{"id":4785,"date":"2022-01-10T09:00:00","date_gmt":"2022-01-10T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=4785"},"modified":"2022-02-02T19:50:57","modified_gmt":"2022-02-02T12:50:57","slug":"efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/","title":{"rendered":"Efek Kemoterapi Terhadap Preferensi Makanan"},"content":{"rendered":"\n<p>Kemoterapi sangat berdampak pada asupan makan penyintas kanker terutama terkait perubahan preferensi makanan. Mari kita simak lebih lanjut pada artikel berikut =)<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kemoterapi<\/h2>\n\n\n\n<p>adalah <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">penggunaan agen kimia atau obat-obatan untuk mengobati kanker secara sistematis<\/span><\/strong>. Lebih dari 100 obat kemoterapi digunakan saat ini baik sebagai pengobatan tunggal maupun dalam kombinasi dengan pengobatan lain. T<strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">ujuan dari pengobatan kemoterapi yaitu untuk membunuh sel-sel kanker, mengontrol pertumbuhan dan penyebarannya serta meringankan gejala kanker.<\/span><\/strong><span id=\"f50801e0-76a8-43d2-b587-8bd801a8bae0\" data-items=\"[&quot;281617913&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span> Kemoterapi memiliki efek yang lebih besar pada sel-sel kanker yang memiliki pola pertumbuhan progresif yang stabil. Studi baru menunjukkan bahwa obat-obatan kemoterapi dikemas dalam nanopartikel berdiameter 10-100 nm yang secara efektif menargetkan obat kemoterapi ke lokasi tumor sehingga dapat meningkatkan efisiensi farmakokinetik dan kemanjuran terapeutik.<span id=\"67b6cd51-0c29-4f17-9867-25d9229ef9e1\" data-items=\"[&quot;4242231795&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/07\/gizi-pada-penyintas-kanker\/\">Baca Artikel : Gizi pada Penyintas Kanker<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/infusion-g352d9f154_1280-714x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4790\" width=\"453\" height=\"649\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/infusion-g352d9f154_1280-714x1024.png 714w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/infusion-g352d9f154_1280-209x300.png 209w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/infusion-g352d9f154_1280-768x1102.png 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/infusion-g352d9f154_1280.png 892w\" sizes=\"auto, (max-width: 453px) 100vw, 453px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Efek Samping Kemoterapi<\/h2>\n\n\n\n<p>Beberapa efek samping kemoterapi antara lain <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mual dan muntah<\/h3>\n\n\n\n<p>dianggap sebagai <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">efek samping kemoterapi paling buruk karena dapat berpengaruh pada kualitas hidup pasien <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/09\/14\/ahli-gizi-talk-10-berdamai-dengan-kanker-makanan-bergizi-untuk-pejuang-kanker\/\">kanker<\/a>.<\/span><\/strong> Mual merupakan sensasi yang tidak nyaman pada epigastrum yang berpotensi menimbulkan terjadinya muntah. Muntah merupakan refleks motorik dari dalam perut yang menyebabkan pengeluaran isi lambung secara tidak sadar melalui mulut.<span id=\"375c8622-d47e-47a5-9966-bcdbc04de19c\" data-items=\"[&quot;17163258&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span> Mual dan muntah akibat kemoterapi dapat diklasifikasikan sebagai antisipatif (terjadi sebelum menerima pengobatan), akut (terjadi dalam dua puluh empat jam pertama setelah pengobatan) dan lambat (terjadi dalam satu hingga empat hari setelah pengobatan) yang ditandai dengan patofisiologis yang berbeda.<span id=\"600ae3ac-143f-4815-ac8c-6a3f1b08ddf3\" data-items=\"[&quot;281617913&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mukositis<\/h3>\n\n\n\n<p>merupakan <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">peradangan sel-sel epitel membran mukosa yang dapat terjadi pada setiap bagian di saluran gastrointestinal.<\/span><\/strong><span id=\"5acbfb7e-b3a7-499d-b469-585f6cf44cd3\" data-items=\"[&quot;685335074&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b4\u200b<\/sup><\/span> Mukositis biasanya terjadi pada 5-7 hari setelah kemoterapi dan dapat berlanjut sampai pasien pulih dari penekanan imun. Insidensi mukositis oral terjadi pada 40-70% pasien kanker dengan pengobatan kemoterapi. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Gejala yang dirasakan yaitu timbulnya rasa sakit dan terbakar saat mengunyah dan menelan makanan<\/span><\/strong>.<span id=\"b46a7cde-afe9-450f-99c9-39d6b4e0b8aa\" data-items=\"[&quot;281617913&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Kemoterapi mempengaruhi kerusakan sel-sel epitel mukosa baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung kemoterapi dapat mengganggu proses regenerasi, pembelahan dan maturasi sel epitel sehingga terjadi penipisan lapisan basal, inflamasi dan ulserasi pada mukosa. Secara tidak langsung, obat kemoterapi akan menekan sumsum tulang yang menyebabkan <em>neutropenia <\/em>dan <em>trombositopenia <\/em>sehingga respon imun terhadap bakteri, jamur dan virus menurun dan risiko infeksi meningkat.<span id=\"2c42a65d-23e2-47ef-8dd5-a7df6d3787b8\" data-items=\"[&quot;685335074&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b4\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Disgeusia<\/h3>\n\n\n\n<p>atau <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">perubahan rasa dan bau pada pasien kanker dapat disebabkan oleh keganasan kanker itu sendiri maupun intervensi terapeutik<\/span><\/strong>. Kemoterapi dapat menyebabkan perubahan rasa dan bau dengan menghancurkan sel-sel reseptor rasa. Agen kemoterapi sitotoksik mengubah struktur pori-pori pengecap yang menyebabkan penipisan epitel papilla lidah.<strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"> Sensasi dasar yang dialami oleh sebagian besar subjek yang menderita disgeusia karena kemoterapi adalah rasa logam di mulut dan tidak memiliki sensasi rasa (<em>aguesia<\/em>) yang dapat bertahan lama pada beberapa pasien bahkan setelah kemoterapi selesai<\/span><\/strong>. Disgeusia dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien karena dapat menyebabkan kekurangan gizi, penurunan berat badan, bahkan dalam kasus yang parah dapat menyebabkan morbiditas yang signifikan.<span id=\"526f780c-e716-4aee-ac02-b9361b4e6052\" data-items=\"[&quot;760837365&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b5\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Diare<\/h3>\n\n\n\n<p>Dilaporkan bahwa sebanyak 5-47% pasien mengalami diare sebagai efek samping kemoterapi. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Banyak agen kemoterapi yang digunakan untuk mengobati kanker dapat memberikan efek pada sel-sel dalam epitel saluran pencernaan yang menyebabkan berbagai gejala gastrointestinal.<\/span><\/strong> Diare didefinisikan sebagai peningkatan likuiditas feses yang disebabkan oleh gangguan penyerapan, sekresi dan pergerakan cepat feses melalui usus. Adanya atrofi dari sel-sel epitel mukosa (vili dan mikrovili) yang melapisi usus menyebabkan inflamasi sehingga menghasilkan banyak lendir yang merangsang percepatan gerakan peristaltik. Vili dan mikrovili berfungsi dalam pencernaan dan penyerapaan makanan, apabila sel tersebut mengalami kerusakan maka penyerapan gizi, air dan elektrolit akan terganggu.<span id=\"9a1763ec-152a-47c6-9412-5ec3733c50cf\" data-items=\"[&quot;685335074&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b4\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Konstipasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Sembelit atau konstipasi adalah suatu keadaan yang <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">ditandai oleh penurunan frekuensi buang air besar akibat konsistensi feses yang menjadi keras dan berukuran besar<\/span><\/strong>. Kemoterapi dapat berpengaruh terhadap lapisan gastrointestinal terutama pada kerusakan vili usus. Perubahan motilitas usus ini dapat menyebabkan peningkatan absorbsi cairan di kolon. Hal ini membuat transit sisa-sisa hasil metabolisme melambat sehingga feses menjadi kering, menumpuk dan sulit didorong.<span id=\"1c7d0dbe-d861-43f2-a968-df536374a6f8\" data-items=\"[&quot;63572047&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b6\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Anoreksia<\/h3>\n\n\n\n<p>adalah <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">hilangnya\/berkurangnya nafsu makan yang sering terjadi pada pasien kanker<\/span><\/strong>. Adanya efek kemoterapi yang menggangggu sistem pencernaan seperti mual muntah, mukositis, disgeusia, konstipasi, diare dan sebagainya dapat menimbulkan gejala anoreksia pada kanker. Penurunan nafsu makan ini merupakan salah satu<strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"> faktor terjadinya penurunan berat badan pada pasien kemoterapi karena asupan makanan menjadi tidak adekuat<\/span><\/strong>. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Alopesia<\/h3>\n\n\n\n<p>Kemoterapi menghancurkan sel-sel epitel yang membelah dengan cepat dari folikel rambut yang menyebabkan <em>alopecia<\/em> (kerontokan rambut). Tingkat kerontokan rambut tergantung pada dosis, rute, sifat perawatan dan status kesehatan sebelum perawatan. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Alopesia biasanya dimulai setelah 1-2 minggu kemoterapi dimulai<\/span><\/strong>. Rambut rontok dalam proses kemoterapi adalah efek samping yang dapat memberi pengaruh negatif pada individu karena memiliki efek parah terhadap citra tubuh.<span id=\"6a5dad49-1f85-4548-aaf7-5249c86916ac\" data-items=\"[&quot;685335074&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b4\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Studi Terkait Kemoterapi dengan Preferensi Makanan<\/h2>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Agresivitas biologis dari obat kemoterapi dapat merusak sel-sel dalam saluran pencernaan yang dapat menyebabkan mukositis, mual muntah, dan perubahan rasa. <\/span><\/strong>Perubahan persepsi rasa dapat menyebabkan malnutrisi yang merupakan salah satu penyebab seringnya kesakitan dan kematian pada pasien kanker yang menjalani rawat inap. Faktor-faktor seperti modulasi fisiologi rasa akibat terapi dan kerusakan sel-sel progenitor rasa dan gangguan mikrobiota usus berhubungan dengan persepsi rasa pada pasien kanker.<span id=\"6406b0f7-7791-4c4e-80cc-31d66283966e\" data-items=\"[&quot;3478054628&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b7\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Disfungsional dari sistem rasa ini menimbulkan preferensi makanan yang berbeda dan dengan mempengaruhi asupan makanan pada pasien kanker selama kemoterapi. Manifestasi klinis umumnya dimulai dengan keluhan sensitivitas terhadap makanan asam dan intoleransi terhadap makanan yang sangat panas atau sangat dingin. Selain itu, mual muntah dan disgeusia juga mempengaruhi preferensi makanan dimana penelitian menunjukkan bahwa <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">pasien kanker yang mengalami efek kemoterapi seperti mual, muntah dan perubahan rasa menyukai makanan asin daripada manis. Makanan asin umumny<\/span><\/strong>a lebih dipilih karena dapat menutupi sensitivitas terhadap rasa pahit yang meningkat.<span id=\"bc527082-e3ef-42d4-9e8a-2f46b4a08a1a\" data-items=\"[&quot;2112659091&quot;,&quot;3070487468&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b8,9\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Perawatan kanker mempengaruhi jenis makanan yang dikonsumsi pasien melalui berbagai preferensi dan penolakan makanan. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Sebuah studi menunjukkan bahwa pasien kanker yang mendapat kemoterapi lebih menyukai jenis makanan seperti <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/29\/sumber-sayur-buah-dan-makanan-dalam-vitamin-larut-air\/\">buah-buahan dan sayuran<\/a>, sup, unggas, pasta, dan ikan.<\/span><\/strong> Studi lain juga menemukan bahwa <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">pasien kanker yang menjalani perawatan kemoterapi menyukai jus buah dan buah-buahan.<\/span><\/strong> Sayuran memiliki kadar mineral, vitamin, karbohidrat, serat, dan protein. Selain itu, jus buah merupakan makanan segar yang kaya akan vitamin yang dapat menjadi pilihan baik untuk pasien dengan mual muntah, xerostomia, mukositis, anoreksia, dan lainnya.<span id=\"d8918c2b-f852-4fff-a151-5ac9c004e52f\" data-items=\"[&quot;3070487468&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b9\u200b<\/sup><\/span><\/pre>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/smoothies-gb8cfeac33_1920-1024x575.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4791\" width=\"561\" height=\"315\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/smoothies-gb8cfeac33_1920-1024x575.jpg 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/smoothies-gb8cfeac33_1920-300x169.jpg 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/smoothies-gb8cfeac33_1920-768x432.jpg 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/smoothies-gb8cfeac33_1920-1536x863.jpg 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/smoothies-gb8cfeac33_1920.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 561px) 100vw, 561px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Makanan yang dihindari oleh pasien diantaranya adalah makanan berminyak\/goreng, makanan pedas dan makanan asam<\/span><\/strong>. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">daging, kopi, dan kacang-kacangan merupakan jenis makanan yang dihindari<\/span><\/strong>.<span id=\"dccaa275-947d-4e5b-a8b3-0d6b6e75a09f\" data-items=\"[&quot;3070487468&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b9\u200b<\/sup><\/span> Hal ini disebabkan <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">karena efek samping kemoterapi dapat meningkatkan sensitivitas terhadap rasa pahit\/logam.<\/span><\/strong> Rasa logam dapat berasal dari agen kemoterapi yang memberikan pengaruh langsung pada rasa di mulut. Beberapa agen kemoterapi, seperti cisplatin dan carboplatin, mengandung senyawa logam platinum. Pasien dapat merasakan senyawa platinum ini selama perawatan kemoterapi.<span id=\"855f3b79-5f4d-46f9-80fa-e061ad5ca43d\" data-items=\"[&quot;3821336364&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b10\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Ambang pahit terkait dengan asam amino, peptida, dan kandungan purin daging dapat menimbulkan sensasi pahit yang menyebabkan keengganan terhadap daging. Kafein juga dianggap sebagai zat pahit sehingga menyebabkan keengganan terhadap kopi. Padahal daging merupakan sumber protein yang baik dengan nilai biologis tinggi, mineral terutama besi dan heme serta vitamin B. Daging, telur dan kacang-kacangan adalah makanan pembangun, yang sangat penting untuk sintesis dan pemulihan sel.<span id=\"776bc9b6-06b4-4d3b-bf16-e88a4274781b\" data-items=\"[&quot;3070487468&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b9\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Preferensi makanan pasien kanker ini dapat mempengaruhi asupan zat gizinya. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Penelitian menunjukkan bahwa selama kemoterapi, pasien kanker mengalami asupan energi dan protein yang rendah. Adanya penurunan persepsi rasa, berkurangnya nafsu makan, kesulitan mengunyah, mual dikaitkan dengan asupan energi yang rendah.<\/span><\/strong> Energi sangat penting untuk membantu mempertahankan keseimbangan energi dan mencapai berat badan ideal sedangkan protein berfungsi untuk memperbaiki dan membangun kembali jaringan yang rusak, mempertahankan sistem kekebalan tubuh dan mencegah keseimbangan nitrogen negatif.<span id=\"29f895a1-a4c4-4209-8f9b-6a3230f9b9b7\" data-items=\"[&quot;281617913&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-entryspacing=\"1\" data-maxoffset=\"4\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"281617913\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">1. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Nelms M, Sucher K, Lacey  K. <i>Nutrition Therapy and Pathophysiology<\/i>. 3rd ed. Cengage Learning; 2016.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"4242231795\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">2. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Tang K, Zhang Y, Zhang H, et al. Delivery of chemotherapeutic drugs in tumour cell-derived microparticles. <i>Nat Commun<\/i>. Published online January 2012. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1038\/ncomms2282\">10.1038\/ncomms2282<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"17163258\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">3. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Scorza K, Williams A, Phillips J, Shaw J. Evaluation of nausea and vomiting. <i>Am Fam Physician<\/i>. 2007;76(1):76-84. <a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/17668843\">https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/17668843<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"685335074\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">4. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Selwood K. <i>Side Effect of Chemotherapy<\/i>. John Willey &amp; Sons; 2008.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"760837365\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">5. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Hovan A, Williams P, Stevenson-Moore P, et al. A systematic review of dysgeusia induced by cancer therapies. <i>Support Care Cancer<\/i>. 2010;18(8):1081-1087. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s00520-010-0902-1\">10.1007\/s00520-010-0902-1<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"63572047\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">6. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Gibson R, Keefe D. Cancer chemotherapy-induced diarrhoea and constipation: mechanisms of damage and prevention strategies. <i>Support Care Cancer<\/i>. 2006;14(9):890-900. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s00520-006-0040-y\">10.1007\/s00520-006-0040-y<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3478054628\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">7. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Murtaza B, Hichami A, Khan AS, Ghiringhelli F, Khan NA. Alteration in Taste Perception in Cancer: Causes and Strategies of Treatment. <i>Front Physiol<\/i>. Published online March 8, 2017. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.3389\/fphys.2017.00134\">10.3389\/fphys.2017.00134<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2112659091\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">8. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">de Vries YC, Winkels RM, van den Berg MMGA, et al. Altered food preferences and chemosensory perception during chemotherapy in breast cancer patients: A longitudinal comparison with healthy controls. <i>Food Quality and Preference<\/i>. Published online January 2018:135-143. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.foodqual.2017.09.003\">10.1016\/j.foodqual.2017.09.003<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3070487468\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">9. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Marinho E, Cust\u00f3dio I, Ferreira I, Crispim C, Paiva C, Maia Y. Relationship between food perceptions and health-related quality of life in a prospective study with breast cancer patients undergoing chemotherapy. <i>Clinics<\/i>. Published online December 1, 2018. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.6061\/clinics\/2018\/e411\">10.6061\/clinics\/2018\/e411<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3821336364\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">10. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">IJpma I, Renken RJ, ter Horst GJ, Reyners AKL. Metallic taste in cancer patients treated with chemotherapy. <i>Cancer Treatment Reviews<\/i>. Published online February 2015:179-186. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.ctrv.2014.11.006\">10.1016\/j.ctrv.2014.11.006<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemoterapi sangat berdampak pada asupan makan penyintas kanker terutama terkait perubahan preferensi makanan. Mari kita simak lebih lanjut pada artikel<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":4789,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[19],"tags":[421,359],"class_list":["post-4785","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-diet-penyakit","tag-kemoterapi","tag-makanan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Efek Kemoterapi Terhadap Preferensi Makanan - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kemoterapi sangat berdampak pada asupan makan penyintas kanker terutama terkait perubahan preferensi makanan. Mari kita simak lebih lanjut\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Efek Kemoterapi Terhadap Preferensi Makanan - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kemoterapi sangat berdampak pada asupan makan penyintas kanker terutama terkait perubahan preferensi makanan. Mari kita simak lebih lanjut\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-10T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-02-02T12:50:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/chemotherapy-g0478734af_1920.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1882\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\"},\"headline\":\"Efek Kemoterapi Terhadap Preferensi Makanan\",\"datePublished\":\"2022-01-10T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-02T12:50:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/\"},\"wordCount\":1274,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/chemotherapy-g0478734af_1920.jpg\",\"keywords\":[\"kemoterapi\",\"makanan\"],\"articleSection\":[\"Diet Penyakit\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/\",\"name\":\"Efek Kemoterapi Terhadap Preferensi Makanan - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/chemotherapy-g0478734af_1920.jpg\",\"datePublished\":\"2022-01-10T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-02T12:50:57+00:00\",\"description\":\"Kemoterapi sangat berdampak pada asupan makan penyintas kanker terutama terkait perubahan preferensi makanan. Mari kita simak lebih lanjut\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/chemotherapy-g0478734af_1920.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/chemotherapy-g0478734af_1920.jpg\",\"width\":1882,\"height\":1920},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Efek Kemoterapi Terhadap Preferensi Makanan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\",\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ayu Rahadiyanti\"},\"description\":\"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer\",\"sameAs\":[\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Efek Kemoterapi Terhadap Preferensi Makanan - Blog AhliGiziID","description":"Kemoterapi sangat berdampak pada asupan makan penyintas kanker terutama terkait perubahan preferensi makanan. Mari kita simak lebih lanjut","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Efek Kemoterapi Terhadap Preferensi Makanan - Blog AhliGiziID","og_description":"Kemoterapi sangat berdampak pada asupan makan penyintas kanker terutama terkait perubahan preferensi makanan. Mari kita simak lebih lanjut","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2022-01-10T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2022-02-02T12:50:57+00:00","og_image":[{"width":1882,"height":1920,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/chemotherapy-g0478734af_1920.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ayu Rahadiyanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Ayu Rahadiyanti","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/"},"author":{"name":"Ayu Rahadiyanti","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e"},"headline":"Efek Kemoterapi Terhadap Preferensi Makanan","datePublished":"2022-01-10T02:00:00+00:00","dateModified":"2022-02-02T12:50:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/"},"wordCount":1274,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/chemotherapy-g0478734af_1920.jpg","keywords":["kemoterapi","makanan"],"articleSection":["Diet Penyakit"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/","name":"Efek Kemoterapi Terhadap Preferensi Makanan - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/chemotherapy-g0478734af_1920.jpg","datePublished":"2022-01-10T02:00:00+00:00","dateModified":"2022-02-02T12:50:57+00:00","description":"Kemoterapi sangat berdampak pada asupan makan penyintas kanker terutama terkait perubahan preferensi makanan. Mari kita simak lebih lanjut","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/chemotherapy-g0478734af_1920.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/chemotherapy-g0478734af_1920.jpg","width":1882,"height":1920},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2022\/01\/10\/efek-kemoterapi-terhadap-preferensi-makanan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Efek Kemoterapi Terhadap Preferensi Makanan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e","name":"Ayu Rahadiyanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ayu Rahadiyanti"},"description":"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4785","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4785"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4785\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4920,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4785\/revisions\/4920"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4789"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}