&#8217;"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Apakah kamu pernah merasa baru saja selesai makan, tetapi beberapa menit kemudian sudah mulai memikirkan camilan lagi? Atau mungkin saat sedang bekerja, belajar, bahkan menonton film, pikiran tentang makanan terus muncul tanpa diundang?<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak orang menganggap kondisi ini sebagai tanda kurang disiplin atau kurang kuat menahan diri. Namun, para peneliti kini mulai mengenal fenomena tersebut dengan istilah <strong><em>food noise<\/em><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski terdengar sederhana, <em>food noise<\/em> ternyata <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">dapat memengaruhi pola makan, berat badan, hingga kesehatan mental seseorang<\/mark>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu <em>Food Noise<\/em>?<\/h2>\n\n\n\n<p>Pada tahun 2025, sekelompok peneliti dari <em>Indiana University<\/em> dan berbagai institusi kesehatan lainnya mengusulkan definisi formal dari<em> food noise<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Istilah ini diartikan sebagai <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">pikiran tentang makanan yang muncul secara terus-menerus, dirasakan mengganggu atau tidak diinginkan, dan berpotensi memengaruhi kesejahteraan seseorang<\/mark>.<sup data-fn=\"e3320d16-ac65-4807-a8db-297b97ca3b8c\" class=\"fn\"><a id=\"e3320d16-ac65-4807-a8db-297b97ca3b8c-link\" href=\"#e3320d16-ac65-4807-a8db-297b97ca3b8c\">1<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Definisi ini tentunya berbeda dengan pikiran tentang makanan yang normal terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sesekali memikirkan makanan merupakan hal yang wajar, tetapi pada <em>food noise<\/em>, pikiran tersebut muncul secara <strong>berulang, sulit diabaikan, dan dapat menimbulkan beban mental<\/strong> bagi individu yang mengalaminya.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, pada <em>food noise<\/em> makanan bisa menjadi <strong>&#8220;suara latar&#8221; yang terus aktif di dalam pikiran sepanjang hari.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Terus memikirkan makanan berikutnya meskipun baru saja makan.<\/li>\n\n\n\n<li>Sulit fokus karena keinginan makan tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li>Sering membuka aplikasi pesan makanan tanpa alasan yang jelas.<\/li>\n\n\n\n<li>Merasa makanan selalu ada dalam pikiran, bahkan saat sedang tidak lapar.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Fenomena ini semakin banyak dibahas dalam penelitian obesitas dan perilaku makan karena ternyata <strong>tidak semua orang mengalami intensitas <em>food noise<\/em> yang sama.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Bedanya <em>Food Noise <\/em>dengan Lapar Biasa?<\/h2>\n\n\n\n<p>Ini adalah hal yang penting untuk dipahami. <strong>Lapar fisik<\/strong> biasanya berkembang secara bertahap dan disertai tanda-tanda tubuh seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Perut terasa kosong<\/li>\n\n\n\n<li>Energi menurun<\/li>\n\n\n\n<li>Sulit berkonsentrasi<\/li>\n\n\n\n<li>Tubuh terasa lemas<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sementara itu, <strong><em>food noise<\/em><\/strong> lebih berkaitan dengan aktivitas mental. Seseorang dapat terus memikirkan makanan meskipun baru saja makan dan tidak menunjukkan tanda-tanda lapar secara fisik. Oleh karena itu, <em>food noise<\/em> tidak selalu berarti tubuh benar-benar membutuhkan energi tambahan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Pikiran Tentang Makanan Sulit Dihentikan?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/barber-man-apron-closing-ears-with-fingers-with-annoyed-expression-standing-pink-background_11zon.webp\" alt=\"alasan food noise sulit dihentikan\" class=\"wp-image-7099\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: magnific<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Selama bertahun-tahun, banyak orang percaya bahwa keberhasilan mengatur pola makan hanya bergantung pada <strong>kemauan atau disiplin diri.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Akibatnya, seseorang yang sering memikirkan makanan atau merasa sulit mengendalikan keinginan makan kerap dianggap <strong>kurang memiliki tekad yang kuat<\/strong>. Padahal, penelitian modern menunjukkan bahwa <strong>sistem pengatur nafsu makan jauh lebih kompleks.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tubuh memiliki berbagai <strong>hormon dan sinyal biologis <\/strong>yang berperan dalam mengatur rasa lapar, kenyang, dan keinginan untuk makan. Selain itu, otak juga secara alami dirancang untuk merespons berbagai isyarat yang berkaitan dengan makanan. Misalnya melihat makanan, mencium aromanya, atau bahkan melihat orang lain sedang makan.<sup data-fn=\"add9f6cb-1b66-46bb-886c-afe46182ee98\" class=\"fn\"><a id=\"add9f6cb-1b66-46bb-886c-afe46182ee98-link\" href=\"#add9f6cb-1b66-46bb-886c-afe46182ee98\">2<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kehidupan modern, paparan terhadap isyarat makanan terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari <strong>media sosial dan iklan digital hingga aplikasi pesan makanan<\/strong>. Akibatnya, pikiran tentang makanan dapat muncul bahkan ketika tubuh sebenarnya tidak sedang membutuhkan energi tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menariknya, para peneliti menilai bahwa <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><em>food noise<\/em> bukan sekadar rasa lapar atau keinginan makan biasa<\/mark>. Fenomena ini bahkan dianggap memiliki kemiripan dengan <em><strong>rumination<\/strong><\/em>, yaitu pola pikiran yang muncul <strong>berulang kali, sulit dikendalikan, dan terus mengambil perhatian seseorang<\/strong>.<sup data-fn=\"0e6bab48-fc5c-4c71-853c-5a54f3f362bd\" class=\"fn\"><a id=\"0e6bab48-fc5c-4c71-853c-5a54f3f362bd-link\" href=\"#0e6bab48-fc5c-4c71-853c-5a54f3f362bd\">3<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, <em>food noise<\/em> tidak selalu berupa keinginan untuk makan makanan tertentu. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat muncul sebagai pikiran yang terus berputar tentang <strong>makanan, kalori, waktu makan, atau kekhawatiran apakah pola makan mereka sudah cukup sehat.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Inilah mengapa dua orang dengan lingkungan yang sama bisa memiliki pengalaman yang berbeda terhadap makanan. Ada yang dapat dengan mudah mengabaikan camilan di meja, sementara yang lain terus memikirkannya selama berjam-jam. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Penyebab Terjadinya <em>Food Noise<\/em>?<\/h2>\n\n\n\n<p>Hingga saat ini, <em>food noise<\/em> dipahami sebagai <strong>hasil interaksi kompleks antara faktor biologis, psikologis, dan lingkungan.<\/strong> Dalam literatur ilmiah, <em>food noise<\/em> sering dijelaskan sebagai respons terhadap berbagai rangsangan makanan (<em><strong>food cue reactivity<\/strong><\/em>), baik yang berasal dari dalam tubuh maupun dari lingkungan sekitar. Respons ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang sifatnya menetap maupun sementara.<sup><a href=\"#add9f6cb-1b66-46bb-886c-afe46182ee98\">2<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Faktor biologis<\/h3>\n\n\n\n<p>Secara biologis, <em>food noise<\/em> berkaitan dengan <strong>sistem regulasi lapar dan kenyang<\/strong>. Hormon seperti <strong>ghrelin, leptin, insulin, dan GLP-1 <\/strong>berperan dalam mengatur sinyal lapar dan rasa kenyang yang diterima otak.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika sistem ini tidak seimbang atau menjadi lebih sensitif, pikiran tentang makanan dapat muncul lebih sering, bahkan saat kebutuhan energi belum meningkat. Faktor lain seperti <strong>ritme sirkadian, kualitas tidur, dan aktivitas fisik<\/strong> juga turut memengaruhi intensitas sinyal lapar dan respons terhadap isyarat makanan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Faktor psikologis<\/h3>\n\n\n\n<p>Kondisi emosional dan stres dapat memodulasi respons terhadap makanan. Pada sebagian individu, <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">makanan menjadi salah satu cara untuk meredakan emosi negatif seperti stres atau cemas.<\/mark><\/p>\n\n\n\n<p>Akibatnya, lama-kelamaan otak dapat membentuk asosiasi antara kondisi emosional dan keinginan untuk makan, sehingga <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">pikiran tentang makanan lebih mudah muncul saat seseorang mengalami tekanan emosional<\/mark>. Kurang tidur juga dapat memperburuk kontrol impuls dan meningkatkan sensitivitas terhadap isyarat makanan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Faktor lingkungan<\/h3>\n\n\n\n<p>Lingkungan modern menyediakan banyak rangsangan makanan, baik secara langsung maupun tidak langsung. <strong>Termasuk paparan iklan, media sosial, konten makanan, layanan pesan antar, hingga ketersediaan makanan yang tinggi <\/strong>dapat terus \u201cmengaktifkan\u201d perhatian terhadap makanan.<sup data-fn=\"9ce1e7a2-b05b-46e4-9aec-8f0e85d0714e\" class=\"fn\"><a id=\"9ce1e7a2-b05b-46e4-9aec-8f0e85d0714e-link\" href=\"#9ce1e7a2-b05b-46e4-9aec-8f0e85d0714e\">4<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/roommates-spending-time-together_11zon_11zon_11zon.webp\" alt=\"penyebab terjadinya food noise\" class=\"wp-image-7101\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: magnific<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam kerangka <em>food cue reactivity<\/em>, rangsangan ini dapat berbentuk seperti melihat atau mencium makanan, yang dapat meningkatkan respons kognitif terhadap makanan, sehingga memperkuat munculnya <em>food noise<\/em> meskipun kebutuhan energi sebenarnya sudah terpenuhi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/05\/04\/tanpa-sadar-lingkunganmu-menentukan-isi-piringmu\/\">Tanpa Sadar, Lingkunganmu Menentukan \u201cIsi Piringmu\u201d<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa<em> Food Noise<\/em> Perlu Diperhatikan?<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Food noise<\/em> yang terus-menerus dapat <strong>meningkatkan beban pikiran terkait makanan<\/strong>, sehingga membuat seseorang <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">lebih sulit mengatur pola makan secara konsisten<\/mark>. Dalam jangka panjang, kondisi ini tidak hanya memengaruhi perilaku makan, tetapi juga kondisi psikologis.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dorongan dan pikiran tentang makanan yang berulang dapat meningkatkan risiko:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Makan berlebihan (<em>overeating<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>Konsumsi camilan impulsif<\/li>\n\n\n\n<li>Sulit mempertahankan berat badan sehat<\/li>\n\n\n\n<li>Ketidakpuasan terhadap pola makan<\/li>\n\n\n\n<li>Stres dan kecemasan terkait makanan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Selain itu,<em> food noise<\/em> yang persisten dapat menciptakan <strong>beban kognitif <\/strong>yang membuat individu lebih sering merasa tertekan atau kurang memiliki kontrol terhadap pola makannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menariknya, banyak orang dengan obesitas yang menjalani terapi GLP-1 melaporkan bahwa pikiran tentang makanan menjadi jauh lebih berkurang. Temuan ini menunjukkan kalau <em>food noise<\/em> kemungkinan tidak hanya dipengaruhi oleh rasa lapar secara fisik, tetapi juga oleh <strong>cara otak memproses dan merespons makanan<\/strong>.<sup data-fn=\"28fce1bb-3b3c-4062-b06d-8eb2443413ad\" class=\"fn\"><a id=\"28fce1bb-3b3c-4062-b06d-8eb2443413ad-link\" href=\"#28fce1bb-3b3c-4062-b06d-8eb2443413ad\">5<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/05\/11\/glp-1-terapi-penurun-bb-yang-sedang-mendunia-benarkah-aman-dan-efektif\/\">GLP-1: \u201cTerapi Penurun BB\u201d yang Sedang Mendunia, Benarkah Aman dan Efektif?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Mengurangi <em>Food Noise<\/em>?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-meditates-sits-front-laptop-rug-park_11zon-1024x683.webp\" alt=\"cara mengatasi food noise\" class=\"wp-image-7096\" style=\"width:1039px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-meditates-sits-front-laptop-rug-park_11zon-1024x683.webp 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-meditates-sits-front-laptop-rug-park_11zon-300x200.webp 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-meditates-sits-front-laptop-rug-park_11zon-768x512.webp 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-meditates-sits-front-laptop-rug-park_11zon-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-meditates-sits-front-laptop-rug-park_11zon-2048x1365.webp 2048w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-meditates-sits-front-laptop-rug-park_11zon-640x427.webp 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: magnific<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Tidak ada solusi instan untuk mengurangi <em>food noise<\/em>. Namun beberapa kebiasaan berikut dapat membantu menurunkan intensitasnya, dengan <strong>mendukung regulasi lapar, kenyang, dan respons terhadap rangsangan makanan<\/strong>.<sup data-fn=\"af40c955-68d7-4d0c-8d36-65ad74698c55\" class=\"fn\"><a id=\"af40c955-68d7-4d0c-8d36-65ad74698c55-link\" href=\"#af40c955-68d7-4d0c-8d36-65ad74698c55\">6<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Makan teratur dan seimbang<\/h3>\n\n\n\n<p>Pola makan yang teratur dapat membantu menstabilkan sinyal lapar dan kenyang. Sementara itu, <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">melewatkan makan atau pola makan tidak konsisten dapat meningkatkan dorongan untuk memikirkan makanan<\/mark>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Prioritaskan protein dan serat<\/h3>\n\n\n\n<p>Protein dan serat dapat membantu <strong>memperlambat pencernaan dan menjaga rasa kenyang<\/strong>. Keduanya dapat membantu mengurangi munculnya pikiran tentang makanan yang dipicu oleh rasa lapar fisiologis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Tidur yang cukup<\/h3>\n\n\n\n<p>Tidur 7\u20139 jam per malam bisa membantu <strong>menjaga keseimbangan hormon lapar dan kenyang<\/strong>. Sementara <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">kurang tidur dapat meningkatkan rasa lapar serta memperkuat pikiran tentang makanan.<\/mark><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Kelola stres<\/h3>\n\n\n\n<p>Stres dapat <strong>meningkatkan dorongan makan emosional<\/strong>. Kamu bisa mencoba beberapa aktivitas seperti olahraga ringan, meditasi, atau menulis jurnal untuk membantu menurunkan respons stres dan mengurangi <em>food noise<\/em> yang dipicu oleh emosi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Praktikkan <em>mindful eating<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Makan dengan lebih sadar tanpa distraksi seperti ponsel atau TV, dapat <strong>membantu meningkatkan respons terhadap sinyal kenyang<\/strong>. Termasuk <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">makan secara perlahan dan memperhatikan rasa serta tekstur makanan<\/mark> juga dapat membantu mengurangi \u201ckebisingan\u201d terkait makanan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Kurangi paparan rangsangan makanan<\/h3>\n\n\n\n<p>Paparan berlebihan terhadap iklan atau konten makanan di media sosial dapat memicu pikiran tentang makanan. Dengan membatasinya, maka dapat membantu mengurangi frekuensi <em>food noise<\/em> yang tidak berkaitan dengan kebutuhan tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, jika kamu merasa makanan sering memenuhi pikiran sepanjang hari, yuk coba untuk lebih memperhatikan apa yang mungkin menjadi pemicunya. Bisa jadi rasa <strong>lapar, kurang tidur, stres, atau bahkan lingkungan yang penuh rangsangan makanan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Semakin baik kamu memahami sinyal tubuh dan kebiasaan sehari-hari, semakin mudah pula kamu membangun <strong>hubungan yang sehat dengan makanan. <\/strong>Ingat, pada akhirnya kesadaran diri adalah langkah pertama untuk mengelola<em> food noise.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n<ol class=\"wp-block-footnotes\"><li id=\"e3320d16-ac65-4807-a8db-297b97ca3b8c\">Dhurandhar, E. J., Maki, K. C., Dhurandhar, N. V., Kyle, T. K., Yurkow, S., Hawkins, M. A., &#8230; &amp; Allison, D. B. (2025). Food noise: definition, measurement, and future research directions.\u00a0<em>Nutrition &amp; diabetes<\/em>,\u00a0<em>15<\/em>(1), 30. <a href=\"#e3320d16-ac65-4807-a8db-297b97ca3b8c-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 1\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"add9f6cb-1b66-46bb-886c-afe46182ee98\">Hayashi, D., Edwards, C., Emond, J. A., Gilbert-Diamond, D., Butt, M., Rigby, A., &amp; Masterson, T. D. (2023). What is food noise? A conceptual model of food cue reactivity.\u00a0<em>Nutrients<\/em>,\u00a0<em>15<\/em>(22), 4809. <a href=\"#add9f6cb-1b66-46bb-886c-afe46182ee98-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 2\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"0e6bab48-fc5c-4c71-853c-5a54f3f362bd\">\u201cRumination\u201d American Psychological Association Dictionary of Psychology. 2023.<br>Available from: https:\/\/dictionary.apa.org\/rumination (Accessed: February 2024). <a href=\"#0e6bab48-fc5c-4c71-853c-5a54f3f362bd-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 3\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"9ce1e7a2-b05b-46e4-9aec-8f0e85d0714e\">Boyland, E., Maden, M., Coates, A. E., Masterson, T. D., Alblas, M. C., Bruce, A. S., &amp; Roberts, C. A. (2024). Food and non\u2010alcoholic beverage marketing in children and adults: a systematic review and activation likelihood estimation meta\u2010analysis of functional magnetic resonance imaging studies.\u00a0<em>Obesity Reviews<\/em>,\u00a0<em>25<\/em>(1), e13643. <a href=\"#9ce1e7a2-b05b-46e4-9aec-8f0e85d0714e-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 4\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"28fce1bb-3b3c-4062-b06d-8eb2443413ad\">Maghraby, K. (2024, January 22). <em>What is \u201cfood noise\u201d? Meaning and its effects on mental health<\/em>. Nutritional Psychology Center. <a href=\"#28fce1bb-3b3c-4062-b06d-8eb2443413ad-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 5\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><li id=\"af40c955-68d7-4d0c-8d36-65ad74698c55\">Harvard Health Publishing. (2026, February 25). <em>Understanding food noise \u2014 and how to turn down the volume<\/em>. Harvard Health. <a href=\"#af40c955-68d7-4d0c-8d36-65ad74698c55-link\" aria-label=\"Jump to footnote reference 6\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><\/ol>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu pernah merasa baru saja selesai makan, tetapi beberapa menit kemudian sudah mulai memikirkan camilan lagi? Atau mungkin saat<\/p>\n","protected":false},"author":116,"featured_media":7102,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"[{\"content\":\"Dhurandhar, E. J., Maki, K. C., Dhurandhar, N. V., Kyle, T. K., Yurkow, S., Hawkins, M. A., ... &amp; Allison, D. B. (2025). Food noise: definition, measurement, and future research directions.\u00a0<em>Nutrition &amp; diabetes<\/em>,\u00a0<em>15<\/em>(1), 30.\",\"id\":\"e3320d16-ac65-4807-a8db-297b97ca3b8c\"},{\"content\":\"Hayashi, D., Edwards, C., Emond, J. A., Gilbert-Diamond, D., Butt, M., Rigby, A., &amp; Masterson, T. D. (2023). What is food noise? A conceptual model of food cue reactivity.\u00a0<em>Nutrients<\/em>,\u00a0<em>15<\/em>(22), 4809.\",\"id\":\"add9f6cb-1b66-46bb-886c-afe46182ee98\"},{\"content\":\"\u201cRumination\u201d American Psychological Association Dictionary of Psychology. 2023.<br>Available from: https:\/\/dictionary.apa.org\/rumination (Accessed: February 2024).\",\"id\":\"0e6bab48-fc5c-4c71-853c-5a54f3f362bd\"},{\"content\":\"Boyland, E., Maden, M., Coates, A. E., Masterson, T. D., Alblas, M. C., Bruce, A. S., &amp; Roberts, C. A. (2024). Food and non\u2010alcoholic beverage marketing in children and adults: a systematic review and activation likelihood estimation meta\u2010analysis of functional magnetic resonance imaging studies.\u00a0<em>Obesity Reviews<\/em>,\u00a0<em>25<\/em>(1), e13643.\",\"id\":\"9ce1e7a2-b05b-46e4-9aec-8f0e85d0714e\"},{\"content\":\"Maghraby, K. (2024, January 22). <em>What is \u201cfood noise\u201d? Meaning and its effects on mental health<\/em>. Nutritional Psychology Center.\",\"id\":\"28fce1bb-3b3c-4062-b06d-8eb2443413ad\"},{\"content\":\"Harvard Health Publishing. (2026, February 25). <em>Understanding food noise \u2014 and how to turn down the volume<\/em>. Harvard Health.\",\"id\":\"af40c955-68d7-4d0c-8d36-65ad74698c55\"}]","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[2],"tags":[751,749,752,750],"class_list":["post-7090","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-dan-gizi-lainnya","tag-cara-mengurangi-food-noise","tag-food-noise","tag-penyebab-food-noise","tag-pikiran-tentang-makanan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Terus Kepikiran Makanan? Mungkin Kamu Sedang Mengalami &#039;Food Noise&#039; - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Food noise seringkali menjadi satu pikiran yang mengganggu. Yuk, kenali lebih dalam terkait penyebab dan bagaimana cara mengatasi food noise!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terus Kepikiran Makanan? Mungkin Kamu Sedang Mengalami &#039;Food Noise&#039; - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Food noise seringkali menjadi satu pikiran yang mengganggu. Yuk, kenali lebih dalam terkait penyebab dan bagaimana cara mengatasi food noise!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-23T02:51:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-23T02:51:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-having-snacks-night-side-view_11zon_11zon.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\"},\"headline\":\"Terus Kepikiran Makanan? Mungkin Kamu Sedang Mengalami &#8216;Food Noise&#8217;\",\"datePublished\":\"2026-06-23T02:51:01+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-23T02:51:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/\"},\"wordCount\":1277,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-having-snacks-night-side-view_11zon_11zon.webp\",\"keywords\":[\"cara mengurangi food noise\",\"food noise\",\"penyebab food noise\",\"pikiran tentang makanan\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan dan Gizi lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/\",\"name\":\"Terus Kepikiran Makanan? Mungkin Kamu Sedang Mengalami 'Food Noise' - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-having-snacks-night-side-view_11zon_11zon.webp\",\"datePublished\":\"2026-06-23T02:51:01+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-23T02:51:04+00:00\",\"description\":\"Food noise seringkali menjadi satu pikiran yang mengganggu. Yuk, kenali lebih dalam terkait penyebab dan bagaimana cara mengatasi food noise!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-having-snacks-night-side-view_11zon_11zon.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-having-snacks-night-side-view_11zon_11zon.webp\",\"caption\":\"Sumber: magnific\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Terus Kepikiran Makanan? Mungkin Kamu Sedang Mengalami &#8216;Food Noise&#8217;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\",\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dewi Rizky Purnama\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terus Kepikiran Makanan? Mungkin Kamu Sedang Mengalami 'Food Noise' - Blog AhliGiziID","description":"Food noise seringkali menjadi satu pikiran yang mengganggu. Yuk, kenali lebih dalam terkait penyebab dan bagaimana cara mengatasi food noise!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Terus Kepikiran Makanan? Mungkin Kamu Sedang Mengalami 'Food Noise' - Blog AhliGiziID","og_description":"Food noise seringkali menjadi satu pikiran yang mengganggu. Yuk, kenali lebih dalam terkait penyebab dan bagaimana cara mengatasi food noise!","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2026-06-23T02:51:01+00:00","article_modified_time":"2026-06-23T02:51:04+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-having-snacks-night-side-view_11zon_11zon.webp","width":1,"height":1,"type":"image\/webp"}],"author":"Dewi Rizky Purnama","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Dewi Rizky Purnama","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/"},"author":{"name":"Dewi Rizky Purnama","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592"},"headline":"Terus Kepikiran Makanan? Mungkin Kamu Sedang Mengalami &#8216;Food Noise&#8217;","datePublished":"2026-06-23T02:51:01+00:00","dateModified":"2026-06-23T02:51:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/"},"wordCount":1277,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-having-snacks-night-side-view_11zon_11zon.webp","keywords":["cara mengurangi food noise","food noise","penyebab food noise","pikiran tentang makanan"],"articleSection":["Kesehatan dan Gizi lainnya"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/","name":"Terus Kepikiran Makanan? Mungkin Kamu Sedang Mengalami 'Food Noise' - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-having-snacks-night-side-view_11zon_11zon.webp","datePublished":"2026-06-23T02:51:01+00:00","dateModified":"2026-06-23T02:51:04+00:00","description":"Food noise seringkali menjadi satu pikiran yang mengganggu. Yuk, kenali lebih dalam terkait penyebab dan bagaimana cara mengatasi food noise!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-having-snacks-night-side-view_11zon_11zon.webp","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/woman-having-snacks-night-side-view_11zon_11zon.webp","caption":"Sumber: magnific"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2026\/06\/23\/terus-kepikiran-makanan-mungkin-kamu-sedang-mengalami-food-noise\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Terus Kepikiran Makanan? Mungkin Kamu Sedang Mengalami &#8216;Food Noise&#8217;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592","name":"Dewi Rizky Purnama","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dewi Rizky Purnama"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7090","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/116"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7090"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7090\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7105,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7090\/revisions\/7105"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7090"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7090"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7090"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}