{"id":4937,"date":"2022-02-14T09:00:00","date_gmt":"2022-02-14T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=4937"},"modified":"2022-02-11T20:47:11","modified_gmt":"2022-02-11T13:47:11","slug":"mencegah-obesitas-pada-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/","title":{"rendered":"Mencegah Obesitas pada Remaja"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Prevalensi obesitas pada remaja terus mengalami peningkatan. Bagaimana mencegah obesitas pada remaja? Mari kita simak pada artikel berikut.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Penulis : <strong>Ovilia Yeri Pratami, S.Gz<\/strong><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Remaja<\/h2>\n\n\n\n<p>Usia remaja (10-18 Tahun) merupakan periode rentan gizi karena berbagai sebab, yaitu pertama remaja memerlukan zat gizi yang lebih tinggi karena peningkatan pertumbuhan fisik. Kedua adanya perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan. Ketiga remaja mempunyai kebutuhan zat gizi khusus contohnya kebutuhan atlet. Kebiasaan makan yang berubah salah satunya terjadi karena adanya globalisasi secara luas. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Remaja merupakan salah satu kelompok sasaran yang berisiko mengalami gizi lebih.<\/span><\/strong> Gizi lebih pada remaja ditandai dengan berat badan yang relatif berlebihan bila dibandingkan dengan usia atau tinggi badan remaja sebaya, sebagai akibat terjadinya penimbunan lemak yang berlebihan dalam jaringan lemak tubuh.<span id=\"c9780a6f-d906-4ebe-b263-4c27d3d13d9f\" data-items=\"[&quot;3692932851&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/gizi-pada-remaja\/\">Baca Artikel : Gizi pada Remaja<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Masalah Obesitas<\/h2>\n\n\n\n<p>Obesitas pada anak usia 4-5 tahun mempunyai dampak terhadap tumbuh kembang anak, terutama aspek psikososial. Selain itu obesitas pada anak berpotensi untuk mengalami berbagai penyebab kesakitan dan kematian menjelang dewasa. Dampak dari obesitas juga berpotensi mengalami diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, kanker, ginjal, dan lain-lain.<span id=\"df9b10cb-b22b-460e-b887-2432ebfb7717\" data-items=\"[&quot;2200577632&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Masalah obesitas pada remaja akan berdampak pada menurunnya kesehatan dan produkifitas.Hal ini karena masa remaja merupakan masa tumbuh kembang yang sangat cepat untuk masuk dalam periode perkembangan selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/bathroom-scale-g756c88685_1920-1024x747.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4948\" width=\"609\" height=\"444\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/bathroom-scale-g756c88685_1920-1024x747.jpg 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/bathroom-scale-g756c88685_1920-300x219.jpg 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/bathroom-scale-g756c88685_1920-768x560.jpg 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/bathroom-scale-g756c88685_1920-1536x1121.jpg 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/bathroom-scale-g756c88685_1920.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 609px) 100vw, 609px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Obesitas pada usia dewasa membawa dampak pada kesehatan, dimana kenaikan berat badan dan obesitas menjadi salah satu faktor risiko untuk meningkatkan kejadian penyakit tidak menular seperti <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/diet-diabetes-mellitus\/\">diabetes melitus tipe 2<\/a>, <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/02\/04\/tips-pencegahan-kanker\/\">kanker<\/a> dan beberapa penyakit kardiovakular lainnya, bahkan bisa menyebabkan kematian di usia muda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Faktor penyebab obesitas pada remaja bersifat multifaktorial. Peningkatan <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/06\/14\/makanan-padat-energi-obesitas\/\">konsumsi makanan cepat saji (<em>fast food<\/em>)<\/a>, rendahnya aktivitas fisik, faktor genetik, pengaruh iklan, faktor psikologi, status sosial ekonomi, program diet, usia dan jenis kelamin merupakan faktor-faktor yang berkontribusi pada perubahan keseimbangan energi dan berujung pada kejadian obesitas.<\/span><\/strong><span id=\"dfdcc14b-1a7f-498a-b440-90d18062e238\" data-items=\"[&quot;4124154824&quot;,&quot;1520311952&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3,4\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Tipe obesitas berdasarkan bentuk tubuh. Obesitas tipe buah apel (<em>Apple Shape<\/em>) Tipe seperti ini biasanya terdapat pada pria. Dimana lemak tertumpuk di sekitar perut. Risiko kesehatan pada tipe ini lebih tinggi dibandingkan dengan buah Pear (<em>Gynoid<\/em>). Obesitas tipe buah Pear (<em>Gynoid<\/em>) Tipe ini cenderung dimiliki wanita, lemak yang ada disimpan di sekitar pinggul dan bokong. Risiko terhadap penyakit pada tipe gynoid umumnya kecil. Obesitas tipe Ovid (Bentuk Kotak Buah) ciri dari tipe ini adalah \u201cbesar diseluruh bagian tubuh\u201d. Tipe Ovid umumnya terdapat pada orang-orang yang gemuk secara genetik. <\/pre>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/23\/pengukuran-antropometri-untuk-obesitas\/\">Lebih Lanjut : Pengukuran Antropometri untuk Obesitas<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Cegah Obesitas pada Remaja<\/h2>\n\n\n\n<p>Agar hal ini tidak terjadi pada diri kita maka <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">cegah dengan MAGER<\/span><\/strong>, berikut ini adalah upaya untuk mencegah terjadinya obesitas pada remaja yaitu :<span id=\"f42a88d1-5362-4f39-a79c-30f20858fee3\" data-items=\"[&quot;1542815666&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b5\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">MAkan makanan bergizi seimbang sesuai dengan isi piringku<\/span><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Makanan Pokok (Sumber Karbohidrat) 2\/3 dari \u00bd Piring<\/h4>\n\n\n\n<p>Pangan yang mengandung karbohidrat yang sering dikonsumsi sejak lama di Indonesia. Contoh makanan pokok lokal yang beragam yaitu beras, singkong, jagung, ubi, talas, dan olahan lainnya (roti, mie dll).<\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Isi piringku sekali makan 150 g Nasi setara dengan 3 centong nasi, 3 buah sedang kentang (300 g) dan \u00bd gelas mie kering (75 g).<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Lauk Pauk (Sumber Protein) 1\/3 dari \u00bd Piring<\/h4>\n\n\n\n<p>terdiri dari protein hewani yaitu daging (sapi, kambing), unggas (bebek, ayam), ikan, telur, susu dan olahan lainnya. Sedangkan untuk protein nabati yaitu tahu, tempe, kacang-kacangan (kacang hijau, kcang merah, kacang tanah dll). Sumber pangan protein hewani mempunyai asam amino yang lebih lengkap dan mudah diserap oleh tubuh. Kekurangannya, jumlah kolesterol dan lemaknya lebih tinggi serta harga relatif mahal. Sedangkan protein nabati mempunyai keunggulan dibanding hewani karena kandungan lemak tak jenuhnya lebih tinggi daripada bahan pangan hewani. Kandungan isoflavonnya, terutama pada kedelai menjadi daya tarik karena manfaatnya yang sangat banyak.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Isi piringku sekali makan lauk hewani 75 g ikan kembung setara dengan 2 potong sedang ayam tanpa kulit (80 g), 1 butir telur ayam ukuran besar (55 g) dan 2 potong daging sapi sedang (70 g). Lauk nabati 100 g tahu setara dengan 2 potong sedang tempe (50 g).<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Buah-buahan (Sumber Vitamin dan Mineral) 1\/3 dari \u00bd Piring<\/h4>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/fruit-g2c6c67265_1920-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4947\" width=\"660\" height=\"440\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/fruit-g2c6c67265_1920-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/fruit-g2c6c67265_1920-300x200.jpg 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/fruit-g2c6c67265_1920-768x512.jpg 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/fruit-g2c6c67265_1920-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/fruit-g2c6c67265_1920.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 660px) 100vw, 660px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Buah-buahan merupakan sumber vitamin A, vitamin B, vitamin B1, vitamin B6, vitamin C, mineral dan serat pangan. Sebagian vitamin, mineral yang terkandung dalam buah-buahan berperan sebagai antioksidan. Contoh buah-buahan seperti pisang, melon, semangka, pepaya, jeruk, mangga, apel dll. Manfaat buah untuk tubuh kita yaitu sumber vitamin, sumber air dan gizi, sumber antioxsidan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Isi piringku sekali makan buah 150 g pepaya setara dengan 2 potong sedang, 2 buah jeruk sedang (110 g), 1 buah kecil pisang ambon (50 g).<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">4. Sayur-sayuran (Sumber Vitamin dan Mineral) 2\/3 dari \u00bd Piring<\/h4>\n\n\n\n<p>Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral terutama karoten, Vitamin A, vitamin C, zat besi dan posfor. Beberapa sayuran dapat dikonsumsi mentah tanpa dimasak terlebih dahulu, yang lainnya dapat dimasak dengan cara direbus, dikukus, dan ditumis. Manfaat yang terkandung dalam sayuran diantaranya adalah memperlancar buang air besar, mempertahankan berat badan seimbang, sumber energi tubuh, membersihkan racun dalam tubuh (Detoksifikasi), membuat kulit sehat, dll.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Isi piringku sekali makan sayuran 150 g setara dengan 1 mangkok sedang.<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">GERak melakukan aktivitas fisik<\/span><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang diakibatkan kerja otot rangka dan meningkatkan pengeluaran tenaga atau energi. Dapat dilakukan di rumah, di tempat kerja, ditempat umum dll. Jenis aktivitas fisik ringan seperti, jalan santai, mencuci piring, memasak, menyapu, bermain musik, membaca, menulis, menyetir. Adapula aktivitas fisik sedang seperti berjalan cepat, memotong rumput dengan mesin, berkebun, menanam pohon, memncuci mobil bisa kita lakukan minimal 30 menit setiap hari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-entryspacing=\"1\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"3692932851\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">1. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Nugroho P, Sudirman S. Analisis Risiko Kegemukan pada Remaja dan Dewasa Muda. <i>Jurnal Dunia Kesmas<\/i>. 2020;9(4):537-544.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2200577632\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">2. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Indanah I, Sukesih S, Luthfin F, Khoiriyah K. OBESITAS PADA BALITA. <i>Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan<\/i>. Published online August 5, 2021:242. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.26751\/jikk.v12i2.1115\">10.26751\/jikk.v12i2.1115<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"4124154824\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">3. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Hendra C, Manampiring A, Budiarso F. FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERHADAP OBESITAS PADA REMAJA DI KOTA BITUNG. <i>Jurnal e-Biomedik (eBm)<\/i>. 2016;4(1).<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1520311952\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">4. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Safitri DE, Rahayu NS. Determinan Status Gizi Obesitas pada Orang Dewasa di Perkotaan: Tinjauan Sistematis. <i>arkesmas<\/i>. Published online June 30, 2020:1-15. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.22236\/arkesmas.v5i1.4853\">10.22236\/arkesmas.v5i1.4853<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1542815666\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">5. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Kurdanti W, Suryani I, Syamsiatun NH, et al. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja. <i>Jurnal Gizi Klinik Indonesia<\/i>. Published online April 30, 2015:179. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.22146\/ijcn.22900\">10.22146\/ijcn.22900<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n\n\n\n<p><strong>Editor : Ayu Rahadiyanti<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-social-links is-layout-flex wp-block-social-links-is-layout-flex\">\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prevalensi obesitas pada remaja terus mengalami peningkatan. Bagaimana mencegah obesitas pada remaja? Mari kita simak pada artikel berikut. Penulis :<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4946,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[18],"tags":[214,366],"class_list":["post-4937","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-masalah-berat-badan","tag-obesitas","tag-remaja"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mencegah Obesitas pada Remaja - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Prevalensi obesitas pada remaja terus mengalami peningkatan. Bagaimana mencegah obesitas pada remaja? Mari kita simak pada artikel berikut.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mencegah Obesitas pada Remaja - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Prevalensi obesitas pada remaja terus mengalami peningkatan. Bagaimana mencegah obesitas pada remaja? Mari kita simak pada artikel berikut.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-14T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/man-gbd6a3839c_1280.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1026\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"AhliGiziID\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"AhliGiziID\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/\"},\"author\":{\"name\":\"AhliGiziID\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/a08697a3dc1e94c5a449d8548031ae98\"},\"headline\":\"Mencegah Obesitas pada Remaja\",\"datePublished\":\"2022-02-14T02:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/\"},\"wordCount\":854,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/man-gbd6a3839c_1280.png\",\"keywords\":[\"obesitas\",\"remaja\"],\"articleSection\":[\"Masalah Berat Badan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/\",\"name\":\"Mencegah Obesitas pada Remaja - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/man-gbd6a3839c_1280.png\",\"datePublished\":\"2022-02-14T02:00:00+00:00\",\"description\":\"Prevalensi obesitas pada remaja terus mengalami peningkatan. Bagaimana mencegah obesitas pada remaja? Mari kita simak pada artikel berikut.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/man-gbd6a3839c_1280.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/man-gbd6a3839c_1280.png\",\"width\":1280,\"height\":1026},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mencegah Obesitas pada Remaja\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/a08697a3dc1e94c5a449d8548031ae98\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52768090b68db6d9b1381d5b77889eacdf88f36f55dfeaa35b865759d944b983?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52768090b68db6d9b1381d5b77889eacdf88f36f55dfeaa35b865759d944b983?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"description\":\"informasi gizi berbasis fakta ilmiah\",\"sameAs\":[\"https:\/\/ahligizi.id\",\"facebook.com\/ahligiziid\",\"instagram.com\/ahligiziid\",\"ttps:\/\/www.linkedin.com\/company\/65587596\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/www.youtube.com\/ahligiziid\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ahligizi-idgmail-com\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mencegah Obesitas pada Remaja - Blog AhliGiziID","description":"Prevalensi obesitas pada remaja terus mengalami peningkatan. Bagaimana mencegah obesitas pada remaja? Mari kita simak pada artikel berikut.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mencegah Obesitas pada Remaja - Blog AhliGiziID","og_description":"Prevalensi obesitas pada remaja terus mengalami peningkatan. Bagaimana mencegah obesitas pada remaja? Mari kita simak pada artikel berikut.","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_author":"facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2022-02-14T02:00:00+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":1026,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/man-gbd6a3839c_1280.png","type":"image\/png"}],"author":"AhliGiziID","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"AhliGiziID","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/"},"author":{"name":"AhliGiziID","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/a08697a3dc1e94c5a449d8548031ae98"},"headline":"Mencegah Obesitas pada Remaja","datePublished":"2022-02-14T02:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/"},"wordCount":854,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/man-gbd6a3839c_1280.png","keywords":["obesitas","remaja"],"articleSection":["Masalah Berat Badan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/","name":"Mencegah Obesitas pada Remaja - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/man-gbd6a3839c_1280.png","datePublished":"2022-02-14T02:00:00+00:00","description":"Prevalensi obesitas pada remaja terus mengalami peningkatan. Bagaimana mencegah obesitas pada remaja? Mari kita simak pada artikel berikut.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/man-gbd6a3839c_1280.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/man-gbd6a3839c_1280.png","width":1280,"height":1026},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/02\/14\/mencegah-obesitas-pada-remaja\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mencegah Obesitas pada Remaja"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/a08697a3dc1e94c5a449d8548031ae98","name":"AhliGiziID","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52768090b68db6d9b1381d5b77889eacdf88f36f55dfeaa35b865759d944b983?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52768090b68db6d9b1381d5b77889eacdf88f36f55dfeaa35b865759d944b983?s=96&d=mm&r=g","caption":"AhliGiziID"},"description":"informasi gizi berbasis fakta ilmiah","sameAs":["https:\/\/ahligizi.id","facebook.com\/ahligiziid","instagram.com\/ahligiziid","ttps:\/\/www.linkedin.com\/company\/65587596","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/www.youtube.com\/ahligiziid"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ahligizi-idgmail-com\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4937","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4937"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4937\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4950,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4937\/revisions\/4950"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4946"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4937"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4937"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4937"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}