{"id":5760,"date":"2025-01-16T17:06:37","date_gmt":"2025-01-16T10:06:37","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=5760"},"modified":"2025-07-14T16:07:24","modified_gmt":"2025-07-14T09:07:24","slug":"intermittent_fasting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/","title":{"rendered":"Diet Intermittent Fasting (IF), Apakah Aman?"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p class=\"has-small-font-size\">Editor: Annisa Alifaradila Rachmayanti<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Intermittent Fasting (IF) merupakan salah satu metode diet yang menggunakan interval tertentu<\/mark> untuk membatasi konsumsi makanan dalam waktu yang lama. Metode ini umumnya melibatkan asupan makan dengan batasan waktu (16-24 jam puasa), atau melakukan puasa sehari penuh selama 2-4 hari (atau lebih) dalam satu minggu<span data-has-children=\"true\" id=\"cd800ffc-598b-4c06-bae5-83075d0d42d7\" data-items=\"[&quot;3526603822&quot;]\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Diet IF Mempengaruhi Kinerja Tubuh?<\/h2>\n\n\n\n<p>Beberapa rejimen memperbolehkan asupan kalori yang sangat rendah (500 hingga 700 kalori per hari) selama puasa. Setelah 8 hingga 12 jam berpuasa, hati mulai memecah asam lemak dan memproduksi badan keton. Tubuh manusia menggunakan badan keton sebagai sumber energi alternatif untuk memelihara organ dan jaringan vital ketika sumber energi tipikal (glukosa) tidak tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian telah menunjukkan bahwa puasa intermiten mengurangi penanda inflamasi dalam darah dan meningkatkan regulasi glukosa. <mark class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Pola makan ini tidak hanya mempengaruhi perubahan massa otot, tetapi juga perubahan berat badan, perubahan metabolisme tubuh jangka pendek hingga jangka panjang<\/mark><span data-has-children=\"true\" id=\"33572e9e-445b-4161-8299-202a999c8375\" data-items=\"[&quot;2863903802&quot;]\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span>.<\/p>\n\n\n\n<p>Diet puasa pada intinya akan memberikan waktu bagi tubuh untuk memanfaatkan energi yang tersimpan. Semakin meningkatnya jam puasa, maka tubuh juga akan membakar lebih banyak energi, begitupun sebaliknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika seseorang makan secara terus-menerus, atau hanya memberikan sedikit waktu puasa bagi tubuh, maka pembakaran energi hanya berasal dari makanan yang baru dikonsumsi. Kondisi ini tentu kurang efektif jika yang ingin dicapai adalah penurunan berat badan, karena tubuh gagal membakar cadangan glikogen atau lemak dalam tubuh.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa manfaat lain dari diet IF:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pembersihan\/<a href=\"https:\/\/www.todaysdietitian.com\/newarchives\/030314p34.shtml\">detoksifikasi<\/a>\/pemurnian tubuh<\/li>\n\n\n\n<li>Pembakaran lemak tubuh meningkat<\/li>\n\n\n\n<li>Penurunan kadar gula darah<\/li>\n\n\n\n<li>Menurunkan kolesterol dalam darah<\/li>\n\n\n\n<li>Hormon pertumbuhan meningkat<\/li>\n\n\n\n<li>Menurunkan risiko penyakit <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2023\/12\/19\/maraknya-makanan-dan-minuman-manis-penyebab-diabetes-pada-remaja\/\">diabetes mellitus<\/a> tipe 2<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan kejernihan mental dan konsentrasi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Selain itu, penerapan diet puasa ini juga dapat memberikan keuntungan lain karena dapat dilakukan secara sederhana. Seseorang yang melakukan diet IF tidak perlu khawatir berlebih memikirkan tentang sarapan, karena hanya perlu mengonsumsi air putih ataupun minuman lainnya yang mengandung nol kalori. Diet IF ini pun dapat lebih menghemat waktu karena memungkinkan bagi seseorang makan berat hanya satu kali.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Beberapa Jenis Jendela Makan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/girl-846357_1280-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5765\" style=\"width:456px;height:303px\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/girl-846357_1280-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/girl-846357_1280-300x200.jpg 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/girl-846357_1280-768x512.jpg 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/girl-846357_1280-640x427.jpg 640w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/girl-846357_1280.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Metode 16\/8: puasa 16 jam setiap hari<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Metode ini yang umumnya banyak diterapkan oleh orang-orang yang baru memulai diet IF. Dalam hal ini melakukan puasa selama 14-16 jam, dan waktu makan selama 8-10 jam.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Diet 5:2: puasa selama 2 hari per minggu<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Cara ini menerapkan makan secara normal selama 5 hari dalam seminggu, kemudian puasa selama 2 hari yakni dengan hanya mengonsumsi 500-600 kalori.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Eat-Stop-Eat<\/em>: puasa 24 jam, 1 atau 2 kali dalam seminggu<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Misalnya seseorang melakukan diet sejak waktu makan pagi hari ini hingga makan pagi atau siang di hari selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Puasa <em>alternatif day<\/em>: puasa setiap hari<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Pada metode ini, seseorang dapat melakukan puasa setiap hari, bisa dengan tidak mengonsumsi apapun atau hanya makan beberapa ratus kalori saja (sekitar 500 kalori).<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em><a href=\"https:\/\/draxe.com\/nutrition\/warrior-diet\/\">The warrior diet<\/a><\/em>: puasa siang hari, makan berat di malam hari<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Metode ini melibatkan konsumsi makan dalam jumlah yang sedikit, seperti dari sayur dan buah mentah saat siang hari, kemudian makan besar satu kali di malam hari. Saat malam hari, jendela makan yang bisa diterapkan yakni selama 4 jam<span data-has-children=\"true\" id=\"4e718231-5634-4606-89e9-1251f5eaaea7\" data-items=\"[&quot;2442935246&quot;]\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kontraindikasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun diet IF memiliki beragam manfaat, namun terdapat beberapa kondisi rentan yang tidak dianjurkan untuk menerapkan metode diet ini, atau sebaiknya melakukan konsultasi kesehatan terlebih dahulu dan berkelanjutan. Termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa perawatan medis atau mengonsumsi obat-obatan. Berikut adalah penjabaran terkait hal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kelompok Rentan<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Anak-anak atau remaja di bawah usia 18 tahun<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Diet IF tidak disarankan bagi anak-anak atau remaja di bawah usia 18 tahun dikarenakan usia mereka sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Pembatasan makan dapat mengganggu fungsi kognitif atau pun terjadinya ketidakseimbangan hormonal<span data-has-children=\"true\" id=\"40049d3a-6dbf-4095-ae3c-2d05ad5fa456\" data-items=\"[&quot;1771376361&quot;]\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b4\u200b<\/sup><\/span>. <em>European Society of Anaesthesiology<\/em> menekankan bahwa anak-anak lebih rentan terhadap efek buruk puasa dibandingkan orang dewasa, yang menyoroti perlunya manajemen status gizi mereka dengan cermat<span data-has-children=\"true\" id=\"c0192c21-d81e-4972-8388-50813ab8b05b\" data-items=\"[&quot;2502733390&quot;]\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b5\u200b<\/sup><\/span>.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Lansia<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Orang dewasa yang lebih tua cenderung memiliki kondisi fisik yang lemah dan mengalami defisiensi imun, sehingga diperlukan pendekatan lebih khusus untuk menerapkan metode diet puasa pada lansia<span data-has-children=\"true\" id=\"9f8e47d2-c1de-4a10-b3f1-db5ac1b9af3d\" data-items=\"[&quot;1543862423&quot;]\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b6\u200b<\/sup><\/span>. Bahkan sebuah studi menunjukkan bahwa durasi puasa yang lama (&gt;12,5 jam) telah dikaitkan dengan peningkatan <a href=\"https:\/\/dinkes.acehprov.go.id\/detailpost\/kemenkes-penyakit-kardiovaskular-penyebab-kematian-tertinggi-di-indonesia\">mortalitas kardiovaskular<\/a> di kalangan lansia, yang menunjukkan bahwa puasa yang diperpanjang dapat menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan<span data-has-children=\"true\" id=\"49ecffbe-fa7c-46c3-adb6-1a09dfce60fe\" data-items=\"[&quot;806506290&quot;]\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b7\u200b<\/sup><\/span>.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ibu hamil dan ibu menyusui<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Ibu hamil dan ibu menyusui bukan hanya perlu memenuhi asupan gizi bagi dirinya sendiri, melainkan juga bagi janinnya. Oleh karena itu, kelompok ini harus senantiasa memenuhi kebutuhan gizinya secara optimal, termasuk tidak melewatkan jam makan tertentu<span data-has-children=\"true\" id=\"72fa58dc-97d9-4f61-87ef-75a28cb3c34d\" data-items=\"[&quot;4134954671&quot;]\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b8\u200b<\/sup><\/span>.<\/p>\n\n\n\n<p>Studi menunjukkan bahwa puasa yang dilakukan oleh ibu hamil dan ibu menyusui justru berpotensi menimbulkan stres berlebih, kekurangan gizi, hingga adanya komplikasi karena kondisi kadar glukosa yang lebih rendah dan pasokan zat gizi yang tidak memadai<span data-has-children=\"true\" id=\"fa7e589d-5b7c-44e4-8457-f6f1982f99a8\" data-items=\"[&quot;2510642713&quot;]\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b9\u200b<\/sup><\/span>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Masalah Kesehatan Lainnya<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penderita Refluks Gastroesofageal<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Penderita refluks gastroesofageal (GERD) seringkali diidentikkan dengan ketepatan jam makan yang harus dipatuhi untuk menghindari adanya kenaikan asam lambung berlebih. Beberapa penelitian sebenarnya telah menunjukkan bahwa puasa intermiten justru dapat memperbaiki gejala <a href=\"https:\/\/www.medicalnewstoday.com\/articles\/regurgitation\">regurgitasi<\/a> dan nyeri ulu hati pada pasien yang diduga GERD, namun terdapat tantangan pada kepatuhan awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan diet puasa dapat memperburuk gejala pada individu tertentu, terutama jika pilihan makanan selama jendela makan tidak dikelola dengan baik<span data-has-children=\"true\" id=\"0fa74509-f006-445c-8b39-872371dfc3e3\" data-items=\"[&quot;1652863978&quot;]\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b10\u200b<\/sup><\/span>. Oleh karena itu, bagi penderita GERD sebaiknya tetap melakukan konsultasi kesehatan lebih lanjut jika ingin menerapkan diet IF. <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penderita Diabetes Mellitus<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Meskipun beberapa penelitian menunjukkan bahwa IF dapat meningkatkan kontrol <a href=\"https:\/\/p2ptm.kemkes.go.id\/tag\/pola-makan-rendah-glikemik-apakah-itu\">glikemik<\/a> dan mendorong penurunan berat badan, namun juga terdapat kekhawatiran signifikan terkait keamanannya, terkhusus bagi individu yang mengonsumsi obat diabetes. Dalam hal ini terdapat risiko episode <a href=\"https:\/\/upk.kemkes.go.id\/new\/mengenal-penyakit-hipoglikemia\">hipoglikemia<\/a> yang lebih tinggi, terutama bagi mereka yang menggunakan insulin atau obat penurun glukosa lainnya<span data-has-children=\"true\" id=\"e4586000-be20-4b16-849f-cef7725d974c\" data-items=\"[&quot;2456709916&quot;]\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b11\u200b<\/sup><\/span>.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengidap Gangguan Makan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat memperburuk perilaku gangguan makan, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda, yang menyebabkan peningkatan risiko makan berlebihan dan praktik berbahaya lainnya. Sifat puasa intermiten yang <a href=\"https:\/\/www.merriam-webster.com\/dictionary\/restrictive\">restriktif <\/a>dapat memicu atau memperburuk masalah psikologis yang terkait dengan makanan, sehingga tidak cocok untuk individu dengan riwayat gangguan makan<span id=\"9d70dce0-69b7-45fe-b80a-5539bbd648b1\" data-items=\"[&quot;1767314382&quot;]\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b12\u200b<\/sup><\/span>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Diet IF pada dasarnya aman dilakukan dengan tujuan penurunan berat badan atau untuk memperoleh kondisi kesehatan yang lebih baik<\/mark>, namun perlu diperhatikan bahwa<mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"> terdapat beberapa kondisi rentan yang tidak dianjurkan untuk penerapan diet ini, dan perlu melakukan konsultasi kesehatan lebih lanjut<\/mark>. Dalam penerapan jam puasa dan jendela makan, seseorang juga perlu menyesuaikan kembali dengan kemampuannya. Bagi pemula, metode yang bisa digunakan adalah 16 jam puasa, dan 8 jam jendela makan. Poin penting lainnya adalah bahwa yang dimaksud jam puasa dalam diet ini bukan berarti tidak boleh mengonsumsi apapun, namun seseorang boleh mengonsumsi minuman dengan nol kalori seperti air putih, kopi atau teh tanpa gula. <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Pada saat jendela makan pun seseorang tetap perlu memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi, yakni makan dengan gizi yang cukup atau seimbang<\/mark>. Di samping itu, sangat penting mencukupi asupan cairan harian, serta aktivitas fisik dan tidur yang teratur.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-entryspacing=\"1\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"3526603822\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">1.<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Fairuz RA, Absari NW, Utami RF, Djunet NA. PENGARUH DIET PUASA (INTERMITTENT FASTING) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN, PERUBAHAN METABOLIK, DAN MASSA OTOT. <i>HTJ<\/i>. Published online January 30, 2024:40-47. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.22487\/htj.v10i1.975\">10.22487\/htj.v10i1.975<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2863903802\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">2.<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Li Z, Heber D. Intermittent Fasting. <i>JAMA<\/i>. Published online October 5, 2021:1338. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1001\/jama.2020.15140\">10.1001\/jama.2020.15140<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2442935246\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">3.<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Diastiti N. <i>Intermittent Fasting: Turunkan Berat Badan Dengan Berpuasa<\/i>. Anak Hebat Indonesia; 2017. Accessed January 6, 2025. <a href=\"https:\/\/books.google.co.id\/books?id=HYsfEAAAQBAJ&amp;pg=PA9&amp;dq=intermittent+fasting&amp;hl=id&amp;newbks=1&amp;newbks_redir=0&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwjYt8WioeCKAxVU4jgGHVTuNjwQ6AF6BAgIEAI#v=onepage&amp;q=intermittent%20fasting&amp;f=false\">https:\/\/books.google.co.id\/books?id=HYsfEAAAQBAJ&amp;pg=PA9&amp;dq=intermittent+fasting&amp;hl=id&amp;newbks=1&amp;newbks_redir=0&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwjYt8WioeCKAxVU4jgGHVTuNjwQ6AF6BAgIEAI#v=onepage&amp;q=intermittent%20fasting&amp;f=false<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1771376361\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">4.<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Blalock L. CHOC. Puasa Intermiten: Amankah untuk Anak-Anak? October 1, 2018. Accessed January 14, 2025. <a href=\"https:\/\/health-choc-org.translate.goog\/intermittent-fasting\/?_x_tr_sl=en&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=sge#:~:text=Apakah%20puasa%20intermiten%20aman%20untuk,di%20meja%20makan%20bersama%20keluarga.\">https:\/\/health-choc-org.translate.goog\/intermittent-fasting\/?_x_tr_sl=en&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=sge#:~:text=Apakah%20puasa%20intermiten%20aman%20untuk,di%20meja%20makan%20bersama%20keluarga.<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2502733390\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">5.<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Frykholm P, Disma N, Kranke P, Afshari A. The rationale for the recommendations of the European Paediatric Fasting Guideline. <i>European Journal of Anaesthesiology<\/i>. Published online January 2022:1-3. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1097\/eja.0000000000001587\">10.1097\/eja.0000000000001587<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1543862423\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">6.<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Bernstein A. Healthline. 9 Potential Intermittent Fasting Side Effects. January 12, 2024. Accessed January 14, 2025. <a href=\"https:\/\/www.healthline.com\/nutrition\/intermittent-fasting-side-effects#malnutrition\">https:\/\/www.healthline.com\/nutrition\/intermittent-fasting-side-effects#malnutrition<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"806506290\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">7.<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Zhang Z, Zhao H, Jiang M, Pu J. A National Study Exploring the Association Between Fasting Duration and Mortality Among the Elderly. Published online March 29, 2024. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.21203\/rs.3.rs-4174533\/v1\">10.21203\/rs.3.rs-4174533\/v1<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"4134954671\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">8.<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Faris MAIE, Al-Holy MA. Implications of Ramadan intermittent fasting on maternal and fetal health and nutritional status: A review. <i>Mediterranean Journal of Nutrition and Metabolism<\/i>. Published online April 1, 2014:107-118. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.3233\/mnm-140011\">10.3233\/mnm-140011<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2510642713\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">9.<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Darmaun D. Maternal intermittent fasting during pregnancy: a translational research challenge for an important clinical scenario. <i>Clinical Science<\/i>. Published online September 1, 2021:2099-2102. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1042\/cs20210578\">10.1042\/cs20210578<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1652863978\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">10.<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Tibi S, Ahmed S, Nizam Y, et al. Implications of Ramadan Fasting in the Setting of Gastrointestinal Disorders. <i>Cureus<\/i>. Published online March 31, 2023. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.7759\/cureus.36972\">10.7759\/cureus.36972<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2456709916\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">11.<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Santos HO. Intermittent fasting in the management of diabetes: a review of glycemic control and safety. <i>Nutrition Reviews<\/i>. Published online October 13, 2023:1437-1443. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1093\/nutrit\/nuad132\">10.1093\/nutrit\/nuad132<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1767314382\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">12.<\/div><div class=\"csl-right-inline\">D\u2019Arrigo T. Intermittent Fasting Linked to Eating Disorder Behaviors. <i>PN<\/i>. Published online February 1, 2023. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1176\/appi.pn.2023.02.2.3\">10.1176\/appi.pn.2023.02.2.3<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Editor: Annisa Alifaradila Rachmayanti Intermittent Fasting (IF) merupakan salah satu metode diet yang menggunakan interval tertentu untuk membatasi konsumsi makanan<\/p>\n","protected":false},"author":116,"featured_media":5764,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-5760","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-masalah-berat-badan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Diet Intermittent Fasting (IF), Apakah Aman? - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Intermittent Fasting (IF) merupakan salah satu metode diet yang menggunakan interval tertentu untuk membatasi konsumsi makanan dalam waktu...\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Diet Intermittent Fasting (IF), Apakah Aman? - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Intermittent Fasting (IF) merupakan salah satu metode diet yang menggunakan interval tertentu untuk membatasi konsumsi makanan dalam waktu...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-16T10:06:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-14T09:07:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/fruits-1869132_1280.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"958\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dewi Rizky Purnama\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\"},\"headline\":\"Diet Intermittent Fasting (IF), Apakah Aman?\",\"datePublished\":\"2025-01-16T10:06:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-14T09:07:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/\"},\"wordCount\":1415,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/fruits-1869132_1280.jpg\",\"articleSection\":[\"Masalah Berat Badan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/\",\"name\":\"Diet Intermittent Fasting (IF), Apakah Aman? - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/fruits-1869132_1280.jpg\",\"datePublished\":\"2025-01-16T10:06:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-14T09:07:24+00:00\",\"description\":\"Intermittent Fasting (IF) merupakan salah satu metode diet yang menggunakan interval tertentu untuk membatasi konsumsi makanan dalam waktu...\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/fruits-1869132_1280.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/fruits-1869132_1280.jpg\",\"width\":1280,\"height\":958,\"caption\":\"Diet IF\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Diet Intermittent Fasting (IF), Apakah Aman?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592\",\"name\":\"Dewi Rizky Purnama\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dewi Rizky Purnama\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Diet Intermittent Fasting (IF), Apakah Aman? - Blog AhliGiziID","description":"Intermittent Fasting (IF) merupakan salah satu metode diet yang menggunakan interval tertentu untuk membatasi konsumsi makanan dalam waktu...","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Diet Intermittent Fasting (IF), Apakah Aman? - Blog AhliGiziID","og_description":"Intermittent Fasting (IF) merupakan salah satu metode diet yang menggunakan interval tertentu untuk membatasi konsumsi makanan dalam waktu...","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2025-01-16T10:06:37+00:00","article_modified_time":"2025-07-14T09:07:24+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":958,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/fruits-1869132_1280.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dewi Rizky Purnama","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Dewi Rizky Purnama","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/"},"author":{"name":"Dewi Rizky Purnama","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592"},"headline":"Diet Intermittent Fasting (IF), Apakah Aman?","datePublished":"2025-01-16T10:06:37+00:00","dateModified":"2025-07-14T09:07:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/"},"wordCount":1415,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/fruits-1869132_1280.jpg","articleSection":["Masalah Berat Badan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/","name":"Diet Intermittent Fasting (IF), Apakah Aman? - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/fruits-1869132_1280.jpg","datePublished":"2025-01-16T10:06:37+00:00","dateModified":"2025-07-14T09:07:24+00:00","description":"Intermittent Fasting (IF) merupakan salah satu metode diet yang menggunakan interval tertentu untuk membatasi konsumsi makanan dalam waktu...","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/fruits-1869132_1280.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/fruits-1869132_1280.jpg","width":1280,"height":958,"caption":"Diet IF"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2025\/01\/16\/intermittent_fasting\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Diet Intermittent Fasting (IF), Apakah Aman?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/d15ef592b143af8d70d0ae6af7bdf592","name":"Dewi Rizky Purnama","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ed147f1b4fc260a516e586b41761e084cdcd7e2220905c43a3b52ac39d8bbb6f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dewi Rizky Purnama"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/dewiiipurnama_\/","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/dewi-rizky-purnama-390a89198\/"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/dewi-rizky-purnama\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/116"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5760"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5760\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6063,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5760\/revisions\/6063"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5764"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}