{"id":4228,"date":"2021-11-04T09:00:00","date_gmt":"2021-11-04T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=4228"},"modified":"2021-10-27T16:39:03","modified_gmt":"2021-10-27T09:39:03","slug":"gizi-untuk-pasien-skizofrenia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/","title":{"rendered":"Gizi untuk Pasien Skizofrenia"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Gizi mendukung untuk perbaikan pasien skizofrenia. Zat gizi apa saja yang berperan pada pasien skizofrenia? Mari kita simak pada artikel berikut =)<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Skizofrenia<\/h2>\n\n\n\n<p>Istilah skizofrenia diperkenalkan ke dalam bahasa medis pada awal abad ini oleh psikiater Swiss Bleuler. <span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><strong>Skizofrenia merupakan gangguan mental utama, atau sekelompok gangguan, yang penyebabnya sebagian besar masih belum diketahui dan yang melibatkan serangkaian gangguan pemikiran, persepsi, pengaruh, dan perilaku sosial yang kompleks<\/strong><\/span>. Sejauh ini, belum ada masyarakat atau budaya di mana pun di dunia yang ditemukan bebas dari skizofrenia dan ada bukti bahwa penyakit yang membingungkan ini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius<span id=\"c58a0364-63be-4daf-898f-9b5a2afb124f\" data-items=\"[&quot;1323552813&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span>.<\/p>\n\n\n\n<p><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><strong>Kejadian skizofrenia pada pria lebih besar daripada wanita<\/strong><\/span>. Kejadian tahunan berjumlah 15,2% per 100.000 penduduk, kejadian pada imigran dibanding penduduk asli sekitar 4,7%, kejadian pada pria 1,4% lebih besar dibandingkan wanita. Di Indonesia, hampir 70% mereka yang dirawat di bagian psikiatri adalah karena skizofrenia. Angka di masyarakat berkisar 1-2% dari seluruh penduduk pernah mengalami skizofrenia dalam hidup mereka<span id=\"d3271614-85d7-4f27-8d23-51879c8bdec4\" data-items=\"[&quot;3484014692&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span> . Para penderita skizofrenia biasanya mendengar suara-suara yang tidak nyata biasanya disebut dengan halusinasi suara. Mereka juga pada umumnya mengalami delusi bahwa diri mereka lebih kuat lebih hebat dan mempunyai pengaruh besar dari pada kenyataannya<span id=\"9df1dd4e-688e-4888-817f-22f8f7698847\" data-items=\"[&quot;1042674832&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Gejala-Gejala Skizofrenia<\/h2>\n\n\n\n<p>Beberapa gejala skizofrenia antara lain : <span id=\"9db5c65b-88a5-4d9f-b3c7-685e1b48b2e1\" data-items=\"[&quot;1579297578&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b4\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"554\" height=\"650\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/photo_2021-10-25_16-14-06.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4516\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/photo_2021-10-25_16-14-06.jpg 554w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/photo_2021-10-25_16-14-06-256x300.jpg 256w\" sizes=\"auto, (max-width: 554px) 100vw, 554px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Delusi atau waham : Suatu kenyakinan yang tidak masuk akal<\/li><li>Halusinasi : Pengalaman panca indera tanpa adanya rangsangan (stimulus). Misalnya mendengar suara-suara atau bisikan ditelinganya padahal tidak ada sumber suara<\/li><li>Kekacauan alam pikir : Berbicaranya kacau sehingga tidak dapat diikuti alur pikirannya<\/li><li>Gaduh, gelisah : Tidak dapat diam, mondar-mandir, agresif, bicara dengan semangat, dan gembira berlebihan<\/li><li>Merasa dirinya \u201corang besar\u201d, Merasa serba mampu<\/li><li>Pikirannya penuh dengan kecurigaan : Pikiran ini seakan-akan ada ancaman terhadap dirinya<\/li><li>Menyimpan rasa permusuhan<\/li><li>Alam perasaan \u201ctumpul\u201d dan \u201cmendatar\u201d<\/li><li>Menarik diri atau mengasingkan diri<\/li><li>Kontak emosional amat \u201cmiskin\u201d : Susah diajak berbicara<\/li><li>Pasif dan apatis, Tidak dapat bergaul<\/li><li>Sulit dalam berpikir abstrak, Pola pikirnya stereotip<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Gizi untuk skizofrenia<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Seimbangkan gula darah Anda dan hindari stimulan<\/h3>\n\n\n\n<p>Asupan gula, karbohidrat olahan, kafein, alkohol dan rokok, serta obat stimulan, semuanya mempengaruhi kemampuan untuk menjaga kadar gula darah seseorang seimbang. Obat antipsikotik umum ini juga dapat lebih mengganggu kontrol gula darah. <span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><strong>Obat stimulan, dari amfetamin hingga kokain, dapat menyebabkan skizofrenia<\/strong><\/span>. Kejadian masalah gula darah dan <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2019\/11\/23\/diet-diabetes-mellitus\/\">diabetes<\/a> juga jauh lebih tinggi pada mereka dengan skizofrenia<span id=\"45a406ae-5ed1-4e3b-95b5-222317bb04b0\" data-items=\"[&quot;950153393&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b5\u200b<\/sup><\/span>.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">sangat disarankan untuk mengurangi, sebisa mungkin, asupan gula, karbohidrat olahan, kafein dan obat stimulan dan memilih diet beban glikemik rendah.<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/17\/pengaturan-indeks-glikemik-beban-glikemik-dan-penghitungan-karbohidrat-pada-diabetes-mellitus\/\">Baca : Pengaturan Indeks Glikemik, Beban Glikemik, dan <em>Carbohydrate Counting<\/em><\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Meningkatkan antioksidan<\/h3>\n\n\n\n<p>Ada bagian lain dari cerita lemak esensial. Lemak ini juga rentan terhadap kerusakan di otak, dan dalam diet, oleh oksidan. Memang, ada bukti lebih banyak oksidasi di korteks frontal orang-orang dengan skizofrenia. Oleh karena itu, meningkatkan<a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/11\/11\/fungsi-omega-3-dan-6\/\"> asupan lemak esensial<\/a>, masuk akal untuk mengikuti diet (dan gaya hidup) yang meminimalkan oksidan dari makanan yang digoreng atau dibakar dan memaksimalkan asupan zat gizi antioksidan seperti vitamin A, C dan E. Ini saja telah terbukti membantu. <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/04\/konsumsi-vitamin-c-aman-saat-pandemi\/\">Vitamin C<\/a> juga merupakan vitamin anti-stres dan dapat melawan terlalu banyak adrenalin, yang sering ditemukan pada mereka yang didiagnosis dengan skizofrenia. <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/09\/pengaruh-rokok-terhadap-nafsu-makan\/\">Merokok<\/a> adalah sumber oksidan dan menghancurkan vitamin C.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"520\" height=\"650\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/photo_2021-10-25_16-14-25.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4518\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/photo_2021-10-25_16-14-25.jpg 520w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/photo_2021-10-25_16-14-25-240x300.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 520px) 100vw, 520px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kekurangan vitamin C juga jauh lebih umum daripada yang disadari pada orang dengan masalah kesehatan mental, seringkali karena mereka tidak menjaga diri mereka sendiri dengan benar dan makan dengan buruk. Profesor Derri &nbsp;Shtasel dari departemen psikiatri di <em>University of Pennsylvania<\/em>, <em>School of Medicine<\/em> di Philadelphia menggambarkan kasus seorang wanita yang bingung dan mendengar suara-suara, serta memiliki gejala fisik. Dia diuji untuk status vitamin C dan ditemukan sangat kekurangan. Setelah diberi vitamin C dia memiliki lebih sedikit halusinasi, pidatonya membaik dan dia menjadi lebih termotivasi dan ramah. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Vitamin C telah terbukti mengurangi gejala skizofrenia<\/span><\/strong> dalam uji coba penelitian, dan sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang didiagnosis dengan penyakit mental mungkin memiliki persyaratan yang jauh lebih besar untuk vitamin ini \u2013 seringkali sepuluh kali lebih tinggi \u2013 dan sering kekurangan<span id=\"bdd6eaf7-9f12-4693-9bd3-1fedc140f459\" data-items=\"[&quot;950153393&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b5\u200b<\/sup><\/span>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/02\/24\/zat-gizi-antioksidan-free-radical-scavengers\/\">Lebih Lanjut : Zat Gizi Antioksidan <em>Free Radical Scavengers<\/em><\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Suplemen vitamin<\/h3>\n\n\n\n<p>B-vitamin kompleks, <span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><strong>terutama riboflavin, memainkan peran kunci dalam fungsi otak, dan suplementasi pada pasien skizofrenia, yang mungkin rendah vitamin B, bisa bermanfaat.<\/strong><\/span> Sebuah studi <em>double-blind<\/em>, terkontrol plasebo kecil menemukan peningkatan yang signifikan dalam gejala kejiwaan dengan suplementasi asam folat, vitamin B6, dan B12 pada pasien hiperhomosistein<span id=\"2c36b685-150f-4e9a-8361-0a20c477bcd2\" data-items=\"[&quot;1885960897&quot;]\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b6\u200b<\/sup><\/span> .<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/03\/29\/sumber-sayur-buah-dan-makanan-dalam-vitamin-larut-air\/\"><strong>Bahan Makanan Sumber Vitamin B<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-entryspacing=\"1\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"1323552813\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">1. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">World Health Organization. <i>Nations for Mental Health: Schizophrenia and Public Health Division<\/i>. World Health Organization; 1998. Accessed September 7, 2021. <a href=\"https:\/\/www.who.int\/mental_health\/media\/en\/55.pdf\">https:\/\/www.who.int\/mental_health\/media\/en\/55.pdf<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3484014692\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">2. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Kajian Epidemiologis Skizofrenia. <i>MAJORITY<\/i>. 2016;5. <a href=\"https:\/\/juke.kedokteran.unila.ac.id\/index.php\/majority\/article\/viewFile\/904\/812\">https:\/\/juke.kedokteran.unila.ac.id\/index.php\/majority\/article\/viewFile\/904\/812<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1042674832\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">3. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Andari SA. Pelayanan Sosial Panti Berbasis Agama dalam Merehabilitasi Penderita Skizofrenia. <i>Jurnal PKS<\/i>. 2017;16:195-208.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1579297578\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">4. <\/div><div class=\"csl-right-inline\"><i>Situasi Kesehatan Jiwa DI Indonesia<\/i>. Pusat Data dan Informasi Kemenkes ; 2019. Accessed September 7, 2021. <a href=\"https:\/\/pusdatin.kemkes.go.id\/resources\/download\/pusdatin\/infodatin\/InfoDatin-Kesehatan-Jiwa.pdf\">https:\/\/pusdatin.kemkes.go.id\/resources\/download\/pusdatin\/infodatin\/InfoDatin-Kesehatan-Jiwa.pdf<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"950153393\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">5. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Schizophrenia and Psychosis. Food for the Brain Foundation. Published 2021. Accessed September 7, 2021. <a href=\"https:\/\/foodforthebrain.org\/condition\/schizophrenia-and-psychosis\/\">https:\/\/foodforthebrain.org\/condition\/schizophrenia-and-psychosis\/<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1885960897\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">6. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Schizophrenia . Physicians Committee for Responsible Medicine and Unbound Medicine. Published 2020. Accessed September 7, 2021. <a href=\"https:\/\/nutritionguide.pcrm.org\/nutritionguide\/view\/Nutrition_Guide_for_Clinicians\/1342091\/all\/Schizophrenia.\">https:\/\/nutritionguide.pcrm.org\/nutritionguide\/view\/Nutrition_Guide_for_Clinicians\/1342091\/all\/Schizophrenia.<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Editor : Ayu Rahadiyanti<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gizi mendukung untuk perbaikan pasien skizofrenia. Zat gizi apa saja yang berperan pada pasien skizofrenia? Mari kita simak pada artikel<\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":4515,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[19],"tags":[384],"class_list":["post-4228","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-diet-penyakit","tag-skizofrenia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gizi untuk Pasien Skizofrenia - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gizi mendukung untuk perbaikan pasien skizofrenia. Zat gizi apa saja yang berperan pada pasien skizofrenia? Mari kita simak pada artikel ini\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gizi untuk Pasien Skizofrenia - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gizi mendukung untuk perbaikan pasien skizofrenia. Zat gizi apa saja yang berperan pada pasien skizofrenia? Mari kita simak pada artikel ini\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-11-04T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/schizophrenia-g81bb905d1_1920.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1822\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nisrina Khairunisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nisrina Khairunisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Nisrina Khairunisa\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/c702ca22656d18ab4f0bc1d66454c45f\"},\"headline\":\"Gizi untuk Pasien Skizofrenia\",\"datePublished\":\"2021-11-04T02:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/\"},\"wordCount\":809,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/schizophrenia-g81bb905d1_1920.jpg\",\"keywords\":[\"skizofrenia\"],\"articleSection\":[\"Diet Penyakit\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/\",\"name\":\"Gizi untuk Pasien Skizofrenia - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/schizophrenia-g81bb905d1_1920.jpg\",\"datePublished\":\"2021-11-04T02:00:00+00:00\",\"description\":\"Gizi mendukung untuk perbaikan pasien skizofrenia. Zat gizi apa saja yang berperan pada pasien skizofrenia? Mari kita simak pada artikel ini\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/schizophrenia-g81bb905d1_1920.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/schizophrenia-g81bb905d1_1920.jpg\",\"width\":1822,\"height\":1920},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gizi untuk Pasien Skizofrenia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/c702ca22656d18ab4f0bc1d66454c45f\",\"name\":\"Nisrina Khairunisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/22352bda434ec42ee85ac8a96b76372825474ab2ff4affa6096b4979a0f9039a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/22352bda434ec42ee85ac8a96b76372825474ab2ff4affa6096b4979a0f9039a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nisrina Khairunisa\"},\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/nisrina-khairunisa\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gizi untuk Pasien Skizofrenia - Blog AhliGiziID","description":"Gizi mendukung untuk perbaikan pasien skizofrenia. Zat gizi apa saja yang berperan pada pasien skizofrenia? Mari kita simak pada artikel ini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Gizi untuk Pasien Skizofrenia - Blog AhliGiziID","og_description":"Gizi mendukung untuk perbaikan pasien skizofrenia. Zat gizi apa saja yang berperan pada pasien skizofrenia? Mari kita simak pada artikel ini","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2021-11-04T02:00:00+00:00","og_image":[{"width":1822,"height":1920,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/schizophrenia-g81bb905d1_1920.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nisrina Khairunisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Nisrina Khairunisa","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/"},"author":{"name":"Nisrina Khairunisa","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/c702ca22656d18ab4f0bc1d66454c45f"},"headline":"Gizi untuk Pasien Skizofrenia","datePublished":"2021-11-04T02:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/"},"wordCount":809,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/schizophrenia-g81bb905d1_1920.jpg","keywords":["skizofrenia"],"articleSection":["Diet Penyakit"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/","name":"Gizi untuk Pasien Skizofrenia - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/schizophrenia-g81bb905d1_1920.jpg","datePublished":"2021-11-04T02:00:00+00:00","description":"Gizi mendukung untuk perbaikan pasien skizofrenia. Zat gizi apa saja yang berperan pada pasien skizofrenia? Mari kita simak pada artikel ini","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/schizophrenia-g81bb905d1_1920.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/schizophrenia-g81bb905d1_1920.jpg","width":1822,"height":1920},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/11\/04\/gizi-untuk-pasien-skizofrenia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gizi untuk Pasien Skizofrenia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/c702ca22656d18ab4f0bc1d66454c45f","name":"Nisrina Khairunisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/22352bda434ec42ee85ac8a96b76372825474ab2ff4affa6096b4979a0f9039a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/22352bda434ec42ee85ac8a96b76372825474ab2ff4affa6096b4979a0f9039a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nisrina Khairunisa"},"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/nisrina-khairunisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4228","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4228"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4228\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4538,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4228\/revisions\/4538"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4515"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4228"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4228"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4228"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}