{"id":3586,"date":"2021-05-26T09:00:00","date_gmt":"2021-05-26T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?p=3586"},"modified":"2021-05-21T12:31:08","modified_gmt":"2021-05-21T05:31:08","slug":"faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/","title":{"rendered":"Faktor Peningkat dan Penghambat Penyerapan Zink"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p>Zink merupakan salah satu mineral mikro yang penting bagi pertumbuhan dan imunitas anak. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan dan menghambat penyerapan zat gizi zink \/ seng. Mari kita simak pad aartikel berikut. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Zink (Seng)<\/h2>\n\n\n\n<p>Zat gizi mikro ini berperan dalam kekebalan tubuh dimana <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">berperan penting dalam pencegahan infeksi oleh berbagai jenis bakteri patogen.<\/span><\/strong> Selain itu juga penting dalam<strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"> pembelahan dan pematangan sel, serta pertumbuhan. <\/span><\/strong>Seng juga <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">bermanfaat dalam perkembangan otak yaitu untuk perkembangan saraf dan fungsi sistem saraf pusat.<\/span><\/strong> Berdasarkan penelitian, kekurangan seng pada saat anak-anak dapat menyebabkan<a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/21\/prevalensi-stunting-2019-di-indonesia-menurun\/\"> stunting (pendek)<\/a>.<span id=\"c65a88c0-42e2-4d8f-845b-c9a28647e813\" data-items=\"[&quot;2001103824&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b1\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Zink adalah zat gizi mikro yang berasal dari asam amino kompleks yaitu seperti pada makanan hewani dan nabati. Sumber hewani seperti daging sapi, ayam, ikan, babi, telur, seafood, produk susu. Diantara berbagai sumber ini, <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">daging merah dan seafood adalah sumber zink yang paling utama.<\/span> <\/strong>Selain itu sumber yang berasal dari makanan nabati juga memiliki kandungan seng yang baik seperti biji-bijian dan kacang-kacangan. Selanjutnya yang berasal dari buah-buahan, sayuran, dan sereal memiliki kandungan seng yang rendah. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Sumber hewani merupakan sumber yang lebih utama dibandingkan dengan sumber nabati, sumber hewani menyediakan 40-70% dari  kebutuhan seng pada umumnya.<\/span><\/strong> Selain itu juga sumber nabati diserap dalam jumlah yang lebih rendah dibandingkan dengan sumber hewani. Berikut tabel sumber makanan yang mengandung zink \/ seng.  <span id=\"9048b74c-a258-46e0-8693-895d5ada18d7\" data-items=\"[&quot;633926069&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"575\" height=\"639\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-5.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3588\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-5.png 575w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-5-270x300.png 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 575px) 100vw, 575px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Selain sumbernya, perlu diperhatikan juga cara pengolahannya. Pengolahan yang salah dapat mempengaruhi absorbsi seng. Seperti pada <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">pemasakan suhu tinggi yang dapat menyebabkan seng pada makanan tidak dapat dihidrolisis yang akhirnya tidak dapat diserap. <\/span><\/strong>Kemudian juga terdapat <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">reaksi maillard yaitu membentuk kompleks antara asam amino dan karbohidrat yang dapat menghambat absorbsi seng.<\/span><\/strong><span id=\"485271aa-fec5-4652-9622-5c8987ae4c1f\" data-items=\"[&quot;633926069&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/16\/penurunan-stunting-melalui-1000-hari-pertama-kehidupan-hpk\/\">Baca Artikel : Penurunan Stunting melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Enhancer Absorbsi Zink<\/h2>\n\n\n\n<p>Beberapa zat endogen dari seng diduga berfungsi sebagai ligan untuk mengikat seng. Beberapa ligan ini termasuk ligan asam amino yaitu histidin, sistein, dan mungkin lisin dan glisin. Sekresi pankreas diduga mengandung konstituen tidak dikenal yang meningkatkan absorbsi seng. Selain itu, glutathione (tripeptide terdiri dari sistein, glutamat, dan glisin) atau produk dari pencernaan protein, seperti tripeptides, juga sebagai ligan. Ligan seperti asam amino membantu menjaga kelarutan seng dalam saluran pencernaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Protein<\/h3>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Seng berkaitan erat dengan protein yaitu sebagai salah satu komponen asupan yang mempengaruhi kecepatan dan status dari seng.<\/span><\/strong> Pada hewan percobaan, ketika mengonsumsi protein cukup maka akan berpengaruh pada pertumbuhan. Namun, apabila mengonsumsi protein dalam jumlah sedikit (7,5%) selama empat minggu dan juga rendah mengonsumsi seng (1-3 mg\/kg), maka tidak terdapat pertambahan berat badan, dan terjadi ketidaknormalan dari tembaga, besi dan seng di hati.<span id=\"5180f427-6b10-41bd-a454-183621282f62\" data-items=\"[&quot;4020755180&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Absorbsi seng yang rendah dapat terlihat dari rendahnya asupan protein karena hal ini berkaitan dengan rendahnya availabilitas dari pemecahan protein yang mendukung pengurangan seng dari lumen intestinal.<\/span><\/strong> Pada percobaan melalui tikus, jika asupan protein pada tikus tidak cukup, tikus tersebut sulit untuk mencapai kecukupan seng. Selanjutnya, terdapat perbedaan yang signifikan pada pertumbuhan tikus yang mengonsumsi putih telur yang rendah (15%) dan tinggi (30%) dengan absorbsi asupan seng.<span id=\"ed13417f-d43a-4486-ba39-f620d5d7333b\" data-items=\"[&quot;4020755180&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b3\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Protein juga berperan sebagai karier pada proses absorpsi seng ke dalam enterosit bernama Zrt- dan Irt- like Protein (ZIP) yang menjadi transporter seng utama di sepanjang membran enterosit. Selain sebagai karier, penyusun protein yaitu asam amino, berperan sebagai ligan untuk seng yang membantu meningkatkan asborpsi seng dan mempertahankan solubilitas seng di saluran pencernaan. Asam amino yang berperan yaitu histidin, sistein, lisin dan glisin.<span id=\"9e77aaf1-349c-4f22-ade0-71f19a954d5c\" data-items=\"[&quot;633926069&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"663\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/protein-5621773_1920-1024x663.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3476\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/protein-5621773_1920-1024x663.png 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/protein-5621773_1920-300x194.png 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/protein-5621773_1920-768x497.png 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/protein-5621773_1920-1536x994.png 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/protein-5621773_1920.png 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/26\/manfaat-branched-chain-amino-acid-bcaa\/\">Baca : Manfaat BCAA<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Vitamin C<\/h3>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/08\/04\/konsumsi-vitamin-c-aman-saat-pandemi\/\">Asam askorbat <\/a>dan zink adalah dua mikronutrien yang memainkan peran fungsional dalam makanan, sebagai pendukung kekebalan tubuh dan pemeliharaan kesehatan. <\/span><\/strong>Merupakan kofaktor beberapa enzim yang terlibat dalam biosintesis kolagen, karnitin dan neurotransmitter. Zat gizi ini merupakan <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">antioksidan yang sangat efektif untuk melindungi protein, lipid, karbohidrat dan asam nukleat dari kerusakan radikal bebas yang dihasilkan selama metabolisme yang normal, serta melindungi paparan racun dan polutan.<\/span><\/strong> Dampak berat dari kekurangan vitamin C adalah scurvy yang dapat menyebabkan kelemahan pada struktur kolagen, yang dapat berlanjut seperti nyeri sendi, kelainan tulang dan jaringan ikat, proses penyembuhan luka yang lambat, dan imunitas rendah.<span id=\"6c5c122a-6b91-4633-a686-8938d5ff499e\" data-items=\"[&quot;3261097610&quot;,&quot;4202984557&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b4,5\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Zink memainkan peran sentral dalam diferensiasi sel dan proliferasi. Kekurangan seng menyebabkan retardasi pertumbuhan, perubahan kulit, respon imun, peningkatan kerentanan terhadap infeksi, tertunda penyembuhan luka, buruknya adaptasi pada cahaya, terhambatnya perkembangan seksual dan gangguan kesuburan. <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Vitamin C dan seng memberikan perlindungan antioksidan komplementer terhadap oksigen reaktif berasal dari eksogen dan endogen yang dihasilkan. Maka dari itu, keseimbangan oksidan-antioksidan merupakan faktor penting pada fungsi imunitas.<\/span><\/strong><span id=\"c9b9f275-2f3e-42ec-a69e-d4431b9eb8ac\" data-items=\"[&quot;4202984557&quot;,&quot;2350956720&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b5,6\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Inhibitor Absorbsi Zink<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Fitat<\/h3>\n\n\n\n<p>disebut asam fitat, hexaphosphate inositol, atau inositol polifosfat, <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">ditemukan dalam makanan nabati, khususnya kacang-kacangan dan sereal seperti jagung. Fitat mengikat zink (serta mineral lainnya) menggunakan oksigen.<\/span><\/strong> Fitat seng kompleks adalah luas, tidak larut, dan kurang diserap.<span id=\"59283288-6627-4de7-812c-6b4283d1be98\" data-items=\"[&quot;633926069&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span> <\/p>\n\n\n\n<p>Fitat (myo-inositol-6-fosfat) adalah inhibitor utama absorbsi seng dan mempengaruhi absorbsi mineral divalen lainnya, sebagian besar yaitu zat besi dan kalsium. Fitat terutama ditemukan dalam biji-bijian, sereal, biji legum dan, dalam konsentrasi rendah, di umbi-umbian dan akar. Selain itu,<strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\"> fitat juga merupakan mineral kompleks endogen yang disekresikan seperti zink dan kalsium, sehingga dapat direabsorpsi ke dalam tubuh. Jumlah <strong>kalsium<\/strong><\/span><\/strong> <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">yang tinggi dapat memperburuk efek penghambatan fitat pada penyerapan zink, dengan membentuk kompleks kalsium-seng-fitat dalam usus. <\/span><\/strong>Bahkan lebih larut dari kompleks fitat dibentuk oleh salah satu ion saja.<span id=\"d63eadd1-14c1-4721-aa4e-872977777005\" data-items=\"[&quot;3116429250&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b7\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Oksalat<\/h3>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">oksalat, sebagai penghambat penyerapan zink lainnya. Ditemukan di berbagai makanan, biasanya terdapat pada bayam, coklat, dan teh.<\/span><\/strong><span id=\"fcf49961-0b14-46a7-bc78-0fc43ddbe3b4\" data-items=\"[&quot;633926069&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/spinach-2216967_1920-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3602\" srcset=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/spinach-2216967_1920-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/spinach-2216967_1920-300x200.jpg 300w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/spinach-2216967_1920-768x512.jpg 768w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/spinach-2216967_1920-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/spinach-2216967_1920.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Polifenol<\/h3>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">seperti tanin dalam teh dan serat tertentu dalam gandum utuh, buah, dan sayuran yang juga berikatan dengan seng dan menghambat penyerapan zink.<\/span><\/strong> <span id=\"a5339f88-c75e-4158-84f8-0970eb8698a8\" data-items=\"[&quot;633926069&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kation divalen<\/h3>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Interaksi antara seng dan zat gizi seperti berbagai kation divalen (Fe<sup>2+<\/sup>, Ca<sup>2+<\/sup>, Cu<sup>2+<\/sup>) dapat terjadi dan menghambat penyerapan zink.<\/span><\/strong> Interaksi antara seng dan kation divalen lainnya diduga berkaitan dengan fakta bahwa berbagai kation bersaing satu sama lain untuk mengikat ligan dalam lumen usus atau dalam sel serta untuk transporter di brush border dari enterosit.<span id=\"9516bcf5-c7cc-4961-b236-99d07f78b70d\" data-items=\"[&quot;633926069&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Keadaan defisiensi seng dapat juga menurunkan sistem kekebalan serta mengganggu metabolisme besi.<\/span><\/strong> Selain itu, seng berkompetisi dengan besi untuk diserap di usus. Apabila zink lebih banyak jumlahnya maka zink akan diserap lebih banyak dibandingkan besi. Namun, terdapat penelitian lain mengatakan adanya ligan dalam makanan, absorbsi seng tidak dipengaruhi oleh konsentrasi besi. Besi dan seng tidak berkompetisi untuk mendapatkan tempat ikatan transferin pada permukaan usus, karena seng diserap kemudian diikat oleh albumin.<span id=\"f87c597d-222d-4cf5-b86d-7e260d12310b\" data-items=\"[&quot;633926069&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b2\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/12\/03\/anemia-defisiensi-besi\/\"><strong>Lebih Lanjut : Anemia Defisiensi Besi<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Asupan <a href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2020\/10\/20\/osteoporosis-dan-kalsium\/\">kalsium<\/a>, dapat menghambat zink karena bersamaan dengan fitat.<\/span><\/strong> Hal ini karena kalsium cenderung untuk membentuk kompleks dengan fitat sehingga seng tidak dapat diserap dan menghambat absorpsi seng. Namun, <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">bioavailabilitas seng dapat diprediksi dengan rasio [fitat] x [kalsium]\/[seng] dan rasio ini dapat menjadi prediksi nilai batas dari bioavailabilitas seng.<\/span><\/strong> <strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">Peningkatan asupan tembaga tidak memiliki efek untuk absorbsi seng ketika jumlah seng tercukupi. <\/span><\/strong>Namun, peningkatan asupan tembaga akan berpengaruh terhadap absorbsi seng ketika asupan seng dalam keadaan sedikit.<span id=\"1d370a5f-9270-479e-8e47-f70ef48d739a\" data-items=\"[&quot;3399477832&quot;]\" contenteditable=\"false\" data-has-children=\"true\" class=\"abt-citation\"><sup>\u200b8\u200b<\/sup><\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-entryspacing=\"1\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"2001103824\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">1. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Black MM. Zinc deficiency and child development. <i>The American Journal of Clinical Nutrition<\/i>. Published online August 1, 1998:464S-469S. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1093\/ajcn\/68.2.464s\">10.1093\/ajcn\/68.2.464s<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"633926069\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">2. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Sareen S, Jack L, James L. <i>Advanced Nutrition and Human Metabolism<\/i>. 5th ed. Wardsword; 2009.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"4020755180\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">3. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Meg\u00edas C, Pedroche J, Yust MM, et al. Affinity Purification of Copper-Chelating Peptides from Sunflower Protein Hydrolysates. <i>J Agric Food Chem<\/i>. Published online August 2007:6509-6514. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1021\/jf0712705\">10.1021\/jf0712705<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3261097610\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">4. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Xie N, Huang J, Li B, et al. Affinity purification and characterisation of zinc chelating peptides from rapeseed protein hydrolysates: Possible contribution of characteristic amino acid residues. <i>Food Chemistry<\/i>. Published online April 2015:210-217. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.foodchem.2014.10.030\">10.1016\/j.foodchem.2014.10.030<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"4202984557\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">5. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Wapnir R. <i>Protein Nutrition and Mineral Absorption<\/i>. CRC Press; 2000.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2350956720\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">6. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Wintergerst ES, Maggini S, Hornig DH. Immune-Enhancing Role of Vitamin C and Zinc and Effect on Clinical Conditions. <i>Ann Nutr Metab<\/i>. Published online 2006:85-94. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1159\/000090495\">10.1159\/000090495<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3116429250\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">7. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Connie W, Srimanthi K. <i>Phytate and Mineral Bioavailability<\/i>. CRC Press; 2001.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3399477832\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">8. <\/div><div class=\"csl-right-inline\">Maggini S, Beveridge S, Suter M. A Combination of High-Dose Vitamin C plus Zinc for the Common Cold. <i>J Int Med Res<\/i>. Published online February 2012:28-42. doi:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1177\/147323001204000104\">10.1177\/147323001204000104<\/a><\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-social-links is-style-logos-only is-layout-flex wp-block-social-links-is-layout-flex\">\n\n\n\n\n\n\n\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Zink merupakan salah satu mineral mikro yang penting bagi pertumbuhan dan imunitas anak. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan dan<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":3598,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","footnotes":"","_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_selected_social_profile":[]},"categories":[2],"tags":[307,306,305],"class_list":["post-3586","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-dan-gizi-lainnya","tag-absorbsi-zink","tag-enhancer-zink","tag-inhibitor-zink"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Faktor Peningkat dan Penghambat Penyerapan Zink - Blog AhliGiziID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Zink mineral mikro yang penting bagi pertumbuhan. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan dan menghambat penyerapan zat gizi zink.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Faktor Peningkat dan Penghambat Penyerapan Zink - Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Zink mineral mikro yang penting bagi pertumbuhan. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan dan menghambat penyerapan zat gizi zink.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AhliGiziID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-05-26T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/seafood-1998212_1920.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ahligiziid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ayu Rahadiyanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"ScholarlyArticle\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\"},\"headline\":\"Faktor Peningkat dan Penghambat Penyerapan Zink\",\"datePublished\":\"2021-05-26T02:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/\"},\"wordCount\":1254,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/seafood-1998212_1920.jpg\",\"keywords\":[\"absorbsi zink\",\"enhancer zink\",\"inhibitor zink\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan dan Gizi lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"MedicalWebPage\"],\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/\",\"name\":\"Faktor Peningkat dan Penghambat Penyerapan Zink - Blog AhliGiziID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/seafood-1998212_1920.jpg\",\"datePublished\":\"2021-05-26T02:00:00+00:00\",\"description\":\"Zink mineral mikro yang penting bagi pertumbuhan. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan dan menghambat penyerapan zat gizi zink.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/seafood-1998212_1920.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/seafood-1998212_1920.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1440},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Faktor Peningkat dan Penghambat Penyerapan Zink\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog AhliGiziID\",\"description\":\"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"AhliGiziID\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png\",\"width\":2370,\"height\":664,\"caption\":\"AhliGiziID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/x.com\/ahligiziid\",\"https:\/\/intagram.com\/ahligiziid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e\",\"name\":\"Ayu Rahadiyanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ayu Rahadiyanti\"},\"description\":\"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer\",\"sameAs\":[\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960\"],\"url\":\"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Faktor Peningkat dan Penghambat Penyerapan Zink - Blog AhliGiziID","description":"Zink mineral mikro yang penting bagi pertumbuhan. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan dan menghambat penyerapan zat gizi zink.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Faktor Peningkat dan Penghambat Penyerapan Zink - Blog AhliGiziID","og_description":"Zink mineral mikro yang penting bagi pertumbuhan. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan dan menghambat penyerapan zat gizi zink.","og_url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/","og_site_name":"Blog AhliGiziID","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","article_published_time":"2021-05-26T02:00:00+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1440,"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/seafood-1998212_1920.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ayu Rahadiyanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ahligiziid","twitter_site":"@ahligiziid","twitter_misc":{"Written by":"Ayu Rahadiyanti","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"ScholarlyArticle","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/"},"author":{"name":"Ayu Rahadiyanti","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e"},"headline":"Faktor Peningkat dan Penghambat Penyerapan Zink","datePublished":"2021-05-26T02:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/"},"wordCount":1254,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/seafood-1998212_1920.jpg","keywords":["absorbsi zink","enhancer zink","inhibitor zink"],"articleSection":["Kesehatan dan Gizi lainnya"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","MedicalWebPage"],"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/","name":"Faktor Peningkat dan Penghambat Penyerapan Zink - Blog AhliGiziID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/seafood-1998212_1920.jpg","datePublished":"2021-05-26T02:00:00+00:00","description":"Zink mineral mikro yang penting bagi pertumbuhan. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan dan menghambat penyerapan zat gizi zink.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#primaryimage","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/seafood-1998212_1920.jpg","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/seafood-1998212_1920.jpg","width":1920,"height":1440},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/2021\/05\/26\/faktor-peningkat-dan-penghambat-penyerapan-zink\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Faktor Peningkat dan Penghambat Penyerapan Zink"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","name":"Blog AhliGiziID","description":"Menyajikan Informasi Gizi yang Renyah dan Ilmiah","publisher":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#organization","name":"AhliGiziID","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","contentUrl":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ahligizi_logo.png","width":2370,"height":664,"caption":"AhliGiziID"},"image":{"@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/ahligiziid","https:\/\/x.com\/ahligiziid","https:\/\/intagram.com\/ahligiziid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/01ca519e45b02857c843ab873866e33e","name":"Ayu Rahadiyanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1fe208b6eff8de470add941566ec4674c9e1032819bb3d331b95e7b3d3c7d244?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ayu Rahadiyanti"},"description":"Executive Editor Ahli Gizi ID | Lecturer | Writer","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/ayu-rahadiyanti-7441b960"],"url":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/author\/ayu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3586","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3586"}],"version-history":[{"count":20,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3586\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3609,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3586\/revisions\/3609"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3586"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3586"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahligizi.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3586"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}