{"id":6469,"date":"2025-10-18T23:25:23","date_gmt":"2025-10-18T16:25:23","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=6469"},"modified":"2025-10-18T23:25:28","modified_gmt":"2025-10-18T16:25:28","slug":"tren-girl-dinner-kurang-gizi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/","title":{"rendered":"Fenomena \u2018Girl Dinner\u2019: Ketika Tren Makan Estetik Justru Kurang Gizi"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Pernah lihat video <em>aesthetic dinner<\/em> di TikTok yang berisi keju, biskuit, buah, dan segelas anggur putih? Itulah yang kini viral dengan nama <strong>tren <\/strong><em><strong>girl dinner<\/strong><\/em>, yakni gaya makan \u201cminimalis\u201d yang katanya cukup bikin kenyang dan <em>cute<\/em> untuk difoto. Tapi di balik tampilannya yang cantik, banyak ahli gizi menilai tren ini <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">bisa berdampak negatif jika diikuti tanpa memahami kebutuhan tubuh<\/mark>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Tren <em>Girl Dinner<\/em>?<\/h2>\n\n\n\n<p>Secara sederhana, tren <em>girl dinner<\/em> menggambarkan kebiasaan makan malam sederhana berupa paduan kecil dari makanan ringan seperti keju, buah, atau roti. Awalnya, tren ini muncul sebagai bentuk <em>self-care<\/em> agar makan terasa ringan tanpa stres menyiapkan hidangan rumit.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, seiring viralnya di TikTok, konsep ini <strong>bergeser menjadi gaya hidup estetik yang lebih menonjolkan tampilan daripada kebutuhan tubuh.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial mengubah makna makan, yakni dari kebutuhan biologis menjadi simbol identitas dan estetika. Piring kecil berisi buah, keju, dan roti kini dianggap \u201ccantik\u201d dan \u201ctenang dilihat,\u201d seolah mencerminkan <strong>perempuan yang <em>effortless<\/em> namun tetap elegan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, di balik estetika tersebut <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">tersimpan risiko kekurangan gizi dan tekanan citra tubuh<\/mark>. Pola makan minimalis semacam ini sering kali tidak mencukupi kebutuhan zat gizi dan memperkuat persepsi keliru bahwa <strong>\u201cmakan sedikit berarti cantik dan terkontrol.\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ketika Estetika Jadi Prioritas, Gizi Jadi Nomor Dua<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pretty-cute-woman-enjoying-her-healthy-breakfast-stylish-modern-cafe_11zon-1024x683.webp\" alt=\"girl dinner\" class=\"wp-image-6473\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pretty-cute-woman-enjoying-her-healthy-breakfast-stylish-modern-cafe_11zon-1024x683.webp 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pretty-cute-woman-enjoying-her-healthy-breakfast-stylish-modern-cafe_11zon-300x200.webp 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pretty-cute-woman-enjoying-her-healthy-breakfast-stylish-modern-cafe_11zon-768x512.webp 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pretty-cute-woman-enjoying-her-healthy-breakfast-stylish-modern-cafe_11zon-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pretty-cute-woman-enjoying-her-healthy-breakfast-stylish-modern-cafe_11zon-2048x1365.webp 2048w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/pretty-cute-woman-enjoying-her-healthy-breakfast-stylish-modern-cafe_11zon-640x427.webp 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Hal yang membuat tren <em>girl dinner<\/em> populer adalah tampilannya yang rapi dan <em>vibe<\/em>-nya yang tenang. Namun, dari sisi gizi, pola makan ini sering kali tidak memenuhi kebutuhan makronutrien seperti karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat. Banyak menu hanya berisi makanan tinggi lemak jenuh dan gula sederhana, seperti biskuit, buah manis, atau keju tinggi garam.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dilakukan terus-menerus, pola ini <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">dapat menyebabkan kekurangan zat gizi <\/mark>penting seperti zat besi, serat, dan vitamin B kompleks. Dampaknya, tubuh menjadi cepat lelah, sulit fokus, dan berisiko mengalami gangguan metabolisme dalam jangka panjang. Pola seperti ini mencerminkan <strong>tren minimalisme dalam makanan<\/strong>, di mana tampilan estetik sering kali lebih diutamakan daripada nilai gizinya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/diet-minimalis-perpaduan-antara-kesederhanan-dan-gizi-seimbang\/\"> Diet Minimalis: Perpaduan antara Kesederhanan dan Gizi Seimbang<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pengaruh media sosial juga memperkuat tren ini, karena banyak pengguna meniru menu <em>aesthetic<\/em> di TikTok tanpa menyadari bahwa makanan tersebut sebenarnya kurang bergizi.<sup>1<\/sup> Selain itu, <em>girl dinner<\/em> selaras dengan pola <em>diet fad<\/em> yang lebih menekankan tampilan fisik daripada kesehatan, sehingga dapat meningkatkan risiko defisiensi zat gizi dan gangguan metabolik jika dijalankan terus-menerus.<sup>2,3<\/sup><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tren <em>Girl Dinner <\/em>dan Isu Citra Tubuh<\/h2>\n\n\n\n<p>Fenomena tren <em>girl dinner <\/em>juga <strong>tidak lepas dari masalah citra tubuh<\/strong>. Banyak konten menampilkan tubuh ideal berdampingan dengan porsi makan kecil, seolah menggambarkan \u201ccewek yang teratur dan langsing.\u201d Padahal, jika dilihat lebih dalam, hal ini justru memperkuat <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">tekanan sosial terhadap perempuan<\/mark> bahwa \u201cmakan sedikit itu cantik.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa pakar psikologi gizi menyebut bahwa tren <em>girl dinner<\/em> dapat memicu <em><strong>disordered eating<\/strong><\/em>, yaitu pola makan tidak teratur yang belum termasuk gangguan makan klinis, namun <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">dapat berkembang menjadi serius jika dibiarkan<\/mark>. Kondisi ini diperburuk oleh <strong>perbandingan sosial<\/strong>, di mana pengguna media sosial cenderung menilai kebiasaan makannya dengan membandingkan diri pada citra ideal yang dikurasi secara <em>online<\/em>. Proses ini kerap menimbulkan ketidakpuasan tubuh dan perilaku makan yang tidak sehat.<sup>4<\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Lebih jauh, paparan berulang terhadap konten seperti ini dapat memunculkan <strong>efek psikososial<\/strong> berupa penurunan harga diri dan peningkatan kecemasan terkait citra tubuh, terutama pada wanita muda yang berusaha menyesuaikan diri dengan <strong>standar kecantikan yang dibentuk media sosial<\/strong>.<sup>3,5<\/sup><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Seharusnya Menyikapi Tren <em>Girl Dinner<\/em>?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-smiley-woman-virtual-dating_11zon-1024x683.webp\" alt=\"girl dinner trend\" class=\"wp-image-6472\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-smiley-woman-virtual-dating_11zon-1024x683.webp 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-smiley-woman-virtual-dating_11zon-300x200.webp 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-smiley-woman-virtual-dating_11zon-768x512.webp 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-smiley-woman-virtual-dating_11zon-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-smiley-woman-virtual-dating_11zon-2048x1365.webp 2048w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-smiley-woman-virtual-dating_11zon-640x427.webp 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Bukan berarti kamu harus menghindari tren <em>girl dinner<\/em> sepenuhnya. Konsep ini tetap bisa dinikmati, asal disesuaikan dengan prinsip gizi seimbang. Kuncinya adalah menyeimbangkan antara estetika, kenyamanan, dan kecukupan zat gizi harian.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar tetap sehat, kamu bisa melakukan beberapa penyesuaian sederhana:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tambahkan sumber protein seperti telur rebus, ayam suwir, atau tempe goreng kering.<\/li>\n\n\n\n<li>Sertakan sayuran segar atau salad kecil untuk menambah serat dan vitamin.<\/li>\n\n\n\n<li>Ganti <em>snack<\/em> tinggi gula dengan buah rendah indeks glikemik seperti apel atau kiwi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan sedikit kreativitas, tren <em>girl dinner<\/em> <strong>bisa menjadi momen <em>mindful eating<\/em><\/strong>, yakni menikmati makanan dengan sadar tanpa mengabaikan kebutuhan tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, tren <em>girl dinner<\/em> menunjukkan bagaimana media sosial dapat membentuk cara kita melihat makan dan tubuh. Tren ini memang tampak ringan, tetapi bisa memengaruhi cara berpikir tentang \u201cmakan yang cukup\u201d dan \u201ctubuh yang ideal.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kita semua berhak <strong>menikmati makanan tanpa rasa bersalah<\/strong> dan tanpa membandingkan isi piring kita dengan yang viral di TikTok. Perlu dipahami bahwa tubuh yang sehat dan bahagia berawal dari pola makan yang penuh cinta, bukan sekadar estetik untuk kamera.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kamu pernah ikut arus tren <em>girl dinner<\/em>, coba renungkan lagi: apakah kamu makan karena lapar, atau karena ingin terlihat <em>aesthetic<\/em>? Mulai hari ini, ubah tren itu jadi <em>your dinner, your balance<\/em>, isi piringmu dengan warna, rasa, dan gizi yang benar-benar bikin tubuhmu berterima kasih.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Wu, Y., Kemps, E., &amp; Prichard, I. (2024). Digging into digital buffets: A systematic review of eating-related social media content and its relationship with body image and eating behaviours.&nbsp;<em>Body Image<\/em>,&nbsp;<em>48<\/em>, 101650. https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.bodyim.2023.101650<\/li>\n\n\n\n<li>Le\u00e3o, P. M., Knopp, P. L., &amp; do Vale, C. C. S. (2023). Dietas da moda: impactos sobre a sa\u00fade f\u00edsica e psicossocial de mulheres jovens.&nbsp;<em>Brazilian Journal of Development<\/em>,&nbsp;<em>9<\/em>(05), 15264-15275. https:\/\/doi.org\/10.34117\/bjdv9n5-055<\/li>\n\n\n\n<li>das Neves, A. C., Borella, I. R., Rubiatti, A. D. M. M., &amp; Pellegrini, A. R. (2022). Dietas da Moda e suas Consequ\u00eancias para a Sa\u00fade dos Adolescentes: Uma Revis\u00e3o\/Fad Diets and Their Consequences for the Health of Adolescents: A Review.&nbsp;<em>Sa\u00fade em Foco<\/em>,&nbsp;<em>9<\/em>(3), 52-67. https:\/\/doi.org\/10.12819\/rsf.2022.9.3.4<\/li>\n\n\n\n<li>Weber, S., Sadler, M., &amp; Mengelkamp, C. (2025). Best Version of Yourself? TikToxic Effects of That-Girl Videos on Mood, Body Satisfaction, Dieting Intentions, and Self Discipline.&nbsp;<em>Social Sciences<\/em>,&nbsp;<em>14<\/em>(8), 450. https:\/\/doi.org\/10.3390\/socsci14080450<\/li>\n\n\n\n<li>Bergstr\u00f6m, C. (2011). Disturbed Eating Patterns and Body Image Distortions: A review.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah lihat video aesthetic dinner di TikTok yang berisi keju, biskuit, buah, dan segelas anggur putih? Itulah yang kini viral<\/p>\n","protected":false},"author":116,"featured_media":6471,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[2],"tags":[663,26,660],"class_list":["post-6469","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-dan-gizi-lainnya","tag-body-image","tag-gizi-seimbang","tag-tren-girl-dinner"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tren Girl Dinner: Viral tapi Berisiko Kurang Gizi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Viral di TikTok, tren girl dinner terlihat estetik tapi bisa bikin tubuh kekurangan gizi. Yuk kenali risikonya sebelum ikut tren ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tren Girl Dinner: Viral tapi Berisiko Kurang Gizi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Viral di TikTok, tren girl dinner terlihat estetik tapi bisa bikin tubuh kekurangan gizi. Yuk kenali risikonya sebelum ikut tren ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-18T16:25:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-18T16:25:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-women-with-drinks_11zon-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\"},\"headline\":\"Fenomena \u2018Girl Dinner\u2019: Ketika Tren Makan Estetik Justru Kurang Gizi\",\"datePublished\":\"2025-10-18T16:25:23+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-18T16:25:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/\"},\"wordCount\":944,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-women-with-drinks_11zon-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"body image\",\"Gizi Seimbang\",\"tren girl dinner\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan dan Gizi lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/\",\"name\":\"Tren Girl Dinner: Viral tapi Berisiko Kurang Gizi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-women-with-drinks_11zon-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-18T16:25:23+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-18T16:25:28+00:00\",\"description\":\"Viral di TikTok, tren girl dinner terlihat estetik tapi bisa bikin tubuh kekurangan gizi. Yuk kenali risikonya sebelum ikut tren ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-women-with-drinks_11zon-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-women-with-drinks_11zon-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707,\"caption\":\"Sumber: Freepik\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fenomena \u2018Girl Dinner\u2019: Ketika Tren Makan Estetik Justru Kurang Gizi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\",\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dewi Rizky Purnama\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tren Girl Dinner: Viral tapi Berisiko Kurang Gizi","description":"Viral di TikTok, tren girl dinner terlihat estetik tapi bisa bikin tubuh kekurangan gizi. Yuk kenali risikonya sebelum ikut tren ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tren Girl Dinner: Viral tapi Berisiko Kurang Gizi","og_description":"Viral di TikTok, tren girl dinner terlihat estetik tapi bisa bikin tubuh kekurangan gizi. Yuk kenali risikonya sebelum ikut tren ini!","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2025-10-18T16:25:23+00:00","article_modified_time":"2025-10-18T16:25:28+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-women-with-drinks_11zon-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dewi Rizky Purnama","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Dewi Rizky Purnama","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/"},"author":{"name":"Dewi Rizky Purnama","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592"},"headline":"Fenomena \u2018Girl Dinner\u2019: Ketika Tren Makan Estetik Justru Kurang Gizi","datePublished":"2025-10-18T16:25:23+00:00","dateModified":"2025-10-18T16:25:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/"},"wordCount":944,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-women-with-drinks_11zon-scaled.jpg","keywords":["body image","Gizi Seimbang","tren girl dinner"],"articleSection":["Kesehatan dan Gizi lainnya"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/","name":"Tren Girl Dinner: Viral tapi Berisiko Kurang Gizi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-women-with-drinks_11zon-scaled.jpg","datePublished":"2025-10-18T16:25:23+00:00","dateModified":"2025-10-18T16:25:28+00:00","description":"Viral di TikTok, tren girl dinner terlihat estetik tapi bisa bikin tubuh kekurangan gizi. Yuk kenali risikonya sebelum ikut tren ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-women-with-drinks_11zon-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/medium-shot-women-with-drinks_11zon-scaled.jpg","width":2560,"height":1707,"caption":"Sumber: Freepik"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/10\/18\/tren-girl-dinner-kurang-gizi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fenomena \u2018Girl Dinner\u2019: Ketika Tren Makan Estetik Justru Kurang Gizi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592","name":"Dewi Rizky Purnama","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dewi Rizky Purnama"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6469","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/116"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6469"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6469\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6474,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6469\/revisions\/6474"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6471"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6469"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6469"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6469"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}