{"id":4307,"date":"2021-10-04T09:00:00","date_gmt":"2021-10-04T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=4307"},"modified":"2021-09-25T11:57:31","modified_gmt":"2021-09-25T04:57:31","slug":"lima-masalah-gizi-pada-bayi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/","title":{"rendered":"Lima Masalah Gizi pada Bayi"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Bayi termasuk kelompok yang berisiko mengalami masalah gizi. Apa saja masalah gizi pada bayi? Mari kita simak pada artikel berikut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bayi<\/h2>\n\n\n\n<p>sebutan untuk anak usia 0-1 tahun dan makhluk hidup yang baru saja dilahirkan dari rahim ibu. Pada masa ini merupakan masa yang menyenangkan baik fisik maupun dalam tingkah lakunya, karena pada masa ini adalah masa yang polos dan unik bagi seorang manusia, namun demikian masa bayi juga merupakan suatu tahap perkembangan manusia setelah dilahirkan sehingga merupakan masa yang cukup menegangkan karena bayi harus mulai hidup mandiri dan lepas dari ketergantungannya di dalam rahim selama ini.<span id=\"4f9a38f5-daae-4c13-8238-3e54992bdc3e\" data-items=\"[&quot;3799620000&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Masa bayi adalah masa pertumbuhan dan perubahan berjalan pesat baik secara fisik maupun psikologis, dengan cepatnya pertumbuhan ini perubahan tidak hanya terjadi dalam penampilan tetapi juga dalam kemampuan.<\/span><\/strong> Berkurangnya ketergantungan pada orang lain merupakan efek dari pesatnya perkembangan pengendalian tubuh yang memungkinkan bayi duduk, berdiri, berjalan, menggerakkan benda-benda dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/06\/18\/buku-kesehatan-ibu-dan-anak-kia-tahun-2020-pdf\/\">Download Buku KIA<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kebutuhan Gizi Bayi<\/h2>\n\n\n\n<p>tentunya berbeda dengan kebutuhan anak dan dewasa. Gizi bayi merupakan zat-zat gizi yang terkandung dalam bahan makanan, yang diperlukan bagi bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan, meningkatkan status kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit atau masalah kesehatannya. Beberapa kebutuhan zat gizi yang diperlukan seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin dan air.<span id=\"8f96f892-8e3a-4d4b-91e7-37c58f7191d6\" data-items=\"[&quot;3916844839&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"683\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/baby-5501169_1920-683x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3953\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/baby-5501169_1920-683x1024.jpg 683w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/baby-5501169_1920-200x300.jpg 200w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/baby-5501169_1920-768x1151.jpg 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/baby-5501169_1920-1025x1536.jpg 1025w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/baby-5501169_1920.jpg 1281w\" sizes=\"auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Bayi memerlukan karbohidrat dengan bantuan amilase untuk mencerna bahan makanan yang berasal dari zat pati. Protein yang diperlukan berasal dari ASI ibu yaitu dengan kadar 4-5% dari total kadar kalori dalam<a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/09\/09\/manfaat-oligosakarida-pada-asi\/\"> ASI<\/a>. Mineral yang diperlukan pada masa ini terdiri dari kalsium, fosfor, kalori, kalium, dan natrium. Gizi pada bayi usia 0-6 bulan yaitu\u00a0 ASI eksklusif, satu bentuk rangsang untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan otak bayi adalah dengan menerapkan pola asah, asih dan asuh dalam perawatannya sehari-hari, dalam pemberian ASI juga perlu ditujukan dengan pemenuhan zat-zat gizi yang tepat.<span id=\"07ff8a58-b20e-454c-aae1-6fb0e9342775\" data-items=\"[&quot;3916844839&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Pertumbuhan (<em>growth<\/em>) berkaitan dengan perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, kilogram) ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh). Sedangkan perkembangan (<em>development<\/em>) adalah bertambahnya kemampuan serta struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur, dapat diperkirakan dan diramalkan sebagai hasil dari proses diferensiasi sel, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang terorganisasi dan berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya.<span id=\"25f6d111-f0aa-43d9-beb0-7fff4bbb54b1\" data-items=\"[&quot;3172256287&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/03\/asi-makanan-terlengkap-dan-terbaik-bagi-bayi\/\">Baca Artikel : ASI Makanan Terlengkap dan Terbaik Bagi Bayi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Masalah Gizi Pada Bayi<\/h2>\n\n\n\n<p>Beberapa masalah gizi pada bayi antara lain<span id=\"843e44d9-f374-4857-acbd-ee69836b8b62\" data-items=\"[&quot;3799620000&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\" data-has-children=\"true\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Alergi<\/h3>\n\n\n\n<p>Bahan makan yang dapat bersifat alergen untuk bayi terutama pada tahun pertama kehidupannya antara lain kacang-kacangan, mentega, telur, susu sapi dan kacang-kacangan. Apabila ada indikasi alergi dari keluarga, pemberian bahan-bahan yang dapat menimbulkan alergi tersebut sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Untuk produk susu misalnya dapat ditunda sampai bayi berusia 1 tahun, 2 tahun untuk telur, 3 tahun untuk ikan dan kacang-kacangan, Bayi yang alergi terhadap susu sapi dapat diberikan susu kedelai atau soya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Gizi Lebih (obesitas)<\/h3>\n\n\n\n<p>Bayi yang mengalami obesitas mempunyai kemungkinan obesitas lebih besar dimasa pubertas dan dewasanya. Penyebab obesitas ini bisa multi faktor antara lain genetik, gaya hidup, dan pola makan yang tidak baik.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/06\/04\/susu-formula-dapat-menyebabkan-kegemukan-pada-balita\/\">Lebih Lanjut : Susu Formula Dapat Menyebabkan Kegemukan?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Karies Gigi<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"638\" height=\"469\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/newborn-drinking-milk-1322787-638x469-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3668\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/newborn-drinking-milk-1322787-638x469-1.jpg 638w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/newborn-drinking-milk-1322787-638x469-1-300x221.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 638px) 100vw, 638px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Susu beresiko mengalami karies gigi yang diakibatkan oleh konsumsi susu formula maupun makanan pendamping yang diberikan. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Pemberian makanan dan atau minuman manis untuk bayi melalui botol\u00a0 3 kali\/hari atau lebih dari 1 jam saat makan\/minum dapat menjadi penyebab kondisi ini.<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Diare<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"790\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/anatomy-160524_1280-790x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2878\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/anatomy-160524_1280-790x1024.png 790w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/anatomy-160524_1280-232x300.png 232w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/anatomy-160524_1280-768x995.png 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/anatomy-160524_1280.png 988w\" sizes=\"auto, (max-width: 790px) 100vw, 790px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Diare sering terjadi karena infeksi saluran cerna, bila hal ini sering terjadi akan mengakibatkan dehidrasi sehingga memerlukan pengganti cairan dan elektrolit yaitu dengan rehidrasi oral atau bila kondisi berlanjut lebih parah dimungkinkan pemberian rehidrasi parenteral.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/01\/diare-pada-anak-pencegahan-dan-penanganannya\/\"><strong>Baca : Diare pada Anak Pencegahan dan Penanganannya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5.<a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/01\/15\/gangguan-akibat-kekurangan-yodium-gaky\/\"> Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)<\/a><\/h3>\n\n\n\n<p>Kekurangan yodium berakibat pada rendahnya tingkat intelegensia anak dan proses tumbuh kembangnya, yaitu menjadi kerdil atau kretin, gangguan pendengaran\/tuli, retardasi mental, gangguan neuromotor, dan sebagainya. Penyebab GAKY antara lain kurangnya asupan yodium, tingginya konsumsi makanan goitrogenik, air minum kotor dan genetik.<\/p>\n\n\n\n<p>Pencegahan masalah gizi pada bayi dibutuhkan pelayanan kesehatan yang memadai dan harus adanya kesadaran ibu akan pentingnya status gizi yang baik sebelum dan selama kehamilan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-entryspacing=\"1\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"3799620000\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">1. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Damayanti D, Pritasari P, Tri L. <i>Gizi Dalam Daur Kehidupan<\/i>. 1st ed. Kemenkes RI; 2017.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3916844839\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">2. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Saba A, Mindarsih T, Nahak  M. Gambaran Status Gizi Bayi Usia 0-6 Bulan di Posyandu Bogenvil Puskesmas Oesapa. <i>CHM-K Apllied Scientific Journal<\/i>. 2020;3(2):63-69.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3172256287\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">3. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Setyorini C, Lieskusumastuti A. Gambaran Status Gizi Bayi dan Balita pada Masa Covid-19 di Kelurahan Jetis Sukoharjo. <i>Journal Health Reserch<\/i>. 2021;4(1):118-127.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Editor : Ayu Rahadiyanti<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayi termasuk kelompok yang berisiko mengalami masalah gizi. Apa saja masalah gizi pada bayi? Mari kita simak pada artikel berikut.<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":4387,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[5],"tags":[370,397],"class_list":["post-4307","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bayi-dan-balita","tag-bayi","tag-masalah-gizi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Lima Masalah Gizi pada Bayi - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bayi termasuk kelompok yang berisiko mengalami masalah gizi. Apa saja masalah gizi pada bayi? Mari kita simak pada artikel berikut.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lima Masalah Gizi pada Bayi - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bayi termasuk kelompok yang berisiko mengalami masalah gizi. Apa saja masalah gizi pada bayi? Mari kita simak pada artikel berikut.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-04T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/baby-21998_1920.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1279\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Natasha Fesbrian\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Natasha Fesbrian\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Natasha Fesbrian\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/f91846178a31de5bfbdc79bea831e705\"},\"headline\":\"Lima Masalah Gizi pada Bayi\",\"datePublished\":\"2021-10-04T02:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/\"},\"wordCount\":726,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/baby-21998_1920.jpg\",\"keywords\":[\"Bayi\",\"Masalah Gizi\"],\"articleSection\":[\"Bayi dan Balita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/\",\"name\":\"Lima Masalah Gizi pada Bayi - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/baby-21998_1920.jpg\",\"datePublished\":\"2021-10-04T02:00:00+00:00\",\"description\":\"Bayi termasuk kelompok yang berisiko mengalami masalah gizi. Apa saja masalah gizi pada bayi? Mari kita simak pada artikel berikut.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/baby-21998_1920.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/baby-21998_1920.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1279},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lima Masalah Gizi pada Bayi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/f91846178a31de5bfbdc79bea831e705\",\"name\":\"Natasha Fesbrian\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/08c33b142cf2d80256a0911f1ca69c924ebe8e0778fab9493f0de79f3b62189c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/08c33b142cf2d80256a0911f1ca69c924ebe8e0778fab9493f0de79f3b62189c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Natasha Fesbrian\"},\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/natasha-fesbrian\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lima Masalah Gizi pada Bayi - Blog AhliGiziID","description":"Bayi termasuk kelompok yang berisiko mengalami masalah gizi. Apa saja masalah gizi pada bayi? Mari kita simak pada artikel berikut.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Lima Masalah Gizi pada Bayi - Blog AhliGiziID","og_description":"Bayi termasuk kelompok yang berisiko mengalami masalah gizi. Apa saja masalah gizi pada bayi? Mari kita simak pada artikel berikut.","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2021-10-04T02:00:00+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1279,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/baby-21998_1920.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Natasha Fesbrian","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Natasha Fesbrian","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/"},"author":{"name":"Natasha Fesbrian","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/f91846178a31de5bfbdc79bea831e705"},"headline":"Lima Masalah Gizi pada Bayi","datePublished":"2021-10-04T02:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/"},"wordCount":726,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/baby-21998_1920.jpg","keywords":["Bayi","Masalah Gizi"],"articleSection":["Bayi dan Balita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/","name":"Lima Masalah Gizi pada Bayi - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/baby-21998_1920.jpg","datePublished":"2021-10-04T02:00:00+00:00","description":"Bayi termasuk kelompok yang berisiko mengalami masalah gizi. Apa saja masalah gizi pada bayi? Mari kita simak pada artikel berikut.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/baby-21998_1920.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/baby-21998_1920.jpg","width":1920,"height":1279},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/10\/04\/lima-masalah-gizi-pada-bayi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lima Masalah Gizi pada Bayi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/f91846178a31de5bfbdc79bea831e705","name":"Natasha Fesbrian","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/08c33b142cf2d80256a0911f1ca69c924ebe8e0778fab9493f0de79f3b62189c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/08c33b142cf2d80256a0911f1ca69c924ebe8e0778fab9493f0de79f3b62189c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Natasha Fesbrian"},"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/natasha-fesbrian\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4307","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4307"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4307\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4390,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4307\/revisions\/4390"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4307"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4307"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4307"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}