{"id":63,"date":"2019-11-23T03:00:37","date_gmt":"2019-11-23T03:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=63"},"modified":"2020-11-14T12:55:16","modified_gmt":"2020-11-14T05:55:16","slug":"gizi-pada-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/","title":{"rendered":"Gizi pada Remaja"},"content":{"rendered":"\n<pre class=\"wp-block-preformatted\"><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/sigi\/profil\/5\"><strong>Oleh : Muhammad Iqbal Basagili, S.Gz., M.P.H. (Nutr &amp; Diet)<\/strong><\/a><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/assets\/img\/artikel\/girl-1848478_1920.jpg\" alt=\"https:\/\/pixabay.com\/id\/photos\/gadis-remaja-smartphone-rusia-1848478\/\n\"\/><figcaption>https:\/\/pixabay.com\/id\/photos\/gadis-remaja-smartphone-rusia-1848478\/<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Ditulis oleh : Dhea Fitria Salsabella <span id=\"94d64a06-54e1-423a-91c9-390935eb2e90\" data-items=\"[&quot;1747496997&quot;,&quot;242697324&quot;,&quot;1044889587&quot;,&quot;1155098233&quot;,&quot;4042570209&quot;,&quot;1133392913&quot;,&quot;1147454696&quot;]\" data-has-children=\"true\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u20137\u200b<\/sup><\/span><\/pre>\n\n\n\n<p>Gizi Remaja perlu diperhatikan untuk kelangsungan daur hidup selanjutnya. Artikel berikut akan membahas kebutuhan gizi dan pedoman gizi seimbang bagi remaja. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian<\/strong> <\/h2>\n\n\n\n<p>Remaja merupakan masa berkembangnya individu dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai ia mencapai kematangan seksual (Sarwono, 2011). Remaja mengalami perubahan banyak perubahan baik secara emosi, tubuh, minat, pola perilaku dan juga penuh dengan masalah-masalah pada masa remaja (Hurlock, 2011). Menurut WHO batasan usia remaja adalah 10-19 tahun, menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014 rentang usia remaja adlah dari usia 10-18 tahun. Jumlah kelompok usia 10-14 tahun di Indonesia menurut Sensus tahun 2010, sebanyak 43.5 juta atau sekitar 18% dari jumlah penduduk. <strong>2. Perubahan yang Terjadi Pada Remaja<\/strong> Perubahan yang terjadi pada usia remaja antara lain meliputi perubahan fisik, psikologi, maupun intelektual. Perubahan fisik yang terjadi pada remaja ditandai dengan pertumbuhan badan yang pesat dan matangnya organ reproduksi. Laju pertumbuhan remaja putri mengalami percepatan terlebih dahulu daripada remaja putra (Poverwati, 2010). <\/p>\n\n\n\n<p>Perubahan psikologis pada remaja nampak pada pola identifikasi anak menuju dewasa, perubahan psikologis juga dipengaruhi oleh terjadinya perubahan pada fisik remaja yang menimbulkan kebingungan pada remaja yang menyebabkan perubahan psikologis pada<\/p>\n\n\n\n<p>remaja, karena itu masa remaja disebut masa labil. Perubahan intelektual pada remaja nampak pada cara remaja dalam menyelesaikan tugas perkembangannya, karena tugas perkembangan secara tidak langsung membuat remaja berpikir lebih rasional dan lebih dewasa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kebutuhan Gizi Remaja<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Energi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Banyaknya energi yang dibutuhkan oleh remaja dapat dilihat pada tabel AKG. Kebutuhan energi remaja putra lebih banyak daripada remaja putri. Pada usia 16 tahun remaja putra membutuhkan sekitar 3.470 kkal per hari, dan menurun menjadi 2.900 pada usia 16-19 tahun. Kebutuhan remaja putri memuncak pada suaia 12 tahun (2.500 kkal), untuk kemudian menurun menjadi 2.200 kkal pada usia 18 tahun. Perkiraan energi untuk remaja putra berusia 11-18 tahun, yaitu 13-23 kkal\/ cm, pada remaja putri dengan usia yang sama, yaitu 10-19 kkal\/cm (Arisman, 2008). <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Protein<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perhitungan besarnya kebutuhan akan protein berkaitan sengan pola tumbuh, bukan berdasarkan usia kronologis. Untuk remaja putra, kisaran besarnya kebutuhan ini adalah 0,29- 0,32 gr\/ cm tinggi badan. Pada remaja putrid 0,27- 0,29 gr\/ cm. <strong>c. Lemak<\/strong><br> Kebutuhan lemak pada remaja sebaiknya tidak lebih dari 25 % dari kebutuhan energi. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vitamin dan Mineral<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Asupan kalsium yang dianjurkan sebesar 800 mg sampai 1.200 mg ( Arisman, 2008).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><a href=\"http:\/\/hukor.kemkes.go.id\/uploads\/produk_hukum\/PMK%20No.%2041%20ttg%20Pedoman%20Gizi%20Seimbang.pdf\">Pesan Gizi Seimbang untuk Remaja<\/a><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Biasakan makan 3 kali sehari (pagi, siang dan malam) bersama keluarga<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi selama sehari dianjurkan agar anak makan secara teratur 3 kali sehari dimulai dengan sarapan atau makan pagi, makan siang dan makan malam. Untuk menghindarkan\/mengurangi anak-anak mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan tidak bergizi dianjurkan agar selalu makan bersama keluarga.  <\/p>\n\n\n\n<p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 40% anak sekolah tidak makan pagi. Akibatnya jumlah energi yang diperlukan untuk belajar menjadi berkurang dan hasil belajar kurang bagus. Pada tubuh seseorang yang normal, setelah tidur 8-10 jam dan tidak melakukan kegiatan makan dan minum (puasa) kadar gula darah berada pada kisaran yang normal yaitu 80 g\/dl. Apabila tidak melakukan kegiatan makan terutama makanan yang mengandung karbohidrat kadar gula darah akan menurun karena gula dipakai sebagai sumber energi. Makan pagi pada sebaiknya dilakukan pada jam 06.00 atau sebelum jam 07.00 yaitu sebelum terjadi hipoglikemia atau kadar gula darah sangat rendah.<br><br>Konsumsi ikan, telur dan susu bagi kelompok usia 6-19 tahun sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan. Persiapan makanan untuk makan pagi yang waktunya sangat singkat perlu dipikirkan dan dipertimbangkan menu yang cocok, dan cukup efektif dipergunakan sebagai menu makan pagi dan telah memenuhi kebutuhan zat gizi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Biasakan mengonsumsi ikan dan sumber protein lainnya<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Protein merupakan zat gizi yang berfungsi untuk pertumbuhan, mempertahankan sel atau jaringan yang sudah terbentuk, dan untuk mengganti sel yang sudah rusak, oleh karena itu protein sangat diperlukan dalam masa pertumbuhan. Selain itu protein berperan sebagai sumber energi. Konsumsi protein yang baik adalah yang dapat memenuhi kebutuhan asam amino esensial yaitu asam amino yang tidak dapat disintesa didalam tubuh dan harus diperoleh dari makanan.<br><br>Dianjurkan konsumsi protein hewani sekitar 30% dan nabati 70%. Ikan selain sebagai sumber protein juga sumber asam lemak tidak jenuh dan sumber mikronutrien. Konsumsi ikan dianjurkan lebih banyak daripada konsumsi daging.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perbanyak mengonsumsi sayuran dan cukup buah-buahan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Anjuran konsumsi sayuran lebih banyak daripada buah karena buah juga mengandung gula, ada yang sangat tinggi sehingga rasa buah sangat manis dan juga ada yang jumlahnya cukup. Konsumsi buah yang sangat manis dan rendah serat agar dibatasi. Hal ini karena buah yang sangat manis mengandung fruktosa dan glukosa yang tinggi. Asupan fruktosa dan glukosa yang sangat tinggi berisiko meningkatkan kadar gula darah.<br><br>Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan sebaiknya bervariasi sehingga diperoleh beragam sumber vitamin ataupun mineral serta serat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Biasakan membawa bekal makanan dan air putih dari rumah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Makan siang disekolah harus memenuhi syarat dari segi jumlah dan keragaman makanan. Oleh karena itu bekal untuk makan siang sangat diperlukan. Dengan membawa bekal dari rumah, anak tidak perlu makan jajanan yang kadang kualitasnya tidak bisa dijamin. Disamping itu perlu membawa air putih karena minum air putih dalam jumlah yang cukup sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><br><strong>Batasi mengonsumsi makanan cepat saji, jajanan dan makanan selingan yang manis, asin dan berlemak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagian besar makanan cepat saji adalah makanan yang tinggi gula, garam dan lemak yang tidak baik bagi kesehatan. Oleh karena itu mengonsumsi makanan cepat saji dan makanan jajanan harus sangat dibatasi. Pangan manis, asin dan berlemak banyak berhubungan dengan penyakit kronis tidak menular seperti diabetes mellitus,tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Biasakan menyikat gigi sekurang-kurangnya dua kali sehari setelah makan pagi dan sebelum tidur<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah makan ada sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi. Sisa makanan tersebutakan dimetabolisme oleh bakteri dan menghasilkan metabolit berupa asam, yang dapat menyebabkan terjadinya pengeroposan gigi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hindari merokok<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Merokok dapat membahayakan orang lain (perokok pasif). Banyak penelitian menunjukkan bahwa merokok berakibat tidak baik bagi kesehatan misalnya kesehatan paru-paru dan kesehatan reproduksi. Pada saat merokok sebenarnya paru- paru terpapar<br>dengan hasil pembakaran tembakau yang bersifat racun. Racun hasil pembakaran rokok akan dibawa oleh darah dan akan menyebabkan gangguan fungsi pada alat reproduksi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pesan gizi seimbang untuk remaja putri dan calon pengantin<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Remaja putri dan calon pengantin perlu mengonsumsi aneka ragam makanan untuk memenuhi kebutuhan energi, protein dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) karena digunakan untuk pertumbuhan yang cepat, peningkatan volume darah dan peningkatan haemoglobin. Zat gizi mikro penting yang diperlukan pada remaja putri adalah zat besi dan asam folat.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Kebutuhan zat besi bagi remaja putri dan calon pengantin diperlukan untuk membentuk haemoglobin yang mengalami peningkatan dan mencegah anemia yang disebabkan karena kehilangan zat besi selama menstruasi. Asam folat digunakan untuk<br>pembentukan sel dan sistem saraf termasuk sel darah merah. Asam folat berperan penting pada pembentukan DNA dan metabolism asam amino dalam tubuh. Kekurangan asam folatdapat mengakibatkan anemia karena terjadinya gangguan pada pembentukan DNA yang mengakibatkan gangguan pembelahan sel darah merah sehingga jumlah sel darah merah menjadi kurang. Konsumsi folat pada orang dewasa disarankan sebanyak 1000 gr\/hari.<br><br>Wanita yang berencana hamil perlu mengonsumsi asam folat secara cukup, minimal 4 bulan sebelum kehamilan agar terhindar dari risiko bayi lahir dengan cacat pada sistem saraf (otak) atau cacat tabung saraf (NeuralTube Deffect).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Banyak makan sayuran hijau dan buah berwarna<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sayuran hijau seperti bayam dan kacang\u2013kacangan banyak mengandung asam folat yang sangat diperlukan pada masa kehamilan. Buah-buahan berwarna merupakan sumber vitamin yang baik bagi tubuh dan buah yang berserat dapat melancarkan BAB sehingga mengurangi risiko sembelit (susah buang air besar).<\/p>\n\n\n\n<p>Remaja mengalami pertumbuhan tinggi badan dan berat badan yang cepat. Oleh karena itu, kebutuhan zat gizi pada remaja mengalami peningkatan. Buah berwarna, baik berwarna kuning, merah, merah jingga,orange, biru, ungu, dan lainnya, pada umumnya banyak mengandung vitamin, khususnya vitamin A, dan antioksidan. Vitamin diperlukan tubuh untuk membantu proses-proses metabolisme di dalam tubuh, sedangkan antioksidan diperlukan untuk merusak senyawa-senyawa hasil oksidasi, radikal bebas, yang berpengaruh tidak baik bagi kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p> Remaja mengalami pertumbuhan tinggi badan dan berat badan yang cepat. Oleh karena itu, kebutuhan zat gizi pada remaja mengalami peningkatan. Buah berwarna, baik berwarna kuning, merah, merah jingga,orange, biru, ungu, dan lainnya, pada umumnya banyak mengandung vitamin, khususnya vitamin A, dan antioksidan. Vitamin diperlukan tubuh untuk membantu proses-proses metabolisme di dalam tubuh, sedangkan antioksidan diperlukan untuk merusak senyawa-senyawa hasil oksidasi, radikal bebas, yang berpengaruh tidak baik bagi kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-entryspacing=\"1\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"1747496997\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">1. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Christanti DF, Khosman  A. Asupan Zat Gizi dan Status Gizi pada Remaja Putri yang Sudah dan Belum Menstruasi. <i>Bogor: IPB<\/i>. 2012;7(2):135-142.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"242697324\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">2. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Arisman, MB. <i>Gizi Dalam Daur Kehidupan<\/i>. Jakarta: Kedokteran EGC; 2008.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1044889587\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">3. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Arrneliwati P, Rahmalia S. Hubungan antara Perilaku Makan dnegan Status Gizi pada Remaja Putri. <i>Universitas Riau<\/i>. 2015;2(2).<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1155098233\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">4. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Vilda A, Setyowati M. Karakter Gizi Remaja Putri Urban dan Rural di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2015.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"4042570209\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">5. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Depkes RI. <i>Pedoman Gizi Seimbang<\/i>. Jakarta: Kementrian Kesehatan Indonesia; 2014.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1133392913\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">6. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Hurlock, Elizabeth B. <i>Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan<\/i>. Jakarta: Erlangga; 2011.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1147454696\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">7. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Sarwono. S.W. <i>Psikologi Remaja<\/i>. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada; 2011.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-social-links is-layout-flex wp-block-social-links-is-layout-flex\"><li class=\"wp-social-link wp-social-link-wordpress  wp-block-social-link\"><a href=\"https:\/\/wordpress.org\" class=\"wp-block-social-link-anchor\"><svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.1\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path d=\"M12.158,12.786L9.46,20.625c0.806,0.237,1.657,0.366,2.54,0.366c1.047,0,2.051-0.181,2.986-0.51 c-0.024-0.038-0.046-0.079-0.065-0.124L12.158,12.786z M3.009,12c0,3.559,2.068,6.634,5.067,8.092L3.788,8.341 C3.289,9.459,3.009,10.696,3.009,12z M18.069,11.546c0-1.112-0.399-1.881-0.741-2.48c-0.456-0.741-0.883-1.368-0.883-2.109 c0-0.826,0.627-1.596,1.51-1.596c0.04,0,0.078,0.005,0.116,0.007C16.472,3.904,14.34,3.009,12,3.009 c-3.141,0-5.904,1.612-7.512,4.052c0.211,0.007,0.41,0.011,0.579,0.011c0.94,0,2.396-0.114,2.396-0.114 C7.947,6.93,8.004,7.642,7.52,7.699c0,0-0.487,0.057-1.029,0.085l3.274,9.739l1.968-5.901l-1.401-3.838 C9.848,7.756,9.389,7.699,9.389,7.699C8.904,7.67,8.961,6.93,9.446,6.958c0,0,1.484,0.114,2.368,0.114 c0.94,0,2.397-0.114,2.397-0.114c0.485-0.028,0.542,0.684,0.057,0.741c0,0-0.488,0.057-1.029,0.085l3.249,9.665l0.897-2.996 C17.841,13.284,18.069,12.316,18.069,11.546z M19.889,7.686c0.039,0.286,0.06,0.593,0.06,0.924c0,0.912-0.171,1.938-0.684,3.22 l-2.746,7.94c2.673-1.558,4.47-4.454,4.47-7.771C20.991,10.436,20.591,8.967,19.889,7.686z M12,22C6.486,22,2,17.514,2,12 C2,6.486,6.486,2,12,2c5.514,0,10,4.486,10,10C22,17.514,17.514,22,12,22z\"><\/path><\/svg><span class=\"wp-block-social-link-label screen-reader-text\">WordPress<\/span><\/a><\/li>\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Muhammad Iqbal Basagili, S.Gz., M.P.H. (Nutr &amp; Diet) Ditulis oleh : Dhea Fitria Salsabella \u200b1\u20137\u200b Gizi Remaja perlu<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":184,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-63","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anak-sekolah-remaja"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gizi pada Remaja - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gizi Remaja perlu diperhatikan untuk kelangsungan daur hidup selanjutnya. Artikel berikut akan membahas pedoman gizi seimbang bagi remaja.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gizi pada Remaja - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gizi Remaja perlu diperhatikan untuk kelangsungan daur hidup selanjutnya. Artikel berikut akan membahas pedoman gizi seimbang bagi remaja.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-11-23T03:00:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-11-14T05:55:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/151477_anak-sekolah.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"465\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Putri Darely\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Putri Darely\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/\"},\"author\":{\"name\":\"Putri Darely\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/088e4321b1bd1b009091a22c3ef59b1d\"},\"headline\":\"Gizi pada Remaja\",\"datePublished\":\"2019-11-23T03:00:37+00:00\",\"dateModified\":\"2020-11-14T05:55:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/\"},\"wordCount\":1430,\"commentCount\":3,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/151477_anak-sekolah.jpg\",\"articleSection\":[\"Anak Sekolah &amp; Remaja\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/\",\"name\":\"Gizi pada Remaja - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/151477_anak-sekolah.jpg\",\"datePublished\":\"2019-11-23T03:00:37+00:00\",\"dateModified\":\"2020-11-14T05:55:16+00:00\",\"description\":\"Gizi Remaja perlu diperhatikan untuk kelangsungan daur hidup selanjutnya. Artikel berikut akan membahas pedoman gizi seimbang bagi remaja.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/151477_anak-sekolah.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/151477_anak-sekolah.jpg\",\"width\":700,\"height\":465},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gizi pada Remaja\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/088e4321b1bd1b009091a22c3ef59b1d\",\"name\":\"Putri Darely\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cf871246bd8cf6784d8ba4d69e209ca713664aa67f5c6de848c8d967de49629f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cf871246bd8cf6784d8ba4d69e209ca713664aa67f5c6de848c8d967de49629f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Putri Darely\"},\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/putri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gizi pada Remaja - Blog AhliGiziID","description":"Gizi Remaja perlu diperhatikan untuk kelangsungan daur hidup selanjutnya. Artikel berikut akan membahas pedoman gizi seimbang bagi remaja.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Gizi pada Remaja - Blog AhliGiziID","og_description":"Gizi Remaja perlu diperhatikan untuk kelangsungan daur hidup selanjutnya. Artikel berikut akan membahas pedoman gizi seimbang bagi remaja.","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2019-11-23T03:00:37+00:00","article_modified_time":"2020-11-14T05:55:16+00:00","og_image":[{"width":700,"height":465,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/151477_anak-sekolah.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Putri Darely","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Putri Darely","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/"},"author":{"name":"Putri Darely","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/088e4321b1bd1b009091a22c3ef59b1d"},"headline":"Gizi pada Remaja","datePublished":"2019-11-23T03:00:37+00:00","dateModified":"2020-11-14T05:55:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/"},"wordCount":1430,"commentCount":3,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/151477_anak-sekolah.jpg","articleSection":["Anak Sekolah &amp; Remaja"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/","name":"Gizi pada Remaja - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/151477_anak-sekolah.jpg","datePublished":"2019-11-23T03:00:37+00:00","dateModified":"2020-11-14T05:55:16+00:00","description":"Gizi Remaja perlu diperhatikan untuk kelangsungan daur hidup selanjutnya. Artikel berikut akan membahas pedoman gizi seimbang bagi remaja.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/151477_anak-sekolah.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/151477_anak-sekolah.jpg","width":700,"height":465},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gizi pada Remaja"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/088e4321b1bd1b009091a22c3ef59b1d","name":"Putri Darely","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cf871246bd8cf6784d8ba4d69e209ca713664aa67f5c6de848c8d967de49629f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cf871246bd8cf6784d8ba4d69e209ca713664aa67f5c6de848c8d967de49629f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Putri Darely"},"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/putri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1883,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63\/revisions\/1883"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/184"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}