{"id":4667,"date":"2021-12-09T09:00:00","date_gmt":"2021-12-09T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=4667"},"modified":"2022-02-02T19:48:49","modified_gmt":"2022-02-02T12:48:49","slug":"asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/","title":{"rendered":"Asupan dan Perilaku Makan Anak Autis"},"content":{"rendered":"\n<p>Bagaimana asupan dan perilaku makan pada anak autis? Apakah ada diet atau perilaku spesifik ? Mari kita simak artikel berikut<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/07\/16\/rekomendasi-diet-anak-autis\/\"><strong>Baca Artikel : Rekomendasi Diet Anak Autis<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Konsumsi Makan Anak dengan Autis<span id=\"efdf0023-64db-476b-86c7-2d5eeee68b6a\" data-items=\"[&quot;3669308210&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Asupan makanan anak autis pada umumnya sama dengan makanan untuk anak lainnya, yaitu harus memenuhi gizi seimbang dan tetap harus memperhatikan aspek pemilihan makanan<\/span><\/strong>. Diet yang umumnya diterapkan pada anak autis adalah diet bebas gluten dan bebas kasein. Tujuan dari intervensi diet pada anak autis adalah untuk menghilangkan gejala autis, menghentikan atau menunda proses degeneratif yang berlangsung, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan status gizi yang baik bagi penyandang autis.<span id=\"8756b5e6-11c2-4b26-8c10-d73f65e0a5d6\" data-items=\"[&quot;3669308210&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Namun perilaku pilih-pilih makanan (<em>picky eater)<\/em> membuat penerapan diet terganggu dan tidak maksimalnya asupan gizi yang diasup. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Sebagian besar anak autis mempunyai pola makan <em>idiosyncratic <\/em>dan perilaku makan yang tidak biasa. Hal tersebut dapat berupa sedikitnya variasi diet, keengganan pada tekstur makanan tertentu atau sangat suka pada makanan tertentu.<\/span><\/strong><span id=\"a845209a-c28f-4fb3-860c-1dc000a7e2a6\" data-items=\"[&quot;3156988109&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span> Tercukupnya asupan makanan pada anak autis harus mendapatkan dukungkan dari internal dan eksternal. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Keterlibatan keluarga dapat berpengaruh dalam pemenuhan asupan makanan dan keberhasilan penerapan diet.<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"707\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/puzzle-g109dc4688_1920-1024x707.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4673\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/puzzle-g109dc4688_1920-1024x707.png 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/puzzle-g109dc4688_1920-300x207.png 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/puzzle-g109dc4688_1920-768x530.png 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/puzzle-g109dc4688_1920-1536x1060.png 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/puzzle-g109dc4688_1920-392x272.png 392w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/puzzle-g109dc4688_1920-130x90.png 130w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/puzzle-g109dc4688_1920.png 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Walaupun dapat diketahui bahwa masih banyaknya anak autis yang belum dapat melaksanakan diet bebas gluten bebas kasein. Hal tersebut tidak bisa dipungkiri karena masih banyaknya produk makanan yang mengandung gluten maupun kasein. Selain itu juga terbatasnya jenis makanan yang tidak mengandung gluten dan kasein yang diketahui ibu untuk disajikan kepada anak mereka.<span id=\"d38e4e64-b22a-4184-89e1-d4396b21891f\" data-items=\"[&quot;1192233155&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Diet <em>Gluten Free Casein Free<\/em> (GFCF) ?<\/h2>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\">Meskipun tidak direkomendasikan secara rutin, diet GFCF umumnya digunakan sebagai diet untuk anak autis. Berdasar sistematic review terdapat sedikit bukti bahwa diet GFCF bermanfaat untuk mengelola gejala <em>Autism Spectrum Disorder<\/em>&nbsp;(ASD) pada anak-anak dan remaja. Dengan beberapa pengecualian di beberapa subdomain, tidak ada secara statistik perbedaan signifikan dalam gangguan spektrum autisme.<span id=\"27cd0744-244b-4bea-b876-65639a8ea26f\" data-items=\"[&quot;3953020316&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b4\u200b<\/sup><\/span> <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/gluten-g93e0fb8a7_1280-717x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4675\" width=\"228\" height=\"326\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/gluten-g93e0fb8a7_1280-717x1024.png 717w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/gluten-g93e0fb8a7_1280-210x300.png 210w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/gluten-g93e0fb8a7_1280-768x1097.png 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/gluten-g93e0fb8a7_1280.png 896w\" sizes=\"auto, (max-width: 228px) 100vw, 228px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p id=\"tw-target-text\">Studi lain juga menunjukkan diet GFCF bukanlah terapi yang efektif untuk gejala inti ASD (yaitu, defisit sosial dan komunikasi, stereotip \/ perilaku berulang) dan hanya boleh diterapkan jika anak dengan ASD mengalami perubahan perilaku akut, tampaknya terkait dengan perubahan pola makan, dan\/atau ketika profesional medis telah memastikan bahwa anak tersebut memiliki alergi atau intoleransi makanan terhadap gluten dan\/atau kasein.<span id=\"4e3cee98-6639-4775-a473-c1de790e181e\" data-items=\"[&quot;850874542&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b5\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Terapi probiotik disarankan dalam beberapa ulasan sebagai pengobatan potensial untuk anak-anak dengan ASD dan gejala gastrointestinal. Satu studi menunjukkan bahwa pemberian Lactobacillus acidophilus (5 \u00d7 10<sup>9<\/sup> CFU\/hari, 2x\/hari selama 2 bulan) secara signifikan mengurangi penanda kandidiasis patogen invasif pada anak-anak dengan ASD dan gejala gastrointestinal.<span id=\"f8506744-dae8-45be-9a4c-a286610926e2\" data-items=\"[&quot;1598790538&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b6\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perilaku Makan Anak Autis<\/h2>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Anak autis sering menolak makan, <em>picky eaters<\/em> (memilih-milih makanan), kesulitan menerima makanan baru, tantrum dan gerakan mengunyah sangat pelan<\/span><\/strong>. Sebagian besar anak autis mempunyai pola makan <em>idiosyncratic<\/em> dan perilaku makan yang tidak biasa. Hal tersebut dapat berupa sedikitnya variasi diet, keengganan pada tekstur makanan tertentu atau sangat suka pada jenis makanan tertentu dan sulit menerima menu makanan baru, pemilihan jenis makanan yang benar secara tidak langsung akan mempengaruhi status gizi anak.<span id=\"fa31c284-a89f-42be-926a-277be357cfc4\" data-items=\"[&quot;3507271514&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b7\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Gangguan perilaku makan dapat menyebabkan jumlah makanan yang dikonsumsi tidak adekuat atau bisa berlebihan sehingga menimbulkan berbagai dampak yaitu asupan gizi yang tidak tercukupi, asupan berlebihan, berat badan tidak normal, malnutrisi, gangguan perkembangan fisik dan mental serta dapat menyebabkan kemati<\/span><\/strong>an. untuk melihat perilaku makan seorang anak dapat menggunakan <em>Children eating Behavior Questionnarie <\/em>(CEBQ).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Instrumen Perilaku Makan Anak<\/h2>\n\n\n\n<p>Perilaku makan anak dapat diukur menggunakan instrumen <em>Child Eating Behaviour Questionnaire <\/em>(CEBQ) yang dikembangkan oleh Wardle <em>et al <\/em>(2001). <em>Children Eating Behavior Questionnaire <\/em>(CEBQ) adalah kuesioner laporan orang tua yang terdiri dari 35 pertanyaan yang menilai perilaku makan pada anak-anak. perilaku makan dinilai dalam 8 skala (<em>food responsiveness, emotional overeating, satiety responsiveness, slowness in eating, emotional undereating, fussiness, enjoyment of food, and desire to drink<\/em>).<span id=\"c52161c3-917b-40bc-b7a9-33f57af04140\" data-items=\"[&quot;3599900279&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b8\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk versi terbaru yang telah dilakukan validasi oleh <em>The Norwegian Mother and Child Cohort Study<\/em> (MoBa) 2016 perilaku makan dinilai dalam 5 subskala (<em>food responsiveness, emotional overeating, satiety responsiveness, slowness in eating, emotional undereating, fussiness<\/em>). Para ibu menilai frekuensi perilaku dan pengalaman anak mereka pada skala 5 poin (1-tidak pernah, 2-jarang, 3-kadang, 4-sering, 5-selalu). Pengolahan data perilaku makan anak menggunakan metode <em>Likert Summated Rating<\/em>, yaitu dengan menggunakan nilai tengah dari total nilai skor. Jumlah total skor yang didapat, kemudian jika hasil &lt; dari median total skor maka perilaku makan anak kurang dan jika &gt; median maka perilaku makan anak baik.<span id=\"b451c613-9eb2-4ce3-8906-06240b164b2d\" data-items=\"[&quot;3599900279&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b8\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Form Kuesioner Perilaku Makan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>No<\/td><td>Perilaku Makan<\/td><td>Selalu<\/td><td>Sering<\/td><td>Kadang<\/td><td>Jarang<\/td><td>Tidak Pernah<\/td><\/tr><tr><td>1<\/td><td>Anak saya suka mencicipi makanan baru<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>2<\/td><td>Anak saya mudah kenyang<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>3<\/td><td>Anak saya makan lebih banyak saat dia sedang bahagia<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>4<\/td><td>Diberi pilihan, anak saya akan makan lebih sering setiap waktu<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>5<\/td><td>Anak saya makan perlahan<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>6<\/td><td>Anak saya makan lebih banyak ketika sedang khawatir<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>7<\/td><td>Anak sata membutuhkan waktu lebih dari 30 menit untuk makan<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>8<\/td><td>Anak saya cepat kenyang sebelum selesai makan<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>9<\/td><td>Anak saya menikmati berbagai macam makanan<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>10<\/td><td>Anak saya tertarik untuk mencicipi makanan yang belum pernah dimakan<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>11<\/td><td>Jika diberi kesempatan, anak saya selalu memasukkan makanan kedalam mulutnya<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>12<\/td><td>Anak saya makan lebih banyak ketika gelisah<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>13<\/td><td>Jika diizinkan, anak saya akan makan tertalu banyak<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>14<\/td><td>Anak saya makan sedikit ketika sedih<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>15<\/td><td>Anak saya meninggalkan makanan di akhir makan\/ ada sisa<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>16<\/td><td>Anak saya makan lebih sedikit ketika sedang marah<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>17<\/td><td>Anak saya makan banyak dan lambat selama makan<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>18<\/td><td>Anak saya makan lebih banyak ketika kesal<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-entryspacing=\"1\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"3669308210\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">1. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Nugraheni S. <i>Efektivitas Intervensi Diet Bebas Gluten Bebas Casein Terhadap Perubahan Perilaku Anak Autis<\/i>. Pustaka Rizki Putra; 2008.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3156988109\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">2. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Ahearn WH, Castine T, Nault K, Green G. <i>Journal of Autism and Developmental Disorders<\/i>. Published online 2001:505-511. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1023\/a:1012221026124\">10.1023\/a:1012221026124<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1192233155\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">3. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Ramadayanti S\u202f S, Margawati A. Perilaku Pemilihan Makanan dan Diet Bebas Gluten Bebas Kasein pada Anak Autis. <i> J Nutr Coll<\/i>. 2013;2(1):35-43.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3953020316\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">4. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Piwowarczyk A, Horvath A, \u0141ukasik J, Pisula E, Szajewska H. Gluten- and casein-free diet and autism spectrum disorders in children: a systematic review. <i>Eur J Nutr<\/i>. Published online June 13, 2017:433-440. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s00394-017-1483-2\">10.1007\/s00394-017-1483-2<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"850874542\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">5. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Mulloy A, Lang R, O\u2019Reilly M, Sigafoos J, Lancioni G, Rispoli M. Addendum to \u201cgluten-free and casein-free diets in treatment of autism spectrum disorders: A systematic review.\u201d <i>Research in Autism Spectrum Disorders<\/i>. Published online January 2011:86-88. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.rasd.2010.07.004\">10.1016\/j.rasd.2010.07.004<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1598790538\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">6. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Sanctuary MR, Kain JN, Angkustsiri K, German JB. Dietary Considerations in Autism Spectrum Disorders: The Potential Role of Protein Digestion and Microbial Putrefaction in the Gut-Brain Axis. <i>Front Nutr<\/i>. Published online May 18, 2018. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.3389\/fnut.2018.00040\">10.3389\/fnut.2018.00040<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3507271514\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">7. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Rahayu S. Gambaran Perilaku Picky Eater, Pola Makan dan Status Gizi Anak Autis di SLB Negeri Semarang. . Published online 2016.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3599900279\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">8. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">The Norwegian Institute of Public Health N. Documentation of MoBa Instruments. The Norwegian Mother and Child Cohort Study (MoBa). Published 2016. <a href=\"https:\/\/www.fhi.no\/en\/studies\/moba\/\">https:\/\/www.fhi.no\/en\/studies\/moba\/<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-social-links is-layout-flex wp-block-social-links-is-layout-flex\">\n\n\n\n\n\n\n\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana asupan dan perilaku makan pada anak autis? Apakah ada diet atau perilaku spesifik ? Mari kita simak artikel berikut<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":4672,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[16],"tags":[417],"class_list":["post-4667","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anak-sekolah-remaja","tag-anak-autis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Asupan dan Perilaku Makan Anak Autis - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagaimana asupan dan perilaku makan pada anak autis? Apakah ada diet atau perilaku spesifik ? Mari kita simak pada artikel berikut\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Asupan dan Perilaku Makan Anak Autis - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagaimana asupan dan perilaku makan pada anak autis? Apakah ada diet atau perilaku spesifik ? Mari kita simak pada artikel berikut\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-12-09T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-02-02T12:48:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/pexels-tara-winstead-8386187-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\"},\"headline\":\"Asupan dan Perilaku Makan Anak Autis\",\"datePublished\":\"2021-12-09T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-02T12:48:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/\"},\"wordCount\":1136,\"commentCount\":2,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/pexels-tara-winstead-8386187-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"anak autis\"],\"articleSection\":[\"Anak Sekolah &amp; Remaja\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/\",\"name\":\"Asupan dan Perilaku Makan Anak Autis - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/pexels-tara-winstead-8386187-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2021-12-09T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-02T12:48:49+00:00\",\"description\":\"Bagaimana asupan dan perilaku makan pada anak autis? Apakah ada diet atau perilaku spesifik ? Mari kita simak pada artikel berikut\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/pexels-tara-winstead-8386187-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/pexels-tara-winstead-8386187-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Asupan dan Perilaku Makan Anak Autis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\",\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ayu Rahadiyanti\"},\"description\":\"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer\",\"sameAs\":[\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Asupan dan Perilaku Makan Anak Autis - Blog AhliGiziID","description":"Bagaimana asupan dan perilaku makan pada anak autis? Apakah ada diet atau perilaku spesifik ? Mari kita simak pada artikel berikut","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Asupan dan Perilaku Makan Anak Autis - Blog AhliGiziID","og_description":"Bagaimana asupan dan perilaku makan pada anak autis? Apakah ada diet atau perilaku spesifik ? Mari kita simak pada artikel berikut","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2021-12-09T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2022-02-02T12:48:49+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/pexels-tara-winstead-8386187-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ayu Rahadiyanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Ayu Rahadiyanti","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/"},"author":{"name":"Ayu Rahadiyanti","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e"},"headline":"Asupan dan Perilaku Makan Anak Autis","datePublished":"2021-12-09T02:00:00+00:00","dateModified":"2022-02-02T12:48:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/"},"wordCount":1136,"commentCount":2,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/pexels-tara-winstead-8386187-scaled.jpg","keywords":["anak autis"],"articleSection":["Anak Sekolah &amp; Remaja"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/","name":"Asupan dan Perilaku Makan Anak Autis - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/pexels-tara-winstead-8386187-scaled.jpg","datePublished":"2021-12-09T02:00:00+00:00","dateModified":"2022-02-02T12:48:49+00:00","description":"Bagaimana asupan dan perilaku makan pada anak autis? Apakah ada diet atau perilaku spesifik ? Mari kita simak pada artikel berikut","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/pexels-tara-winstead-8386187-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/pexels-tara-winstead-8386187-scaled.jpg","width":2560,"height":1707},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/12\/09\/asupan-dan-perilaku-makan-anak-autis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Asupan dan Perilaku Makan Anak Autis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e","name":"Ayu Rahadiyanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ayu Rahadiyanti"},"description":"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4667","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4667"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4667\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4918,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4667\/revisions\/4918"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4672"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}